
“Kembalilah Freya.” Gumam Sky meraung dan meracau memanggil nama Freya. Hingga dia lelah dan tertidur di lantai dingin.
Calvin menoleh di setiap sudut ruangan kerja milik tuannya. Tak ada yang tersisa di ruangan ini. Baik ornamen kebanggaan klan miliknya sudah hancur berkeping-keping. Apalagi foto Elvira yang sudah menjadi abu di sudut kamar.
Calvin tak menyangka jika tuannya akan lebih hancur sehancur hancurkan. Bukan hanya seluruh ruangan ini yang hancur, tapi tubuhnya juga yang banyak tergores kaca dan keramik.
Calvin menatap tuannya yang tertidur di lantai dingin. Dia tak tau bagaimana caranya memindahkan tuannya di ranjang tuannya. Calvin tak ingin tuannya semakin sakit.
Calvin keluar dan pergi ke kamar sebelah dan mengambil salah satu selimut untuk tuannya. Calvin kembali lagi dan menyelimuti tuannya dengan selimut di tangannya.
*
Pagi harinya..
Di mension mewah Heidher pesta yang terbilang mewah dan besar sedang berlangsung. Ibra dan Imelda tersenyum menyambut para tamu.
Sementara seoarang pemuda yang baru saja pulang kaget melihat mension mewah orang tuanya ramai dan juga banyak orang yang baru turun dari mobil mewah mereka masing-masing. Marcel bingung melihat berbagai macam kendaraan mobil terparkir di halaman mension mewah Heidher. Ada apa ini, apa ayahnya mengadakan pesta, tapi pesta apa.?
Ya Marcel memang baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya. Dia sama sekali tak tahu ada pesta di mension mewah orang tuanya.
Marcel berjalan masuk ke dalam dan matanya langsung di suguhkan mension mewah Heidher yang berubah. Seperti istana, banyak bermacam bunga asli dan hias memenuhi mension mewah Heidher.
Marcel berjalan mendekati ibunya. Imelda yang melihat putranya sudah pulang berjalan menuju kamar miliknya dan Marcel mengikutinya. Sampai di dalam kamar ibunya Marcel memberondong pertanyaan pada ibunya.
“Luis dan Venus akan menikah pagi ini.”
Marcel mengepalkan tangannya mendengar penuturan ibunya. Luis akan menikah dengan Venus, dan dia kenapa baru tau.
Marcel berbalik kembali keluar dari kamar ibunya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang mengeras. Dia tak perduli dengan tatapan para tamu undangan yang melihatnya. Sampai di kamar miliknya, Marcel melemparkan tas kerja miliknya dan membanting meja.
Prang..
“Brengsek..”
Marcel mengusap wajahnya kasar. Dia sungguh tak percaya jika Venus akan menikah dengan kakaknya. Apalagi harus di mension Heidher. Marcel sungguh sangat emosi kali ini. Bagaimana jika Heidher juga langsung mengumumkan tentang semua harta warisannya.
Cih..
“Kali ini kau mendapatkan bekas ku Luis.”
*
Sky mengerjapkan matanya, kepalanya terasa sangat pusing dan berat. Tak jauh darinya Calvin berdiri di depan pintu ruangan. Sky bangkit dan berjalan keluar dari ruang kerja menuju kamarnya. Sampai di kamarnya Sky masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya.
Sky sama sekali tidak merasakan sakit di tubuhnya yang banyak tergores oleh pecahan kaca. Bahkan luka di punggung dan dadanya juga baru saja mengering dan Sky mengguyur tubuhnya. Ya sudah seminggu ini Sky sama sekali tak mengguyur tubuhnya. Dia tak mandi, bukan hanya karna luka di tubuhnya, tapi juga karna memikirkan Freya yang pergi darinya.
__ADS_1
Keluar dari kamar mandi Sky masuk ke dalam walk in closed. Sky mengepalkan tangannya lagi saat melihat kotak dan foto di atas lantai. Sky mengambilnya dan meremas nya, matanya mengedarkan ke sembarangan arah mencari keberadaan cincin yang terjatuh.
Sky mengambil cincin berlian yang berada di atas karpet. Dia berjalan keluar dari kamarnya dan melemparkannya pada Calvin.
“Bakar itu.”
Calvin menganggukkan kepalanya mengerti. Sementara Sky kembali lagi masuk ke dalam kamarnya memakai pakaian miliknya. Setengah jam kemudian Sky dan Calvin keluar dari kamarnya.
“Tuan,”
“Ada apa.?” Sky mengeraskan rahangnya melihat dua bodyguard miliknya menundukan wajahnya.
“Ada telepon dari tuan besar.”Sky merampas ponsel di tangan bodyguard miliknya dan menempelkan ponsel di telinganya.
“Datanglah ke mension sekarang juga, jangan permalukan daddy.”
Tut Tut Tut..
Sky meremas ponsel di tangannya dan melemparkannya pada tembok hingga hancur berkeping-keping. Emosinya kembali memuncak saat mendengar suara Heidher di telinganya. Dia menatap kedua bodyguardnya dan menendang mereka berdua hingga tersungkur di atas lantai.
“Brengsek.. “
Bug..
Brakk..
“Jadi kalian mata mata pria tua itu brengsek.”
“Tuan..” Calvin kembali lagi menyodorkan ponsel miliknya pada Luis. Sky mengepalkan tangannya. Dia kembali lagi mengambil ponsel di tangan Calvin dan menempelkan di telinganya.
“Datanglah ke mension daddy, sekarang. Jangan membuat onar Luis.”
“Ya sesuai keinginan mu Heidher.”
Klik..
Sky mematikan sambungan telepon di tangannya. Bibirnya tersenyum sinis membayangkan jika ternyata di dalam mension mewahnya banyak orang orang ayahnya.
Sky berjalan lebar pergi dari mension mewahnya dan masuk ke dalam mobilnya. Calvin dan bodyguard yang lain mengikuti langkah tuannya dan mereka juga masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Calvin yang masuk ke dalam mobil bersama Sky.
“Tuan..”
“Turuti kemauannya.”
Calvin menginjak pedal gas mobilnya menuju mension mewah Heidher. Tak sampai satu jam Mobil yang di kendarai Calvin sudah sampai di mension mewah Heidher.
__ADS_1
Dari jauh Sky mengeratkan giginya emosi melihat halaman mension mewah ayahnya sudah di penuhi dengan beberapa mobil mewah. Sky tau apa yang sedang terjadi di dalam.
“Tuan..”
“Lakukan tugasmu.”
“Baik tuan.” Sky mengeratkan giginya saat mobil mereka berhenti di depan mension mewah Heidher. Sky menurunkan kakinya dari mobil mewahnya dan berjalan lebar masuk ke dalam mension Heidher.
Sementara Calvin, dia tak mengikuti langkah tuannya. Ada tugas penting dari tuannya dan Calvin yang harus menyelesaikannya.
Sky masuk ke dalam mension dan dia sudah di sambut dengan ayahnya dan Imelda. Begitu juga dengan Marcel yang berdiri di belakang ibunya. Sky menipiskan bibirnya melihat tatapan Marcel.
“Luis akhirnya kau datang juga.”
“Bukankah kau yang menyuruhku datang. “ Heidher tersenyum dan membawa putranya masuk ke dalam. Semua para tamu undangan di buat tersenyum melihat pengantin pria berjalan bersama ayahnya. Ya mereka semua tak ada yang tak tahu siapa Ausky Luis. Mereka semua tau siapa Sky yang akan menikah pagi ini.
Pria berusia hampir empat puluh tahun, pebisnis nomor satu dan jajaran pria terkaya di kota ini. Semua orang mengenal Ausky Luis. Apalagi dengan sebutan Casanova, sudah tak heran di kalangan wanita dan pebisnis yang pernah berkolaborasi dengan Sky. Mungkin saja salah satu dari mereka adalah korban putrinya dan mungkin juga yang menawarkan putrinya pada Luis untuk menjadi menantu mereka. Siapa yang tak ingin menjadikan Luis menantu mereka, tak hanya wanita dan gadis yang ingin menjadikan Luis sebagai suaminya. Para orang tua juga menginginkan Luis menjadi menantunya. Dan pagi ini Venus putri Keanu yang sangat beruntung akan menjadi istri Ausky Luis.
Mata tajam Luis menatap tajam je depan, dimana seorang wanita tersenyum lebar padanya memakai gaun mewah pernikahan di tubuhnya. Ya gaun mewah putih din tubuhnya. Dan Sky sendiri memakai setelan formal hitam di tubuhnya. Entah kebetulan atau apa, Sky hanya berdecih dalm hati.
Sky menatap datar Venus di samping ayahnya yang berdiri bersama istrinya dan menunggunya. Sky melirik ke arah Heidher yang berjalan bersamanya. Pria tua di sampingnya tersenyum sangat lebar pada seluruh tamu undangan.
Sky mengepalkan tangannya, dan menghembuskan nafasnya kasar. Andai saja Freya ada di sampingnya, dia tak akan pernah melakukan ini.
“Ku pikir kau akan terlambat datang Luis.” Sapa Keanu menatap wajah Sky yang datar dan dingin.
“Bagaimana dengan perjalanan bisnismu.” Lanjutnya lagi saat tak mendapatkan jawaban dari Sky. Keanu mendesah kasar, meski tau jika Sky tak menginginkan pernikahan ini, tapi putrinya yang memaksa dia agar mengambil kesempatan ini.
Padahal sebelumnya Luis sudah mempermalukan mereka di pesta makan malam sebelumnya. Saat Sky memperkenalkan seorang wanita yang menjadi istrinya. Meski masih marah dan emosi, Keanu hanya ingin melihat putrinya bahagia.
“Sangat baik, apalagi aku di beri kejutan yang luar biasa pagi ini. Aku menyukainya.”
Venus tersenyum lebar mendengar penuturan Sky. Begitu juga dengan Keanu, ada rasa lega mendengar jawaban Luis yang akan menjadi menantunya.
Heidher tersenyum lebar, dia memanggil salah satu anak buahnya. Tapi Heidher kembali mengusir anak buahnya saat melihat pendeta masuk ke dalam mension mewahnya.
Heidher tersenyum dan menyambut kedatangan pendeta dan menuntunnya berjalan pada Luis dan Venus yang lebih dulu berdiri menunggunya.
Heidher sudah dari tadi menunggu pendeta yang dia undang untuk menikahkan Luis dan Venus. Dan akhirnya dia datang juga tepat waktu di belakang Sky.
“Silahkan dimulai pernikahannya.” Venus gugup bukan main mendengar kata mulai itu artinya sebentar lagi Luis benar-benar akan menjadi miliknya.
Keanu dan Heidher duduk di kursi tak jauh dari mereka berdua. Di samping mereka ada istri mereka dan juga Marcel yang duduk di samping ibunya sambil mengeratkan giginya emosi melihat Luis dan Venus berdiri di depan pendeta.
Sky melirik Calvin yang baru saja datang yang menganggukan kepalanya pada Luis. Sky menarik bibirnya ke atas. Dia membenarkan jas miliknya dan beridiri tegak di hadapan pendeta. Mengikuti kata pendeta begitu juga dengan VenusVenus di sampingnya.
__ADS_1
Setengah jam kemudian terdengar suara tepuk tangan dan kata sah dari bibir pendeta di depannya.
“Freya, ..”