Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 62# Permintaan Heidher


__ADS_3

Sky menyelipkan rambut Freya ke belakang telinganya. Dia tak percaya jika semalam Freya yang membawanya sampai puncak.


Mengingat liarnya semalam Freya, mengembangkan bibir Sky. Gadis belia yang jauh di bawahnya yang sudah menyembuhkan luka hatinya karna patah hati. Freya bahkan sudah menggeser nama Elvira di hatinya. Kecewanya terhadap Elvira berangsur menghilang dari hatinya semenjak Freya hadir di hidupnya.


“Hemm..”


Freya yang terusik mengerjapkan matanya. Bibirnya tersenyum melihat wajah tampan Sky tepat di depan wajahnya.


“Sudah bangun.” Nada serak dan khas bangun tidur Sky menyapa pendengaran Freya.


Freya mengerjakan matanya lagi dan melotot melihat wajahnya Sky yang sangat dekat dengannya. Freya memundurkan tubuhnya dan memekik kaget saat tubuhnya hampir saja jatuh jika Sky tak melingkarkan tangannya di pinggangnya.


Buk...


“Freya..”


Sky meringis merasakan sakit pada pangkal pahanya di tendang oleh Freya. Freya membuka selimut dan kaget melihat tubuh mereka berdua sama sekali tak memakai selembar pakaian di tubuhnya.


Akk...


Freya berteriak saat Sky tiba-tiba saja menindihnya.


“Kau menggoda ku lagi.” Bisik Sky di telinga Freya.


Tubuh Freya menegang dan meremang, mendapatkan bisikan Sky di telinganya. Freya menggelengkan kepalanya pada Sky. Tapi tak lama pipi Freya terasa panas, dan menundukkan wajahnya malu, saat merasakan benda tumpul Sky bergerak menyentuh kakinya. Freya tau itu apa.?


Cup..


Sky mengecup kembali bibir Freya, menyalurkan sensasi panas dalam dirinya agar Freya kembali menginginkannya. Sementara Freya matanya menatap wajah tampan Sky tak berkedip.


“Freya apa yang kau lakukan, bernafas bodoh.” Geram Sky melihat Freya yang diam dan tak bernafas.


Hah..


“Apa kau ingin mati huh.”


“Aku kaget..”


Lagi lagi jawaban bodoh Freya meluncur dari bibirnya. Sky berdecak dan menggeser tubuhnya di samping Freya. Freya sama sekali tak mengerti keinginannya. Sky kembali lagi menoleh ke arah Freya dan memeluknya.


Sementara Freya, dia merasa risih saat benda tumpul milik Sky lagi lagi bergerak di kakinya.


“Apa kau ingat semalam Freya.” Bisik Sky di telinga Freya dan mengecup tengkuknya.


Freya bergidik mengusap telinganya kemudian mengerutkan keningnya dan berpikir, tak lama Freya menganggukan kepalanya. Sky tersenyum miring, tangan besarnya siap melancarkan aksinya kembali pada tubuh Freya.


“Aku masih menyayangkan sendalku yang tertinggal.”

__ADS_1


*


“Maaf Heidher, jika aku mengganggumu pagi pagi seperti ini. Aku tak ingin putriku di permainkan oleh keluarga ini.”


Heidher mendesah kasar mendengar perkataan sahabatnya.


“Ya maafkan aku, Luis memang sudah menikah dan kami tak tau dia sudah menikah.”


Keanu mengepalkan tangannya mendengar jawaban dari Heidher. Nafasnya memburu menahan emosi, ternyata benar apa yang di katakan istri dan putrinya.


“Dan kau ingin mempermainkan putriku Heidher.” Geram Keanu.


“Luis hanya menikah siri dengan wanita itu. Aku tetap tak menyukai wanita itu dan aku tetap ingin anakku menikah dengan putrimu.”


Heidher menyakinkan sahabatnya agar mengerti dan tetap melanjutkan perjodohan anak anak mereka.


“Aku pegang janjimu.” Tukas Keanu lagi tak lama dia pamit undur diri dan pergi meninggalkan mension Heidher.


Sementara Heidher mendesah kasar, dia mengumpat Freya berkali-kali. Karna gadis itu dia malu pada sahabatnya. Heidher merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya lalu menghubungi salah satu kepercayaannya.


“Lakukan tugasmu.”


*


Sky menatap ke arah ponselnya melihat Freya yang memakai pakaian. Sky tersenyum mengingat percintaan panasnya semalam bersama Freya. Dengan lincahnya Freya bergerak di atas tubuhnya.


Sementara Venus kembali lagi mendatangi perusahaan Sky. Venus jelas datang kemari saat mendengar jika dia dan Sky akan langsung menikah. Seperti keinginannya kemarin.


Luis miliknya dan dia tak ingin orang lain merebut Luis darinya. Empat tahun untuk pertama kalinya dia melihat Luis, Venus sudah jatuh cinta pada pria tampan dan rupawan itu.


Venus mengerutkan keningnya saat melihat bodyguard Sky menghalangi jalannya. Venus menoleh pada ke empatnya lalu melayangkan tatapan matanyamatanya pada bodyguard Luis.


“Menyingkir dari hadapanku.” Desis Venus menatap tajam mereka.


“Maaf nona.”


Tak lama dari arah belakang Heidher menatap Venus yang berdiri di depan pintu lift. Heidher mengumpat pada putranya jika ternyata Luis juga tak mengizinkan Venus datang ke perusahaannya.


“Biarkan dia masuk.”


Mereka semua menoleh pada Heidher dan menundukkan wajahnya. Sedangkan Venus tersenyum lebar melihat Heidher membelanya.


“Kau ingat ingin menemui Luis, ayo om juga akan menemuinya.”


“Terima kasih om.”


Venus tersenyum lebar dan masuk ke dalam lift bersama dengan Heidher. Di dalam lift Venus menundukkan wajahnya.

__ADS_1


“Maafkan om.”


Venus tersenyum dan menatap Heidher kemudian menggelengkan kepalanya.


“Aku akan menunggu Luis om, aku mencintainya.” Lirihnya.


“Daddy meminta ku datang kemari untuk mengajak Luis mencari cincin pernikahan kami.” Lanjutnya lagi.


Heidher hanya mengangguk mengerti. Tak lama pintu lift terbuka dan mereka berdua keluar dari lift dan berjalan masuk ke dalam ruangan Sky.


Heidher mengerutkan keningnya saat melihat seorang pria duduk di meja sekertaris. Tapi tidak dengan Venus dia sudah tau waktu itu, Venus pikir dia adalah karyawan biasa Luis ternyata dia sekertaris baru Luis. Itu artinya wanita itu tak lagi mendekati Luis.


Tak lama mereka berdua masuk ke ruangan Luis tanpa membalas sapaan dari Vano. Vano menggelengkan melihat mereka berdua, tak lama dia duduk kembali di kursinya.


“Ada apa..?”


Heidher mengeraskan rahangnya mendengar nada dingin putranya. Sementara Venus dia menundukkan wajahnya, Venus tak ingin bersikap agresif di depan Heidher.


“Apa kau tak punya sopan santun Luis. Aku ayahmu dan kau, bersikap dingin padaku.”


Sky mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis, apalagi saat melihat Venus yang berdiri menundukkan wajahnya. Sky berdecih salah hati, dia muak melihat wanita seperti Venus.


“Venus datang kemari ingin mengajakmu mencari cincin pernikahan kalian. Aku putuskan kalian akan langsung menikah tidak perlu bertunangan terlebih dahulu.”


Sky mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Heidher. Heidher menghembuskan nafasnya melihat wajah putranya yang mengeras.


“Nikahi Venus tanpa sepengetahuan istrimu. Kau juga tak perlu menceraikannya.” Lanjut Heidher terpaksa. Tak ada cara lain agar Sky mau menikah dengan Venus. Dia juga tak ingin malu, jika pernikahan mereka sampai batal. Keanu pasti akan kecewa padanya.


Sky semakin mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Heidher. Dadanya naik turun menahan emosi.


“Daddy mohon Luis.” Hiba Heidher lagi pada Luis.


“Ya.. “ Jawab Sky tanpa menatap keduanya. Mengepalkan tangannya hingga pena di tangannya patah.


Sementara Venus mendongak menatap Luis yang duduk di kursi kebesarannya. Hampir saja Venus berteriak kegirangan mendengar jawaban Luis jika dia bersedia menikah dengannya. Beruntungnya dia bisa mengontrol dirinya jika di sampingnya Heidher bersamanya.


Heidher tersenyum lebar mendengar jawaban putranya.


“Pergilah bersama Venus, dia datang kemari ingin mengajakmu mencari cincin pernikahan. Ingat Luis, pernikahan kalian dua minggu lagi. Daddy akan pulang, pergilah bersama Venus.” Lanjut Heidher kemudian berbalik dan pergi meninggalkan ruangan putranya.


Setelah Heidher keluar Venus mendekati Sky dan duduk di pangkuannya.


“Aku sangat senang kau mau menikah denganku.”


Prang....


.

__ADS_1


.


__ADS_2