
“Dad lehel mommy kenapa melah.”
Freya spontan memegang lehernya mendengar penuturan Ara. Dia berbalik ke arah meja kaca rias dan melepasmu tangannya dari lehernya.
“Pria tua itu kenapa seperti vampir.” Freya menggerutu mengambil foundation dan menutupinya.
Sementara Sky menggaruk kepalanya tak gatal. Dia bingung mendengar pertanyaan Ara padanya.
“Leher mommy di gigit kecoa sayang.” Jawab Sky kemudian mengutuk kebodohannya sendiri. Dan Ara mengerutkan keningnya mendengar jawaban ayahnya. Dia kembali lagi berbalik melihat ibunya dan memutar bola matanya berpikir.
“Sakit mom. “ Freya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan putrinya.
Sementara Freya melirik ke arah Sky yang mengambil pakaian mereka yang berserakan sebelumnya. Sky melirik ke arah Freya yang berdiri membelakanginya. Menggelengkan kepalanya aneh melihat Freya yang tak mau mandi. Padahal tubuhnya sangat lengket dan bau aroma percintaan mereka jelas saja masih tercium.
*
Sky yang berkutat di depan laptop miliknya melirik ke arah Calvin yang masuk ke dalam ruangannya kerja miliknya.
“Apa Dava juga hadir di sana.”
“ Iya tuan, tuan Dava datang bersama dengan sekertarisnya.” Jawab Calvin menundukkan kepalanya.
Sky berdiri dari duduknya. Dia melihat jam yang melingkar di tangannya dan keluar dari ruang kerja miliknya dan menaiki anak tangga masuk ke dalam kamarnya.
Sky tersenyum melihat Freya berdiri membelakanginya, memakai gaun berwarna merah panjang dengan belahan kaki yang cukup panjang. Dia berjalan mendekati Freya dan mengecup punggung polos Freya sekilas.
Cup..
“Kau sangat cantik sayang.” Bisik Sky di telinga Freya, setelah mengecup punggung polosnya.
Tubuh Freya merinding mendapatkan sentuhan bibir Sky di punggungnya. Dia menoleh dan tersenyum.
__ADS_1
“Benarkah aku sangat cantik Sky.” Tanya Freya menatap suaminya dengan senyum lebarnya.
“Ya.. Sepertinya kita tak jadi pergi sayang. Aku tak ingin orang lain melihat istri ku.” Bisik Sky menyambar bibir Freya dan menyesapnya rakus. Freya memukul dada Sky dan menggerutu, dia yakin lipstik yang di pakainya hilang dan berantakan saat ini.
“Sky... “ Geram Freya mendelik ke arah Sky di depannya. Sementara Sky tersenyum mendengarnya. Dia mengusap bibir merah Freya dengan jari jempolnya.
“Jangan memakai lipstik sayang, aku tak ingin kau menjadi pusat perhatian pria nanti.” Freya mendengus, dia menyingkirkan tangan Sky dan melangkah mendekati meja rias. Bibirnya menggerutu melihat lipstiknya tak hanya berantakan tapi menghilang karna Sky.
“Sky, aku belum pakai lipstik nya.” Ucap Freya melihat Sky justru menarik tangannya dan membawanya keluar dari kamarnya.
*
Sepanjang jalan, freya menggerutu bibirnya pada Sky. Sky yang melihat bibir Freya terus menggerutu melirik ke arahnya. Bibirnya tersenyum tipis, saat gerutuan Freya terdengar seperti kumbang di telinganya.
“Kau sudah sangat cantik sayang.” Freya melirik ke arah Sky dan tak percaya mendengar penuturan Sky. Freya tau, pasti Sky ingin dia terlihat jelek di hadapan orang lain karna mantan kekasihnya pasti ada di sana.
Cup...
“Aku mencintaimu sayang.” Ucap Sky setelah melepaskan bibirnya dari bibir Freya. Freya menatap mata Sky yang sangat dekat dengannya. Tak lama kemudian dia menoleh ke depan dimana Calvin turun dan menutup pintu mobil.
“Apa pestanya di sini Sky.”
“Ya sayang..” Sahut Sky membawa Freya masuk ke dalam hotel mewah, dimana rekan bisnisnya mengadakan pesta ulang tahun putrinya. Ini pertama kalinya Sky membawa Freya ke sebuah pesta besar. Dia melingkarkan tangannya pada pinggang Freya begitu memasuki balrom hotel dimana pesta sedang berlangsung.
Freya sendiri yang sebelumnya jarang ke pesta sedikit gugup saat memasukinya.
“Jangan gugup sayang.” Bisik Sky di telinga Freya.
Freya hanya menganggukan kepalanya mengerti. Dia melirik ke kiri dan kanannya dan mendesah kasar saat dia dan Sky menjadi pusat perhatian.
Selain mereka tak mengenal Freya, mereka juga kaget karna seorang Ausky Luis menggandeng wanita lain selain istrinya Venus. Tentu saja mereka bertanya tanya siapa wanita yang bersama dengan Ausky Luis. Sebelumnya mereka tak pernah melihat Ausky Luis melingkarkan tangannya di pinggang Venus, istrinya. Jangankan melingkarkan tangannya di pinggangnya, melihat Ausky Luis menggandeng tangan Venus saja mereka tidak pernah.
__ADS_1
Ya tentu saja mereka tau, Sky dan Venus sering menghadiri sebuah pesta. Tapi mereka seperti orang asing yang tak mengenal satu sama lain. Tidak dengan Freya, Sky bahkan mengeratkan tangannya di pinggang Freya saat ini.
“Selamat malam tuan Luis, terima kasih anda sudah sudi datang ke pesta kami.” Sapa pemilik pesta pada Sky. Matanya melirik ke arah wanita yang sangat muda dan cantik di samping Sky. Jauh di bawah Sky dan mungkin seumuran dengan putrinya. Dia juga melirik tangan Sky yang melingkar di pinggangnya.
“Dia istriku.” Ucap Sky seolah tau apa yang ada di pikiran pria di depannya.
"Ah maaf tuan, saya pikir dia keponakan anda. anda pintar memilih wanita cantik tuan." Sky tersenyum tipis mendengarnya. Tak lama kemudian, perbincangan mereka mengalir begitu saja. Dan freya sesekali hanya menganggukan kepalanya saat dia di tanya oleh pria di depannya.
Tak jauh dari sana Dava menatap tak berkedip pada Freya. Malam ini Freya sangat cantik, memakai gaun panjang dengan belahan dari bawah sampai ke pahanya. Rambutnya di cepol di atas dan menyisakan helaian rambut di bagian tertentu. Punggung putihnya jelas terlihat serta bagian dadanya juga tak luput dari pandangan Dava. Malam ini Freya memang memakai gaun tanpa tali di tubuhnya.
Freya sungguh terlihat lebih dewasa dan tentunya sangat cantik malam ini. Dava hampir saja tak mengenalinya. Jika wanita yang bersama Sky itu adalah Freya. Wanita yang kabarnya di jual oleh ibunya dan Sky yang sudah membelinya dengan harga yang cukup di luar nalar. Benarkah Freya wanita yang di jual. Dava tak percaya dengan semua ini.
Tak lama Dava tersenyum berjalan mendekati Freya dan Luis. Bibirnya melemparkan senyum menawannya pada Freya saat Freya menatap ke arahnya.
“Bagaimana jika malam ini aku mendapatkan mu nona.” Gumam Dava mendekati Freya.
“Selamat malam nona.”
Sky menoleh ke arah samping saat mendengar suara seorang pria. Dia mengeratkan pelukannya pada Freya dan tersenyum sinis pada Dava.
“Selamat malam tuan Dava.” Bukan Freya yang menjawab, tapi Sky yang menjawabnya. Freya melirik ke arah Sky saat mendengar nada dinginnya. Freya tau Sky tak suka dengan pria di depannya ini. Freya sendiri tak tau siapa nama pria di depannya. Padahal sudah tiga kali mereka bertemu dan dia juga tak terlalu memusingkannya.
Dava tersenyum mendengar nada ketus Luis padanya. Dia tak perduli dengan Luis yang menatap ke arahnya. Wajah cantik Freya seolah seperti magnet hingga membuatnya tak bisa berpaling darinya.
Tak hanya Dava yang menatap kearah Freya malam ini. Semua mata pria mencuri pandang pada Freya. Tapi mereka tak berani melihat kearah mereka, karna mereka tau siapa Luis sebenarnya.
“Anda sangat cantik malam ini nona.” Terang Dava tanpa ditutup tutupi.
Dan Sky yang mendengar pujian Dava untuk Freya mengeratkan giginya emosi. Dava menyadarinya jika Sky semakin menatap tajam padanya.
“Terima kasih tuan.”
__ADS_1