
Di dalam ruangannya Sky tak bisa berkonsentrasi sedikitpun. Dia mengusap wajahnya kasar, mengingat percintaan panasnya bersama Freya kemarin. Apa Freya sama sekali hanya ingin menjadi sugar babynya. Apa dia ingin lepas darinya saat dia bosan begitu.? Lalu dia akan pergi darinya, mungkin itu yang di inginkan Freya.
"Jangan berharap brengsek.."
Brakk..
Prang...
Calvin yang masuk ke dalam ruangan tuannya menundukkan wajahnya takut. Baru pagi tadi dia mengganti laptop di atas meja tuannya dan sekarang sudah hancur lagi.
"Carikan wanita untuk ku." Ucapnya dengan tangan yang terkepal erat.
"Baik tuan.."
Calvin keluar dari ruang ceo dan mencarikan pesanan untuk tuannya. Calvin menggelengkan kepala mengingat tuannya masih saja sama, Calvin berpikir mungkin tuannya tak bisa melupakan nona Elvira, hingga sudah mempunyai istri saja dia masih mencari yang lainnya. Itu artinya Freya bukan wanita yang akan menggantikan nona Elvira di hati tuannya.
Sedangkan Sky yang berada di dalam duduk menyandarkan punggungnya menunggu Calvin.
Sky mengambil satu nikotin dan menyalakannya. Menatap jauh keluar, meratapi nasibnya yang selalu saja patah hati. Ya Sky menginginkan Freya, Sky ingin Freya membutuhkannya. Tapi Freya menganggap dirinya tak berarti apa apa. Buktinya dia berani berciuman dengan pria lain di perusahaan miliknya.
"Brengsek."
Umpatnya, tak lama kemudian Sky merogoh ponsel di saku celananya. Menghubungi pelayan mension, entah kenapa Sky juga tak bisa mengabaikan Freya meski Freya mengecewakannya sekalipun.
"Dimana Freya.?"
Sky mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari pelayan. Sky mengangkat tangan kirinya melihat jam di tangannya. Tak lama Sky menutup sambungan telpon dan berbalik menyalakan ponsel miliknya.
Mencari tahu kenapa Freya masih di kamarnya, padahal hari sudah siang dan Freya belum mengisi perutnya. Jelas saja ada rasa cemas di hati Sky, saat mendengar Freya belum mengisi perutnya.
Clek..
"Tuan pesanan anda sudah datang." Ucap Calvin di depan pintu bersama wanita di sampingnya.
Sky yang membelakangi pintu tak menjawab ucapan Calvin, dia masih mengamati ponsel di tangannya.
__ADS_1
Sedangkan Calvin melirik ke arah wanita di sampingnya agar mendekati tuannya. Lalu Calvin keluar dari ruang ceo tuannya.
Wanita cantik itu membuka jas panjang yang menutupi lingerie merah menyala yang di pakainya. Dia membuang jas yang baru saja dia pakai ke sembarangan arah dan berjalan mendekati Sky. Hari ini dia sangat beruntung akan bercinta dengan Ausky Luis. Tentu saja dia akan memberikan servis yang memuaskan untuk pria tampan yang duduk di kursi kebesarannya.
Sementara Sky masih menatap ponsel di tangannya. Menatap Freya yang masih menggulung tubuhnya di dalam selimut. Apa dia masih tidur, apa yang di lakukan Freya semalam hingga dia masih tidur di jam seperti ini.
Tak lama Sky kaget saat seorang wanita tiba tiba saja duduk di pangkuannya. Sky menatap wanita cantik yang sangat dekat dengannya.
"Tuan apa kita akan bercinta di sini.?" Ucapnya sembari mendesah di pangkuan Sky. Bokongnya bergerak menekan milik Sky yang masih tertidur dan terbungkus di dalam persembunyiannya.
Bukan hanya itu jari lentiknya membuka kancing kemeja Sky satu persatu dan mengelus nya. Bokongnya bergerak aktif memancing gairah liar Sky.
"Egh.." Erang Sky memejamkan matanya saat miliknya berkedut di dalam persembunyiannya. Wanita itu tersenyum, dia mengambil tangan Sky dan menuntunnya pada buah kenyal miliknya.
"Ahh...." Desahnya.
Sky membuka matanya mendengar erangan wanita yang duduk di pangkuannya. Sky mendorong tubuh wanita itu hingga terjengkang ke lantai dingin. Sky langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangannya dengan terburu buru.
Sekretaris baru Sky kaget melihat tuannya pergi meninggalkan ruangannya. Dia tak tau kenapa tuannya pergi begitu saja, bukankah baru saja ada wanita masuk ke dalam. Semua orang tau Ausky Luis yang suka bergonta-ganti wanita termasuk Vano.
Sky melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi kembali ke mension mewahnya. Pikirannya tak tenang memikirkan Freya. Ya pasti Freya tak baik baik saja hari ini. Mana mungkin Freya masih tertidur di kamarnya. Ingin acuh pada Freya nyatanya Sky tak bisa membiarkan Freya begitu saja.
Sampai di mension mewahnya Sky keluar dari mobil dan berjalan lebar masuk ke dalam mension. Langkah Sky semakin lebar menuju kamar Freya. Sampai di kamar Freya Sky menendang pintu kamar hingga terbuka lebar.
Sky berjalan mendekati ranjang dan membuka selimut yang menutupi tubuh Freya. Sky shock melihat wajah Freya yang seputih kapas, jangan lupakan suhu tubuhnya yang sangat panas saat Sky menyentuhnya.
"Pelayan..."
Sky berteriak keras memanggil pelayan dan mengusap Kepala Freya.
"Panggil dokter kemari bodoh."
Pelayan dan penjaga keluar dari kamar dan menghubungi dokter pribadi Sky.
Sedangkan Sky dia mengambil tangan Freya hendak menggendongnya. Tapi matanya tak sengaja melihat memar di pergelangan tangan Freya. Sky memejamkan matanya melihat kulit tangan Freya membiru.
__ADS_1
"Freya maafkan aku, ayo bangun sayang."
Sky menggendong tubuh kecil Freya dan pergi ke kamarnya. Sampai di kamarnya Sky membaringkan Freya di ranjang dengan perlahan.
Tak lama kemudian dokter datang memeriksa Freya. Sky duduk di kursi sofa, matanya tak berkedip melihat dokter memasang infus di tangan kecil Freya. Sky sangat menyesal telah melukai Freya hingga Freya terbaring sakit. Dan dia justru pergi meninggalkan Freya sendiri di kamarnya.
Tak lama seorang pelayan datang di hadapannya dan berjongkok di lantai. Sky melirik, dia tak tau kenapa dia berjongkok di lantai.
"Maafkan saya tuan, saya memang tidak tau jika nona akan ke belakang lagi dan terjatuh di kolam."
Sky menoleh dan mencengkram erat leher pelayan di depannya. Dokter yang melihat itu shock, melihat Sky mencekik leher pelayan.
"Katakan padaku kenapa Freya bisa terjatuh di kolam." Desis Sky menatap tajam pada pelayannya.
"Saya_tidak tau tuan."
Brukk
Sky mengibaskan tangannya hingga pelayan tersungkur di lantai. Sky kemudian keluar dari kamar dan berjalan lebar menuruni anak tangga. Dia berteriak memanggil penjaga dan pelayan. Tentu saja teriakan Sky yang menggelegar di dalam mension menjadi ketakutan tersendiri bagi pelayan dan penjaga. Mereka berkumpul menghadap Sky sambil menundukkan wajahnya. Tubuh mereka sudah ketakutan, mereka tau jika tuannya saat ini sedang marah.
"Katakan padaku kenapa Freya bisa terjatuh di kolam."
Carol yang berdiri paling samping melototkan matanya mendengar pertanyaan Sky. Tubuhnya menggigil ketakutan, saling meremas jari tangannya. Tidak mungkin tuannya tau jika dirinya yang sudah mendorong Freya.
"Mengaku atau aku akan memanggil Mex datang kemari."
Gigi Sky gemerutuk menahan emosi saat melihat kebungkaman mereka.
Dor...
Brukk...
.
.
__ADS_1