Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 41# Rekan baru.


__ADS_3

"Sore dad mom.."


Marcel melanjutkan langkahnya tapi ibunya memanggilnya. Terpaksa Marcel berbalik dan mendekati mereka bertiga dan duduk di depan Venus. Wanita yang pernah ada di masa lalunya.


"Sayang temani Venus, mommy dan daddy akan pergi sebentar."


"Ya.." Jawab Marcel malas.


Venus menatap kepergian Imelda dan suaminya yang berjalan menjauhinya. Entah apa yang ada dalam pikiran Venus jika sepertinya ada sesuatu yang mereka sembunyikan darinya. Terutama ayah Luis, apa pria tua itu tak ingin melanjutkan perjodohannya bersama Luis. Tidak, Venus harus melakukan sesuatu dan menjadikan Luis miliknya.


"Untuk apa kau datang kemari..?"


Venus menoleh ke samping dan berdecih melihat Marcel. Tak lama Venus berdiri dari duduknya dan berbalik tanpa menjawab pertanyaan Marcel. 


Sedangkan Marcel, rahangnya mengeras melihat Venus berdecih padanya dan pergi. Wanita itu benar-benar sombong, saat bertemu dengannya. Dia sudah melupakan bagaimana dulu dia mengemis padanya.


"Apa kau takut jika kakakku mengetahui tentang_"


"Jangan pernah berani padaku, brengsek." Desis Venus menatap tajam pada Marcel. Marcel tertawa renyah mendengar ancaman Venus padanya. Marcel berdiri dan berjalan mendekati Venus. Sementara Venus matanya menyalak tajam pada Marcel. 


"Kau tidak akan pernah bisa mendapatkan kakak ku. Dia sudah memiliki wanita yang lebih cantik darimu tentunya." Ejek Marcel pada Venus. Padahal Marcel tak tau seperti apa rupa wanita yang menjadi istri kakaknya.


"Kau pikir aku akan menyerah, jadi jangan mencampuri urusan orang lain."


Venus berbalik dan pergi meninggalkan mension mewah Heidher dengan perasaan emosi yang memuncak pada Marcel. 


"Aku tidak akan menyerah mendapatkan mu Luis."


Tangannya mengambil ponselnya kembali dan menekankan nomor Sky. Tapi sayangnya Sky memblokir nomornya tanpa melihat jika dialah yang menelponnya. 


"Brengsek.."


*


Freya mengerjapkan matanya, ia menggeliat dan menggulung kembali tubuhnya yang lelah dengan selimut. Tak lama mata Freya terbuka lebar saat menyadari jika dia ada di kamar Sky. Freya bangun dan mendesis lirih merasakan sakit di area sensitifnya. Freya juga heran sejak kapan dia memakai kemeja milik Sky dan ada di kamar Sky. 

__ADS_1


"Apa dia yang membawaku kemari.?"


Freya mendesis lagi, bibirnya mengumpat Sky yang keterlaluan padanya. Mengelus perutnya yang perih karna lapar. Pagi tadi dia tak sarapan hingga hari menjelang malam lagi Freya sama sekali belum mengisi perutnya. Dan Sky lagi lagi menjamah tubuhnya tanpa jeda sedikitpun. Hingga miliknya sakit luar biasa.


Tok tok.. 


Clek.. 


"Nona saya mengantar makan malam anda."


"Iya.."


Freya bangkit perlahan, menahan rasa nyeri di pangkal pahanya. Setitik air matanya jatuh dan Freya mengusapnya kasar. Freya merasa jika dirinya benar-benar menjadi pemuas nafsu pria yang telah membelinya. Tak lama Freya tertawa pedih, memangnya apa yang dia pikirkan. Bukankah sebelumnya dia sudah tau, hanya bedanya Sky menikahinya.


"Nona butuh sesuatu lagi.?"


"Tidak.. "


Pelayan itu menganggukan kepalanya dan menunduk lagi pergi dari kamar meninggalkan Freya yang berjalan tertatih menghampiri meja. 


*


"Tuan kita sudah sampai."


Sky menutup ponsel miliknya dan keluar dari dalam mobilnya. Berjalan lebar masuk ke dalam bersama dengan bodyguard dan juga Calvin di belakangnya. Dari pintu Sky sudah di sambut oleh wanita cantik berpakaian seksi. 


"Malam tuan Luis." Menundukkan wajahnya memberi hormat pada Sky. Sky sama sekali tak menoleh sedikitpun padanya. Dia berjalan lebar masuk ke dalam menuju ruang VIP dimana dia akan bertemu dengan pria yang menjadi rekan bisnisnya yang baru.


"Tuan Luis.."


Seorang wanita cantik yang hanya memakai kain segitiga dan penyangga dua buah yang super besar menghadang Sky. Tangannya bergerilya dan menempelkan buah dadanya di dada Sky kemudian berbisik. 


"Anda mencari teman tuan."


"Singkirkan dia."

__ADS_1


Wanita itu melotot tak percaya mendengar penuturan Sky dan tak lama dua bodyguard Sky menarik tangannya dan mendorongnya menjauhi Sky. Sky berjalan kembali masuk ke dalam ruang VIP.


Clek.. 


Seorang pelayan membukakan pintu untuk Sky dan menundukkan wajahnya padanya. Sky masuk ke dalam begitupun dengan Calvin, tapi tidak dengan bodyguard Sky yang berjaga di depan pintu. 


"Selamat malam tuan Luis."


Sky hanya melirik sekilas lalu mendudukkan tubuhnya di kursi yang tersedia. Sedangkan Calvin berdiri di belakang Sky. Pria paruh baya yang duduk di depannya tersenyum kecut saat Sky tak menjawab sapaannya. Tapi tidak dengan gadis cantik di sampingnya yang menundukkan wajahnya dan tersipu malu. 


"Tuan ini adalah sketsa dari perusahaan kami yang baru. Anda bisa melihatnya terlebih dahulu."


Sky melirik Calvin dan Calvin menganggukan kepalanya lalu mengambil berkas di atas meja dan membukanya. 


"Tuan perkenalkan dia keponakan saya Requella."


Sky melirik sekilas, dia masih duduk tenang di kursinya. Tak lama Calvin menganggukan kepalanya pada Sky. Tentu saja membuat pria di depannya ini tersenyum lebar jika dia akan bekerja sama dengan Luis tentunya.


"Apa ada yang lainnya yang ingin anda inginkan tuan Luis."


Sky mengangkat sebelah alisnya, mendengar penuturan pria di depannya ini. Tak lama Sky tersenyum sinis melihat wanita di depannya. Reguella menyangka jika Sky memberi kode padanya agar mendekatinya, terang saja Requella mendekati Sky.


"Anda tak perlu terburu-buru tuan Sky. Disini anda juga bisa mendapatkannya."


"Apa dia untukku tuan." Nada bas dan serak yang terdengar di telinga Requella. Dia mendongak dan tersenyum pada Sky yang di balas dengan senyum lebar Sky padanya.


"Tentu saja tuan Luis."


Sky berdiri dan berjalan masuk ke dalam salah satu kamar yang tak jauh dari mereka yang di ikuti oleh Requella di belakangnya.


Calvin hanya melirik tuannya yang masuk bersama wanita cantik dan seksi itu. Calvin tak berani mencegah tuannya apalagi melarangnya. Biarkan saja, tuannya bersenang-senang malam ini. Calvin pikir tuannya sudah berubah karna beberapa malam semenjak menikah dengan Freya tuannya sama sekali tak pernah memintanya untuk mencari teman ranjang padanya. Calvin pikir tuannya tak akan bermain lagi dengan wanita lainnya lagi. Ternyata tuannya belum berubah dan masih sama. 


.


.

__ADS_1


__ADS_2