
"****.. "
Clek...
Freya menoleh kearah pintu yang terbuka dan benar saja, pintu yang terbuka menampilkan seorang wanita cantik berpakaian super seksi masuk ke dalam. Freya melirik kearah Sky yang membelakangi pintu. Bibirnya berdecih, jika apa yang ia pikirkan di ruangan ini mungkin saja adalah benar.
Sedangkan Betrik menatap Freya tak suka. Dia melirik ke arah punggung Sky yang membelakanginya. Berjalan melangkah mendekati meja dan berjongkok mengambil kain segitiga berenda miliknya.
Bibir Freya terangkat dan menatap sinis pada wanita bertubuh proporsional yang berjongkok menampilkan buah dadanya yang hampir keluar tumpah.
"Akan lebih baik jika anda membawa cadangan aunty."
Ucap Freya tiba tiba membuat Betrik tersenyum lebar. Tapi tak lama, Betrik melototkan matanya saat sadar Jika Freya baru saja memanggilnya aunty.
"Kau memanggilku apa.?" Tanyanya dengan gigi gemerutuk. Matanya menyorot tajam pada Freya yang berdiri tak jauh darinya.
"Aunty.." Jawab Freya.
"Kau gadis sialan." Teriak Betrik tak terima dengan ucapan Freya padanya. Sedangkan Freya menatap Betrik aneh.
"Bukankah itu sebutan untuk orang dewasa seperti mu dan om yang itu, apa aku salah."
Nafas Sky memburu menahan emosi mendengar penuturan Freya. Apa Freya mengejeknya tua.
"Gadis sialan.." Gumam Sky.
__ADS_1
"Dengar aku bukan aunty mu gadis sialan." Teriak Betrik.
Keluar.. "
Freya dan Betrik berjengit kaget saat mendengar bentakan Sky. Betrik melirik ke arah Sky yang membelakangi mereka. Tak lama Sky berbalik dan menatap tajam pada keduanya. Freya meremas dress yang di pakainya, takut melihat mata tajam dan wajah menyeramkan Sky.
"Keluar.. " Desisnya lagi.
Tak lama Betrik memakai cd miliknya kembali. Dan Freya melihat wanita dewasa itu yang memakai cd_nya melirik ke arah Sky yang membuang muka. Bibirnya tersenyum sinis pada Sky. Freya menggelengkan kepalanya dan berjalan keluar, tapi Betrik menyenggol Freya hingga Freya terhuyung ke samping. Tak lama Freya berjalan lagi mengikuti langkah Betrik terlebih dahulu.
Sedangkan Sky yang melihat Freya berjalan mengikuti Betrik mengeraskan rahangnya. Ia berbalik dan menarik tangan Freya dan menyentak nya.
Bruk...
Akk...
"Jangan berani padaku, ingat aku sudah membelimu, kau harus memuaskanku sepertinya."
Bisik Sky di telinga Freya, hingga membuat tubuh Freya merinding mendengarnya. Ia mendorong tubuh Sky lagi, tapi bukannya melepaskan Sky bahkan mengencangkan pelukannya agar Freya tak berontak. Dan itu membuat senjata milk Sky yang terbungkus bergerak dan menggeliat karna tubuh Freya yang menempel padanya. Sky memejamkan matanya dan mengumpat dirinya sendiri.
Freya mengerutkan keningnya saat merasakan di perutnya ada sesuatu yang mengganjal dan bergerak gerak. Seketika Freya mendorong tubuh tinggi Sky hingga terlepas saat sadar apa yang bergerak di perutnya.
"Anda memang sudah membeliku tuan, tapi anda harus menikahi saya terlebih dahulu."
Nafas Sky memburu menahan emosi yang memuncak. Freya masih saja bersikap jual mahal padanya, padahal dia sudah membelinya tapi gadis ini tak tau diri dan ingin dia tetap menikahinya.
__ADS_1
Sett..
"Apa ku pikir tubuhmu istimewa hingga aku harus Menikahimu terlebih dahulu." Tukasnya mencengkram erat dagu Freya, dengan tangan besarnya. Freya menatap manik mata Sky tak berkedip. Tak lama Sky melepaskan cengkraman tangannya pada dagu Freya. Entah kenapa Sky tak bisa menyakiti Freya.
"Jika tubuhku tak istimewa, lalu kenapa anda membeliku dengan harga yang istimewa tuan. Bukankah itu artinya saya sangat istimewa di banding dengan wanita wanita anda." Balas Freya.
"Kau... " Geram Sky mengepalkan tangannya dengan gigi yang gemerutuk emosi. Kenapa gadis ini suka sekali membantahnya. Apalagi dia sangat berani padanya. Dan apa yang bisa dia lakukan, sama sekali tidak membalas Freya dan hanya diam saja.
"Nikahi saya, maka saya akan memuaskan anda kapanpun anda memintanya."
Cih...
"Gadis murahan sepertimu sangat tidak tau malu dan tak tau diri."
"Tapi anda membeliku dengan sangat mahal tuan." Jawab Freya tak ingin kalah. Sudah cukup dia di jual dan dibeli, Freya bukan gadis bodoh yang akan menjadi budak dan bonekanya.
Clek..
Calvin tiba-tiba saja masuk ke dalam tanpa mengucapkan salam dan permisi. Matanya melirik ke arah tuannya dan Freya bergantian. Tak lama Calvin menundukkan kepalanya.
"Maaf tuan, model cincin yang bagaimana yang anda minta.? Saya membawa pemiliknya kemari sekaligus disainernya." Ucap Calvin.
Sky tak menjawab penuturan Calvin, dia masih emosi pada Freya yang berani padanya. Tak mendapatkan jawaban dari tuannya Calvin membuka kembali pintu dan menyuruh pemilik perhiasan masuk ke dalam.
Freya melirik ke arah pintu yang kembali terbuka dan menampilkan dua wanita yang sangat cantik membawa sesuatu di tangannya. Freya melirik ke arah Sky yang masih menunjukkan wajah datar dan dinginnya. Percayalah jika tatapan Sky padanya sungguh membuat jantung Freya berdebar takut. Tapi dia tak akan menundukkan wajahnya pada pria brengsek yang hanya ingin tubuhnya saja. Jika dia berontak bukanlah pria dewasa itu akan muak padanya lalu melepaskannya. Begitulah yang ada di pikiran Freya, Sky akan melepaskannya jika dia berontak dan bersikap kurang ajar.
__ADS_1
"Selamat siang tuan."
Sky tak menjawab, ia justru berjalan menuju kursi kebesarannya dan mendudukkan bokongnya dia sana. Bibirnya mengumpat miliknya yang berdenyut nyeri saat tadi bersentuhan dengan Freya.