
“Bukan dia yang beruntung, tapi aku yang beruntung sudah mendapatkannya.” Imbuh Sky memiringkan kepalanya sedikit, saat melihat wajah Dava di samping ayahnya.
Dava tersenyum paksa pada Luis, sementara tangannya terkepal erat di bawah meja. Masih belum percaya saja jika wanita secantik Freya menjadi istri Ausky Luis. Pria yang jauh lebih tua di banding dengannya. Apalagi dengan Freya, wanita yang lebih mudah darinya.
Seharusnya Freya lebih cocok dengannya, bukan dengan pria di depannya ini.
“Ternyata anda pintar memilih istri tuan Luis. Kalau boleh saya tau sebelumnya dia bekerja sebagai apa tuan. Dia masih terlihat muda sekali, jauh di bawah anda tuan.” Tanya Devan menyeruput kopi di depannya.
Sementara Dava, memasang telinganya lebar lebar bersiap mendengar jawaban Sky.
Sky tersenyum tipis mendengar pertanyaan Devan di telinga.
“Bukan siapa-siapa. Tapi dia, wanita yang paling istimewa untukku.” Jawabnya tersenyum, mengingat bagaimana pertemuannya dengan Freya untuk pertama kalinya.
Devan terkekeh mendengar jawaban Sky. Sementara Dava mengerutkan keningnya mendengar jawaban Sky di telinganya.
“Bagi seorang pria, jelas saja mereka wanita yang paling istimewa. Apalagi jika dia wanita yang jauh lebih muda. Benarkan tuan.” Tanyanya terkekeh lucu.
Sky menarik sudut bibirnya mendengar jawaban dari Devan.
“Bagi pria dia beruntung, tapi bagi wanita, mungkin dia rugi Dad.” Sahut Dava menyindir Sky.
Sky melirik sinis ke arah Dava. Dia tau apa maksud Dava berbicara seperti itu. Tentu saja menyindirnya, apalagi.
Tak lama kemudian Calvin mendekati tuannya. “Tuan nyonya menelpon.” Ucap Calvin di samping Sky.
Tentu saja Sky tersenyum lebar mendengarnya, dia mengambil ponsel di tangan Calvin dan menempelnya di telinganya.
“Ya sayang,” Jawab Sky melirik ke arah Dava, dengan bibir tersenyum miring dan penuh kemenangan. Tak lama kening Sky mengkerut mendengar suara Freya di telinganya.
“Rambutan, apa itu sayang.?” Tanya Sky bingung mendengar permintaan Freya di telinganya. Dia baru mendengar nama seperti itu di telinganya. Sky tak tau itu apa dan apa fungsinya. Tak lama kemudin Sky berseru keras, hingga mengagetkan ketiga pria yang duduk bersamanya menoleh kearahnya.
“Berbulu,” seru Sky shock dan tak percaya mendengarnya. Apa maksud istrinya bundar dan berbulu.
__ADS_1
Seketika pikiran Sky melalang buana mendengar permintaan Freya di telinganya. Apa Freya ingin berselingkuh darinya. Dia meminta rambuta, bentuknya bundar dan berbulu. Apa itu,?
Sedangkan yang bundar dan berbulu hanya.... ?
“Jangan macam macam Freya, oh Tuhan.. “ sahut Sky mendesah kasar.
Ingin marah pada Freya tapi Sky tak sampai hati memarahi istri tercintanya. Apalagi di depannya ada pria yang menginginkan istrinya. Jangan sampai Dava menawarkan miliknya pada istrinya.
Oh Tuhan, apa yang di inginkan Freya saat ini.? Seumur umur Freya memang tak pernah meminta apapun padanya. Dan baru kali ini dia meminta sesuatu padanya dan apa yang harus dia lakukanlakukan saat Freya menginginkan sesuatu yang bundar dan berbulu. Apalagi jika bukan itu.....
Sementara Devan dan Dava mengerutkan keningnya mendengar teriakan Sky yang sangat nyaring. Mereka berdua menatap Sky bingung dan penasaran. Apalagi melihat wajah Sky yang berubah ubah. Jelas saja mereka semakin penasaran. Apa yang sedang Sky bicarakan dengan istrinya. Dan lagi Sky mengatakan berbulu, terdengar ambigu di telinga mereka.
Tak hanya Devan dan Dava, Calvin juga menatap tuannya bingung. Matanya melirik ke arah tuannya yang mendesah.
*
Sementara Freya mengerutkan keningnya mendengar ancaman Sky di telinganya. Dia menatap ponsel miliknya dan masih dengan nomor yang sama, milik suaminya. Tapi apa maksud Sky mengatakan jangan macam macam dengannya.
Apa suaminya tak ingin mengabulkan permintaannya. Nafas Freya seketika memburu menahan emosi pada suaminya.
“Sky, aku tak pernah minta apapun padamu, hanya kali ini saja.” Lirih Freya lagi pada suaminya. Dan tak lama kemudian Freya mengerutkan keningnya mendengar jawaban Sky di telinganya.
“Sky apa kau sakit.” Tanya Freya bingung mendengar suara lirih Sky yang seperti orang sakit.
“Tidak sayang, aku baik baik saja.” Jawab Sky di seberang telpon.
Dan Freya tersenyum mendengar jawaban Sky di telinganya. Tak lama kemudian Freya mengakhiri sambungan telponnya dengan Sky. Bibirnya tersenyum lebar mengingat Sky akan membawakan rambutan untuknya.
Tentu saja Freya senang bukan main. Dia sudah membayangkan rasa asam manis di mulutnya yang membuat air liurnya seketika menetes begitu segitu saja.
“Ck aku bahkan tak sabar, menunggunya pulang.” Gumam Freya mengelus perutnya.
*
__ADS_1
Sementara Sky mengusap wajahnya kasar. Dia tak tau apa yang harus dia lakukan saat ini. Permintaan Freya sungguh di luar dugaannya dan lagi menjebaknya.
Tak dituruti, pasti Freya akan kecewa luar biasa padanya. Sedangkan dituruti bagaimana dengan dirinya. Dia juga punya apa yang diminta Freya. Tapi kenapa Freya meminta milik orang lain. Bagaimana jika Freya justru ketagihan dengan milik orang itu.
“Tidak, Freya hanya boleh kecanduan dengan milik ku.” Gumam Sky mengusap wajahnya kasar.
“Tuan apa istri anda baik baik saja.” Tanya Devan menatap Sky aneh.
“Ya dia baik baik saja,” jawab Sky hampir tak berdengar.
Dava menatap wajah Sky yang memang sepertinya tak baik baik saja. Berbanding terbalik dengan jawabannya barusan.
“Tuan sepertinya anda tak baik baik saja. Apa anda butuh bantuan, saya bisa membantu an_”
“Aku tak butuh bantuan mu.” Seru Sky menatap Dava dengan pandangan mata tajamnya. Tak lama kemudian dia bangkit dari kursi miliknya. Tak perduli dengan Devan yang melihatnya aneh atau tak sopan sekalipun. Dia harus kembali pulang menemui Freya dan merayu istrinya.
Mana mungkin dia akan membiarkan Freya menginginkan milik orang lain. Sky tak bisa membayangkan apalagi melihat Freya yang berbuat gila bersama orang lain. Sky tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Sampai kapanpun Sky tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.
Devan dan Dava menatap punggung lebar Sky yang berjalan menjauh dari mereka.
“Apa kau pernah melakukan kesalahan Dava. Kenapa Luis terlihat marah tadi.” Tanya Devan k pada putranya. Sementara Dava melirik ke arah ayahnya mendengar pertanyaan ayahnya padanya.
“Tidak ada dad..” jawab Dava berdiri dari duduknya dan meninggalkan ayahnya seorang diri.
“Jangan berani membuat ulah, apalagi dengan Luis. Dia bukan pria sembarangan.” Kata Devan memperingati putranya. Dan Dava masih melangkah saat mendengar penuturan ayahnya. Entah apa yang akan dia lakukan saat ini. Wanita itu benar-benar sudah mencuri hatinya.
Sementara Devan menggelengkan kepalanya. Dia menghabiskan kopi miliknya kemudian pergi meninggalkan restauran. Tempat dimana dia baru saja menandatangani kontrak kerja samanya dengan Ausky Luis. Pria nomor satu, dan paling muda yang sudah menguasai Kerajaan bisnis di berbagai bidang. Di tambah lagi, Sky sangat kaya raya. Entah berapa kekayaan yang Luis miliki saat ini. yang jelas semua itu tak terhitung jumlahnya.
__ADS_1