
Keanu mengerutkan keningnya melihat Sky masuk ke dalam ruang meeting. Ada apa di ruang meeting dan apa yang akan Luis lakukan di sana.
Keanu berjalan mengikuti langkah Luis dan para bodyguard nya. Sampai di ruang meeting Keanu menghentikan langkahnya saat melihat para karyawan dan jajarannya berdiri menyambut Luis.
“Selamat pagi Presdir...”
Keanu yang mendengar mereka memanggil Sky dengan sebutan Presdir melototkan matanya.
“Apa maksud kalian, kenapa kalian memanggil menantu saya Presdir. Saya Presdir di perusahaan ini,” Teriak Keanu menggema di dalam ruang meeting.
Tak lama Keanu baru sadar tak ada yang merespon dirinya dan menundukkan wajahnya seperti biasa. Mereka justru menatap kearahnya dan melihatnya aneh.
“A_pa ada yang aneh dengan ku.” Gagap Keanu, wajahnya pucat pasi membayangkan jika mereka tau sesuatu tentang dirinya.
Sementara Sky yang sudah duduk paling depan bersama dengan bodyguard dan Calvin berdiri di samping kiri dan kanannya tersenyum miring melihat wajah Keanu.
“Ausky Luis, apa maksudmu duduk di sana,” sarkas Keanu begitu menyadari Luis duduk di kursi paling depan dan itu adalah miliknya sebelumnya.
“Silahkan duduk.” Titah Sky pada sebagaian karyawan dan jajaran tertinggi perusahaan. Dia mengabaikan Keanu yang menatapnya dengan wajah merah padamnya.
“Ausky Luis.”
Bug.
“Brengsek aoa yang kalian lakukan. Kenapa kalian memukul ku brengsek.”
Sky tersenyum melihat Keanu tersungkur kembali saat bodyguardnya memukulnya.
“Jangan berteriak pada tuan kami.”
“kau...”
Sky mengibaskan tangannya melihat bodyguardnya hendak melayangkan kembali kepalan tangannya.
“Dengar semuanya, tuan Ausky Luis adalah Presdir baru di perusahaan ini. Saya rasa kalian semua sudah tau tentang hal ini kema_”
“Luis..” teriak Keanu memotong ucapan Calvin.
“Mengerti tuan,” Keanu menoleh ek arah mereka yang menjawab serempak pada Luis.
“Apa maksud kalian.” wajah Keanu semakin pucat pasi mendengar mereka semua.
“Jika ada yang tak setuju, saya tunggu surat pengunduran diri kalian.” Lanjut Calvin mendengar jajaran direksi yang berbisik bisik. Calvin tak perduli dengan Keanu yang melotot ke arahnya.
“Tuan Ausky Luis adalah pemegan saham terbesar perusahaan ini, sekaligus Presdir baru perusahaan ini. Jika ada yang ingin menarik saham kalian silahkan saja.” Lanjut Calvin lagi.
“Selamat datang di perusahaan xx tuan Ausky Luis.” Sapa mereka serempak.
Sementara Keanu dia berdiri mematung mendengarnya. Luis Presdir baru di perusahaan miliknya. Dia juga pemegang saham terbesar di perusahaan. Apa maksudnya.?
Sky tersenyum tipis mendengar jawaban mereka, dia tak perduli dengan wajah Keanu yang penuh tanda tanya. Sky berdiri dari duduknya setelah memperkenalkan dirinya. Dia pikir, dia tak perlu basa basi dengan mereka. Mereka pasti sudah tau, tugas mereka masing-masing.
Sky berjalan lebar keluar dari ruang meeting yang di ikuti oleh Calvin dan bodyguardnya. Sky berjalan ke ruangan Presdir miliknya yang baru. Sampai di dalam Sky tersenyum melihat isi ruangan Presdir miliknya.
__ADS_1
Terpajang foto yang sangat besar, foto Freya yang memang ku putrinya Arabelle. Ruangannya juga sudah di desain ulang seperti milik Sky yang di perusahaan terbesar miliknya. Di pojok kiri ada lemari kecil tersimpan berbagai boneka berukuran sedang. Tentu saja itu untuk putrinya andai Freya datang kemari.
“Brengsek lepaskan aku.” Teriak Keanu di luar ruangan. Sky masih bisa mendengar teriakan Keanu. Karna pintu yang masih terbuka.
Keanu berontak saat bodyguard Sky melarangnya masuk. Jelas saja Keanu berang dan mengamuk setelah tadi dirinya di kejutkan dengan pernyataan Sky.
“Luis brengsek, apa maksudmu. Lepaskan aku sialan.” Berang Keanu.
Luis mengibaskan tangannya pada bodyguardnya. Dan tak lama kemudian Keanu meledak masuk ek dalam ruangannya yang sekarang menjadi ruangan milik Sky.
“Apa maksudmu Luis.” Berang Keanu shock melihat ruangan miliknya berubah seratus persen dalam sekejap. Padahal baru kemarin dia tak datang ke perusahaan miliknya di karenakan istri dan sekretarisnya.
“Selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu.” Kekeh Sky di kursi kebesarannya yang baru. Jelas saja baru, semua perabotan di dalam ruangan ini baru untuk Sky. Sky tak sudi duduk di kursi yang sama milik Keanu.
“Ausky Luis, aku ayah mertuamu.”
“Tuan Keanu, apa Venus belum mengatakannya, ah apa aku juga belum mengatakan pada anda. Aku tak pernah menikahi putri anda tuan Keanu.”
“A_pa.”
Keanu shock mendengarnya. Luis tak pernah menikahi putrinya.
“Apa maksudmu Luis,”
Sky lagi lagi terkekeh mendengar pertanyaan Keanu. Apalagi wajah Keanu yang penuh tanda tanya.
Dor.
Akkrr..
“Lu_is.”
“selama ini aku diam karna kau sahabat ayahku Keanu.” Desis Sky mengencangkan tangannya. Hingga Keanu mendelik, tubuhnya terangkat oleh tangan Sky di lehernya.
“Apa kau ingin tau dimana putrimu tuang Keanu. Atau kau ingin menemaninya disana. Apa kau ingin mengubur jasadnya. Kurasa dia sudah membusuk di dalam sana.” Kekeh Sky mengingat sudah empat hari dia mengurung Venus tanpa makan dan minum dengan tubuh tak berdaya nya. Kemarin sore bawahannya mengatakan jika Venus sedang sekarat di dalam dan mungkin saja hari ini putri Keanu sudah kaku di dalam.
Bruk..
Keanu jatuh di lantai dingin begitu saja, saat Sky melepaskan tangannya dari lehernya. Keanu tergeletak begitu saja dengan nafas yang tersendat dan kakinya yang sakit luar biasa.
Akkrr..
“Luis...” teriak Keanu dengan nafas yang memburu menahan sakit yang luar biasa. Wajahnya berkeringat dingin dan semakin pucat.
“Jangan pernah mengusik ku lagi Keanu. Jika kau berani mengusik ku dan keluargaku, aku tak akan memaafkanmu.” Desis Sky.
Keanu yang hampir melayang nyawanya, dan di tarik oleh bodyguard Sky hanya pasrah.
“Dimana Venus, Luis.” Lirihnya hampir tak terdengar di telinga Sky.
Sky tak perduli dengan Keanu yang diseret oleh bodyguardnya. Dia mengambil ponsel miliknya dan menghubungi Freya. Bibirnya menggerutu saat Freya tak menjawab sambungan telpon darinya.
Hingga beberapa kali Sky menghubungi Freya tapi tetap saja tak tersambung. Sky gelisah berjalan mondar mandir memikirkan Freya yang tak aktif ponselnya. Tak mungkin Freya keluar dari mension mewahnya. Bodyguardnya tak menghubungi nya jika Freya keluar lagi dari mension.
__ADS_1
Sky menghubungi pelayan dan dering pertama sudah di jawab pada pemilik telpon.
“Dimana istriku, berikan pada istriku sekarang.” Teriak Sky pada wanita paruh baya di sebrang telpon.
“I_ya tuan.” Jawab pelayan berlari ke kamar tuannya dan mengetuk pintu.
Freya berjengit mendengar pintu yang di ketuk. Dia berlari menghampiri pintu dan terlihat wajah pelayan berdiri di depannya.
“Nyonya tuan menelpon anda.” Freya mengangguk paham, mengambil ponsel pelayan dan menutup kembali pintu kamarnya. Freya tersenyum berjalan kembali ke arah ranjang.
“Sayang kenapa kau tak_”
“Ahh Honey..shh... “
Tubuh Sky mematung mendengar suara ******* dan desisan yang sangat jelas di telinganya.
Freya gugup bukan main, dia mengutuk kebodohannya sendiri.
"Sayang aku_"
Tut.. Tut..
__ADS_1