Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.95# Cemburunya Sky


__ADS_3

Sky duduk di atas kursi di dalam kamar Freya. Dia tak perduli dengan bel yang berbunyi. Tapi tak lama kemudian bel tak terdengar lagi di telinga Sky. Itu artinya Vincent sudah pergi dari apartemen Freya.


Sky menatap Freya yang masih nyenyak di dalam mimpinya. Tatapan matanya sama sekali tak berkedip melihat wajah cantik Freya.


“Apa selama ini kau benar-benar menghianati ku Freya. Kau bahkan hamil anak dari pria lainnya.” Desah Sky mengusap wajahnya kasar.


Sky tak percaya jika wanita yang di cintainya ternyata benar-benar berhianat padanya. Dia hamil bersama pria lain dan mungkin saja pria itu adalah Vincent.


Rahang Sky mengeras membayangkan bagaimana kemesraan Freya dan Vincent. Terlihat jelas saat mereka berciuman di depan pintu apartemen. Apalagi saat didalam ruangan.


Nafas Sky memburu menahan emosi yang memuncak. Membayangkan bagaimana Freya yang bergumul bersama pria lain selain dirinya. Dan selama ini Freya sering melakukannya bersama Vincent.


Prang...


Freya berjengit mendengar suara pecahan di sampingnya. Freya memijit kepalanya yang pusing dan tubuhnya terasa sakit semua. Freya mendesah saat mengingat kejadian semalam. Sky datang dan kembali lagi mengoyak tubuhnya hingga terasa sakit. Kenapa Sky harus datang lagi dan mempermainkan. Apalagi dia berulang kali menghujamnya sampai dini hari. Freya tak mau lagi menjadi wanita pengganti dan bayang bayang wanita lain. Apalagi menjadi wanita kedua dan perusak rumah tangga orang lain.


Sky yang baru saja membanting gelas susu yang di bawanya untuk Freya dia lemparkan begitu saja saat mengingat penghianatan Freya padanya.


Mata tajamnya menatap Freya yang terbangun dan memijit kepalanya.


“Sudah bangun nona.?”


Freya berjengit mendengar nada dingin tak jauh dirinya. Freya mendudukkan tubuhnya saat menyadari Sky ada di depannya dan menatapnya tajam. Tatapan mata Freya menatap iris mata Sky yang menyorotnya tajam.


“Siapa pria itu Freya.?” Masih dengan nada dingin dan datar. Sky bertanya pada Freya.


Freya diam di tempatnya, selain tubuhnya yang terasa sakit, miliknya juga sangat sakit.


“Katakan padaku siapa pria brengsek itu Freya. Pria yang sudah menghamilimu.” Sky sungguh tak bisa menahan emosinya membayangkan bagaimana Freya dan pria lain sedang bergumul di atas ranjang.


Sementara Freya berjengit mendengar suara bentakan Sky padanya. Sky tau, dari mana Sky tau tentang itu. Tak lama Freya menoleh saat mendapati gelas yang hancur berkeping-keping beserta air susu di dalamnya. Apa Sky baru saja dari dapur dan melihat susu itu.

__ADS_1


“Katakan padaku Freya, siapa pria itu.” Sky masih duduk di atas kursi. Dia tak ingin mendekati Freya dan menyerang Freya lagi. Sky tau jika Freya masih sangat kesakitan akibat semalam.


Freya mendesah kasar, dia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya.


“Bukan urusanmu tuan.” Ketus Freya bangkit dari ranjang lalu melingkarkan selimut di tubuhnya dan berjalan tertatih menuju kamar mandi. Tangannya mengencangkan selimut yang melingkar di tubuhnya. Freya melewati Sky begitu saja, dia tak perduli dengan wajah Sky  saat ini.


Sementara Sky, rahangnya semakin mengeras saat mendengar jawaban freya padanya. Apalagi saat mendengar pintu kamar mandi yang tertutup. Dadanya semakin naik turun dan emosinya semakin memuncak.


Sky bangkit dan menendang pintu kamar mandi. Hingga membuat Freya berada di bawah shower memekik kaget saat Sky menendang pintu kamar mandi.


Sky melepaskan celana bahan miliknya dan membuangnya begitu saja. Setelah mendengar jawaban Freya padanya emosi yang coba dia redam meluap kembali saat mendengar jawaban Freya.


Freya beringsut mundur kebelakang.  Wajahnya pucat pasi saat melihat Sky melepaskan kain panjang yang menutupi kakinya. Apalagi saat melihat tatapan Sky padanya.


Freya menggelengkan kepalanya, Sky tak mungkin menjamah tubuhnya lagi kan.


“Jangan macam macam padaku tuan.” Tukas Freya dengan nafas yang memburu menahan takut. Freya bisa melihat tatapan tajam Sky padanya. Rahang tegasnya yang di tumbuhi bulu bulu kasar terlihat mengeras menahan emosi. Apalagi saat melihat Sky melepaskan kain terakhir miliknya. Gairah Sky kembali lagi bangkit dan siap menghujamnya.


Sky tak perduli, dia berjalan menghampiri Freya setelah melepaskan kain terakhir miliknya. Tatapan mata Sky sama sekali tak lepas dari tubuh polos freya yang berdiri di bawah air shower. Tubuh yang seperti macam tutul akibat ulahnya semalam.


Sementara Sky yang mengukung tubuh kecil Freya dengan kedua tangannya tersenyum miring. Dia mengangkat dagu Freya dengan kedua jarinya. Tubuh Freya berkeringat dingin meski dia berada di bawah air shower sekalipun. Apalagi saat merasakan senjata Sky yang menempel di perut polosnya. Nafas Freya semakin memburu dan tubuhnya kembali lagi panas dan bergetar. Bayangan milik Sky yang semlam menghujamnya saja masih terasa sakit. Lalu bagaimana jika Sky melakukannya lagi.


“Katakan padaku, siapa pria itu Freya.?” Desis Sky mengontrol emosinya.


Freya menatap mata Sky yang sangat dekat. Semalam Freya tak bisa melihat tatapan mata tajam Sky padanya. Tapi pagi ini dia bisa melihat ada nilai kemarahan di mata Sky. Tapi Freya bukan wanita yang bodoh.


“Bukan urusanmu tuan.” Jawab Freya semakin memancing emosi Sky.


Akkrr..


Freya menjerit saat tubuhnya tiba-tiba saja di angkat oleh Sky dan tanpa aba aba Sky menyatukan milik mereka berdua. Hingga Freya menjerit lebih keras lagi.

__ADS_1


Eghh..


Erang Sky saat miliknya kembali lagi masuk ke dalam milik Freya. Matanya terpejam saat merasakan milik Freya tetap saja membuatnya hilang akal dan melayang. Sama seperti lima tahun lalu saat dia dan Freya pertama kali menyatu.


Sementara Freya mencengkram erat punggung lebar Sky dan tak terasa Freya menancapkan kuku lentiknya di punggung Sky. Sungguh posisi seperti ini sangat penuh untuk Freya dan tak nyaman. Apalagi bekas yang semalam saja masih terasa sakit dan perih di tambah lagi Sky lagi lagi menyatukan tubuh mereka kembali.


Merasa cengkraman kuku  Freya sudah mengendur, Sky mulai menggerakkan pinggulnya.


Jelas saja Freya yang takut dan tak ingin terjadi sesuatu hanya bisa pasrah saat tubuhnya kembali lagi di koyak oleh Sky.


Terdengar suara ******* dan bunyi kecipak air saat Sky menggerakkan pinggul Sky. Tangan Sky kembali merayap tak diam. Kesana kemari bersama bibirnya yang kembali lagi menyesap buah kenyal yang menonjol besar. Ya banyak perubahan pada tubuh Freya, selain berisi, dadanya juga semakin besar. Sky baru menyadari jika tubuh Freya memang berbeda dari yang dulu dan tentu saja Sky sangat menyukainya.


Tangan Freya kembali lagi mencakar punggung lebar Sky saat tubuhnya bergetar dan mengejang.


Sky tersenyum miring melihat tubuh Freya yang kembali lagi mengejang. Sky bisa merasakannya saat miliknya di cengkram erat oleh milik Freya. Sky menambah ritme gerakannya. Tangannya yang besar menahan tubuh Freya. Sementara bibirnya menyambar dada Freya yang membusung kedepan bersama dengan suara jeritan Freya yang menjemput puncaknya.


Eghh..


Sky memejamkan matanya merasakan hangatnya cairan Freya pada miliknya. Sungguh Sky sangat tergila gila dengan Freya. Freya wanitanya, dan dia tak percaya jika ada pria lain selain dirinya yang menguasai tubuh Freya. Mengingat itu Sky emosi dan marah lagi. Freya sudah berani berselingkuh dirinya. Apalagi mengingat pria yang lebih muda darinya. Sky tak ingin Freya membandingkan dirinya dan pria lain. Freya harus takluk padanya dan hanya dirinya yang paling unggul dari pria manapun juga.


Dia akan menyingkirkan pria yang menjadi kekasih Freya. Vincent, jelas saja dia kekasih Freya, karena Sky tau jika Vincent masih lajang. Dan Sky akan menyingkirkan pria itu apapun caranya. Tak perduli dengan hal lainnya, karna Freya adalah miliknya.


Sky membawa tubuh Freya keluar dari kamar mandi tanpa melepaskan penyatuannya. Kemudian membaringkan Freya di atas ranjang.


Sky kembali lagi bermain gila di atas ranjang bersama Freya. Emosi marah dan cemburu mengingat jika Freya ternyata benar-benar selingkuh darinya membuat Sky bermain kasar.


Sky tak perduli dengan suara jeritan dan rintihan Freya di bawah kungkungnya. Dia tetap melakukannya, tanpa henti. Hingga tubuh Sky mengejang dan melengkung kebelakang siap meledakan puncaknya.


Eghh..


Erang Sky di atas tubuh tak berdaya Freya dengan mata terpejam. Nafasnya memburu menikmati indahnya meraih puncak bersama Freya lagi. Tak lama kemudian Sky menundukkan wajahnya dan membuka matanya saat tak merasakan pergerakan Freya.

__ADS_1


“Sayang,..”


 


__ADS_2