
“Dimana putraku,?” Tanya Heidher pada Calvin yang duduk di samping kursi kebesaran putranya.
Calvin berjengit mendengar suara yang tiba-tiba saja mengagetkan. Calvin berdiri dan menundukkan wajahnya saat melihat Heidher masuk ke dalam ruangan Sky. Fokus bekerja sampai tak mendengar jika pintu terbuka dan menampilkan tuan besarnya.
“Tuan sedang perjalanan bisnis tuan besar.” Jawab Calvin.
Heidher mengerutkan keningnya mendengar jawaban Calvin padanya. Dia menyelidik Calvin dengan mata tajamnya. Tidak mungkin putranya pergi tanpa Calvin, apa Calvin sedang berbohong padanya.
“Kau yakin.”
“Ya tuan besar, tuan Luis pergi sendiri.” Heidher menganggukan kepalanya mendengar jawaban Calvin lagi padanya. Dia pikir putranya ada di perusahaan miliknya saat ini.
Ternyata putranya sedang pergi, Haidhar berpikir jika Luis mungkin saja pergi ke perusahaan miliknya sendiri yang ada di berbagai negara. Padahal Heidher datang saat ini untuk merayu Sky agar menikah dengan Venus. Lagi pula gadis itu sudah pergi dari Luis dan ini kesempatan untuk dia merayu putranya.
Heidher menipisikan bibirnya mengingat jika ternyata tak sia sia dia datang waktu itu ke mension Luis. Hanya dengan menunjukkan satu foto milik wanita masa lalu Luis dia pergi dengan sendirinya. Semua itu memang sudah dia rencanakan. Tapi siapa sangka jika wanita itu akan percaya dan pergi dari putranya.
Entah bagaimana caranya gadis itu bisa pergi dari mension Luis, Heidher tak memusingkan itu semua. Yang dia tau Freya sudah pergi meninggalkan Luis dan ini kesempatannya untuk merayu Luis agar menikah dengan Venus kembali.
Calvin melirik ke arah pria tua berambut putih di depannya ini. Entah kenapa Calvin merasa jika pria ini ada sangkut pautnya dengan kepergian nona Freya.
Ya tak ada yang tau jika sebelum Freya pergi, Heidher sudah lebih dulu datang ke mension mewah Luis. Baik penjaga mension Luis sekalipun mereka semua sudah di kelabuhi oleh orang Heidher yang berada di dalam mension mewah Sky. Tak hanya itu, cctv di mension Luis juga tak merekam datangnya Heidher ke mension Sky.
Heidher mempunyai mata mata di mension Luis. Yang jelas tak hanya satu tapi ada beberapa. Mereka memang mengabdikan dirinya pada Luis. Tapi mereka adalah orang Heidher, ayah dari tuannya.
Itu sebabnya Sky tak tau dan hanya tau jika Freya pergi dari mension karna menolaknya. Padahal yang sebenarnya Heidher lah yang semakin membuat Freya pergi darinya.
“Kapan putraku pulang.?”
“Tuan Luis tak mengatakan kapan akan pulang tuan besar. Tuan hanya meminta saya untuk meng-handle semua pekerjaan tuan saat ini.” Jawab Calvin menundukkan wajahnya.
Heidher tersenyum tipis mungkin saja putranya sedang mencari wanita itu. Dia hanya beralasan sedang perjalanan bisnis padanya.
“ Sial.. Semoga saja Luis tak menemukan wanita sialan itu.” Gumam Heidher berbalik meninggalkan Calvin di ruangan Sky dan kembali kw mension mewahnya.
Heidher memang tak tau jika sebenarnya Sky sakit dan bersembunyi dari siapapun. Selain dari keluarga, Sky juga bersembunyi dari musuh. Musuh Sky tak boleh mengetahui jika dia sedang dalam keadaan tak sehat. Terlalu banyak yang menginginkan kedudukannya dan ingin menggulingkannya. Baik dari perusahaan ataupun musuhnya yang ingin merebut klan miliknya.
“Apa tuan besar ada di balik semua ini.?” Gamam Calvin menerka.
Tapi tak lama kemudian Calvin menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran bodohnya sendiri. Tak mungkin rasanya tuan besar akan melakukan ini. Lagi pula nona Freya yang pergi karna dia tak ingin menjadi wanitanya tuannya. Itu yang selalu tuannya katakan.
__ADS_1
*
Sky duduk temenung di dalam sebuah kamar di ruang bawah tanah mension mewahnya. Sudah dua hari dia duduk termenung di dalam kamar ruang bawah tanah ini. Setelah sebelumnya dia jatuh tak sadarkan diri di kamar miliknya sebelumnya.
Calvin membawanya kemari sebelum anak buahnya curiga pada tuannya. Karna Sky mengatakan jika dia ingin menyembunyikan lukanya dari semua orang. Baik Heidher ataupun bawahannya sendiri. Apapun bisa terjadi jika salah satu dari mereka mengetahui jika dia terluka parah saat ini. Itu sebabnya Calvin membawanya datang ke ruang bawah tanah.
Sky duduk termenung membayangkan Freya yang pergi darinya, meninggalkan dirinya sebagai seorang suami. Apa sebenci itu Freya padanya.? Apa semua wanita hanya akan meninggalkan dirinya dan membuangnya. Padahal dia adalah seorang suami, tapi Freya juga bisa meninggalkannya dan membuangnya. Apalagi hanya sebatas teman tidur.
Sky sangat membenci hal ini. Dirinya seperti sangat tak berguna untuk mereka seorang wanita. Apa hidupnya hanya untuk di permainkan wanita.
Gerr..
Sky menoleh saat mendengar suara di sampingnya. Da tersenyum kecut saat mengingat Freya sangat takut padanya. Sky terkekeh membayangkan tubuh Freya yang menempel sangat erat hingga malam membawanya kesana kemari, bahkan saat di dalam kamar mandipun Freya masih mengikutinya. Dia sangat ketakutan pada kucing besarnya.
“Pergilah.. “ usirnya acuh.
Gerr..
“Pergilah aku sedang sakit, jangan menggangguku.” Kata Sky lagi pada hewan buas yang datang menghampirinya. Sky melirik melihat binatang kesayangannya yang duduk di depannya. Sky tersenyum dan berbalik membelakanginya. Mengusap matanya yang basah saat mengingat kisah percintaannya yang selalu saja gagal dan berakhir ditinggalkan. Apa dirinya seburuk itu.?
Sky merasa sangat sakit saat Freya yang meninggalkan dirinya. Tidak seperti saat Elvira tak memilihnya. Saat Elvira tak memilihnya, Sky hanya ingin membalas dendam dengan semua wanita jika dia adalah seorang pria dan ingin menunjukkan jika dia tak terpengaruh dengan semua itu. Tapi saat Freya yang meninggalkannya entah kenapa hatinya sangat rapuh dan sangat sakit.
Tak lama kemudian Sky berjengit melihat Mex mendekatinya dan menjilat pinggir lukanya.
“Freya bukan hanya menyakiti hatiku, dia juga melukaiku Mex. Tapi aku mencintainya.” Sky menatap mata anak asuhnya. Tak lama kemudian Sky terkekeh dan menyingkirkan kepala Mex yang menjilati wajahnya.
“Pergilah Mex aku ingin sendiri, jangan menggangguku.” Sky mendorong kepala Mex yang tak mau berhenti menjilatnya. Sky terkekeh merasakan geli tak lama Sky menarik salah satu kumis Mex hingga kucing besar di depannya mengeluarkan suaranya.
“Sudah kubilang pergilah, aku akan menariknya kembali jika kau menggangguku.” Bukannya pergi, dia justru berbaring di depan Sky dan menjatuhkan kepalanya di pangkuan Sky.
Ck..
Sky berdecak saat ucapannya tak di indahkan oleh kucingnya. Di mengelus kepala Mex yang ada di pangkuannya.
“Apa kau merindukan ku, maaf aku terlalu sibuk dengan wanitaku, tapi dia justru pergi meninggalkanku.” Adunya lagi pada Mex.
“Apa aku harus mencarinya sendiri Mex.” Desah Sky lirih. Mengingat Freya yang pergi darinya sungguh membuat hatinya sangat rapuh.
Tapi dia juga takut saat membayangkan jika Freya pergi meninggalkan dirinya dan memilih pria yang jauh lebih muda darinya. Seperti yang selama ini dia takutkan. Sky tak siap melihat Freya bahagia bersama pria lain. Yang llebih membuat Sky tak siap saat membayangkan Freya menikah dengan pria lainnya dan memiliki seorang anak bersamanya. Sky berulang kali mengusap matanya yang basah. Tersenyum masam mengingat nasibnya yang buruk.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Sky tertidur di atas tubuh besar Mex. Entah bagaimana, Sky bisa tertidur di atas tubuh kucing besar di sampingnya. Padahal sebelumnya Mex lah yang tertidur di pangkuannya.
Hingga waktu menjelang malam, Calvin datang membawa keperluan tuannya dan makan untuk tuannya. Calvin yang melihat pemandangan di depannya melotot tak percaya. Bagaimana bisa tuannya tidur bersama dengan kucing nakal itu. Calvin bergidik ngeri membayangkan jika dia yang tertidur dengan hewan buas itu.
Menyadari seseorang datang mendekat Mex membuka matanya dan membuat Calvin berjengit kaget dan hampir saja menjatuhkan makan malam di tangannya. Calvin mengumpat hewan sialan yang bersama tuannya. Hampir saja jantungnya lepas saat mata itu terbuka dan menatapnya.
Calvin berjalan perlahan, jantungnya berdetak semakin kencang saat ini. Matanya melirik ke arah kucing yang masih tidur bersama tuannya. Tapi matanya mengarah padanya dan menatapnya, seperti ingin mencabiknya.
Gerr..
Brakk..
“Shit..” Umpat Calvin yang kaget mendengar suaranya geraman singa jantan itu.
Sky terbangun dan menoleh ke arah Calvin. Dia juga menoleh pada kucing besarnya.
“Maafkan saya tuan.” Sky beringsut bangun dari tidurnya di atas tubuh Mex dan tak lama kemudian Mex meloncat ke arah Calvin. Hingga membuat Calvin shock dan terjengkang kebelakang.
“Brengsek apa salahku,.....tuan tolong saya.” Calvin meronta dan menyingkirkan kaki Mex yang ingin mencakar wajahnya. Entah apa salahnya, hewan buas ini selalu ingin mengoyak wajahnya saat mereka bertemu.
“Mex jangan mengganggunya.” Dia menurut dan melepaskan Calvin lalu berbalik menghampiri tuannya kembali.
Calvin mendengus, dia bangkit dari lantai dan melotot pada Mex yang duduk di samping Sky. Dalam hati mengumpat kucing besar itu.
“Apa kau ingin menjadi buruk rupa.” Tukas Sky yang tau apa yang dilakukan Calvin.
Calvin menundukkan wajahnya dan mengambil keperluan tuannya di atas lantai saat mendengar peringatan tuannya. Matanya sesekali melirik ke arah Mex yang menatapnya. Bukan hanya mata yang melirik tajam pada Mex, tapi bibirnya juga tak kalah menggerutu.
Andai hewan itu bukan milik tuannya, Calvin yakin akan menembaknya dari dulu. Dia selalu saja ingin merusak wajah tampannya.
“Bagaimana dengan hari ini, apa mereka sudah menemukan Freya.” Tanya Sky tiba-tiba.
Calvin menggelengkan kepalanya dan menjawab belum. Sky mendesah kasar, mendengar jawaban Calvin padanya. Kemana Freya bersembunyi darinya. Apa Freya benar-benar tak mengjnginkannya. Sudah terhitung dua hari dua malam, bawahannya tak juga menemukan keberadaan Freya.
“Tuan Heidher siang tadi datang ke perusahaan tuan.”
.
Gue rasa hadiah otor gak nambah ya.. 🤔
__ADS_1