
Cup..
“Maafkan daddy, hemm..” Ucap Sky berbalik.
“Ausky Luis.” Geram Freya melihat Sky berbalik membawa putrinya.
Sementara Vincent dan Kikan menatap mereka dengan pikiran yang berbeda. Vincent menatap tak percaya pada Freya. Kenapa Freya dan Ausky Luis mempunyai hubungan. Dan apa yang baru saja dia dengar, semua itu tak mungkin kan. Ara seringkali memanggilnya daddy, ya dan Ara sering kali memanggil daddy pada siapapun, termasuk pada orang yang tak di kenalnya.
Sky menoleh ke arah Freya dan menatap datar wanita di depannya. Marah dan emosi melihat wanita di depannya ini ternyata menyembunyikan sesuatu yang besar darinya. Dan Sky yakin jika putri Freya adalah putrinya.
“Dia putriku dan bukan putrimu jangan pernah bermain main dengan ku tuan.” Tukas Freya mengulurkan tangannya pada putrinya. Tapi Sky menyingkirkan tangan Freya terlebih dahulu. Giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak. Freya masih menyangkalnya dan masih saja menyembunyikannya. Sudah bertahun-tahun Freya menyembunyikan hal sebesar ini padanya dan sekarang dia masih ingin menyembunyikan nya.
“Kau sudah berani padaku Freya.” Masih dengan nada dingin mengingat tak hanya menyembunyikan putrinya Freya juga pergi dari mensionnya menemui Vincent.
“Maaf tuan Luis, anda tak bisa membawa anak orang lain begitu saja. Atau saya akan berteriak di sini.” Kata Freya emosi mendengar ancaman Sky padanya.
“ silahkan saja kau ingin berteriak. Kau tau apa akibatnya.” Geram Sky menatap tajam pada Freya dan Kikan yang tak jauh darinya. Giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak pada kedua wanita yang sudah menipunya.
“Kau akan menerima hukuman mu Freya.” Ucap Sky kemudian berbalik dan melangkah pergi membawa putrinya bersamanya.
Melihat Sky membawa putrinya pergi tubuh freya bergetar katakutan. Kakinya lemas bukan main, dan menggelengkan kepalanya berulang kali.
Kikan berlari menghampiri Freya, dengan wajah pucat nya. Dia tak bisa kehilangan cucunya.
“Freya..”
Freya berjengit dan berlari mengejar Sky saat ibunya menyadarkan dirinya. Freya tak perduli dengan rasa sakit di pangkal pahanya saat ini. Dan itu juga karna pria brengsek yang membawa putrinya. Yang harus dia lakukan adalah mengambil putrinya dari Sky.
“Tuan Luis jangan bawa pergi putriku, brengsek.” Teriak Freya emosi dengan nafas yang memburu dan dada yang naik turun.
Sky masih melangkah lebar membawa putrinya dalam gendongannya yang mulai mengantuk di pelukannya. Beruntungnya dia akan tertidur dan mungkin saja tak mendengar umpatan Freya. Sky tak perduli dengan Freya yang mengejarnya. Emosi dan sakit hati jika selama ini Freya menyembunyikan fakta terbesar dalam hidupnya. Sky tak akan pernah memaafkan freya yang sudah menyembunyikan putrinya darinya. Sky bisa merasakan jika gadis mungil di pelukannya adalah putrinya.
“Aku akan membalasmu Freya.” Gumam Sky mengencangkan pelukannya pada putrinya dan mengecup kepalanya berkali-kali gadis mungil yang sudah tertidur pulas di pelukannya.
Matanya berkaca kaca mengingat jika dia mempunyai putri selama ini dan freya sudah membawanya pergi dirinya. Sky mengepalkan tangannya menahan emosi yang ingin meledak setiap kali mengingat Freya yang berani padanya.
__ADS_1
Sky masuk ke dalam mobilnya bersama putrinya yang berada dalam pelukannya.
Tok tok..
“Brengsek berikan putriku tuan.”
“Jalan..” Titah Sky pada Calvin, tak perduli dengan Freya yang berteriak dan menggedor pintu mobilnya. Sky masih sakit hati pada Freya, dan Sky tak akan pernah memaafkan Freya kali ini.
“Tuan.. Tuan.. Jangan seperti ini, buka pintunya.” Teriak Freya dan tak lama dia kaget saat melihat mobil melaju meninggalkannya.
“Tidak tuan..”
“Ara..” Teriak Freya mengejar mobil yang membawa putrinya. Freya tak melihat jika ada gundukan di depannya matanya hanya melihat mobil yang melaju kencang.
Brukk...
Sky tak perduli dengan Freya yang mengejar mobilnya. Tangannya mengelus kepala balita di gendongannya yang tertidur pulas. Tapi tak lama dia melihat Freya yang jatuh tersungkur di aspal. Sky memejamkan matanya melihat Freya yang terjatuh.
“Tuan...”
“Biarkan saja.” Tukas Sky masih dengan mata terpejam, merasakan denyutan dadanya yang sakit.
“Kembalikan dia padaku.” Tunduk Freya menangis segukan.
“Berdiri.. “
Freya mendongak mendengar nada dingin dan berat di depannya. Matanya berkaca kaca melihat Sky di depannya. Freya mengusap pipinya kasar dan secepat kilat berdiri. Bibirnya tersenyum dan melangkah menghampiri mobil Sky. Matanya terbelalak saat tak mendapati putrinya di dalam mobil Sky. Freya berbalik dan menatap punggung lebar Sky.
“Dimana Ara.? “ tanya Freya dengan bibir bergetar.
Sky berbalik dan menatap Freya, emosi, marah dan sakit hati meluap begitu saja saat melihat mata cantik Freya menangis.
“Masuk.. “ Masih dengan nada dingin dan datar Sky tunjukkan pada Freya.
Freya menggelengkan kepalanya mendengar kata Sky. Untuk apa Sky memintanya masuk ke dalam mobil. Apa Sky akan membawanya lagi ke mension dan bertemu dengan istrinya.
__ADS_1
“Tuan..”
“Masuk jika kau ingin bertemu denganya.”
Tak ada yang bisa Freya lakukan selain menuruti kata Sky saat ini. Dia tak ingin kehilangan putrinya, dan dia tak ingin Sky mengambilnya darinya. Apalagi jika Ara harus di asuh dengan ibu tiri. Freya tak bisa membayangkannya, dia tak akan membiarkan hal itu terjadi.
Sky masuk ke dalam mobil saat melihat freya masuk ke dalam mobilnya. Tak lama mobil yang di tumpangi mereka berdua melaju dengan kecepatan tinggi.
Freya masih menundukkan kepalanya, tangannya meremas dress yang di pakainya.
“Dimana Ara.” Tanyanya lirih pada Sky, tanpa mengangkat wajahnya.
Sky melirik Freya dengan ekor matanya. Sky menghembuskan nafasnya perlahan saat melihat lutut Freya yang berdarah.
Tak mendapatkan jawaban dari Sky Freya mendongak menatap Sky yang menatap ke depan.
“Dimana Ara.” Lirihnya menangis, membayangkan bagaimana jika Sky masih kekeh ingin mengambil putrinya. Lalu bagaimana dengan dirinya, dia tak bisa hidup tanpa putrinya.
Sky masih bungkam mendengar pertnyaan Freya. Dia sama sekali tak ingin menjawab pertanyaan Freya. Masih marah dan emosi dihatinya, jika selama ini Freya tak hanya kabur darinya , Freya juga sudah membawa buah hatinya pergi. Sakit hati, mengingat Freya sama sekali tak pernah menginginkan nya dan justru pergi membawa putrinya. Ya sakit, hatinya Sky sangat sakit mengingat freya yang pergi darinya. Jika dirinya salah Sky akui itu, tapi setidaknya Freya memberitahukannya jika dia mengandung benihnya.
Apa dia memang sangat tak berarti untuk Freya.?
Nafas Sky memburu menahan emosi luar biasa. Tangannya terkepal mencoba meredam amarahnya pada Freya.
Masih tak mendapatkan jawaban dari Sky. Freya semakin menangis segukan. Keberaniannya yang selama ini ingin Freya tunjukan oada Sky, andai Sky menginginkan putrinya hilang begitu saja. Nyatanya dia sangat takut melihat tatapan mata Sky padanya. Apalagi saat ini Ara ada di tangannya.
“Jangan mengambilnya dariku, dia putriku. Jangan berikan dia pada istrimu. Aku bisa merawatnya sendiri.”
__ADS_1