Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.22# Berkualitas


__ADS_3

Calvin menyuruh mereka berdua duduk di kursi sofa. Calvin menoleh pada tuannya, dia bingung dengan tuannya. Kenapa tuannya diam saja, bukankah dia yang ingin menikah tapi kenapa diam saja. Sebenarnya yang menikah tuan Sky atau dirinya.


"Pilih cincinnya."


Seru Sky tiba-tiba membuat Calvin semakin bingung dengan tuannya. Apa tuannya menyuruhnya untuk memilihkannya. Calvin semakin bingung, dia melirik ke arah dua wanita yang menatap pada tuannya. Tak lama Calvin melirik arah pandang mata tuannya. 


'Gadis ini, ah tidak mungkin, tak mungkin dengan Freya. Wanita yang di beli tuan dengan harga selangit itu. Lagi pula gadis ini jauh di di bawah standar tuan. Selain tubuhnya yang jauh lebih kecil, dia juga memang masih kecil. Berbeda dengan tuan yang tinggi dan besar bahkan usianya juga hampir empat puluh tahun. Tua, ah sudah jelas tua tidak mungkin tuan menginginkan daun muda.'


Pikiran Calvin kemana-mana tentang tuannya. Dia masih bingung dan tak tau, apa yang di inginkan tuannya. 


Sedangkan Freya dia masih berdiri mengamati ruang milik Sky. Terlihat jelas di matanya jika pria itu seorang yang dingin dan datar. Di dalam ruangannya sama sekali tak ada hiasan. Bunga dan yang lainnya misalnya, sama sekali tak ada. 


Sky semakin geram melihat Freya yang diam saja di tempatnya. Nafasnya semakin memburu, tak hanya keras kepala dan bodoh tapi Freya juga sombong dan jual mahal. Apa dia masih tak ingin memilih cincin itu, apa dia ingin cincin yang lain atau apa. Perhiasan yang di miliki wanita itu adalah termasuk yang termahal, lalu Freya ingin yang seperti apa. 


"Tuan sa_"


"Apa kau mendengarku Freya.."


Freya menoleh dan mendongak menatap pada Sky yang berdiri menatapnya tajam.


"Tuan memanggil saya.." Tanya Freya menatap bingung pada mereka bergantian.


Sudah tak bisa di biarkan, Freya sudah menguji kesabaran nya. Bukankah dia yang memintanya untuk menikahinya, lalu kenapa sekarang dia pura pura bodoh dan tak tau apa apa.


"Apa kau tuli, pilih cincinnya." Desis Sky pada Freya.


Calvin shock mendengar penuturan tuannya. Apa mungkin tuannya ingin menikah dengan gadis belia yang di belinya. Benarkah, dia pikir tuannya akan setuju menikah dengan wanita yang dulu di jodohkan dengannya. Calvin menatap tuannya tak percaya. 


"Jadi benar, apa tuan sudah gila, usianya setengah dari tuan." Gumam Calviasih tak percaya. 


Sedangkan Freya, dia melirik ke arah dua wanita yang duduk tak jauh darinya. Lalu Freya menatap satu bok berbagai macam pasang cincin di dalamnya. 

__ADS_1


"Pilih cincinnya dan pergi dari sini." Lanjut Sky. 


"Untuk apa anda menyuruh saya memilih cincinnya tuan.?"


Sky menatap tajam Freya dengan gigi yang gemerutuk menahan emosi. Tak lama Freya menangguk mengiyakan. Apa mungkin pria itu ingin menikahinya, rasanya tidak mungkin. 


"Selera saya tinggi tuan." Berjalan mendekati dua wanita yang duduk di sofa, ekor matanya melirik ke arah Sky. Dia harus memanfaatkan situasi. 


Cih.. 


" Kau pikir aku miskin, ingat berapa aku membelimu. Lagi pula wanita kampung seperti mu mana mungkin tau fashion." Cibir Sky. 


Freya meremas dress miliknya, dia menghembuskan nafasnya perlahan. Matanya meneliti berbagai pasang cincin yang ada di depan matanya. 


"Nona butuh bantuan," Tanya salah satu dari wanita itu dan di balas gelengan kepala Freya. 


"Aku ingin yang ini." Ucap Freya menunjuk pada salah satu pasang cincin di depannya. 


"Nona cincin ini milik orang lain."


Freya mengerutkan keningnya, dia melirik ke arah Sky dan bibirnya tersenyum penuh kemenangan. Dan Sky menoleh ke arah pandang ke dua wanita itu. 


"Oh ya sudah, ku pikir cincin itu bukan milik orang lain."


"Nona silahkan pilih yang lainnya."


"Tidak aku tak menyukai yang lainnya, aku hanya ingin yang ini. Sayang sekali ini milik orang lain, aku hanya menyukainya."


Sky semakin mengeratkan giginya emosi. Freya benar benar menguji kesabaran nya. 


"Nona, bisa pilih yang lainnya lagi pula sepertinya cincin yang nona pilih terlalu besar di jari anda."

__ADS_1


"Ah begi_"


Brakk... 


"Keluar.."


Freya dan kedua wanita itu berjengit kaget mendengar gebrakan meja. Dan Calvin, dia hanya berdiri mengamati mereka berdua dan wajah tuannya. 


Nafas Sky memburu menahan emosi, telinganya terasa panas mendengar ocehan mereka. Apalagi. Mendengar penuturan Freya. 


"Gadis sialan.." Geramnya dengan gigi gemerutuk. 


"Keluar... "


Meski bingung kedua wanita itu berdiri dan pergi dari ruang Sky. Mereka berdua tak mau, menjadi sasaran empuk untuk pria itu, sudah terlihat dari rayy wajahnya yang merah padam. Tapi tidak dengan Freya, Freya tak tau apa pria itu mengusirnya juga atau tidak. 


"Untuk apa kau berdiri disana keluar dari sini." Tukas Sky yang melihat Freya masih di tempatnya berdiri. 


"Cincin itu cincin pernikahan tuan, dan anda meminta saya yang memilih. Itu artinya anda ingin menikahi saya, bukan?"


Tak hanya gigi yang gemerutuk dan kepalan tangannya. Emosi Sky benar-benar sudah di ujung tanduk dan siap meledak, mendengar penuturan Freya. 


"Jika ya itu yang saya inginkan. Dan satu lagi, setelah menikah dengan saya, saya tak ingin mendengar anda mencari wanita di luar sana, karna saya siap kapanpun anda mau. Saya tak ingin tertular virus yang mereka bawa."


"Brengsek siapa dirimu ******." Berang Sky. 


Freya terkekeh, dia menatap manik mata Sky tanpa berkedip. 


"****** ini berkualitas tinggi tuan."


Setelah mengatakan semua itu, Freya berbalik dan keluar dari ruangan Sky. Tak perduli dengan wajah merah padam Sky. Freya yakin jika Sky akan melepaskannya kali ini. Biarkan pria itu muak padanya, itu yang Freya lakukan. 

__ADS_1


"Brengsek.. "


__ADS_2