
Selin tersenyum melihat Freya berbalik dan pergi. Tak lama dia memeluk Sky dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Sky.
“Dia sangat merindukan daddynya.” Seru Selin mengencangkan tangannya di pinggang Sky.
Sementara Sky mengeraskan rahangnya mendengar penuturan wanita di belakangnya. Apalagi di sudah berani memeluknya.
Sky berbalik sekaligus dan hampir saja Selin jatuh saat Sky tiba-tiba saja berbalik.
Sett..
“Aku tau kau menipu ku. Jangan harap kau bisa menipu Ausky Luis nona.” Desis Sky mencengkram erat leher Selin dengan tangan kanannya.
“Tuan le_pas_kan, saya tak menipu an_da.” Selin memukul mukul tangan Sky di lehernya.
Sky tak perduli dengan wajah Selin yang merah dan hampir membiru. Wanita ini sungguh sangat berani padanya. Sky mengeratkan giginya emosi, mengingat dia sudah berani menipunya.
“Freya... “ gumam Sky melepaskan Selin dari tangannya.
Brukk..
Selin menarik nafasnya dalam Saat Sky melepaskan lehernya. Tubuhnya terlukai lemas di lantai dingin, tapi setidaknya Selin bersyukur Sky melepaskan tangannya dari lehernya.
Sementara Sky baru mengingat Freya yang keluar dari perusahaan dalam keadaan marah. Sky harus menjelaskan pada Freya jika dia dan wanita itu sama sekali tak memiliki hubungan apapun.
“Dimana istriku.”
“Nyonya sudah pergi tuan.” Jawab sang bodyguard menundukkan wajahnya.
Sky semakin m3ngeraskan rahangnya mendengar jawaban dari bodyguard nya tangannya yang terkepal melayang begitu saja menghantam wajah salah satu bodyguard nya.
Bug..
Sky masuk ke dalam lift setelah memukul salah satu dari mereka. Emosi pada dirinya sendiri yang bodoh dan pada bodyguard nya yang membiarkan wanita itu masuk ke dalam ruangannya.
Sementara Freya menarik nafas panjangnya. Berulang kali Freya mengusap pipinya yang basah. Membayangkan kedepannya, dia dan putrinya.
“Apa mereka akan membuangku.” Freya terkekeh membayangkan Sky dan Heidher yang akan melupakan dia dan putrinya. Lalu kemudian mereka akan membuangnya dan Ara.
Kecewa, Freya sungguh kecewa dan sakit. Tapi semua itu memang sudah takdirnya. Wajar saja Sky memiliki anak karna dia pria yang sering bergonta-ganti wanita di setiap malamnya.
Apa dia akan di madu oleh Sky.??
__ADS_1
*
“ Tuan Lion...”
Elard menghentikan langkahnya mendengar seseorang memanggilnya. Tapi tak lama dia menggelengkan kepalanya, tak mungkin. Selain daddy nya tak ada yang pernah memanggilnya Lion. Dan itu pasti bukan dirinya, apalagi dia tadi memanggilnya tuan.
Elard kembali melangkah menuju mobilnya. Di tangannya sebuah bando berwarna pink baru saja dia beli. Elard memang tak tahan saat melihat barang unik dan terlihat lucu dimatanya. Itu sebabnya dia berhenti dan membeli bando untuk adik kecilnya.
“Ara pasti akan sangat lucu memakai ini.” Kekeh Elard menghampiri sepeda motornya dan bersiap kembali pulang ke mension mewah ayahnya.
“Lionel Elard Roberto apa kau masih mengingat nama aslimu anak muda.”
Elard kaget mendengar nama lengkapnya di sebut oleh seseorang. Elard menoleh ke belakang dan mendapati seorang pria yang sudah sangat tua berdiri beberapa langkah darinya.
Elard menatap pria tua di depannya. Darimana dia tau namanya. Tak hanya tau namanya, dia juga tau nama panggilannya.
“Lionel Elard Roberto, benar bukan itu namamu.?”
Elard masih menatap pria di depannya ini yang terlihat tak baik baik saja. Tapi tak lama bibir Elard tersenyum tipis padanya.
“Maaf tuan, anda salah orang. Namaku Lionel Elard Romanov.” Tukas Elard menata Devano tajam.
Devano tertawa mendengar penuturan remaja di depannya. Dia melangkah beberapa langkah mendekati Elard dan tersenyum miring.
Sementara Elard mengepalkan tangannya mendengar penuturan pria di depannya.
Devano tersenyum melihat Elard yang terlihat datar. Devano yakin jika Elard akan seperti ayahnya nanti.
“Kau sangat tampan anak muda, persis seperti ayahmu.” Imbuh Devano melirik ke arah Elard yang masih berdiri mematung. “Dia pria yang sangat berani. Tapi sayangnya, seseorang tak menyukainya dan akhirnya membunuh ayahmu.” Lanjut Devano lagi.
Bibirnya tertarik ke atas, melihat mata Elard yang memerah. Elard memang tau jika ayahnya mati terbunuh. Tapi dia tak tau siapa orang yang sudah membunuh ayahnya.
“Maaf tuan, sepertinya anda salah orang. Permisi.” Sahut Elard naik ke atas sepeda motornya.
“Edwin Liotes, bukankah dia ayahmu, dan Reyna adalah nama ibumu. Apa aku benar anak muda.” Seru Devano lagi.
Elard menoleh dan turun kembali dari atas sepeda motornya dan menatap pria tua di depannya.
“Siapa kau tuan, dari mana kau tau namaku. Sedangkan aku sama sekali tak pernah mengatakan pada siapapun. ” Tukas Elard pada pria di depannya.
Devano tertawa renyah mendengar penuturan remaja di depannya. Sudah dia duga jika remaja sepertinya pasti akan mengandalkan emosi dari pada berpikir lebih dulu. Dan dia akan memanfaatkan Elard untuk menghancurkan Sky dan membunuh Sky.
__ADS_1
Ausky Luis Romanov, pria yang selalu saja menang saat memperebutkan segala macam tender. Dia akan menyingkirkan Luis dengan cara menghancurkan keluarganya. Dia yakin Luis akan hancur dengan sendirinya. Terlebih dia tau siapa Elard bagi Sky. Elard pasti akan membenci Luis dan memusuhi Luis dan dia harap Elard akan membunuh Luis nanti. Itu tujuannya.
“Aku juga tahu siapa keluargamu. Mereka mencarimu sampai saat ini. Mereka pikir kau sudah meninggal dunia waktu itu. Mereka tak tau, jika kau masih hidup dan tinggal bersama Luis. Aku bisa mengantarmu kembali ke keluarga mu anak muda.” Ucap Devano panjang lebar menatap Elard.
Sementara Elard masih mengunci bibirnya dan tak menjawab ucapan Devano.
Elard memang tau siapa keluarganya. Tapi Elard tak ingin tinggal di sana karna mereka semua tak ada menyayanginya menurutnya. Mereka sangat acuh padanya. Berbeda dengan ayah angkatnya yang sangat sayang padanya. Apalagi Sky yang sudah menyelamatkan dirinya dari preman itu. Lalu kemudian dia merawatnya dan menjadikan putra angkatnya. Siapa yang tak ingin, apalagi Sky sangat sayang padanya.
“Katakan pada mereka, tak perlu mencariku.”jawab Elard setelah beberapa menit bungkam.
“Kenapa kau tak ingin kembali kesana. Asal kau tau anak muda. Kau adalah pewaris tunggal keluarga Roberto. Bukankah kau tau hanya kau putranya. Saat ini perusahaan ayahmu di kelola oleh orang kepercayaan ayahmu.” Tukas Devano lagi.
Sementara Elard menatap pria tua di depannya. Elard sedikit kaget dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Perusahaan, dia pewaris perusahaan ayahnya. Dia tau ayahnya memang mempunyai perusahaan, tapi dia tak tau jika itu adalah perusahaan milik ayahnya dan dia adalah pewarisnya. Elard memang tak pernah tahu tentang urusan orang dewasa. Selama ini dia tinggal dengan adik dan saudara ayahnya di mension mewah.
Apa mension itu juga milik ayahnya.?
Saat ayahnya meninggal dia masih sangat kecil, sementara ibunya meninggal saat dia baru berusia satu tahun. Itu sebabnya dia sama sekali tak tau apa apa.
“Maaf tuan itu sama sekali tak penting untukku.” Sahut Elard dan menaiki sepeda motornya kembali. Dia tak perduli dengan semua itu, dia hanya ingin kembali pulang ke mension bertemu dengan Ara adik kecilnya.
“Lionel Elard Roberto, apa kau tau kenapa Sky mengadopsi mu.” Seru Devano. Elard menoleh lagi pada Devano.
“Dia ingin menguasai harta orang tuamu. Dia ingin merebutnya darimu, itu sebabnya dia merawat mu anak muda.” Elard tertawa mendengar penuturan Devano.
“Asal kau tau anak muda, merebut sebuah perusahaan adalah hobinya dari dulu dan kali ini dia mengincar perusahaan milik ayahmu.” Imbuh Devano tak perduli dengan Elard yang menatap nya tajam.“Jangan menjelekkan ayahku brengsek.” Teriak Elard emosi dan mata yang memerah.
Kini Devano yang tertawa mendengar teriakan Elard.
“Aku kasihan denganmu anak muda. Kau tak tau jika Luis merawatmu karna tujuannya. Dan kau yang bodoh tak sadar justru masih menganggap dia ayahmu.” Seru Devano lagi.
“Asal kau tau, kenapa ayahmu mati terbunuh. Karna dia ingin menguasai perusahaan milik ayahmu. Dan dia adalah Ausky Luis Romanov pria yang ingin menguasai perusahaan ayahmu dan dialah yang sudah membunuh Edwin. Bukankah Edwin ayahmu, hemm.. “ kekeh Devano menatap wajah Elard yang menoleh ke arahannya dan memerah. Apalagi saat melihat tangannya yang mencengkram erat stir sepeda motornya.
“Tak hanya membunuh ayahmu, dia juga membunuh ibu mu Reyna.” Elard turun dari sepeda motornya dan meringsek ke arah Devano. Elard meninju wajah Devano dengan kepalan tangannya. Dia tak percaya dengan penuturan pria tua di depannya.
“Beraninya kau brengsek.”
__ADS_1