
( maaf mak jika ini mengganggu, bisa beri bintang dulu sebelum lanjut. biar otor semangat berkarya.)
*
Pikiran Freya sudah hilang melayang mendapatkan sentuhan bibir Sky. Rasa perih dan sakit yang Freya rasakan di pucuk salah satu buah yang menonjol miliknya tak ia rasakan. Meski perih, Freya justru menekan kepala Sky agar lebih dalam lagi menyesapnya.
Terang saja Sky memperdalam bibirnya, saat Freya menekan kepalanya. Tangannya yang bergerilya semakin turun ke bawah mengusap perut Freya yang kembang kempis.
Jika sebelumnya tangannya menyusup pada buah kenyal Freya yang tak terlalu besar. Kali ini tangan besarnya kembali menyusup ke dalam kain segi tiga berenda tipis yang di pakai Freya. Sky menyeringai saat jarinya menemukan lembah basah Freya. Mengusap perlahan, dan semakin berani mencari sesuatu di dalamnya.
"Kau sudah basah nona.."
Bisiknya setelah melepaskan bibirnya dari salah satu tonjolan keras dan kenyal Freya yang membusung.
Freya diam, dia tak mampu menjawab pertanyaan Sky. Bibirnya hanya mampu mendesah saat gelayar aneh di tubuhnya semakin menjadi. Fikirannya tak fokus, melanyang tinggi seiring dengan gejolak gairah yang Sky berikan di tubuhnya semakin panas.
Apalagi saat lidah panas Sky menjilat cuping miliknya. Bibir Freya tak bisa terkontrol dan mendesah lebih keras lagi.
Sky tersenyum miring mendengar rintihan Freya. Usapan tangannya pada lembah basah Freya semakin berkelana. Sky menekan salah satu jarinya, Sky berpikir jika satu saja cukup. Melihat Freya yang kecil, jelas saja miliknya juga kecil. Meski dia bukan yang pertama kalinya menjamah Freya sekalipun, Sky yakin jika milik Freya juga kecil.
Padahal bukan hanya kecil, milik Freya juga masih sempit karna Sky adalah pria pertama untuk Freya. Freya memekik kaget, saat sesuatu di bawah sana terasa mengganjal dan perih.
"Ahh apa yang kau lakukan.. " Pekik Freya bersama dengan lenguhan kenikmatan saat rasa asing yang semakin menyiksanya, akibat jari besar Sky.
Cup...
Sky menyambar bibir Freya sekilas lalu melepaskan kembali bibirnya.
"Rileks sayang, kau masih sempit Freya..." Ucapnya sembari menggerakkan tangannya.
Terang saja Freya semakin bergerak seperti cacing kepanasan. Saat pusat inti tubuhnya di permainkan oleh tangan Sky. Jiwa Freya seperti terbang melayang. Tangannya meremas kain Sprei di bawahnya saat gelombang dahsyat menggulung nya. Lututnya bergetar dan tubuhnya menegang seperti ada jutaan kupu kupu menghampirinya lalu menerbangkan dirinya sampai ke awang awang.
__ADS_1
"Lepaskan sayang."
Ucap Sky menambah ritme tangannya, matanya tak berkedip melihat wajah Freya yang mendongak menjemput gelombang yang sebentar lagi menghantamnya, seolah wajah Freya adalah hal yang paling indah saat melihat mata Freya terpejam dan bibirnya merintih.
Sedangkan Freya tak mampu menjawab pertanyaan Sky. Akal sehatnya hilang seiring permainan Sky yang membawanya pada puncak terindah yang belum pernah Freya rasakan selama ini. Bibirnya tak berhenti men desah dan merintih. Hingga tubuhnya lepas dari kendali, saat gelombang dahsyat menghamtamnya. Mata Freya terbuka, saat merasakan sesuatu yang hendak meledak di bawah sana.
"A_ku" Ucapnya tersendat-sendat dengan nafas di ujung.
"Ya lepaskan sayang." Geram Sky menahan gairah yang sama, miliknya semakin berkedut nyeri di dalam persembunyiannya, saat melihat wajah seksi Freya dan rintihan Freya di bawah kendalinya. Sky semakin semangat menggerakkan di bawah sana. Matanya sama sekali tak berkedip melihat wajah merah Freya dan dada yang membusung, tangannya yang kecil meremas kain seprei abu tua miliknya.
Freya semakin bergerak gelisah, lututnya semakin bergetar hebat. Tubuhnya membusung, saat gelombang dahsyatnya benar benar meledak. Bersama dengan lenguhan panjang keluar dari bibir Freya.
Sky tersenyum penuh kemenangan mendengar Freya memekik saat melepaskan puncak pertamanya. Mata Sky sama sekali tak berpaling melihat wajah kepuasan Freya di bawah kendalinya. Dia melepaskan tangannya yang hangat di bawah sana, dan bibirnya mengecup kening Freya. Sky sangat puas telah berhasil membuat Freya menjerit di bawah kendalinya.
Cup..
"Kau sangat seksi sayang.."
Pujinya sembari mengusap kening Freya yang berkeringat.
Freya tak menjawab, dia masih mengontrol nafasnya yang naik turun, saat merasakan rasa yang baru saja ia raih. Tapi wajahnya tak berbohong. Sky terkekeh melihat wajah Freya yang merona malu. Sky tau jika saat ini Freya sangat malu padanya, terlihat dari wajahnya yang memerah.
"Kau akan mendapatkan yang lebih dari ini sayang."
Cup...
Sky kembali menyambar bibir Freya, Sky tak akan menyia nyiakan kesempatan untuknya. Jika Freya baru saja mendapatkan gelombang dahsyatnya, dia juga harus mendapatkannya juga malam ini, bersama Freya tentunya. Tangannya melepaskan kain panjang yang menempel di tubuhnya dan menariknya, lalu membuangnya ke sembarang arah.
Freya yang masih mengatur nafasnya, gelagapan. Freya kaget saat Sky lagi lagi memancingnya kembali. Mengantarkan gelombang panas pada tubuhnya yang baru saja dia raih dan belum surut. Sementara Sky, memposisikan dirinya diantara paha Freya. Mengusap lembut, seolah Sky sedang memperkenalkan miliknya pada milik Freya yang basah.
Freya tak tau saat ini jika Sky siap mengoyak sesuatu yang selama ini dia jaga bertahun-tahun. Perhatiannya teralihkan oleh bibir dan lidah Sky yang menjengkali wajah dan juga lehernya.
__ADS_1
Hingga Freya sadar dan memekik kaget saat sesuatu di bawah sana tiba tiba saja mengoyak dirinya dan terasa sangat perih.
"Akk.. Sakit "
Sky mengerutkan keningnya mendengar jeritan Freya dan sesuatu yang susah di tembus nya. Sky bangkit dan melihat milik Freya dan miliknya.
'Ada apa, kenapa sempit.' Gumamnya tak percaya.
Sedangkan Freya dia sudah menangis merasakan nyeri di pangkal paha nya. Padahal Sky sama sekali belum menembusnya, tapi Freya sudah menangis lebih dulu.
Sky kembali lagi mencobanya, dia tak percaya dengan apa yang ada di pikirannya. Tak mungkin jika Freya masih suci. Sky bukan pria yang baru mendapatkan perawan, sebelumnya dia sudah lebih dulu berkelana menjajah gadis perawan, itu sebabnya ia tak percaya pada Freya.
Tapi melihat wajah tegang Freya dan rintihan Freya yang menandakan takut Sky semakin di buat penasaran. Jika benar Sky akan memperlakukan Freya sangat lembut. Dia tak ingin Freya kesakitan oleh benda tumpul miliknya, meski bohong jika tak sakit, jelas saja Freya akan kesakitan. Mengingat jika miliknya jauh di atas standar., apalagi milik Freya sangatlah kecil.
"Tahan sayang.."
Ucapnya sembari menghentakkan pinggulnya dalam satu kali hentakan. Freya menjerit keras, dia memukul dada bidang Sky dan memohon pada Sky agar Sky menyudahinya. Tapi Sky tak mungkin menghentikan permainannya, apalagi ini baru ujungnya belum setengah nya. Dia tak akan bisa tidur jika tak melanjutkan permainannya.
"Sudah jangan sakit." Rintih Freya.
Bug....
Bug..
"Sedikit lagi sayang.."
Bisiknya di telinga Freya lalu membungkam bibir Freya agar tak menjerit lagi saat ia menghentakkan pinggulnya kembali.
Percuma, Freya tetap menjerit saat Sky menghentakkan pinggulnya lebih keras lagi. Freya kaget dan menggigit bibir Sky lalu menjerit lebih keras lagi dari sebelumnya saat sesuatu di bawah sana robek.
Akkk...
__ADS_1
plis mak beri hadiah yang banyak kalau aku lanjut 🤣