Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 152#


__ADS_3

Cup..


Satu kecupan lagi di bibir Freya mendarat dari Sky. Sky menyesap bibir Freya lagi dengan rakus. Tangan besarnya merayap pada salah satu gundukan besar milik freya.


Menekan mereka bergantian dan tentu saja membuat sang empu menggelinjang.


Sky melepaskan bibirnya dari bibir Freya dan merambat ke pipi dan berakhir di daun telinga Freya.


Shhh..


Desah freya saat Sky melepaskan tautan bibirnya dan mengecup daun telinganya. Tubuhnya bergetar merasakan sensasi panas yang menghilangkan akal sehatnya.


Entah karna mereka sudah lama tak bercinta. Tubuhnya menginginkan lebih dari ini.


Sky memang pintar membawa tubuhnya masuk ke dalam pusaran gairah permainan dengan bibir dan tangannya.


Mendengar suara ******* Freya di telinganya. Sky menurunkan bibirnya ke leher jenjang Freya dan menyesapnya. Tak hanya satu, Sky membuat maha karya miliknya tapi dia membuat banyak tanda merah di bibir Freya.


Sementara tangannya masih berada di atas dada Freya dan menekan mereka bergantian. Puas dengan leher Freya bibir Sky semakin turun ke bawah dan menemukan gunung kembar yang terlihat mengeras dan besar.


Sky kembali lagi melabuhkan bibirnya di salah satu keduanya dan menyesapnya.


“Sky.. “ desah Freya merasakan sensasi liar dalam tubuhnya. Area sensitifnya terasa berkedut dan tak nyaman. Kedua tangannya meremas rambut hitam dan tebal milik Sky. Apalagi tangan Sky merayap kemana mana dan berhenti pada gundukan di tengah pahanya. Kemudian merayap masuk ke dalam dan menyusup ke celah miliknya.


Sky tersenyum penuh kemenangan merasakan milik Freya basah dan lembab.


“Sky.. “ Jerit Freya bergetar, kakinya menegang dan tubuhnya seakio bergetar melayang. Apalagi Sky dengan berani menggerakkan salah satu tangannya hingga membuatnya semakin gelisah.


Tak hanya Freya yang mendesah dan merintih. Sky juga mengerang merasakan sensasi panas di tubuhnya semakin meningkat. Tentu saja, senjatanya yang masih terbungkus rapi berontak di dalam persembunyiannya. Di tambah lagi mendengar suara merdu Freya di telinganya semakin membakar jiwa dan raganya.


“Sky... “ desah Freya lagi, bergerak gelisah di bawah kungkungan Sky.


Sementara Sky yang tau Freya gelisah di bawah kungkungan dan akan mendapatkan puncak pertamanya menambah laju tangannya hingga beberapa menit kemudian Sky mendengar jeritan freya di telinganya.


Sky memejamkan matanya saat merasakan tangannya yang basah. Dia menarik tangannya dan bibirnya tersenyum saat merasakan dada freya yang kembang kempis.


“Sky...” Teriak freya saat Sky menggigit ujung salah satu buah kenyalnya.

__ADS_1


Sky terkekeh mendengar jeritan freya. Dia melepaskan ujung gunung kembar freya dan mengecup bibir freya sekilas. Sementara tangannya melepaskan kancing kemeja miliknya.


“Aku gemas sayang, mereka semakin besar, kau juga sangat seksi Freya.” Bisik Sky di depan wajah freya.


Freya mendengus dan memalingkan wajahnya. Entah kenapa dia harus terbawa arus oleh permainan Sky barusan. Freya mengutuk dirinya sendiri yang bodoh. Pantas saja semua wanita berlomba lomba naik ke atas ranjangnya. Tak hanya pintar membawanya dia lupa segalanya, tapi permaian Sky juga tak di ragukan lagi. Buktinya dia juga masuk ke dalam perangkapnya terus.


Padahal Freya masih marah padanya.


Sky mengangkat wajahnya, dia masih terkekeh melihat wajah freya yang memerah. Dia tambah lagi dia memalingkan wajahnya. Mana mungkin dia tak tergila-gila dengan wanita di depannya ini. Freya sudah membuat dia semakin tergila-gila dengan pesona dan tubuhnya.


 Sky melepaskan kemejanya dan membuangnya asal. Dia juga melepaskan kain yang melekat di kakinya. Tinggal kain boxer yang menutupi senjata miliknya yang mengembang sempurna dan siap tempur.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuknya, sky melepaskan kain terakhir miliknya. Dia tak ingin Freya kembali membatalkannya seperti terakhir kalinya mereka bercumbu. Dia tau Freya masih marah padanya saat itu dan mungkin saja saat ini Freya sebenarnya masih marah padanya.


“Aku pasti akan mengikat mu dengan banyak anak sayang.” Gumam Sky menindih tubuh Freya kembali dan mencumbu nya lagi. Membangkitkan gairah Freya yang jelas saja semakin surut.


Sky kembali lagi membawa Freya ke dalam pusaran api gairah dengan permainannya.


Dan Freya jelas saja kembali lagi masuk ke dalam pusaran gairah yang di ciptakan oleh Sky.


“Sky..”


Eghh..


Freya menjerit saat Sky tiba tiba saja menyentak pinggulnya. Rasa perih yang sebelumnya Freya rasakan semakin perih dan campur aduk. Apa mungkin karena mereka sudah lama tak bercinta, miliknya sedikit sakit dan perih.


Sementara Sky memejamkan matanya merasakan denyutan pangkal pahanya yang semakin berkedut. Dia membuka matanya melihat wajah freya di bawah kungkungannya.


Sky tersenyum, menundukkan kepalanya dan menyambar bibir Freya kembali. Di bawah sana dia menggerakkan pinggulnya perlahan. Tak lama Sky melepaskan tautan bibirnya dari bibir freya dan menambah tempo laju pinggulnya.


Sky semakin bergerak, menekan senjatanya pada milik Freya intes. Apalagi saat melihat suara ******* dan rintihan Freya di telinganya, semakin membakar jiwa Sky. Hingga Sky juga semakin menambah laju pinggulnya.


Matanya menatap wajah Freya di bawah kungkungannya yang terlihat sangat seksi. Melihat ringisan Freya Sky semakin mempermainan Freya.


“Sky.. “


“Hemm.. Ya sayang.. “ sahut Sky tak menghentikan gerakannya.

__ADS_1


 Tangannya tak ingin berakhir sia sia. Dia kembali menjelajahi tubuh Freya dan berakhir di salah satu buah kenyal Freya.


Dan Freya semakin melayang, tubuhnya kembali lagi menegang dam bergetar. Dan Sky yang tau, keinginan Freya mempercepat gerakannya. Hingga tak lama kemudian Sky bisa merasakan ledakan Freya padu miliknya.


Cup..


 Sky mengecup bibir Freya dan menyesapnya kembali. Sky tay ingin gairah Freya padam karna dia sudah mencapai puncaknya dua kali. Kali ini Sky ingin meraih puncak itu bersama Freya. Itu sebabnya dia tak ingin Freya gairah Freya padam sebelum dia mendapatkannya.


“Sky jangan terlalu lama.” Bisik Freya karna yang sebenarnya ada sedikit tak nyaman di perut bagaian bawahnya yang sedikit nyeri.


“Apa kau sudah lelah Freya.” Tanya Sky mengecup pipi Freya.


“hemm..” Jawab Freya bergumam lirih. Sky tersenyum mengangguk. Dia kembali lagi menggerakkan pinggulnya menghujam Freya di bawah kungkungannya.


Freya hanya pasrah saat Sky masih belum mau mengakhiri permainannya. Hingga lebih dari setengah jam kemudian sky mempercepat gerakan pinggulnya.


Dan tak lama lama kemudian Sky meraih puncak gairahnya untuk pertama kalinya.


Eghh..


Erang Sky menekan pinggulnya pada Freya. Sementara Freya meringis kembali. Dia tak menyangka Sky akan bergerak semakin liar tadi, hingga perutnya yang sedikit tak nyaman akhirnya sakit. Akibat goncangan Sky pada tubuhnya.


Freya mengelus perutnya yang datar. Berharap rasa nyeri itu hilang. Dan Sky yang membuka matanya menundukkan wajahnya melihat freya yang mengelus perut Freya.


Sky melepaskan miliknya dari milik Freya. Keningnya mengkerut saat melihat tangan Freya mengelus perutnya.


“Ada apa sayang.?” Tanya sky yang memang curiga melihat perut Freya yang sedikit aneh dari tadi.


Freya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari suaminya.


“Kram sedikit, kau terlalu keras bergerak Sky.” Jawab Freya menatap Sky kesal.


Sky terkekeh melihat nada ketus Freya. Dia menundukkan wajahnya dan mengecup pipi dan bibir Freya.


“Tapi kau menikmati sayang.”


 

__ADS_1


__ADS_2