Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 101# Bodohnya Freya.


__ADS_3

“Maaf..”


Freya menundukkan kepalanya melihat tatapan tajam Sky padanya.


Sementara Sky menggendong putrinya dan berjalan melewati Freya pergi ke meja makan. Tak perduli dengan Freya yang menatap nya. Freya menoleh ke arah Sky yang pergi meninggalkan nya begitu saja. Freya mendesah kasar, dan tak lama dia mengikuti langkah lebar Sky.


“Daddy Ala suka steak.”Teriak Ara melihat makanan kesukaannya ada di atas meja makan.


Sky tersenyum dan mengusap kepala putrinya. Dia mengambil steak dan memotongnya sangat kecil. Tatapan matanya melirik ke arah Freya yang berdiri di depan pintu.


“Duduk..” Masih dengan nada dingin dan tak bersahabat terdengar di telinga Freya.


Freya menoleh ke kiri dan kanannya, melihat apakah Sky berbicara dengannya atau tidak. Dan tentu saja Sky mendengus melihatnya.


“Freya.. “ geram Sky menoleh ke arah freya dan menatapnya tajam.


“Ya..” Freya berjalan mendekati Sky dan putrinya. Dia melirik ke arah putrinya dan tersenyum saat melihat pipi Ara terlihat mengembang.


“Daddy lagi..”


“Ya sayang..” Sky kembali lagi menguapkan steak ke dalam mulut putrinya yang sudah di potong kecil kecil.


“Apa kau hanya akan melihat kami, makan.” Titah Sky tanpa menoleh ke arah Freya.


Sky hanya melirik ke arah Freya dan mengabaikannya. Dia masih makan bersama putrinya bersama. Mengusap bibir Ara yang terkena kecap dan menguapkannya lagi.


Freya tersenyum kecut melihat mereka berdua yang mengabaikan nya. Rupanya putrinya juga sekarang sudah ikut mengabaikannya. Bagaimana jika Ara melupakannya dan Sky akan membawa Ara pada Venus. Lalu mereka akan hidup bertiga dan menyingkirkannya sebagai itu.


Freya menggelengkan kepalanya membayangkan kedepannya nanti. Dia tak bisa hidup tanpa putrinya.


“Semua yang kau bayangkan akan terjadi jika kau tak menurut padaku.”


Freya terkesiap mendengar penuturan Sky. Dia menggelengkan kepalanya bergetar. Matanya berkaca kaca, menyadari kesalahannya, selama ini. Freya menundukkan wajahnya dan membalikkan piring di depannya.


Sky mendesah kasar melihat tangan Freya yang bergetar. Apa Freya sangat bodoh, kenapa dia harus berpikiran macam macam tentangnya. Hati Sky tak tega sebenarnya pada wanita cantik di depannya, tapi Freya sangat keras kepala. Dia tak ingin Freya pergi lagi dirinya.


“Daddy di kamal Ala tak ada boneka, mommy tak membawanya.” Mata Ara berkaca kaca mengingat boneka kesayangannya tak ada di kamarnya saat dia bangun tidur.


Sky mengusap pipi putrinya yang basah dan mengecup pipinya berkali-kali.


“Apa Ara ingin membeli boneka yang besar dan banyak, daddy akan membelinya untuk princess daddy.” Ara tertawa riang lalu mencium pipi kasar Sky yang di tumbuhi bulu bulu halus. Ara cekikikan merasakan kasar di bibirnya.


“Mommy daddy benal sudah punya uang banyak, mau beli boneka untuk Ala.” Menoleh ke arah ibunya yang di angguki oleh Freya.

__ADS_1


Freya melirik ke arah Sky yang masih menampilkan wajah dinginnya padanya. Menoleh ke arah steak di piringnya dan memakannya. Entah steak nya yang tak enak dan terasa hambar atau karna Freya sama sekali tak menikmatinya dan hanya ada rasa was was di kepalanya dan hatinya.


*


Sementara Venus di mansion Sky menjambak rambutnya frustasi. Dia tak percaya jika dia akan bercinta bersama Marcel dj dalam mobil. Pria yang menjadi mantan kekasihnya dulu dan pria yang sangat Venus benci. Venus menyesal dulu telah menyerahkan mahkota miliknya pada Marcel. Dia pikir Marcel pria kaya dari putra Heidher. Ternyata putra Heidher adalah Sky dan bukan Marcel yang hanya anak tiri. Dan sekarang dia sama sekali tak bisa mendapatkan Luis.


“Brengsek, bagaimana jika Luis tau aku sudah bercinta dengan Marcel.” Venus frustasi dan menjambak rambutnya sendiri. Dia mengutuk kebodohannya sendiri yang terbuai saat wajah Marcel sangat dekat dengannya.


Tak mendapatkan hak dari Luis membuat jiwa Venus haus akan sentuhan. Venus memang sering melampiaskan hasrat nya pada pria club malam. Itupun dia harus bersembunyi sembunyi, dan jangan sampai orang yang dia kenal mengetahuinya. Lalu bagaimana dengan Marcel, apa dia akan mengatakan pada Luis,.


“Sial..”


Venus menyambar ponsel di atas meja dan menekan tombol di ponselnya.


“Sambungkan ponselnya pada suamiku.” Kata Venus tanpa mendengarkan salam dari wanita di sebrang telpon.


“Maaf nyonya, tuan Luis hari ini tak masuk ke perusahaan.” Jawab wanita di sebrang telpon.


Venus mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari sekertaris Luis. Apa Luis ada di rumah sakit menunggu Elard. Apa Elard sedang tak baik baik saja.


Bibir Venus tertarik lebar membayangkan jika remaja sialan itu akan mati. Itu artinya tak ada lagi yang akan menghalangi dirinya untuk bersama dan menggoda Luis.


Semua yang di pikirkan Venus berbanding dengan keadaan Elard saat ini. Remaja yang terbaring  lima hari membuka matanya.


Calvin tersenyum melihat mata Elard terbuka. Dia menekan tombol merah di atas ranjang memanggil dokter.


“Mencari daddy mu.” Elard tersenyum dan menganggukan kepalanya.


“Dia akan datang kemari nanti.” Elard tersenyum mendengarnya. Dia tau jika ayahnya sangat sibuk,.Dan Elard tau jika Luis tak bisa menjaganya terus.


*


Freya mencari keberadaan Sky yang menghilang dari mension. Setelah menidurkan Ara Sky pergi begitu saja tanpa pamit padanya.


Freya tersenyum masam, mungkin saja Sky pergi menemui istrinya. Apalagi semalam dia tidur bersamanya, pasti istrinya mencarinya.


“Huh, rakus.”


Tak lama Freya di kejutkan dengan beberapa pelayan yang masuk ke dalam membawa boneka di tangan mereka.


“Nyonya tuan meminta kami membawa boneka ini ke kamar nona muda.”


“Hah.. Ah i_ya.” Jawab Freya yang masih kaget melihat banyaknya boneka di tangan mereka. Sky membelikannya untuk putrinya dan sebanyak ini.

__ADS_1


Freya mengikuti langkah mereka dari belakang dan masuk ke dalam kamar putrinya. Dia tak percaya melihat semua boneka yang tergeletak di atas lantai. Tak lama kemudian Freya di buat shock lagi jika bukan hanya boneka, tapi mainan yang lainnya juga Sky beli.


“Apa dia pikir putriku penjual .” Kesal Freya  melihat banyaknya mainan di dalam kamar.


Freya duduk di atas ranjang dan memijit kepalanya yang pusing. Bibirnya mengutuk Sky yang Keterlaluan padanya. Dia sudah mengambil ponsel miliknya. Bagaimana dia menghubungi ibunya, jika dia baik baik saja. Sebelumnya Sky bahkan menghancurkan ponsel miliknya karena Vincent yang menelponnya.


“Apa Sky tau jika dia dan Vincent menjalin hubungan.... Oh Tuhan..” desah Freya mengusap wajahnya kasar.


Vincent, bagaimana dengan pria itu. Pria yang menjadi kekasihnya selama setahun ini. Dia datang kemari hanya sebentar dan itu juga karena permintaan Vincent. Desain miliknya katanya tak sesuai dengan permintaan. Itu sebabnya Freya datang kemari dan ingin datang ke perusahaan dan menandatangani kontrak.


Entah dirinya yang bodoh atau apa. Freya tak menyangka jika dalam beberapa jam Sky sudah menemukannya. Andai Vincent tak memaksanya datang kemari dan Vincent bisa merayu sahabatnya. Freya tak perlu kemari.


*


“Bibi katakan padaku, apa Ara putri tuan Luis.” Tanya Vincent pada Kikan yang duduk di depannya. Semalam dia sama sekali tak bisa tidur nyenyak memikirkan Luis yang membawa Freya dan putrinya.


“Ya dia putra Luis Romanov.” Jawab Kikan mendesah kasar.


Perjuangannya sia sia selama lima tahun untuk bersembunyi dari Luis. Dia pikir lima tahun pria itu sudah melupakan putrinya. Apalagi dia sudah berkeluarga bersama wanita lainnya. Kikan tak percaya mengingat baru setengah jam di bandara Luis sudah membawa cucunya pergi. Di tambah Freya juga bersamanya.


Kali ini Kikan tak bisa berbuat banyak. Semua uang yang di punya sudah dia pergunakan untuk kabur membawa Freya. Dan ternyata semua itu sia sia, dan semoga saja Freya baik baik saja bersama cucunya.


Vincent mendesah kasar mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Dia tak pernah berpikir sama sekali wanita yang di cintainya adalah milik Ausky Luis Romanov. Apa dia harus merebut Freya dari Luis. Freya adalah kekasihnya dan Luis adalah pria brengsek yang hanya menginginkan tubuh Freya.


Vincent tau kenapa Freya bisa memiliki anak bersama pria brengsek itu. Apalagi jika bukan, pemaksaan. Pasti Freya adalah salah satu korban dari Ausky Luis. Pria brengsek yang suka bergonta-ganti wanita dan Freya adalah salah satu korbannya.


“Brengsek..” gumam Vincent mengeratkan giginya emosi, membayangkan saat ini Freya masih di tangan Luis.


 Kikan melirik ke arah Vincent yang berdiri dan pergi meninggalkannya. Dia bingung kenapa harus seperti ini. Dia pikir Sky sudah melupakan Freya. Dan terbukti saat ini jika Luis tak akan melepaskan Freya. Ditambah lagi ada Ara. Lalu bagaimana dengan Freya. Freya tak seperti yang terlihat. Dia pasti tak bisa melawan wanita yang menjadi istri Luis.


“Bagaimana jika wanita itu menyakiti Freya dan Ara.” Kikan mengusap wajahnya kasar. Bukan hanya Freya yang menyesal datang kemari tapi Kikan juga menyesal datang kemari. Padahal kedatangan mereka sudah sangat rapi, tapi entah kenapa masih saja tercium dan ketahuan. Dia pikir Sky tak akan perduli dan sudah melupakan Freya. Tapi ternyata tidak. Lima tahun yang sia sia. Bagaimana jika Luis menyiksa Freya lagi.


“Tuhan lindungi mereka dari Luis?”


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2