
Prang...
Venus mengamuk di dalam kamar miliknya. Sepulang dari hotel dan bercinta dengan Eden, Venus di kejutkan lagi dengan salah satu mata matanya jika Luis kembali ke mension mewahnya dan membawa Freya bersamanya.
Venus sudah tau jika wanita itu adalah Freya. Vincent yang mengatakan padanya sebelumnya. Dan ini tak bisa di biarkan. Dia harus datang ke mension mewah Heidher dan bertanya pada ayah mertuanya.
Venus keluar dari kamar miliknya dan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Venus juga mengabaikan panggilan ibunya padanya. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mension Heidrer.
Tak sampai satu jam Venus sudah sampai di mension Heidrer. Venus turun dari mobilnya dan dia masuk begitu saja tanpa permisi. Sampai di dalam Venus tak mendapati siapapun. Pelayan hanya mengatakan pada padanya jika Heidrer sedang di mension tuan muda. Itu artinya Heidrer ada di mension Luis.
Venus kembali lagi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan ayahnya. Sampai di sana dia melihat ayahnya sedang mengamuk dan memukul bawahannya.
“Dad ada apa.?”
Keanu menoleh ke arah putrinya dan mendekatinya.
Plakk..
“Dad kenapa kau menamparku.” Teriak Venus tak terima pada ayahnya.
“Kenapa kau bodoh Venus. Katakan pada daddy apa hubunganmu dengan pria cacat itu.” Keanu balas berteriak pada Venus.
Venus mengerutkan keningnya mendengar teriakan ayahnya. Dia tak mengerti apa maksud ayahnya mengatakan pria cacat. Tapi tak lama Venus mendelikkan matanya.
“Dad aku tak memiliki hubungan apapun dengannya.” Sanggah Venus pada ayahnya.
“Tidak, kau bilang tidak Venus. Lalu bagaimana dengan yang ini. Foto itu sudah tersebar di media saat ini Venus. Kau memperlakukan daddy.” Masih dengan suara tinggi Heidrer berteriak pada putrinya.
Bagaimana tidak emosi, dia yang meminta bantuan pada Eden tapi putrinya juga meminta bantuan padanya. Dan yang lebih membuat Keanu geram, dia meniduri putrinya juga. Dan saat ini foto itu sebagian sudah di unggah di sosial media.
“Dad aku..”
Plakk..
Venus mengepalkan tangannya mendapatkan tamparan lagi dari ayahnya. Venus berbalik dan pergi lagi dari perusahaan ayahnya. Di tengah jalan Venus menghentikan mobilnya dan menghubungi seseorang.
“Apa yang kau tunggu, aku ingin secepatnya mendapatkan suamiku.” Ucap Venus pada pria di sebrang telpon l. Dia tak perduli pria itu setuju atau tidak dengan rencananya. Venus tak ambil pusing. Dan dia harus mendapatkan Luis untuknya.
“Kau tunggu saja nona,”
Venus menutup sambungan ponselnya tanpa basa basi. Dia tersenyum miring, kali ini pasti rencananya akan berhasil menyingkirkan Freya dari Luis.
“Freya, Luis milikku..”
*
Sky menatap Heidher dari jauh yang bersama putrinya. Sky bisa melihat tawa lebar dari ayahnya bersama Ara. Sky mendesah kasar, dia tetap ayah kandungannya meski dia membencinya sekalipun. Mengingat Heidrer yang sudah memisahkan Freya darinya. Dia yakin jika ayahnya juga sangat menyesalinya.
Sementara Elard duduk tak jauh dari Ara dan kakeknya. Dia sedang mengerjakan tugas sekolahnya yang di kirimkan dari teman laki lakinya.
Tak lama ponselnya berdering menampilkan nomor yang sama. Elard mengabaikannya begitu saja. Dia tak perduli ponselnya yang berdering hingga beberapa kali. Dia masih sibuk dengan lembar buku dan laptop miliknya.
__ADS_1
Sudah beberapa kali Kezia menelponnya, tapi Elard selalu mengabaikanya.
Kezia teman sekelasnya yang selalu saja mendekatinya. Hingga Elard sendiri risih padanya. Elard hanya ingin fokus belajar dan jika dia sehat dia akan membantu ayahnya di perusahaan. Itu sebabnya dia tak perduli dengan Kezia. Bukan hanya Kezia yang selalu ingin mendekatinya saja, dan masih banyak yang lain.
Ara yang mendengar ponsel Elard terus berdering, meninggalkan kakeknya dan mendekati Elard lalu mengambil ponsel Elard.
“Hallo..” Elard menoleh dan kaget melihat ponselnya ada pada Ara.
Cup...
“Nakal ya..” Ara tertawa cekikikan saat ketahuan oleh Elard. Dia menoleh dan menempelkan ponsel Elard di telinga Elard.
“Elard, apa kau mendengar ku. Siapa dia kenapa aku seperti mendengar suara anak kecil. Elard,”
“Dia kekasih ku.”
Tut.. Tut.. Tut..
Elard mengakhiri sambungan ponselnya. Sementara Ara menatap ponsel Elard yang kembali menghitam, lalu mendongak menatap mata Elard.
“Aw uncle.. Opa... “
*
Freya tersenyum hari ini dia akan pergi menemui ibunya. Setelah mendapatkan telpon dari ibunya yang mengatakan jika dia ingin bertemu Ara. Semenjak dia bertemu dengan Sky ibunya belum bertemu dengan Ara. Freya akui jika dia mungkin sudah sangat keterlaluan pada ibunya. Tapi mau bagaimana lagi Sky melarangnya untuk membawa Ara pergi tanpanya.
Tapi sepertinya, dia akan membawa Ara menemui Kikan hari ini. Freya tau jika Kikan pasti sangat merindukan cucunya.
“Aku ingin pergi sebentar saja.”
“Tapi nyonya.”
Freya menghembuskan nafasnya perlahan. Mereka pasti akan melapor pada suaminya.
“Aku akan ke perusahaan, suamiku yang menelponnya tadi.” Pelayan menganggukan kepalanya mendengar penuturan majikannya.
Freya bergegas pergi keluar dari mension dan memanggil supir. Dan tak lama mereka pergi meninggalkan mension mewah Sky.
Di dalam mobil Ara bibirnya tak mau diam. Dia terus menyanyi seperti yang di ajarkan Elard padanya. Freya hanya menggelengkan kepalanya mendengar suara cempreng putrinya.
“Ke apartemen xx..”
“Nyonya.. “
“Aku akan bertemu ibuku terlebih dahulu. Dia sudah sangat merindukan cucunya."
Supir menganggukan kepalanya mengerti. Tak lama kemudian dia milirik mobil yang berada di belakangnya. Tak sampai satu jam Freya dan Ara sampai di apartemen milik Kikan. Freya turun bersama dengan putrinya di gendongannya. Berjalan memasuki lift dan naik ke atas di mana apartemen ibunya berada.
Ting..
Sampai di atas Freya melangkah mendekati pintu apartemen ibunya. Belum mengetuk pintu, Kikan sudah menyambutnya dengan senyum lebarnya.
“Oma..” teriak Ara yang memang merindukan Kikan. Dia mengulurkan tangannya agar Kikan menggendongnya.
__ADS_1
Cup..
“princess oma semakin cantik.”
Kikan membawa masuk kedalam . Begitu sampai di dalam, Freya di kejutkan dengan Vincent yang duduk di kursi sofa. Pria yang menjadi kekasihnya selama setahun ada di sini.
Freya diam matanya menatap Vincent yang tersenyum padanya. Sementara Vincent sendiri yang memang sangat merindukan freya semakin tersenyum lebar padanya.
“Sayang, ....” panggil Vincent pada Freya. Dia berdiri dari duduknya dan menghampiri Freya. Freya melirik ke arah ibunya. Dia tak tau jika Vincent ada disini, dan kenapa ibunya tak mengatakan padanya.
“Vincent maaf, aku sudah bersuami.” Ucap Freya menatap mata Vincent yang sangat dekat dengannya.
Vincent menatap mata Freya, dia tak percaya apa yang di katakan Freya padanya.
“Freya kau kekasihku, kau juga sudah berjanji padaku jika kita akan menikah Freya.” Tegas Vincent mengingatkan Freya.
Kikan menoleh dan menatap Freya penuh rasa bersalah. Dia sendiri tak tega saat Vincent terus saja memintanya agar bertemu dengan Freya. Padahal dia sudah berulang kali mengatakan pada Vincent jika Freya masih istri Luis. Tapi Vincent terus memohon padanya. Alhasil merasa jika Vincent pria yang baik dan dia juga sudah banyak membantunya dulu Kikan mengiyakan begitu saja permintaan Vincent.
Dan sekarang Vincent benar-benar mengatakan pada Freya jika dia masih berharap padanya.
Kikan membawa Ara ke belakang. Kikan sengaja membiarkan Freya dan Vincent berbicara dan menyelesaikan masalah mereka. Dia sendiri merasa jika mereka memang perlu berbicara satu sama lainnya.
Freya mendesah kasar mendengar penuturan Vincent. Dia menatap Vincent intens. Freya sendiri masih ingat bagaimana Luis memukul Vincent beberapa hari yang lalu. Ada rasa iba dan bersalah tentunya. Tapi Freya sendiri juga tak pernah menyangka jika akhirnya akan seperti ini. Semua di luar dugaannya, jika Sky masih suaminya dan dia masih bersetatus sebagai istri Luis.
“Vin, aku memang istri Luis. Maafkan aku, aku tak bermaksud membohongimu.” Sesal Freya menundukkan wajahnya.
"Jadilah milikku Freya, tinggalkan Luis dan menikahlah dengan ku.” Tegas Vincent menatap mata bening Freya.
Freya mendongak dan menggelengkan kepalanya tak percaya mendengar penuturan Vincent padanya. Menatap mata pria yang pernah menjadi kekasihnya selama setahun.
Mencoba membuka hatinya untuk pria lainnya dan mencoba menerima pria yang sudah berulang kali mengatakan cinta padanya. Dan akhirnya dia luluh dan menerima Vincent setelah banyak pertimbangan. Salah satunya adalah Vincent pria yang sudah banyak membantunya.
“Maaf..”
“Kau tak bisa menghianati ku Freya.”
Clek..
Freya dan Vincent menoleh ke arah pintu yang menampilkan wanita cantik dan pakaian seksi tiba-tiba saja masuk ke dalam apartemen Kikan. Freya shock melihat Venus ada di sini. Freya menoleh ke arah Vincent tapi Vincent lebih dulu membungkam mulut Freya dengan sapu tangan.
“Vin.. Hemm..”
Vincent memeluk Freya erat saat tubuh Freya melemas. Sementara Kikan yang kembali lagi ke luar menjerit melihat Freya ada di pelukan Vincent.
“Berani menyentuhnya..”
Dor..
__ADS_1