
Sampai di mension mewahnya Sky melirik mobil yang terparkir di sampingnya. Sky menarik nafasnya dalam.
“Sejak kapan dia datang.” Tanya Sky pada Calvin.
“Empat jam yang lalu tuan.”
Sky.menoleh ke arah Calvin mendengar jawaban Calvin padanya. Tak lama dia mengikuti Freya dari belakang. Sampai di dalam mansion Sky bisa melihat ayahnya sedang bermain bersama Ara.
“Mommy..” Freya tersenyum mendengar teriakan putrinya.
Ara yang melihat ibunya berlari dan meminta gendong pada Freya. Sementara Sky menatap Heidher tak berkedip.
“Bawa Ara kekamar sayang.”
Freya melirik ke arah Sky dan Heidher bergantian mendengar perintah suaminya. Tak lama Freya membawa Ara bersamanya masuk ke dalam kamar. Dia tak ingin Sky marah dan Ara mendengarnya.
“Untuk apa kau datang kemari, Heidher.”
“Luis..” seru Heidher menatap Sky dengan tatapan iba. Dia tak percaya jika putranya akan melarangnya bertemu dengan cucunya sendiri.
“Daddy tau daddy salah, daddy minta maaf.” Sesal Heidher menatap Sky dengan pandangan menunduk.
Sementara di samping Heidher, Elard menatap kakeknya iba. Dia tau jika kakeknya menyesali perbuatannya. Dia sudah melihat bagaimana kakeknya bersama Ara.
“Aku akan membunuhmu jika kau berani memisahkanku lagi dengan mereka Heidher.” Tekan Sky berjalan meninggalkan Heidher di ruang tengah.
Elard yang melihat ayahnya pergi melirik ke arah kakeknya.
“Opa..”
“Opa akan pulang, rapikan mainan ini Elard.”
Tak lama Heidher keluar dari mension ayahnya bersama orang kepercayaannya. Elard hanya menghembuskan nafasnya perlahan melihat perseturuan mereka berdua masih berlanjut. Semoga saja daddy nya memaafkan kakeknya kali ini. Dia kasihan melihat, tubuh tuanya yang rapuh. Tapi ini juga kesalahannya, mungkin daddynya tak ingin Freya dan Ara, pergi lagi.
Cup...
“Daddy tadi Ala main selam selam sama opa. Ala juga main kuda sama opa dad. Telus Ala sudah minum susu sama opa tadi. Opa yang bikin susunya, kemanisan mom.” Adu Ara pada ibunya kemudian menoleh pada Freya.
Freya hanya menganggukan kepalanya, dia melirik Sky yang masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
“Ara sudah minum susu.” Ara menganggukan kepalanya dan melompat lompat di atas kasur Freya.
Lima belas menit kemudian, Sky keluar dari dalam kamar mandi. Dia menatap dua wanita yang paling berharga dalam hidupnya. Sky mendesah kasar mengingat Heidher datang kemari tadi. Dia tau Heidher datang merindukan cucunya, tapi tetap saja dia masih terlalu kesal dengan kesalahan ayahnya dulu yang membuat Freya pergi darinya meski semua itu bukan kesalahan Heidher sebenarnya.
Melihat suaminya keluar dari kamar mandi, Freya bangkit dan mengambil setelan pakaian untuk suaminya.
“Daddy, tadi Ala main sepelti ini sama opa.”kata Ara memperagakan apa yang dia dan Heidher lakukan tadi.
“Benarkah sayang.?” Ara menganggukan kepalanya. Dia tertawa saat Sky lagi lagi menciumnya. Dagu dan pipi Sky yang kasar, terasa geli di kulit Freya. Dia berteriak memanggil ibunya agar mengusir Sky yang menciumnya.
Freya hanya menoleh ke belakang dan tersenyum tipis. Dia ingat saat seperti ini, ketika Vincent bersama Ara. Pria itu sudah sangat baik padanya. Dia sering datang membawa mainan untuk Ara. Dia juga sudah sangat dekat dengan Ara. Mereka bertiga sering menghabiskan waktu bertiga meski kadang dia tak nyaman dengan perhatian Vincent padanya. Tapi Freya tau jika Vincent mencoba menjadi yang terbaik mengambil hati putrinya.
Cup..
“Apa yang kau pikirkan.” Kata Sky tiba-tiba mengagetkan Freya yang berdiri melamun di depan lemari.
Freya menoleh ke atas kasur dan tak mendapati putrinya di atas ranjang. Apa dia terlalu lama berdiri mematung di sini, hingga dia tak sadar putrinya sudah tak ada di kamarnya. Freya mendongak menatap mata suaminya yang juga menatapnya.
Freya menggigit bibir bawahnya sendiri. Gugup melihat mata Sky menatap intens padanya. Apa Sky menyadarinya jika dia sedang memikirkan Vincent.
“Aku..”
Cup..
Freya melepaskan tautan bibir Sky dari bibirnya. Dia menatap mata Sky yang sangat dekat dengannya.
“Dimana Ara.?” Sky bungkam mendengar pertanyaan Freya. Tak lama Sky menyerang Freya kembali dan menyambar bibirnya. Cemburu, jelas saja cemburu, saat Freya bertanya dimana putrinya. Sky tau jika Freya hanya mengalihkan perhatiannya yang sebenarnya.
Freya terengah engah saat Sky dengan kasar mencium bibirnya. Freya memukul dada bidang Sky agar Sky melepaskan dirinya.
Sky tak perduli dengan Freya yang berontak. Cemburu mengingat Freya masih memikirkan pria lain dan itu pasti adalah Vincent. Pria yang menjadi kekasih Freya, saat dia pergi darinya. Sky tau bagaimana hubungan mereka berdua. Sky sudah mencari tau, tentang hubungan keduanya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama dengan putrinya. Sky bahkan tau, dimana saja Vincent mengajak Freya kencang berdua.
Vincent dan Freya sering menghabiskan waktu bersama dan liburan bersama. Salah satunya yang membuat Sky berang dan sangat cemburu adalah Freya dan Vincent sudah pernah menginap berdua dalam satu kamar.
Hotel, Vincent pernah membawa Freya menginap di dalam hotel. Dan Sky tak bisa membayangkan apa yang mereka lakukan di dalam kamar hotel. Sebagai pria dewasa Sky bisa menebak apa yang mereka lakukan di dalam sana.
Sky menggigit bibir bawah dan atas Freya bergantian. Dia juga menyesap bibir Freya rakus dan kasar. Cemburu buta mengingat jika Freya masih memikirkan Vincent, jelas saja Sky sangat cemburu mengingat mungkin saja Freya teringat dengan malam panas mereka berdua.
“Sky..” seru Freya dengan nafas yang memburu. Dia mendongak menatap mata Sky saat suaminya melepaskan tautan bibir mereka. Ada apa dengan suaminya, dia seperti Sky yang dulu saat pertama kalinya dia dan Sky menyatu.
__ADS_1
“Ada_”
Pertanyaan Freya tenggelam di tenggorokan Freya saat lagi lagi Sky menyambar bibirnya. Tapi tak lama Freya menggigit bibir Sky sampai berdarah dan Sky baru melepaskan tautan bibir mereka.
“Ausky Luis.”teriak Freya berang, mendapatkan ciuman yang sangat kasar kembali dari suaminya. Freya berbalik dan melangkah pergi dari hadapan Sky.
Freya tak percaya dengan suaminya yang berlaku kasar padanya. Ada apa dengan Sky, kenapa dia sangat kasar dengannya.
Sementara Sky melihat Freya meninggalkannya terkesiap. Dia memejamkan matanya menetralkan rasa cemburunya pada Vincent. Seharusnya dia bisa menerima Freya apa adanya. Freya sudah pernah menikah dan dia juga pernah merasakan tubuhnya menyatu. Dan Freya pasti juga membutuhkan tuntutan jasmaninya.
Entah kenapa saat anak buahnya mengatakan jika Freya dan Vincent pernah menghabiskan malam berdua di sebuah hotel, dada Sky sangat cemburu. Padahal mereka sudah mengatakan itu lima hari yang lalu. Mungkin rasa cemburu itu datang karna Sky yang melihat Freya melamun tadi. Itu sebabnya dia marah pada Freya karna cemburu.
Sementara Freya pergi ke bawah dan melihat Elard sedang menidurkan Ara. Elard menggelengkan kepalanya melihat Freya yang menghampirinya. Freya hanya pasrah melihat putrinya tidur bersama Elard.
Freya hanya duduk di kursi sofa melihat Elard yang menidurkan putrinya. Freya menatap putra angkatnya itu. Freya yakin jika Elard bukanlah anak sembarangan. Sudah terlihat dari postur tubuh Elard yang sangat tinggi seperti Sky.
Freya mendesah kasar mengingat suaminya yang bersikap kasar tadi. Ada apa dengan suaminya tadi. Hingga setengah jam kemudian, Freya mengikuti langkah Elard masuk ke dalam kamar putrinya.
Bersama dengan Sky yang keluar dari kamar mereka. Sky manatap mata Freya bersalah.
“Sa_”
“Elard biarkan Ara sama mommy.” Freya menghentikan langkah Elard dan tak lama kemudian freya mengambil Ara dari gendongan Elard dan masuk ke dalam kamar Ara begitu saja.
Elard menatap pintu kamar Ara yang tertutup rapat. Tak lama dia melirik ke arah ayahnya di sampingnya. Elard tau, pasti mereka sedang bertengkar saat ini. Tak lama Elard melihat punggung lebar Sky yang pergi meninggalkannya.
Sky masuk ke dalam kamar lainnya yang saat ini beralih menjadi ruang kerja miliknya. Dia berulang kali mengusap wajahnya kasar mengingat hubungan Freya dan Vincent ternyata masih saja mengganggu pikirannya. Sky mendesah kasar, bukankah dia juga pria yang suka mempermainkan wanita. Mungkin saja ini adalah karmanya.
__ADS_1