
Venus mengepalkan tangannya melihat Luis yang menyeret Freya pergi. Venus tak percaya apa yang di katakan Luis padanya. Dan Venus yakin tak mungkin jika wanita itu adalah istrinya.
Cih..
“Aku tak akan membiarkan kau merebut Luis dariku.” Umpat nya mengingat jika Luis baru saja membelikan sepatu hels termahal edisi terbatas pada gadis itu. Venus berjalan dengan menahan emosi pada Freya. Selain Sky memperlakukan Freya spesial, dia juga gadis belia dan mencoba untuk merebut kuis darinya.
Venus keluar dari dalam pusat perbelanjaan dengan hati yang penuh dendam pada Freya. Dia tak akan pernah membiarkan siapapun memiliki Sky termasuk gadis sialan yang baru saja dia temui.
“Brengsek.. “ Umpat Venus lagi.
“Luis..”
Venus kaget saat melihat tiba-tiba saja Luis ada di depannya. Dia berlari kecil mendekati Sky yang bersender di tembok dan memasukan tangannya. Uh Luis semakin membuat Venus tergila gila padanya.
Bruk...
Venus terhuyung dan membentur tembok saat Sky mendorong tubuhnya. Venus melototkan matanya tak percaya pada Sky yang mendorongnya begitu saja. Lagi lagi Luis sangat kasar padanya.
“Luis.. “
Sky berjalan mendekati Venus dan tersenyum miring. Sementara mata Venus menatap Luis tak percaya. Ada sedikit rasa takut saat melihat senyum di bibir Luis untuknya. Tapi Venus yakin jika Luis hanya menakutinya.
“Nona Venus, sudah ku katakan berulang kali jangan menggangguku. Aku sama sekali tak tertarik bertunangan denganmu apalagi harus menikah denganmu.”
Venus meringis saat merasakan panas dagunya di cengkram oleh tangan besar Sky. Venus menatap mata Sky yang menatap tajam padanya. Tak lama Sky melepaskan cengkraman tangannya pada Venus.
“Luis kau menyakiti ku.”
“Aku bisa lebih menyakiti mu jika kau berani macam macam pada ku. Aku tak suka jika ada orang lain mengusikku termasuk wanita sepertimu.” Sarkas Sky menyalak tajam pada Venus.
“Luis orang tu_”
“Berhenti mengatakan pertunangan nona. Aku sama sekali tak berniat menjadikanmu wanitaku.” Geram Sky menatap tajam pada Venus.
Lalu Sky berbalik dan pergi meninggalkan Venus yang menatap punggung Sky. Sky bisa saja membuat Venus jera, tapi Sky tak ingin membuat Freya terkena masalah karnanya. Apalagi Venus adalah anak dari rekan bisnis daddy nya.
Tapi Sky pasti tak akan pernah membiarkan begitu saja jika dia kembali mengusik dirinya.
__ADS_1
Sebisa mungkin Sky harus menyembunyikan siapa Freya. Freya bisa menjadi incaran empuk para pesaing dan musuhnya selama ini. Dan Sky tak ingin Freya terluka.
Venus semakin emosi mendengar penuturan Luis padanya. Apa yang di katakan Luis, jika dia tak menginginkan dirinya sedikitpun. Venus masih menyalahkan wanita yang bersama Luis tadi.
“Kau akan bertekuk lutut padaku Luis. Aku pasti bisa mendapatkan mu nanti.”
*
Freya berjalan masuk ke dalam dapur, Freya tersenyum saat mendapati pelayanan ada di dalam dapur. Selama ini Freya tak pernah melihat mereka ada di dalam mension. Baru kali ini dua pelayan mension berada di dapur.
“Bibi..”
Freya mengagetkan mereka berdua yang sedang membersihkan dapur.
“Nyonya.. “
Freya menoleh ke belakang dan tak mendapati siapapun kemudian kembali menatap pelayan yang menundukkan wajahnya. Freya menyipitkan matanya mendengar panggilan nyonya untuknya.
“Bibi panggil saya.” Kedua pelayan menganggukan kepalanya.
“Jangan memanggilku nyonya, aku bukan nyonya di mension ini. Aku hanya menumpang disini, jadi jangan memanggilku nyonya.” Tutur Freya.
Sedangkan kedua pelayan yang masih menundukkan kepalanya menggelengkan kepalanya.
Freya berdecak berjalan membuka pintu kulkas dan mengambil satu kaleng dingin di tangannya. Freya menoleh pada pelayan yang masih menundukkan kepalanya. Freya heran kenapa mereka sekarang seperti ketakutan saat melihatnya.
Jelas saja mereka akan ketakutan melihat Freya, mereka baru saja melihat bagaimana tuannya mencekik Carol saat mencelakai wanita yang berdiri di depan mereka. Apalagi saat mengingat Carol yang sama sekali tak mereka lihat sampai saat ini. Hanya terdengar suara jeritan terakhir Carol saat itu. Dan sampai saat ini, teman mereka tak terlihat saka sekali. Entah kemana perginya Carol, yang jelas Carol pasti sedang di siksa.
Pelayan berpikir jika Carol masih hidup, padahal Carol sudah habis di makan kucing besar Sky saat itu.
“Bibi apa aku boleh bertanya.?”
“Silahkan nona.” Jawab pelayan tanpa mengangkat wajahnya dan masih menundukkan kepalanya. Freya mendesah lirih, melihat mereka masih menundukkan wajahnya.
“Bibi kalau siang penjaga dan semua penghuni mension ini kemana.?”
“Kami ada di paviliun nona, tuan memang tak mengijinkan kami berkeliaran di mension jika pekerjaan kami sudah selesai. Sedangkan penjaga mereka semua keluar nona.”
__ADS_1
Freya menganggukan kepalanya mengerti. Meski itu terdengar aneh di telinganya. Pantas saja mansion ini sangat sepi, rupanya mereka akan pergi dan mengosongkan mension.
“Apa tuan Sky tak menyukai keramaian bibi.”
Pelayan menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Freya. Freya hanya berohria saja.
“Lalu dimana pelayan yang dulu menolong ku saat di kolam bibi.?” Tanya Freya.
Sedangkan pelayan masih menundukkan wajahnya. Mereka berdua seperti ketakutan saat mengingat bagaimana kejamnya tuannya yang menembak salah satu penjaga dan mencekik leher Carol, hingga wajahnya terlihat membiru.
“Bibi tidak tau, atau mungkin Carol sudah pulang dan bekerja dengan orang lain.” Jawab Freya dengan sendirinya.
“jangan pernah menanyakan hal yang tak penting.”
Pelayan dan Freya berjengit mendengar nada dingin dan berat di depan pintu. Freya menoleh ke samping dan mengerutkan keningnya. Bukankah Sky baru bertemu dengan kekasihnya. Lalu kenapa pakaiannya masih sama.
Sementara Sky yang melihat tatapan mata Freya mengeraskan rahangnya. Dia tau apa yang di pikirkan Freya.
“Maaf... “
Sky berbalik dan pergi meninggalkan dapur melangkah ke kamarnya.
Sementara Freya masih berada di dapur, tak lama Freya mengikuti langkah Sky masuk ke dalam kamarnya. Hari sudah semakin larut saat Sky kembali. Freya menoleh ke kamar bawah. Apa dia lebih baik tidur di sana, tapi tak lama Freya ingat jika dia tak ingin Sky melemparkan dirinya pada kucing besar itu.
Freya kembali berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Sky berada.
Freya menoleh ke sembarangan arah, dia tersenyum saat tak melihat Sky. Tapi tak lama Freya berjengit kaget saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.
Freya berjalan mendekati ranjang dan membaringkan tubuhnya yang lelah.
Sementara Sky merasa ada yang salah dengan Freya. Apa ada sesuatu yang Freya pikirkan.
“Apa ada sesuatu yang kau pikirkan.?”
“Tidak ada..” Ketus Freya.
Mendengar nada ketus Freya, Sky yakin ada sesuatu yang terjadi pada Freya. Dan Sky akan mencari tau sendiri nanti. Sementara Freya hatinya masih bergelut dengan pikirannya. Memikirkan perkataan Heidher padanya. Freya mendesah lirih, mengingat jika pria tua itu tak menyukainya. Apalagi dia mengancamnya.
__ADS_1