
Freya mengerang dalam ciumannya saat lidah Sky membelitkan lidahnya dan menyesap nya. Tangannya mencengkram jas yang di pakai Sky. Lidah Sky benar-benar membuat Freya lupa dan tak waras. Tubuhnya tak hanya menegang tapi milk Freya juga ikut berkedut saat milk Sky bergerak menyundul miliknya. Gelayar aneh dan panas tubuhnya semakin menjadi. Freya bergerak gelisah di pangkuan Sky. Hingga membuat Sky semakin terbakar gairah saat Freya bergerak di atas pangkuannya. Miliknya semakin berkedut dan mengeras.
"Ahh Freya.." Erang Sky saat melepaskan tautan bibirnya dan merasakan denyutan yang semakin menyiksa di pangkal pahanya.
Sedangkan Freya tangannya menjambak rambut Sky. Freya sendiri juga tak menyangka tubuhnya juga bereaksi, niat hati ingin mengusir wanita itu, dirinya justru terseret oleh permainannya sendiri saat menggoda Sky.
Bibir Sky turun mencium tulang rahang Freya dan semakin turun pada leher jenjang Freya kemudian menyesapnya memberikan tanda kepemilikannya dan tak hanya satu. Sky tau tanda miliknya masih ada di leher Freya, tapi Freya menutupnya dengan foundation. Itu sebabnya Sky membuatnya lagi di area yang terlihat. Sky tak ingin karyawannya mengira jika Freya masih gadis. Freya miliknya dan dia wanitanya, tak ada yang boleh melirik Freya apalagi ingin memiliki Freya hanya dia yang boleh menatap Freya dan memilikinya.
Tangan kanannya bergerilya mengusap paha mulus Freya naik turun. Hingga membuat Freya mengejang dan menggelinjang di pangkuan Sky. Freya bergerak gelisah di pangkuan Sky saat tangan besar Sky memberikan sentuhan di pahanya. Mengantarkan gelayar aneh dan hawa panas di tubuhnya yang semakin menjadi.
Tak mendapatkan penolakan dari Freya tangan Sky semakin berani masuk ke dalam celah kain segi tiga milik Freya dan lagi lagi mencari sesuatu yang tersembunyi dan basah.
Akhh...
Lutut Freya bergetar saat sesuatu menembus miliknya yang lembab dan basah. Nafasnya memburu menahan gelayar yang kian memanas. Kakinya bergerak gelisah dan bokongnya menekan tangan Sky agar Sky menggerakkan tangannya dan meminta lebih dari Sky.
"Tu_an." Rengek Freya tersendat dengan nafas yang tak beraturan meminta Sky agar menggerakkan jarinya.
Sedangkan Sky menipiskan bibirnya mendengar rengekan Freya. Dia menggerakkan satu kali yang membuat Freya mendesis.
"Tu_an." Rengek Freya lagi saat Sky lagi lagi hanya mempermainkannya.
"Apa hemm kau ingin seperti ini." Ujarnya menggerakkan jarinya sebentar. Freya mengangguk mengiyakan, nafasnya memburu menahan sesuatu yang ingin ia ledakkan, tapi sayangnya Sky justru tak bergerak di bawah sana dan mempermainkannya.
"Panggil aku sayang jika kau ingin seperti tadi." Bisik Sky di telinga Freya.
__ADS_1
"Ya.. Uhh.."
" Apa.."
"Sayang bergeraklah.." Sky terkekeh mendengar permintaan Freya. Akhirnya, dia bisa menundukan wanita di pangkuannya dengan permainannya.
Egh...
Erang Freya saat Sky menggerakkan tangannya. Tubuhnya semakin panas, cengkraman tangannya mengencang di rambut tebal Sky. Erangan dan desisan terdengar di telinga Sky sangat nyaring. Sky tau jika Freya pasti tak akan lama menjemput puncak nirwananya.
Sky sendiri mata tajamnya sama sekali tak berpaling dari wajah seksi Freya. Sky sangat menyukai wajah penuh kabut Freya, apalagi saat mendengar bibir Freya yang seksi mendesis dan mengerang.
"Sayang.."
"Ya keluarkan untukku Freya.."
Ugh....
"Oh Freya kau membuatku gila."
Desah Sky merasakan denyutan pangkal pahanya dan ingin segera di bebaskan. Tangannya terasa basah dan hangat saat Freya melepaskan puncaknya tadi. Hingga lima menit Sky baru menarik tangannya dan mengangkat tubuh Freya di atas meja. Melepaskan kain segitiga milik Freya dan membenamkan wajahnya.
"Akk... Kau apa yang kau lakukan.. Ah.."
Freya yang baru menjemput puncak nirwananya kaget dan geli saat tiba-tiba saja Sky berbuat gila di bawah sana.
__ADS_1
Sedangkan Sky, pikirannya hanya satu, memuaskan Freya dengan permainannya. Sky tak ingin Freya meragukan kemampuan lalu memilih pria lain di luar sana. Apalagi mengingat jika dia yang tua dan Freya masih muda. Jelas saja Sky tak ingin itu terjadi. Sebelumnya Sky sama sekali tak pernah melakukan hal seperti ini, hanya Freya yang mendapatkannya.
Hingga sepuluh menit kemudian tubuh Freya mengejang kembali dan menumpahkan sesuatu yang hangat di bawah sana bersama jutaan kupu kupu yang menerbangkannya lebih dari yang sebelumnya.
Prank...
Sky mendongak dan terkekeh saat melihat Freya menjatuhkan laptop miliknya. Sky tau jika Freya pasti mencari pegangan saat tubuhnya mengejang menjemput nirwananya. Freya berjengit kaget, dia menatap Sky takut saat menjatuhkan barang milik Sky.
"Aku_.."
"Kalau begitu aku akan menghukummu."
Ucap Sky bangkit dari jongkoknya, melepaskan pakaiannya tanpa sisa dan membuangnya. Dia juga menarik kaos ketat Freya yang membuatnya emosi tadi. Freya sendiri hanya diam saja, nafasnya yang masih memburu dan dadanya naik turun menggoda Sky untuk melabuhkan bibirnya di sana.
Tapi Sky, hanya sebentar mencicipi buah kenyal Freya. Tubuh intinya tak bisa di ajak kompromi, tanpa lama lama Sky memposisikan dirinya kemudian menyatukan milk mereka berdua.
Freya kaget dan memekik keras, Sky menyatukan milik mereka dalam satu kali hentakan.
"Maaf aku tak bisa menahannya Freya.."
Ucapnya mengusap rambut Freya yang basah oleh keringat.
"Kenapa masih besar, kecilkan sedikit." Bisik Freya mengatur nafasnya yang memburu. Miliknya terasa sakit dan masih saja perih bercampur rasa panas yang entah dan tak bisa di ungkapkan. Sky tertawa mendengar penuturan Freya wajahnya mendekat dan mencium bibir Freya sekilas.
"Dia akan semakin mengecil jika kau memberinya saat dia memintanya." Bohongnya. Jelas saja bukan semakin mengecil tapi milik Freya mungkin yang akan terbiasa mendapatkan benda asing pada miliknya.
__ADS_1
"Benarkah.." Bodohnya Freya berbinar di matanya mendengar ucapan Sky. Sky terkekeh dalam hati, melihat binar di mata Freya. Jelas saja Sky mengangguk mantap pada Freya.
"Tentu saja..."