
“Luis..”
Venus berjengit melihat suaminya berjalan menghampirinya. Venus meremas dress miliknya melihat tatapan mata Luis padanya.
Jelas saja Venus takut bukan main. Dari mana suaminya tau jika dia ada di dalam club malam ini. Venus membenahi dress nya yang melorot dan menampilkan dua dadanya yang menonjol saat ini. Tangannya mendorong kepala pria yang berada di dadanya.
“Luis..” Lirih Venus dengan wajah pucat pasinya.
Sky tersenyum miring melihat wajah Venus yang ketakutan. Sky menundukan wajahnya dan mengangkat sudut bibirnya.
“permainan dimulai..” Bisik Sky mengangkat sudut bibirnya keatas lalu menegakkan kembali tubuhnya dan membenahi jas miliknya. Sky lalu berbalik dan pergi meninggalkan Venus di dalam ruang VIP club. Sky berjalan tanpa memperdulikan Venus yang memanggilnya. Dia datang kemari menemui rekan bisnisnya dan tatapan matanya melihat Venus berjalan masuk ke dalam. Sebenarnya Sky tak perduli, tapi apa salahnya membuat wanita itu takut sebelum dia menendangnya.
Freya sudah kembali lagi padanya wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang di tambah ujung berwarna gold. Sungguh Sky tak percaya sebelumnya jika wanita itu adalah Freya istrinya. Penampilannya sangat berbeda dari yang dulu. Selain wajahnya semakin bersinar, tubuhnya juga senakin berisi.
Sky tersenyum mengingat percintaan panasnya saat di apartemen Freya. Kerinduannya pada Freya di tambah lagi melihat Freya yang semakin cantik dan berisi, membuat dirinya hilang kendali menggempur Freya tanpa henti.
“Sialan, kenapa bangun.” Sky berjalan lebar keluar dari club dan masuk ke dalam mobilnya. Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mension miliknya dimana Freya dan putrinya menunggunya.
Elard sudah siuman dan dia sudah tidur saat dia meninggalkan dirinya. Apalagi Elard sudah di beri obat oleh dokter. Lagi pula ada Calvin yang menunggunya.
*
Freya melirik ke arah jam dinding di samping kanannya. Putrinya sudah tuduh dan mension juga sudah sepi. Freya tak tau apa mension ini juga sama seperti mension Sky yang lain. Tak ada pelayan dan penjaga jika mereka selesai bekerja.
Apa artinya ini kesempatan untuknya. Mencari keberadaan ponsel miliknya.
Freya tau jika di kamar tak ada ponsel miliknya. Sky bukan pria bodoh yang akan menyimpan ponsel miliknya di dalam kamar. Dia pasti menyimpannya di ruangan lain. Di tambah lagi ponsel itu ada di dalam tas kecil miliknya.
Freya berjalan keluar dari kamar dimana putrinya tidur bersama dengan satu pelayan yang tidur di ranjang yang lain.
Freya menuruni anak tangga dan berjalan menghampiri pintu lain. Freya masuk dan menggeledah kamar beruntungnya kamar di mension ini tak terkunci. Semoga saja dia bisa menemukan dimana tas kecil miliknya dan menemukan ponselnya. Freya berjalan kembali ke kamar lainnya.
Hingga satu jam Freya tersenyum lebar saat melihat tas miliknya di dalam lemari pakaiannya. Freya mengambil tas miliknya dan mengeluarkan isinya. Bibirnya tersenyum jika ponsel miliknya masih baik baik saja. Freya menyalakan ponselnya dan terlihat beberapa panggilan dari Vincent dan ibunya. Dan tak sampai lima menit ponselnya bergetar menampilkan nomor Vincent di layar.
Freya menoleh dan matanya membulat melihat Sky berdiri bersandar di depan pintu. Freya menelan ludahnya kasar, matanya melirik pada ponselnya yang masih bergetar.
__ADS_1
Sky berjalan menghampiri Freya dengan wajah dingin dan datarnya. Tatapan matanya tak berkedip melihat Freya yang berdiri di depan lemari pakain.
“Tuan aku_” seru Freya mundur perlahan melihat tatapan Sky seperti elang yang siap menerkam mangsanya. Entah sengaja atau tidak, ponsel di tangan Freya saat ini terhubung.
“Sayang, girl apa kau baik baik saja. Freya sayang, katakan padaku aku akan menjemputmu girl.”
Terdengar nada halus dan lembut Vincent terdengar di telinga Sky. Nafas Sky memburu mendengar nada panggilan Vincent pada Freya. Sayang, girl, terdengar sangat mesra sekali.
Sky mengepalkan tangannya, mengingat Vincent dan Freya adalah sepasang kekasih.
“Sayang Freya.” Masih terdengar Vincent memanggil Freya di sebrang telpon.
Nafas Freya tercekat saat Sky menarik tubuhnya menempel padanya. Jantungnya berdebar dan kakinya sangat lemas saat ini. Entah kenapa ketika Sky mendekatinya jantung dan kakinya lemas bukan main. Apa tubuhnya sangat takut dengan Sky, atau kaki lemas dan jantungnya berdebar karna merasakan sentuhan Sky pada tubuhnya.
Sky menundukkan wajahnya dan berbisik di telinga Freya.
“Jawab saja sayang,” bisik Sky menghembuskan nafasnya di telinga Freya dan jelas saja Freya menahan nafasnya dan menegang tapi kakinya semakin lemas, di tambah lagi debaran jantungnya yang semakin tak terkendali.
Sky tersenyum miring melihat tubuh Freya yang menegang. Masih terdengar suara Vincent di sebrang telpon di tangan Freya. Sky mendekatkan ponsel Freya pada telinga Freya sendiri dn dia semakin erat memeluk tubuh sintal Freya.
“Sayang.. “ panggil Vincent lagi.
“Ya a_ ku baik baik _”
Cup..
“Sa_ jaa.”
Sky tersenyum penuh kemenangan mendengar ******* Freya saat dia mengecup lehernya.
Sementara di sebrang telpon mengerutkan keningnya mendengar suara Freya yang terdengar aneh di telinganya.
“Sayang kau yakin kau baik baik saja. Katakan padaku kau dimana aku akan menyusulmu.”
Freya tak mampu menjawab pertanyaan Vincent padanya. Kakinya semakin lemas dan tubuhnya semakin panas saat bibir dan lidah Sky bergerilya kesana kemari dan sesekali menyesepnya.
__ADS_1
Shhtt
Ahh..
“Sayang.. “
“Hemm..” jawab Freya yang sudah tertutup kabut gairah. Bukan hanya lidah dan bibir Sky yang bergerilya kesana kemari. Salah satu tangan besar Sky menyusup ke dalam blus miliknya dan naik menangkup salah satu buah kenyal miliknya.
Sky tersenyum penuh kemenangan. Freya sudah terpancing lebih dalam dari yang dia bayangkan. Terlihat jelas dadanya yang menonjol terlihat mengeras dan Sky juga bisa merasakan debaran jantung Freya yang tak beraturan.
“Kamu sangat seksi sayang.” Bisik Sky menjilat cuping Freya dan menyesapnya.
Prakk. .
Tubuh Freya semakin lemas merasakan aliran darahnya yang memanas. Bisikan dan jilatan lidah Sky membuat tubuh Freya semakin meremang dan melayang. Freya menjatuhkan ponsel di tangannya karna tak bisa menopang berat tubuhnya yang lemas dan panas.
Sementara Vincent dia mengerutkan keningnya melihat ponsel miliknya yang mati. Apa Freya baik baik saja, lalu suara apa tadi yang terdengar di telinganya. Itu seperti terdengar suara...
“Shit brengsek..”
Prakk..
Vincent membanting ponsel miliknya saat menyadari apa yang dia dengar. Bodohnya Vincent, dari tadi diam saja saat Freya tak menjawab telpon nya. Cinta dan khawatir mengingat Freya ada di tangan Sky membuat Vincent bodoh.
Pasti Sky yang memaksa Freya mengangkat ponselnya dan mengancam Freya.
“Ausky Luis, Freya milikku brengsek.”
__ADS_1