
Freya melirik Sky yang berjalan mendekatinya dengan wajah masam dan di tekuk. Freya menghembuskan nafasnya perlahan, dia tau kenapa dengan wajah suaminya.
Sementara Sky, menghampiri keluarganya tak semangat. Bagaimana mau semangat dia baru saja dari kamar mandi hingga menggigil kedinginan. Sudah menggigil, tapi belum berhasil juga alhasil dia keluar dan menyerah. Seumur umur Sky belum pernah bermain solo. Dan untuk pertama kalinya dia melakukannya karna freya.
Senjatanya melemas karna kedinginan bukan karna muntah. Alhasil kepalanya sangat pusing saat ini.
“Daddy sakit..” seru Ara melihat Sky berjalan pelan.
“Ya daddy sakit sayang.” Sahut Sky mendudukkan bokongnya di depan Freya.
Ara beringsut turun dari kursi miliknya dan berjalan ke arah Sky lalu naik ke pangkuan Sky kemudian menempelkan tangannya di kening ayahnya.
Ara mengerutkan keningnya merasakan kening Sky dan membandingkannya dengan keningnya. Sky hanya diam, matanya melirik ke arah Freya yang menundukkan wajahnya. Sky mendengus, dan membuang wajahnya saat Freya menatap ke arahnya.
“Daddy dingin, apa daddy mau minum susu.”
Sky menundukkan wajahnya mendengar kata putrinya. Bibirnya tersenyum masam, dia ingin susu tapi bukan susu yang di maksud oleh putrinya.
Sky menggelengkan kepalanya pada Ara. Sedangkan Ara yang melihat gelengan kkepala ayahnya tersenyum lebar.
“Daddy kenapa lama, Ara dali tadi nunggu daddy kelual kamal.” Cerocos Ara mengadu jika dia terlambat makan karna menunggu Sky yang keluar dari kamar mandi.
“Daddy mandi sayang.” Bukan Sky yang menjawab, tapi freya yang menjawab pertanyaan putrinya. Freya tak ingin Ara bertanya terus pada suaminya. Apalagi melihat wajah sky yang semakin masam dan kusut. Dia tak ingin melihat wajah Sky yang semakin kusut dan menyedihkan.
“Apa daddy belum mandi pagi tadi.” Tanya Ara lagi menatap ayahnya dengan pandangan menyelidik.
“Sudah sayang..”Sahut Sky lirih.
*
“Kirimkan jasadnya.”
__ADS_1
“Baik tuan..”
Calvin melangkah pergi masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan gudang tua dimana Venus di kurung oleh Sky. Dan semalam Calvin di telpon oleh anak buahnya jika Venus telah menjadi mayat dan tubuhnya sudah hampir saja membusuk di dalam gudang.
Mereka tak pernah melihat dan membuka pintunya, mereka hanya memberikan Venus makan dari celah pintu. Itu sebabnya mereka tak tau kapan wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya. Venus mungkin masih beruntung, karna tubuhnya tak menjadi santapan mex. Hewan peliharaan Sky yang ada di belakang mension.
*
“Apa kalian sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan.”
Imelda dan Marcel kaget mendengar penuturan Heidher tiba-tiba. Mereka berdua menoleh satu sama lain, tak tahu apa maksud Heidher.
“Luis sudah memberikan apa yang kalian inginkan. Jadi kembangkan dengan baik Marcel.”
Wajah Marcel dan Imelda pusat pasi mendengarnya. Heidher tau, apa Sky mengatakan pada Heidher jika dia sudah memberikan berkasnya pada mereka.
“Kenapa kalian, tak bertanya padaku jika kalian ingin berkas perusahaan mu Marcel. Bukan Luis yang menyimpannya tapi daddy yang menyimpannya. Kembangkan dengan baik perusahaan itu. Aku rasa, itu cukup untuk kalian berdua dari ku. Maaf jika daddy hanya memberikan salah satu anak perusahaan padamu. Semua yang di kkelola oleh Luis memang milik Luis sendiri. Daddy hanya memberikan perusahaan utama padanya. Aku rasa kalian mengerti dan tau siapa Luis.” Lanjut Heidher menatap mereka berdua yang menundukkan wajahnya.
Tidak..
Dia dan putranya benar, Heidher harus adil pada mereka berdua.
“Tapi kau memang pilih kasih pada Luis Heidher. Bukan hanya perusahaan utama dan beberapa anak perusahaan mu yang kau berikan pada Luis. Tapi kau juga mengatasnamakan mension ini dengan nama Luis. “teriak Imelda pada Heidher.
Heidher tersenyum mendengar suara teriakan istrinya. Dia masih melanjutkan makannya tanpa menjawab pertanyaan Imelda. Hingga membuat Imelda geram bukan main.
“Heidher..”
“Mom.. “ seru Marcel pada ibunya, dia tak ingin mereka bertengkar dengan masalah ini. Marcel memang kecewa dan iri, tapi mau bagaimana lagi. Keputusan Heidher memang tak bisa di rubah. Dari pada dia berakhir di jalanan dengan ibunya dan akan menjadi gembel seperti yang Venus katakan. Lebih baik, dia diam dan menerima apa yang heidher berikan padanya.
“Dia memang pilih kasih padamu Marcel.”
__ADS_1
“Imelda aku rasa kau tau dan menyadarinya, jika hanya Luis satu satunya putraku. Jadi wajar jika aku memberikan padanya.” Ungkap Heidher menaikan nada bicaranya dan berdiri lalu meninggalkan istri dan anak sambungnya.
Setelah Heidher pergi meninggalkan meja. Marcel menatap ibunya dengan pandangan tajamnya.
“Mom, apa mommy ingin Heidher mengusir kita dari mension. Aku tak mau hidup miskin di luar sana mom.” Tukas Marcel meninggalkan ibunya yang duduk di kursi miliknya dan pergi kamarnya sendiri.
Luis sudah meremukkan tulang rusuknya sebelah kiri. Hingga dia harus beberapa hari di rawat di rumah sakit. Semua itu karna Luis yang sudah menghajar dirinya waktu di perusahaan. Dia sendiri tak percaya jika Luis memiliki tenaga yang sangat luar biasa seperti itu. Dia pikir dia bisa mengalahkan Luis. Tapi ternyata dari dulu dia tak bisa mengalahkan Luis dan terutama menghancurkan pria yang menjadi kakak tirinya.
Entah siapa Luis sebenarnya, dia tak tau. Luis bisa mengetahui semua rencananya. Padahal hanya dia dan ibunya yang merencanakan semua itu. Tidak melibatkan orang lain. Tapi tetap saja Luis tau apa yang ada di pikirannya dengan ibunya.
Dan Dia tak ingin berakhir di jalanan lagi. Dia memang sangat membenci Sky, tapi untuk melawan dengan tangannya sendiri Marcel lebih baik memilih diam. Dia sudah tau, jika pria yang menjadi kakaknya itu sangat kuat.
Dan saat ini dia menjadi cacat karna Sky. Beruntungnya dokter tak membedah tulang rusuknya.
“Brengsek.”
*
“Brengsek.” Amuk Keanu melihat wajah putrinya di dalam peti. Menjelang pagi tadi seseorang mengetuk pintunya dan saat pelayan membuka pintunya, hanya ada peti besar di depan pintu.
Tentu saja pelayan heboh dan membangunkannya yang sedang tidur di kamar.
Wajah putrinya yang terlihat pertama kalinya di depan matanya. Berhari hari, Venus tak kembali pulang ke mension. Dia pulang dengan tubuh kaku dan sudah membengkak. Entah apa yang terjadi dengan Venus sebelumnya. Terlihat banyak lebam di wajah dan tubuhnya.
“Apa ini juga, perbuatan mu Luis. Kau tak hanya membuat ku menjadi miskin Luis. Tapi kau juga sudah membunuh putriku Luis, brengsek.” Teriak Keanu, berdiri sempoyongan menyangga tubuhnya sendiri.
Tubuhnya sama sekali tak berdaya dan lehernya juga masih sangat sakit akibat Luis yang mencekiknya kemarin. Ingin berobat ke rumah sakit. Tapi Keanu malu menampakkan wajahnya di depan umum. Tak hanya menjadi miskin, tapi perselingkuhannya juga sudah tersebar di kalangan masyarakat. Itu sebabnya dia malu keluar dari mension. Satu satunya harta mewah yang masih tersisa. Tapi entah dengan kedepannya.
Entah siapa yang membocorkan rahasia perselingkuhannya. Tapi Keanu berpikir jika itu juga karna Luis. Bisa jadi Luis yang melakukannya, dan membongkar rahasianya.
Padahal dia sudah memberikan uang pada Amber yang cukup banyak, agar menutup mulutnya. Wanita yang sedang di rawat di rumah sakit pinggir kota. Keanu mengirim Amber jauh dari kota. Dia tak ingin Amber membongkar rahasia mereka. Tapi sekarang semua itu Cuma cuma rahasianya justru terbongkar juga.
__ADS_1