Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 82# Mengamuk


__ADS_3

Brakk..


Sky mengamuk membanting meja mendengar Freya tak ada di mension mewahnya. Dia menodongkan senjata api di tangannya pada seluruh bawahannya. Bibirnya mengumpat membuang senjata api lalu berjalan keluar dari kamar miliknya dengan sempoyongan.


“Tuan... “


Bug..


Calvin tersungkur di lantai saat Sky menghantam tubuhnya. Meski sakit, tenaga Sky masih sangat kuat. Calvin menoleh ke arah tuannya yang berjalan keluar markas. Calvin berdiri mengejar tuannya yang berjalan perlahan.


“Tuan, luka anda berdarah kembali.” Seru Calvin melihat punggung Sky yang terluka mengeluarkan darah.


“Menyingkir dari hadapanku Calvin.” Teriak Sky, dengan nafas yang memburu menahan emosiemosi yang memuncak.


Calvin menundukkan wajahnya, dia tau apa kesalahannya dan kenapa tuannya marah padanya.


Sebelumnya tuannya tertembak di dadanya dan hampir mengenai organ dalamnya. Di tambah lagi punggungnya terkena goresan panjang benda tajam saat melawan musuhnya. Sky tak sadarkan diri selama dua hari. Peluru yang mengenai dadanya yang membuat Sky koma dua hari lamanya.


Membantai salah satu musuh besarnya yang ingin merebut klan miliknya. Sky melawan mereka sendiri dengan tangan kosong. Tapi siapa sangka tiba-tiba saja slah satu dari mereka menyebut nama Freya hingga Sky kehilangan fokusnya dan tertembak.


Dengan dada yang terluka Sky masih melawan mereka dan membantai mereka tanpa sisa. Tapi setelah itu tuannya jatuh tak sadarkan diri.


Begitu bangun dia ingin kembali ke mension, tapi Calvin mencegahnya karna kondisinya sangat menghawatirkan. Dan siapa sangka setengah jam yang lalu telinga tajamnya mendengar jika Freya tak ada di mension mewah tuannya. Tentu saja tuannya mengamuk saat ini, dia menghancurkan markas miliknya.


Mereka tak tau kenapa nona Freya menghilang dari mension. Bawahan Calvin tak ada yang berani mencari tau, mereka menunggu tuannya datang dan memberi perintah untuk mereka.


“Luka anda masih basah tuan.” Seru Calvin menundukkan wajahnya. Tak jauh dari sana seluruh bawahannya juga tak kalah menundukkan wajahnya, melihat tuannya mengamuk dan menghancurkan markas besarnya.


“Aku akan membunuhmu jika Freya tak kembali padaku Calvin.” Desis Sky menatap tajam Calvin. Nafasnya memburu, mengingat Freya tak ada di mansion mewahnya.


Semenjak dia bangun dari tidurnya, entah kenapa dia merindukan wanita itu. Padahal sebelumnya saat dia pergi, Sky tak pamit pada Freya. Pergi dengan emosi dan rasa kecewa pada Freya yang tak pernah menganggapnya. Tapi saat di terbangun dari tidurnya, hanya wajah Freya yang menghantui nya. Wajah kecewa Freya saat dia menggagahinya sebelum dia pergi.

__ADS_1


Itulah kenapa dia ingin pulang dan bertemu Freya. Tapi hari ini, tanpa sengaja telinga tajamnya mendengar salah satu dari bawahannya mengatakan jika Freya tak ada di mension. Bukan hanya itu di dalam mension mewahnya juga terjadi kebakaran. Entah apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Hanya itu yang dia dengar di telinganya.


“Tuan.. “


Click..


Nafas Sky memburu menahan sakit di dadanya yang terluka. Dia menyambar senjata dun salah satu bawahannya yang tak jauh darinya dan menodongkan pada Calvin yang berdiri di depannya dengan tangan gemetar.


Calvin iba melihat tuannya, Calvin tau luka yang tuannya dapatkan kali ini sangat serius. Memegang sebuah senjata saja tangan tuannya bergetar. Ternyata nama Freya sungguh membuat tuannya kehilangan fokus dan terjebak oleh musuh. Mereka mengatakan jika akan menembak Freya, hingga tuannya mengamuk dan kemudian salah satu dari mereka menembak tuannya yang lengah.


“Biarkan mereka yang mencari nona Freya tuan.” Seru Calvin lagi, meski tau sebuah senjata api mengarah padanya. Calvin tau jika tuannya tak akan membunuhnya.


Brak..


Sky membuang senjata di tangannya dan berbalik keluar dari markas. Dia berteriak memanggil Elio agar mengantarkannya kembali ke mension mewahnya.


“Antarkan aku brengsek.” Elio menundukkan wajahnya melihat tatapan tajamnya. Elio melirik ke arah Calvin yang di angguki Calvin. Calvin hanya pasrah melihat tuannya yang kekeh ingin kembali ke mension saat ini juga.


Sky menyandarkan kepalanya, membayangkan Freya yang pergi dari mension. Freya tak boleh pergi darinya. Kenapa Freya harus pergi darinya. Apa Freya benar benar tak menganggapnya. Apa kurangnya dirinya padanya, hingga dia pergi dari mension. Padahal selama ini dia selalu bersikap layaknya suami padanya. Apa karna dia tua, hingga Freya membuangnya dan memilih pria lainnya yang lebih muda dan kaya.


Sky tau jika kebakaran di dalam mension adalah ulah Freya sendiri. Sky terkekeh mengingat nasibnya yang selalu saja malang. Kenapa saat dia mencintai mereka selalu saja membuangnya. Apa kurangnya?


. Hingga beberapa jam kemudian helikopter milik Sky mendarat di halaman mension mewahnya.


Sky keluar tertatih dari atas helikopter dan berjalan menghampiri mension mewahnya. Bawahan Sky yang melihat tuannya kembali ke mension mewahnya menundukkan wajahnya. Mereka tak tau jika pemimpin mereka terluka saat ini. Bagaimana jika tuannya akan membunuh mereka semua yang tak bisa menjaga Freya. Hingga wanita itu menghilang dari mension.


Sky berjalan menaiki anak tangga, rasa sakit di punggung dan dadanya sama sekali tak Sky rasakan. Padahal Sky berjalan sempoyongan menahan nyeri di dadanya yang kembali berdenyut.


Calvin mengikuti langkah tuannya menaiki anak tangga menuju kamar miliknya. Punggung tuannya sudah berdarah hingga menetes kembali pada lantai. Calvin mendesah kasar melihat punggung itu semakin banyak mengeluarkan darah segar. Calvin yakin jika luka itu terbuka kembali dan yang lebih Calvin takutkan, lukanya akan menganga lagi dan terinfeksi.


Brakk..

__ADS_1


Sky membuka pintu kamarnya dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Freya di setiap sudut kamarnya.


“Freya..” Panggil Sky dengan suara yang begitu lirih hampir tak terdengar. Dia berjalan tertatih membuka kamar mandi, tak ada Freya di dalam. Sky kembali berjalan sempoyongan menuju walk in closed.


Calvin menatap tuannya penuh rasa bersalah. Melihat wajah pucat Sky sungguh Calvin tak tega melihatnya. Apalagi melihat betapa kecewanya wajah tuannya saat ini.


“Calvin dimana Freya.” Teriak Sky dari dalam walk in closed. Calvin mendekati tuannya dan menundukkan wajahnya.


“Tuan..”


Prang...


Sebuah bingkai melayang dan menghantam tembok di samping Calvin. Calvin hanya menundukkan wajahnya, dia sungguh menyesal tak mengijinkan tuannya pulang sebelumnya. Melihat kondisi tuannya yang kritis jelas saja Calvin tak tega. Itulah kenapa Calvin tak membiarkan tuannya kembali pulang. Jika dirinya bisa menebak hal ini, tentu Calvin akan mengijinkan tuannya kembali pulang.


“Temukan Freya brengsek.” Teriak Sky emosi.


Calvin masih menundukkan wajahnya mendengar perintah tuannya. Pada dasarnya, Calvin sudah lebih dulu mengerahkan semua anak buahnya mencari keberadaan Freya.


Bruk..


*


Venus bergulang guling di dalam kamarnya sambil tersenyum lebar. Dia baru saja mendengar dari Heidher jika wanita itu pergi dari mension mewah Luis. Tak ada yang paling membahagiakan bagi Venus saat ini mendengar Freya pergi dari Sky.


“Sudah kukatakan jika Sky akan membuangmu saat dia bosan padamu.” Gumam Venus tersenyum penuh kemenangan. Venus memang tak tau jika bukan Sky yang mengusir Freya. Tapi Freya pergi dengan sendirinya dan kabur dari mension.


Heidher mengatakan pada Venus jika Luis sudah mengusir Freya dari mension mewahnya.


“Kau akan menjadi milikku Luis.”


Maaf ya mak otor baru sempet nulis, habis dari tempat pesta. 😃

__ADS_1


Terima kasih yang sudah setia menunggu 😁😁


__ADS_2