Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.150# Hati yang cemburu


__ADS_3

“Dia istriku brengsek.” Teriak Sky emosi mendengar pertanyaan bodoh Dava.


Freya dan Ara berjengit mendengar teriakan Sky. Freya menoleh ke arah Sky, dan Ara mendongak menatap Sky dan pria di depannya.


“Sky...” seru Freya menatap ke arah suaminya. Saat ini mereka menjadi pusat perhatian karna teriakan Sky. Sky menoleh ke arah Freya yang menatapnya tajam. Bibirnya mendengus melihat mata Freya yang mendelik ke arahnya.


 Apa salahnya.?


Sementara Dava mengerutkan keningnya melihat Sky dan Freya bergantian. Entah kenapa dia tak percaya mendengar jawaban Sky yang mengatakan wanita di depannya ini istrinya.


Tak lama kemudian Dava menghembuskan nafasnya perlahan. Dia menatap iba dan kasihan pada Freya. Ya kasihan, siapa yang tidak mengenal Ausky Luis, pria Casavona sejati dan mungkin saja gadis di depannya ini salah satu sugar babynya.


Dia mungkin terpaksa menjual tubuhnya untuk mendapatkan biasanya kuliahnya. Dava yakin itu.


“Nona boleh saya tau siapa nama anda.” Tanyanya pada Freya tanpa menoleh ke arah Sky.


Sky semakin mengeraskan rahangnya mendengar pertanyaan Dava lagi. Dia mengencangkan tangannya di pinggang Freya.


“Tuan Dava, apa anda hanya ingin bertanya siapa nama istriku. Silahkan pergi dari sini jika itu yang ingin anda ketahui. Katakan pada tuan David aku membatalkan kerja samanya.” Geram Sky menatap tajam pada Dava. Pria yang jauh lebih muda darinya. Jelas saja ada perasaan cemburu di hatinya, mengingat Dava yang jauh lebih muda darinya. Dia tambah lagi Dava sepertinya menaruh hati pada Freya.


“Maaf tuan,” Jawab Dava melirik ke arah Freya.


“Bagaimana jika kita makan terlebih dahulu sebelum membahas kerja sama kita taun.” Seru Dava lagi dengan niat ingin semakin dekat dengan Freya.


“Uncle mau makan.” Seru Ara tiba-tiba menatap Dava dengan bibir tersenyum lebar. Padahal Sky hendak membuka mulutnya menolak Dava.


“ Princess cantik, uncle sampai lupa ada bidadari di sini.” Imbuh Dava menatap gadis cantik di pangkuan Sky. Sedangkan Ara mencebikkan bibirnya mendengar pria di depannya sampai lupa padanya.


“Uncle juga tampan.” ucap Ara balik memuji Dava.


“Benarkah.” Sahut Dava tersenyum lebar, matanya sesekali melirik ke arah Freya. Dan Sky yang mendengar putrinya memuji Dava mendengus. Dia melirik ke arah Freya yang memotong daging stek di piringnya.

__ADS_1


Freya tak perduli dengan mereka bertiga. Apalagi melihat wajah Sky, Freya gondok melihatnya. Saat ini dia sangat lapar dan ingin menikmati makan siangnya.


Dava melambaikan tangannya pada pelayan agar memindahkan semua yang ada di mejanya kemari.


Sky sesekali menyuapi Ara yang duduk di pangkuannya. Bibirnya tersenyum mengecup pipi kembung Ara yang penuh dengan potongan Stek.


“Sayang apa kau ingin yang lain.” Tanya Sky pada Freya. Entah kenapa dia merasa Freya sedikit rakus. Apa dia yang tak pernah memperhatikan porsi makan istrinya yang sebenarnya.


“Aku ingin daging asap Sky.” Sky menganggukan kepalanya.


“Nona, anda bisa mengambilnya milik sa_”


“Aku bisa memesannya untuk istriku.” Ketus Sky melambaikan tangannya pada pelayan dan memesannya.


Dava tersenyum masam mendengar penuturan Sky. Dia masih belum percaya wanita di samping Sky adalah istrinya.


Hingga setengah jam kemudian, sekertaris Dava datang. Dan mereka pindah ke ruang VIP. Sementara freya dan putrinya masih duduk di kursinya. Dia tak ingin ikut dengan suaminya masuk ke dalam. Untuk apa pikirnya, itu bukan urusannya dan dia sama sekali tak tahu apa apa.


Kate bergelayut manja di lengan pria yang bersamanya. Tak lama dia mengepalkan tangannya melihat Freya duduk bersama dengan anak kecil tak jauh darinya.


“Sayang apa kau ingin membantuku.” Bisik Kate di telinga kekasih barunya.


“Hemm..” Tanya sang pria mengerutkan keningnya mendengar penuturan Kate.


“Wanita itu, dia wanita yang sudah merebut kekasihku dan dia juga yang membuat wajahku membiru sebelumnya.”


Dia menoleh kearah Freya yang duduk di salah satu kursi sofa. Tatapan matanya menatap Freya dan gadis kecil di sampingnya.


“Brengsek..” Umpannya berdiri menghampiri Freya.


Kate tersenyum melihat kekasihnya berdiri dan menghampiri Freya. Dia juga ikut berdiri dan menghampiri Freya. Kate yakin kali ini Freya akan mendapatkan balasannya. Semoga saja kekasihnya membalaskan dendamnya.

__ADS_1


Brakk..


Freya dan Ara berjengit kaget melihat meja di depan Freya terbalik. Seketika Ara menangis kencang karna kaget dan takut melihatnya. Di tambah lagi melihat pria yang berdiri di depannya. Jelas saja Ara takut bukan main. Selain banyak tato di lengannya dia terlihat menyeramkan.


“Sayang..”Freya langsung menggendong Ara yang menangis dan menoleh ke arah pria di sampingnya.


“Apa yang tuan lakukan, kenapa tuan menakuti putri saya.” Geram Freya mengusap kepala Ara di peluakannya dan menyembunyikan wajah Ara di dadanya.


“Sayang kau sudah membuatnya takut.” Seru Kate dari belakang pria tinggi sidikit hitam di depannya. Freya menoleh kearah Kate dan dadanya bergemuruh menahan emosi. Wanita yang dulu dia anggap sahabat ternyata yang melakukan semua ini.


“Apa maumu Kate, kenapa kau selalu mengusikku.” Kata Freya menatap emosi pada Kate. Tak hanya marah, Kate yang selalu mengusiknya, kali ini Freya marah karena Kate sudah keterlaluan. Apalagi Ara bersamanya saat ini.


“Freya, Freya, aku tau kau hanya menjadi babysitter. Ck.. Kemana kesombongan mu waktu itu. Ternyata kau hanya pengasuh anak majikanmu.” Sinis Kate melihat Freya dengan tangan yang terkepal erat.


Iri melihat Freya yang semakin hari semakin bertambah cantik. Apalagi melihat pakaian yang di pakai Freya setiap kali bertemu. Jauh tak seperti dulu yang hanya memakai kaos dan rok di tubuhnya. Saat ini Freya bahkan memakai dress yang terlihat sangat mahal.


“Mau menjadi apapun aku, itu bukan urusanmu Kate.” Desis Freya berbalik dan mengambil tas miliknya. Dia tak ingin meladeni Kate, Freya tak ingin terjadi keributan lagi. Apalagi ada Ara bersamanya.


Melihat freya yang pergi, emosi Kate semakin memuncak dadanya naik turun dan tangannya terkepal erat menahan emosi. Kate melangkah lebar mengikuti Freya dan tangannya terulur menarik bahu Freya dari belakang.


Sett..


"Jangan coba coba menyentuh istriku nona." Geram Sky mencengkram tangan Kate dengan tangan besarnya. Terang saja Kate meringis kesakitan saat tangannya di cengkram erat. Kate merasa tangannya seperti mau patah saat ini. Dia menoleh ke samping dan wajahnya seketika gemetar ketakutan melihat wajah Sky yang terlihat mengeras.


"Tuan.. lepaskan saya." hiba Kate pada Sky, tangannya sungguh sangat sakit dan mau patah. Kate tak tau, siapa pria di sampingnya dan kenapa dia melukainya seperti ini.


Sementara freya yang mendengar suara suara teriakan di belakangnya menoleh ke belakang.


"Sky.."


 

__ADS_1


__ADS_2