
Sky berjalan masuk ke dalam ruang ganti membiarkan Venus begitu saja yang menatapnya. Sky tak perduli dengan Venus. Bagi Sky saat ini adalah Freya. Sky tak tau jika anak buah Heidher sedang mengintai dirinya.
Cup...
“Kau sangat cantik pakai ini sayang.”
Freya berjengit kaget melihat Sky yang masuk ke dalam. Kemana karyawan tadi yang membantu dirinya.
“Ka_.. “
Sky menyambar bibir Freya dengan bibirnya. Dia tak suka jika Freya tak memanggilnya dengan sebutan sayang. Freya sendiri gelagapan dan tak siap saat Sky menyatukan bibir mereka. Freya memukul dada Sky dengan tangan kecilnya.
“Sudah ku katakan panggil aku sayang.” Kata Sky saat melepaskan bibirnya dari Freya. Freya mendongak menatap Sky yang mengusap bibirnya.
“Kau mau menikah deng_”
Akk...
Freya menjerit merasakan sakit hidungnya yang di gigit oleh Sky . Freya mendelik menatap Sky yang tertawa melihatnya.
“Hidungmu merah sayang.”
“Bantu aku melepaskan gaunnya. Untuk apa mereka meminta ku untuk mencobanya, huh.”
Cup...
“Apa kau menyukainya.” Bisik Sky yang masih belum melepaskan Freya dari pelukannya.
Freya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Sky padanya. Mana ada wanita menyukai jika suaminya akan menikah lagi. Apalagi Sky meminta dia mencoba gaun pernikahan yang sangat mewah. Freya sadar jika dia bukan siapa-siapa, hanya wanita yang di beli lalu di nikahi demi mendapatkan tubuhnya.
Sementara Sky, dia menatap mata Freya, tak lama Sky tersenyum lalu membalikkan tubuh Freya.
“Aku akan membantumu melepasnya sayang.” Freya menurut dan membiarkan Sky melepaskan resleting gaun miliknya. Entah kenapa jantung Freya berdebar saat Sky menyentuh punggung polosnya. Padahal Sky bahkan sudah menyentuh semua anggota tubuhnya tanpa terkecuali. Tak lama Freya menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
“Ck aku sudah melihatnya Freya.” Freya melepaskan tangannya dan tersenyum kecut.
Sky tertawa melihat Freya cemberut, dia membantu Freya memakai dress miliknya sebelumnya. Tak lama kemudian, Sky mengajak Freya keluar dari ruang ganti.
__ADS_1
Venus menatap Sky yang keluar dari ruang ganti bersama Freya. Matanya memerah melihat Sky melingkarkan tangannya di pinggang Freya. Apa maksud Luis ingin mempermainkannya dan membohonginya.
“Gadis sialan, tunggu pembalasan ku.”
Venus meremas gaun mewah yang melekat di tubuhnya saat melihat Sky dan Freya berjalan meninggalkannya.
“Aku tak mau tau, singkirkan dia dari Luis.” Venus menutup sambungan ponselnya pada orang miliknya. Venus tersenyum miring lalu berbalik mengganti gaunnya. Dia tak akan pernah membiarkan gadis itu merebut Luis dirinya.
Sementara Sky yang berjalan menggandeng Freya menuju parkiran merogoh saku celananya. Sky mengeratkan giginya emosi, melihat siapa yang menelponnya.
“Tunggu di mobil.” Kata Sky pada Freya.
Freya mengangguk mengiyakan ucapan Sky, dia berjalan menghampiri mobil Calvin tapi tak lama Freya berbalik lagi dan berjalan menghampiri Sky. Dia lupa dimana Calvin memarkirkan mobilnya.
Freya mengikuti langkah Sky dari belakang. Bibirnya terbuka hendak bertanya. Tapi telinganya mendengar penuturan Sky yang berbicara pada seseorang di sebrang telpon. Freya kembali mengatupkan bibirnya dan menatap Sky tak percaya.
“Ya Freya bukan siapa-siapa, aku akan menceraikan Freya dan menikah dengan Venus, sesuai keinginan mu.”
“.. “
Freya mematung mendengar penuturan Sky. Matanya memerah menahan sakit dan kecewa. Tak lama dia menatap Sky berjalan menghampiri Venus yang baru saja keluar dari butik dan mencium Venus. Freya mengepalkan tangannya melihat pemandangan menakjubkan di depan matanya. Sky ternyata membohonginya, dengan berpura-pura padanya. Jadi selama ini pria itu menganggapnya sebagai mainan.
Freya tertawa mengingat jika dia sangat percaya pada pria itu dan berharap berlebihan. Ternyata semua itu adalah bohong, dan dia memang hanya mainan untuknya. Freya mengusap pipinya yang basah. Ternyata hatinya sangat sakit mendengar kenyataan jika dia hanya mainan ranjang seseorang.
Freya baru sadar jika dia memang gadis yang di beli di tempat pelelangan. Tak mungkin rasanya jika Sky akan memperlakukan dirinya layaknya istri.
“Sadar Freya, siapa dirimu.” Gumam Freya mengusap pipinya yang basah. Hampir saja Freya melabuhkan hatinya pada Sky. Pria itu memang memperlakukan dirinya sangat lembut. Freya pikir semua itu adalah benar. Ternyata semua itu hanya permainan Sky untuk mendapatkan tubuhnya.
“Seharusnya kau tak perlu membuatku berharap tuan.”
Tak lama Freya di kagetkan dengan Calvin yang dari belakang.
“Nona tuan ada urusan penting, saya akan mengantarkan nona kembali ke mension.” Kata Calvin menundukkan wajahnya.
“Ya... “ Jawab Freya serak menahan emosi dan kecewa pada Sky. Dia berjalan menuju mobil yang di tunjuk oleh Calvin.
Di dalam mobil Calvin merasa jika istri tuannya jadi pendiam. Apa yang sedang di pikirkan Freya saat ini.
__ADS_1
“Tuan Calvin, bisa hentikan mobilnya.”
Calvin menginjak pedal remnya dan menoleh ke samping. Calvin heran untuk apa freya menghentikan mobilnya.
“Ayo kita pulang.”
Calvin kembali lagi menginjak pedal gasnya menuju mension mewah tuannya. Sampai di mension Calvin merasa ada yang berbeda dari istri tuannya.
“Apa dia marah tuan tak pulang bersamanya. Apa dia tahu tuan pergi bersama siapa hari ini. Ck rasanya tak mungkin dia tau tuan pergi bersama dengan wanita itu.”
Freya masuk ke dalam kamarnya dan menatap nanar pada kamar Sky. Freya mengusap pipinya yang basah. Freya berjalan masuk ke dalam walk in closed mengganti dress dengan pakaian miliknya.
Freya menggelengkan kepalanya saat dia salah membuka lemari. Freya berniat menutupnya kembali lemari milik suaminya. Taoi matanya tak sengaja melihat sesuatu di lemari pakaian milik Sky.
Freya menoleh ke samping dan dia kembali lagi menatap kotak di depannya. Dengan perasaan penasaran Freya membukanya dan terlihat sebuah cincin bertahtakan berlian di dalamnya.
Tangannya memabalikkan kembar foto di dalamnya, dan tak lama mengusap pipinya yang basah. Freya menutup kembali kotak di depannya lagi. Jangan sampai Sky melihatnya jika dia baru saja membuka barangnya.
Hingga malam Sky belum kembali ke mension. Freya meremas selimut yang menutupinya. Mencoba memejamkan matanya jika semua akan baik baik saja.
*
Sementara Sky mengepalkan tangannya saat melihat di sekelilingnya. Keluarganya dan keluarga Venus rupanya sedang berkumpul di sini. Apa maksud mereka berkumpul di sini. Apa Heidher kembali merencanakan sesuatu.
"Luis, kemarilah kami sudah lama menunggumu."
Heidher tersenyum melihat putranya akhirnya datang juga. Dia pikir Sky akan membantah dirinya.
Sky berjalan mendekati mereka semua, matanya menatap curiga pada Heidher yang tersenyum padanya. Sky tak tau apa rencana Heidher saat ini.
Venus mendekati Heidher dan berdiri i samping Sky. Bibirnya tersenyum mengembang melihat semua keluarganya sudah berkumpul di sini.
"Luis kau dan Venus akan bertunangan malam ini."
.
.
__ADS_1