
"Luis.."
Teriakan Heidher menggema di seluruh mension mewah Sky. Heidher pergi ke mension putranya, dia berteriak saat penjaga tak mengijinkan dia menemui wanita yang menjadi menantunya. Heidher tau jika wanita itu pasti ada di mension Sky. Jelas saja karna putranya sudah menikahinya.
Ya Heidher datang ke mension Sky, dia penasaran dengan istri putranya. Dia tak ingin malu jika Sky sudah menikahi wanita yang di jual di pelelangan. Apalagi dengan harga yang sangat mahal, Heidher yakin jika wanita itu akan mengeruk harta putranya.
Freya yang keluar dari kamarnya mendengar suara teriakan Heidher dan membelokkan kakinya ke sumber suara. Freya berjalan dengan kaki telanjang, dan jubah mandi yang menutupi lingerie di dalamnya.
Ya bukannya datang ke kamar Sky, Freya justru membelokkan kakinya saat mendengar suara teriakan.
"Tuan mencari siapa.?" Tanya Freya mendongak menatap pria berambut putih yang berdiri di sampingnya. Freya mengerutkan keningnya, jika dia seperti melihat wajah pria ini sebelumnya.
Heidher menatap Freya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Siapa gadis ini dan kenapa ada di mension mewah putranya. Apa dia adalah wanita yang menjadi menantunya. Seketika Heidher berdecih melihat penampilan Freya.
"Gadis muda sepertimu sangat tidak tau malu. Apa yang kau berikan pada putraku hingga dia membelimu dengan harga yang sangat mahal. Lihat lah wajahmu yang sangat buruk nona."
Freya mengepalkan tangannya mendengar hinaan yang keluar dari bibir tua pria di depannya ini.
*
"Tuan,.. "
Sky menoleh ke arah Calvin yang masuk dalam kamarnya.
__ADS_1
"Ada apa.?"
"Tuan besar ada di luar."
Sky mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Calvin. Untuk apa Heidher datang kemari. Tak cukup datang ke perusahaan siang tadi, sekarang pria itu datang ke mensionnya. Sky berjalan keluar dari kamar miliknya dan menuruni anak tangga.
Dari jauh Sky semakin emosi saat melihat Freya ada di sana bersama Heidher. Sky yakin jika itu adalah freya terlihat dari postur tubuhnya yang paling kecil di mension mewahnya, siapa lagi jika bukan Freya. Wanita itu sangat bodoh, kenapa harus keluar dari kamarnya. Apalagi melihat penampilan Freya yang hanya memakai handuk di tubuhnya. Sky melangkah lebar mendekati mereka berdua dengan wajah merah menahan emosi pada Freya. Emosi Sky semakin memuncak saat mendengar penuturan Heidher pada Freya.
Heidher menoleh ke arah Sky yang berjalan ke arahnya. Dan Heidher menatap Sky tak percaya saat Sky menodongkan senjata api padanya.
"Apa kau ingin membunuhku karna wanita ini Luis.?" Teriak Heidher pada putranya.
Sky tak bergeming sedikitpun. Dia menatap wajah Freya saat dia dekat dengannya. Dadanya naik turun menahan emosi melihat Freya yang memakai riasan di wajahnya. Jelas saja Heidher mengatakan hal itu karna Freya memakai riasan yang sangat tebal di wajahnya. Apa Freya sudah gila memakai riasan yang sangat mencolok di wajahnya dan jangan lupakan bibirnya yang merah terang seperti darah. Apa yang Freya pikirkan berdandan seperti itu. Apa Freya berpikir jika dia akan mengurungkan niatnya jika berdandan seperti itu.
Freya diam dai menatap wajah tua di depannya.
"Apa yang kau berikan pada putraku hingga mau menikahi mu. Apa kau tak berkaca dulu dengan wajahmu yang buruk rupa itu."
Prang...
Sky menghancurkan meja di depannya, emosi mendengar penuturan Heidher pada Freya. Sedangkan Freya masih berdiam diri di tempatnya. Sama sekali tak terpengaruh mendengar suara pecahan meja di sampingnya. Apa ada yang salah dengan dirinya. Freya memang tak tau bagaimana riasan nya saat ini. Dia sama sekali tak bercermin saat pelayan mendandani nya tadi.
"Luis.. "
__ADS_1
"Anda benar tuan, ini adalah cara termudah menjadi kaya. Jelas saya senang menjadi istri putra anda. Anda tau kenapa, selain dia sangat kaya, dia juga menikahi saya. Bukankah ini keberuntungan saya, tidak seperti wanita ****** yang biasa tidur bersama putra anda. Setidaknya saya lebih berkualitas di bandingkan dengan mereka."
"Kau.. "
Sky menoleh ke arah Freya, dia tak menyangka jika Freya akan berkata seperti itu pada ayahnya. Freya sama sekali tak bisa di tebak. Dari mana dia mempunyai keberanian mengatakan itu apalagi dengan ayahnya.
Setelah mengatakan itu Freya berbalik dan pergi meninggalkan mereka berdua. Dia kembali lagi ke kamar miliknya berbaring di atas ranjang. Freya yakin jika sebentar lagi Sky akan datang padanya dan marah tentunya.
Cih..
"Kau lihat, gadis tidak tau sopan santun dan sangat mura_"
"Keluar.."
Click..
"Sky setidaknya jangan permalukan daddy dengan menikahi wanita itu. Menikahlah dengan wanita baik baik."
"Jangan sampai peluru panas ku menembus kepalamu Heidher. Keluar dari sini."
Heidher keluar dari Mension Sky dengan wajah emosi. Dia tak habis pikir dengan putranya yang menikahi gadis yang sangat buruk. Apa yang Sky pikirkan, saat membeli gadis itu.
"Awas saja jika kau berani mengeruk harta putraku. Wanita buruk rupa, apa mata Luis buta membeli wanita sepertinya dengan harga yang sangat mahal. Apa Luis frustasi hingga tak bisa membedakan wanita cantik dan buruk rupa."
__ADS_1
Heidher menggerutu dan masuk ke. dalam mobil miliknya. Nafasnya memburu saat melihat wanita yang menjadi istri putranya. Sangat tak masuk akal Sky menikahi gadis yang jauh dari kata cantik.