Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 128# Setengah jalan


__ADS_3

“Tuhan..apa yang kulakukan.”


Klik..


Freya mendudukkan bokongnya di atas ranjang, dia mengutuk kebodohannya sendiri yang ceroboh. Tak lama dia menoleh ke arah televisi yang sudah sudah berganti siaran. Sebelumnya dia menonton film Mandarin. Tapi dia meninggalkannya ke dalam kamar mandi. Freya tak tau jika siaran televisi sudah berganti film dewasa.


“Ck siang bolong seperti ini ada yang seperti itu. Dia pasti marah padaku.” Gerutu Freya mematikan saluran televisi yang menggantung di atas tembok.


*


Sementara Sky keluar dari ruangan baru miliknya tanpa menghiraukan bodyguard dan Calvin di belakangnya. Dia menekan tombol lift dan turun seorang diri. Dadanya bergemuruh membayangkan apa yang di lakukan Freya di siang hari, terlebih di mension mewahnya.


Sky mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi pulang ke mension mewahnya.


Tak sampai satu jam, Sky sampai di mension mewahnya. Dia keluar dari mobil miliknya dan masuk ke dalam mension dengan langkah lebarnya masuk ke dalam kamarnya mencari Freya.


Sampai di kamarnya Sky tak menemukan Freya. Dia mencari Freya di dalam walk in klosed dan kamar mandi. Tapi sama tak ada freya di kamarnya.


Sky semakin emosi dan mengepalkan tangannya tak mendapati freya. Dia berjalan ke kamar putrinya dan mendapati Ara sedang tidur bersama nani_nya.


“Freya.. “ geram Sky dengan gigi gemrutuk menahan emosi. Pikirannya melayang membayangkan saat ini freya sedang bersama seorang pria dan sedang bercinta di atas ranjang.


Sky berjalan mencari pelayan, sialnya pelayan tak ada di dalam mension saat ini.


Sky berjalan ke luar mension dan berteriak pada bodyguard yang menjaga Freya.


Bug..


“Tuan..”


“Di mana istriku brengsek.” Teriak sky pada bodyguard-nya tangannya mencengkram kerah leher Bodyguardnya.


“Nyo_”


Bug..


Brukk..


Lagi lagi Ski memukul bodyguard-nya hingga sang Bodyguard jatuh tersungkur menghantam pilar. Sky berteriak lagi pada bodyguard-nya menanyakan Di mana Freya berada.


“Brengsek di mana istriku.” Teriak Sky mengundang Bodyguard yang lainnya, mereka semua tak tahu kenapa tuannya berteriak kencang di luar mension.


“Dimana istriku brengsek.” Teriak Sky emosi, melihat mereka hanya diam dan tak menjawab pertanyaannya.


Mendengar pertanyaan tuannya mereka semua menundukkan wajahnya takut. Mereka sendiri tak tahu di mana istri tuannya. Setahu mereka Nyonya Freya tidak keluar mension dari pagi.


“Kau mencariku.” Kata Freya mengagetkan Sky dan Bodyguardnya, terlebih dengan salah satu Bodyguardnya yang baru bangun dari lantai dingin.


Sky menoleh ke arah Freya, dan mendapati Freya berdiri di depannya. Emosi dan cemburu buta yang sebelumnya sampai ubun ubun menguap begitu saja saat melihat istrinya berdiri di depannya.


“Sayang.” Seru Sky melirik ke belakang Freya.

__ADS_1


Freya menoleh ke belakang mengikuti arah pandang Sky. Tak lama Freya kembali menoleh ke arah suaminya dan mengerutkan keningnya melihat salah satu bodyguardnya babak belur.


“Kau kenapa.” Tanya Freya berjalan kearahnya. Tapi sayangnya Sky lebih dulu menarik tangan Freya dan menggendongnya.


“Sky..” Teriak Freya kaget, saat tubuhnya melayang di gendongan Sky. Sementara Sky tak perduli dengan teriakan Freya. Apalagi dengan Bodyguardnya yang terluka.


“Kau mau membawa ku kemana.” Tanya Freya was was melihat Sky berjalan menaiki anak tangga. Sky melirik Freya dan mendengus mendengar pertanyaan Freya.


“Menurutmu..” Freya menatap Sky mendengar jawaban ketus suaminya.


Sampai di kamarnya, Sky membaringkan Freya di atas ranjang perlahan lalu mendukungnya. Freya menahan nafasnya, merasakan tangan dan bibir Sky bergerilya kesana kemari. Ada apa dengan suaminya. Freya pikir Sky akan marah padanya, tapi ini suaminya tak marah dan justru sebaliknya.


“Sayang apa yang kau lakukan tadi.?” Tanya Sky melancarkan aksinya, mengecup pipi Freya lembut dengan bibir basahnya dan merambat ke belakang telinganya.


“Hemm tidak ada.”Jawab Freya memejamkan matanya.


“Benarkah sayang, tak ada yang terjadi.” Bisik Sky di telinga Freya. Dan Freya menganggukan kepalanya. “Tapi aku tadi mendengar sesuatu sayang.” Lagi mengusap telinga Freya dengan bibirnya.


“Hemm, a_ku non_ton..Shh.. “


Satu desisan lolos dari bibir Freya saat lidah Sky menyapu daun telinganya. Tubuhnya seketika merinding dan bergetar menahan sensasi liar dalam dirinya. Tak hanya bergetar, tubuh Freya semakin panas dingin. Jiwanya kembali melayang saat tangan Sky tiba-tiba masuk ke dalam kaos miliknya dan merambat pada salah satu buah kenyalnya.


Sapuan lidah dan bibir Sky benar-benar menghilangkan akal sehat Freya. Menyulut hawa panas yang memang sedari tadi Freya rasakan saat matanya tanpa sengaja melihat layar televisi yang di tonton nya.


Tak hanya Freya yang terbakar gairah. Tubuh Sky juga tak kalah panas mendengar suara merdu yang keluar dari bibir penuh Freya. Puncak gairahnya tersulut saat cemburu yang menguasainya sebelumnya berakhir mendengar suara mendayu Freya. Sky kembali melancarkan aksinya menyerang tubuh Freya dengan permainan bibir dan tangannya. Dia tak ingin Freya membandingkan nya dengan orang lain.


Terlebih mendengar suara di sebrang telpon sebelumnya. Meski Sky tak tau apa yang sebenarnya terjadi, Freya miliknya dan hanya miliknya.


“Hemm, ya sayang..” Jawab Sky mengangkat wajahnya dan melepaskan kain yang menempel di tubuh freya dan dirinya. Hanya ada kain segi tiga yang masih melekat di tubuh masing masing.


Sejenak Sky menatap tubuh mulus dan putih milik Freya. Bibirnya tersenyum saat melihat tanda merah di tubuh Freya. Sky masih hapal betul itu hasil karyanya semalam. Tatapan mata Sky menatap mata sayu Freya dan percayalah, tatapan mata sayu Freya kembali menyulut api gairah Sky.


Sky kembali menundukkan wajahnya, mengecup kecil kecil bibir Freya dan menggigitnya sensual. Puas dengan bibir Freya, bibir Sky merambat kembali kebelakang dan menyesap daun telinga Freya. Sky tau letak sensitif Freya ada di mana, itu sebabnya Sky sangat suka membuat tubuh Freya melayang karnanya.


Freya mende_sah tak karuan seperti cacing kepanasan dia bawah kungkungan tubuh besar suaminya.


Mendengar suara ******* freya yang mendayu di telinganya. Tak hanya lidah dan bibirnya, tangannya juga kembali aktif bergerilya kesana kemari.


Kali ini tangan besar Sky merambat kebawah di pusat inti tubuh Freya. Mengusap permukaannya lembut inti yang masih terbungkus oleh lain berenda segi tiga berwarna merah muda.,


Tubuh Freya menegang dan semakin bergegar. Nafasnya tak beraturan menahan gejolak api gairah yang kian melambung tinggi. Apalagi saat tangan besar Sky menyusup ke celah kain segi tiga miliknya.


“Sky.. “


Eghh...


Sky menggeram tertahan milik Freya sudah siap untuknya. Sky menarik tangannya kembali dan mendongak melepaskan kain terakhir miliknya dan milik Freya.


Nafas Sky semakin memburu saat mata tajamnya melihat gundukan kecil yang terlihat basah dan lembab. Pandangannya semakin berkabut dan gejolak dalam dirinya meningkat sampai di puncaknya. Tangannya mengusap permukaan milik Freya dan terang saja sang pemilik kembali bergerak seperti cacing kepanasan.


“Oh Freya..aku tak bisa menahan sayang.” Ucap Sky memposisikan dirinya di depan Freya. Merasa miliknya pas pada milik Freya, Sky menyentak pinggulnya bersama dengan gedoran pintu kamarnya terdengar.

__ADS_1


“Mommy, daddy.” Teriak Ara di depan pintu dan menggedor pintu kamar ayah ibunya.


“Sky..” ucap Freya dengan nafas yang memburu menahan puncak gairahnya.


“Biarkan saja sayang, Ara akan pergi jika dia lelah berteriak.” Sahut Sky bergerak di atas tubuh Freya. Matanya terpejam dan bibirnya tak berhenti menggeram merasakan sensasi luar biasa menjepitnya. Sky masih bergerak, dan tak menghiraukan teriakan putrinya yang semakin nyaring di telinganya.


Sementara Freya, nafasnya juga tak kalah memburu menahan gejolak api gairahnya. Tapi Freya tak seperti Sky yang sepenuhnya menikmati penyatuan mereka. Pikiran Freya bercabang antara menghentikan Sky atau tidak. Apalagi saat mendengar suara teriakan Ara yang semakin nyaring.


“Sky... “ entah panggilan atau desa_han yang keluar dari bibir Freya. Yang jelas telinga Sky yang mendengarnya adalah suara desa_han yang keluar dari bibir penuh Freya. Dan itu terdengar sangat seksi di telinganya yang menambah adrenalin dalam diri Sky.


“Sayang..” geram Sky lagi lagi tak menghentikan pinggulnya.


Tangannya juga tak ingin kalah, bergerilya kesana kemari dan sesekali menekan salah satu dari dua buah yang bergoyang seiring dengan hentakan pinggulnya.


“Mommy... Mommy.. “


Dor...Dor..


“Huaa.. Huaa..”


Freya terkesiap mendengar suara tangisan putrinya. Dia menendang Sky yang masih bergerak hingga terjungkal kebelakang.


Brukk..


“Shit..”


Sky mendongak melihat Freya yang bangun dan menyambar pakaiannya lalu memakainya terburu buru. Matanya menatap nyalang oad6 Freya yang menendangnya.


“Sayang..” hiba Sky menatap memelas Freya yang berdiri memakai pakaian miliknya kembali. Sungguh Sky terlihat sangat menyedihkan duduk di lantai dingin dalam keadaan polos dengan tongkat saktinya yang masih tegak berdiri.


“Apa yang kau pikirkan Sky, pakai bajunya, Ara menangis.” Sahut Freya geram melihat Sky hanya duduk diam mematung.


Mendengar jawaban Freya, Sky menundukkan wajahnya, menatap nyalang pada miliknya yang berkedut.


“Kenapa nasibmu sial hari ini.”


 *


Follow: fb _Anvezza ezza


Ck kenapa sekarang jarang yang kasih hadiah 😒🤣


ikutin akun otor juga dong mak... follow nama pena mom eca


apa memang dikit ya 🤣🤣🤣


Ingat selalu ikutin jejak petualang, ada yang spesial di akhir episode.. wkwkwk


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2