
“Terima kasih tuan.” Jawab Freya tersenyum tipis di bibir seksinya pada Dava. Dan Dava yang melihat senyum freya padanya, jantungnya semakin berdebar kencang. Sungguh Dava, semakin jatuh cinta pada Freya. Wanita pertama yang sudah membuatnya jatuh cinta dan juga tak bisa hilang dari kepalanya.
Sementara Freya melirik ke arah Sky, saat dia merasa suaminya semakin mengencangkan pelukannya padanya.
“Saya hampir tak mengenali anda nona” ucap Dava tersenyum kemudian tangannya menyambar gelas di atas nampan yang di bawa oleh pelayan.
“Untukmu nona.” Ucap Dava menyodorkan gelas berisi wine untuk Freya..
Sky tersenyum penuh kemenangan pada Dava. Dia menyambar gelas di tangan Dava lebih dulu dan menenggaknya hingga habis. Lalu Sky menyimpan gelas kosong di tangannya kembali pada pelayan yang berjalan berlalu lalang.
“Maaf tuan Dava, istriku tak meminum alkohol. Terima kasih wine nya.” Ucap Sky menarik sudut bibirnya keatas, melihat wajah merah Dava yang terlihat emosi padanya.
Sementara freya menatap Sky dan Dava bergantian. Dia sedikit aneh melihat mereka berdua yang terlihat seperti musuh. Bukankah mereka berdua adalah rekan bisnis. Lalu kenapa mereka berdua seperti lawan yang saling ingin menjatuhkan. Apa karna kejadian beberapa hari lalu di mension Sky.
“Nona bagaimana anda bertemu dengan tuan Luis. Saya tidak percaya saat mendengar mereka mengatakan jika nona adalah wanita yang di beli oleh tuan Luis.” Seru Dava ingin tau yang sebenarnya.
Deg..
Jantung Freya berdetak lebih kencang mendengar penuturan Dava. Dava tau jika dia wanita dari tempat pelelangan.
Sementara Sky mengepalkan tangannya mendengar penuturan Dava. Dia juga bisa merasakan tubuh Freya yang menegang.
“Tuan Dava, siapapun istriku, aku mencintainya. Dia adalah ibu dari anak-anak ku.” Tukas Sky menoleh ke arah Freya dan menatapnya penuh cinta. Kemudian mencium bibir Freya dan menyesapnya di tengah-tengah kerumunan orang. Sky tak perduli dengan dirinya yang akan menjadi pusat perhatian mereka. Pada dasarnya, sedari tadi, Sky tau jika mereka mencuri pandang pada Freya, terutama kaun pria.
Itu sebabnya, Sky ingin menunjukkan jika Freya adalah miliknya. Freya adalah istri dan ibu dari anak-anaknya. Dia tak akan membiarkan siapapun merebut Freya darinya, termasuk Dava.
Dan Dava yang melihat aksi Sky saat ini mengepalkan tangannya dan dadanya bergemuruh hebat. Cemburu melihat wanita yang diam diam mencuri hatinya di cium oleh pria lain di hadapannya. Dan sialnya lagi dia adalah suaminya.
Bukan hanya Dava, semua para tamu undangan juga tak kalah shock melihat aksi Sky pada wanita yang bersamanya. Mereka semua tak menyangka, pria yang selalu dingin dan bengis itu mencium wanita yang bersamanya di tengah tengah pesta.
Meski mereka tau jika Luis adalah pria yang suka bergonta-ganti teman ranjang. Tapi mereka tak pernah melihat Ausky Luis mencium seorang wanita di tengah kerumunan orang.
__ADS_1
Apalagi Venus istrinya, jangankan mencium seperti itu. Menggandeng tangannya saja, mereka tak pernah melihatnya. Padahal mereka sering datang di sebuah pesta. Tapi mereka terlihat seperti orang asing dan tak saling mengenal satu sama lain.
Lalu siapa wanita yang bersama Ausky Luis saat ini.?
“Sky..” Bisik Freya setelah Sky melepaskan tautan bibir mereka. Freya menyembunyikan wajahnya yang memerah menahan malu di dada bidang suaminya.
“Maaf sayang.” Kata Sky melihat Freya yang menundukkan wajahnya.
Tak lama kemudian Sky menarik pinggang Freya dan membawanya pada pemilik pesta. Tak perduli dengan semua orang yang melihat kearahnya.
Apalagi Dava yang menatap tajam padanya. Sky tau Dava sangat ingin berebut Freya darinya. Dan yang membuat Sky emosi, Dava mengetahui siapa Freya sebenarnya. Meski itu tak masalah dengannya. Tapi Sky tak ingin Freya sedih dan banyak pikiran.
Sementara Dava yang melihat Sky membawa Freya berjalan mendekati pemilik pesta, mengepalkan tangannya emosi. Dadanya naik turun menahan cemburu dan emosi yang luar biasa melihat betapa posesif nya Luis pada freya. Apalagi melihat Sky mencium bibir Freya di tengah-tengah pesta seperti ini. Jelas saja Dava tau maksud Sky. Apalagi jika bukan ingin mengatakan pada mereka jika Freya adalah istrinya.
“Brengsek..” Gumam Dava menatap punggung keduanya menjauhinya. Dan tak lama dia melihat Sky membawa Freya pergi meninggalkan pesta.
*
Freya menatap suaminya yang keluar dari kamar mandi. Dia masih belum percaya dengan apa yang terjadi di pesta tadi.
Cup..
Bug..
Sky terkekeh melihat wajah Freya memerah. Dia tau wajah Freya merah bukan karna marah, tapi karna malu. Sementara Freya, bibirnya mendengus melihat Sky tertawa, dia tau suaminya sedang mengejeknya.
Freya membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan membelakangi Sky. Dan Sky yang melihat itu ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk Freya dari belakang. Hidungnya mengendus leher freya dan menghirup aroma khas tubuh Freya yang membuatnya candu. Sky menempelkan bibir basahnya di ceruk leher freya dan menyesapnya.
Terang saja tubuh Freya seketika merinding. Hasratnya tiba-tiba melambung tinggi saat merasakan sentuhan bibir Sky di lehernya. Dia membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.
“Apa kau menginginkan ku sayang.” Tanya Sky melihat mata sayu Freya yang menatapnya. Dan Freya menggigit bibir bawahnya sendiri mendengar pertanyaan Sky padanya.
__ADS_1
“Sky apa kau tak lelah, jika aku memintanya.” Tanya Freya menatap penuh tanda tanya pada suaminya.
Sky mengerutkan keningnya mendengar penuturan Freya. Tapi tak lama Sky menyambar rakus bibir Freya, saat menyadari apa yang di maksud Freya. Dia tak ingin Freya menganggapnya lemah yang akan membuat Freya mencari pria di luar sana. Dia masih bisa membuat Freya bertekuk lutut padanya.
Sky kembali lagi bercinta dengan Freya setelah pulang dari pesta. Mereka berdua menghabiskan waktu untuk bercinta hingga lewat tengah malam, Sky baru mengakhiri percintaan panas mereka berdua.
*
“Brengsek..”
Prang...
“Ah kenapa harus Luis, cih.. Pria tua itu sama sekali tak cocok untuk Freya. Freya masih cantik dan muda. Lalu Sky, dia jauh di atas ku, dan dia hampir memasuki usia lima puluh tahun. Kenapa harus Luis bukan diriku yang kau pilih Freya.” Racau Dava di dalam kamar apartemen miliknya.
Dava terus meracau dan bergumam menyebutkan nama Freya. Tapi dia akan mengumput Sky dan mengejeknya tua saat mengingat Freya milik Sky bukan miliknya.
Hingga pagi Dava terus meracau dan mengumpat. Dan tak lama Dava tertidur di atas sofa dengan posisi yang duduk.
*
Pagi harinya..
Dava membuka matanya dan mengedarkan pandangannya ke sembarangan arah. Dia menundukkan wajahnya saat melihat beberapa pecahan botol berserakan di atas lantai.
Tangannya memijit kepalanya yang pusing. Dia masih mengingat kenapa dia berakhir mabuk semalam. Dan yang lebih parahnya lagi, banyak botol berserakan ri atas lantai.
“Sial..” Umpat Dava berdiri dan berjalan sempoyongan menuju ke kamar miliknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Berbeda dengan Dava yang mabuk, pagi ini Sky dan Freya kembali lagi bercinta hingga matahari hampir meninggi. Setelah percintaan panasnya semalam, kali ini Freya dan Sky melanjutkan ronde kedua lagi hingga matahari meninggi mereka berdua belum mau mengakhiri percintaan panas mereka berdua.
Dan Sky baru mengakhiri percintaan panas mereka berdua saat mendengar suara teriakan putrinya yang menggedor pintu kamarnya.
__ADS_1
Cup...
Sky mengecup perut Freya saat dia baru saja menyemburkan bibitnya di dalam rahim Freya. Sky berharap Freya hamil kembali. Dia ingin menjadi pria beruntung yang setia merawat istri yang sedang mengandung buah cintanya. Dan Sky sangat berharap Freya akan menjadikan dia pria paling beruntung itu.