Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 145# Mari berbagi


__ADS_3

“Lion..” seru Sky menatap tajam pada putranya. Sky tak percaya Elard akan menjawab seperti itu padanya. Apalagi dengan nada dingin dan mengejek padanya.


Dan Elard hanya tersenyum melihat tatapan tajam Sky padanya.


“Tuan Luis, anda sangat aneh. Putri anda menangis, kenapa harus mencariku. Apa hubungannya dengan ku tuan.” Imbuh Elard berbalik.


“Tak bisakah kau memaafkan daddy. Semua yang kau tau tak benar, Lion.” Sahut Sky.


“Ya aku tau,” Jawab Elard melangkah. “Lion, Ara mencarimu, dia tak tidur mencarimu.” Seru Sky cepat. Tangannya terkepal melihat Elard mengabaikannya.


“Pulanglah tuan, dan jangan pernah mencariku. Terima kasih kau pernah menampung ku. Biarkan saja Ara menangis, dia akan diam dengan sendirinya.” Jawab Elard kembali melangkah.


Sementara Sky yang mendengar penuturan Elard mengeraskan rahangnya. Dia melangkah lebar mendekati Elard dan menarik bahu Elard lalu mengangkat kepalan tangannya pada wajah Elard.


“Kenapa berhenti tuan, apa anda akan membunuh ku juga.” Sinis Elard menatap Sky dengan tatapan tajamnya. ”Aku bukan putramu dan kau juga bukan ayahku. Jadi jangan pernah mengusikku lagi. Apalagi dengan membawa putrimu tuan.” Lanjut Elard menatap Sky penuh kebencian.


Sky melepaskan tangannya dari bahu Elard saat melihat tatapan mata Elard padanya.  Apalagi saat mendengar penuturan Elard padanya. Gigi Sky gemerutuk menahan emosi yang memuncak. Tak lama kemudian Sky berbalik dan melangkah lebar. Jangan sampai dia memukul Elard saat ini. Sky tak ingin Elard semakin membencinya.


“Tuan Luis, untuk apa anda datang kemari, heh.” Sembur Robin yang keluar dari kamarnya. Wajahnya membiru karna kejadian tiga hari lalu.


Sky menatap Robin sekilas lalu kemudian berbalik lagi. Tapi sayangnya beberapa penjaga menghadangnya.


Bug..


Sky menghindari pukulan mereka yang menyerangnya. Sementara Elard yang berdiri tak jauh dari Sky menatap pamannya. Elard tau ini semua perbuatan Robin. Elard kembali lagi menatap Sky yang memukul dan menendang penjaga mension.


Dor..


Brukk..


Sky menoleh ke arah Robin yang melepaskan satu timah panasnya padanya. Sky tersenyum miring berjalan mendekati Robin. Sementara Robin yang melihat Sky berjalan ke arahnya bergetar ketakutan.


“Ingin membunuh ku hemm.. “ ucap Sky mencengkram Robin dengan satu tangannya. Robin sendiri tak percaya, Sky tau dia melepaskan pelurunya padanya.

__ADS_1


Bug..


Brukk..


Sementara adik Robin yang melihat semua kejadian ini hanya berdiri mematung. Dia masih memikirkan apa hubungan Sky dengan Elard. Tapi Robin kakaknya datang dan ingin membunuh Sky. Tak lama matanya melotot melihat Sky memukul kakaknya.


“Kau brengsek...” teriak Robin mengusap bibir dan hidungnya yang berdarah.


Sky diam mendengar teriakan Robin. Dia melangkah mendekati Robin, tapi lagi lagi Elard mencegahnya.


“Hentikan tuan Luis, dan pergi dari sini.” Seru Elard menatap Sky dari jauh, tangannya terkepal saat melihat Sky. Apalagi saat melihat salah satu penjaga yang meringis dengan kakinya bersimbah darah. Elard tau bukan Sky yang membunuhnya, tapi tetap saja semua itu karna Sky. Dan Elard tak ingin mension mewahnya menjadi tempat pertumbuhan darah.


Sky berbalik menatap Elard. Tak lama kemudian dia berbalik dan melangkah keluar mension.


“Jangan pernah datang kemari lagi tuan. Apalagi membawa nama putrimu.” Imbuh Elard tanpa menoleh ke arah Sky.


Sky menghentikan langkahnya dan kembali melangkah lebar keluar dari mension mewah Roberto. Sky tak percaya Elard akan sangat membencinya. Terlihat jelas di mata Elard yang menatapnya penuh kebencian.


*


Freya menutup matanya yang lelah, dan baru beberapa menit Freya membuka matanya dan duduk di atas ranjang. Memijit kepalanya yang pusing. Apalagi mengingat ucapan wanita itu tadi siang, sungguh membuat Freya tak bisa tidur.


“Berbagi, dia meminta ku untuk berbagi dengannya.” Kekeh Freya dalam hati mengingat penuturan wanita itu.


Sementara Sky yang berdiri tak jauh dari freya mengerutkan keningnya saat melihat Freya terbangun. Dia pikir Freya sudah tidur. Tapi tak lama kemudian Sky melihat Freya terkekeh kecil.


Freya menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan bangkit dari ranjang. Dia akan pergi ke kamarnya dan mencari sesuatu.


“Sayang..” seru Sky melihat Freya bangun dari tidurnya.


Freya berjengit dia menoleh dan melihat Sky sudah berdiri di sampingnya. Tak lama kemudian Freya membuang wajahnya ke samping dan berjalan keluar dari kamar Ara tanpa perduli dengan Sky., dia tak tau sejak kapan Sky berdiri di situ. Padahal dari tadi dia sama sekali tak tidur.


“jangan mengacuhkanku sayang, katakan padaku, apa yang ingin kau tahu Freya.” Seru Sky mengikuti langkah Freya masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Freya masih mengunci bibirnya dan berjalan masuk ke dalam kamar Sky.”


“Freya..” lirih Sky saat tak mendengar jawaban Freya.


“Kau sudah tau aku ingin bercerai tuan.” Seru Freya menatap Sky sekilas, kemudian melangkah menuju walk in klosed.


Dan Sky yang mendengar jawaban Freya mengerat giginya emosi. Nafasnya memburu mendengar lagi lagi Freya meminta cerai darinya.


“Itu bukan jawaban dari pertanyaan ku Freya.” Geram Sky mengeraskan rahangnya.


“Ya tapi aku ingin bercerai dengan mu tuan Sky. Dan nikahi wanita itu. Dia juga memiliki anak, apalagi dia sudah melahirkan seorang anak laki-laki. Bukankah itu bagus, dia akan menjadi pewaris mu tuan.” Seru Freya tanpa menoleh ek arah Sky.


Sky yang geram dengan Freya menarik tangan Freya dan mendorongnya di atas ranjang.


Brukk..


“Kau ingin bercerai dari ku nona. Sampai dunia runtuh sekalipun aku tak akan pernah menceraikan mu Freya.” Ucap Sky menekan kata kayanya dan menindih tubuh kecil Freya berada dalam kungkungannya.


Freya menatap Sky tajam, dia mendorong Sky dan membuang wajahnya saat Sky ingin menjangkau bibirnya dengan bibir tebalnya. Sky tersenyum kecut melihat freya menghindarinya.


Cup..


“Jangan seperti ini sayang aku mencintaimu Freya.” Ucap Sky lirih di telinga Freya.


“Tapi aku ingin bercerai dari mu tuan.” Sahut Freya tanpa menoleh ke arah Sky.


“Apa kau pikir aku akan mengabulkannya Freya.” Tekan Sky menatap freya tajam.


Freya menoleh ke arah Sky. Iris matanya menatap dalam mata Sky. Pria yang menjadi suaminya dan pria yang menjadikan dia seorang Ibu. Tapi sebelum dia menjadi seorang ibu, ada wanita lain yang menjadi seorang ibu dan melahirkan seorang putra Sky.


“Kenapa?” Satu pertanyaan mewakilkan seluruh pertanyaan di hati Freya.


“Karna aku mencintaimu Freya.” Freya tersenyum masam, bukan itu yang Freya inginkan. “Apa kau tak bisa menerima masa laluku Freya,” lanjut Sky masih di atas tubuh Freya.

__ADS_1


“Ceraikan aku dan menikahlah dengan wanita itu Sky. Jangan terlalu lama mengabaikan putramu.”


__ADS_2