
"Tapi kualitas ku sangat tinggi tuan." Balas Freya tak mau kalah pada Sky.
Cih..
"Kita lihat sampai sejauh mana kau bisa melayani ku nanti."
Sky tersenyum miring melihat wajah ketakutan Freya. Sky masuk ke dalam mobil dan duduk ini sampai Freya. Sedangkan Freya beringsut duduk paling ujung. Membayangkan penuturan Sky padanya. Bukan hanya merinding, tapi Freya benar benar takut. Apa yang akan Freya lakukan jika dia menyentuhnya.
Tak lama mobil melaju kencang menuju gereja dimana Sky dan Freya akan melangsungkan pernikahan.
"Ingat tugasmu memuaskan aku saat aku sudah menikahimu." Tukas Sky di telinga Freya.
Freya meremas gaun putih yang di pakainya. Sky yang melihat itu berdecih dalam hati. Sky tau jika Freya takut padanya.
Satu setengah jam kemudian Calvin menepikan mobilnya di depan gereja. Sky turun saat salah satu bodyguard nya membukakan pintu untuknya. Sedangkan Freya juga sama. Dia turun dari mobil saat seseorang yang di yakinin adalah bodyguard Sky membukakan pintu untuknya.
"Ikut denganku dan jangan membuat ulah lagi jika kau tak ingin aku menembakmu." Desis Sky berjalan terlebih dahulu mendahului Freya. Sky bahkan tak melirik ke arah Freya sedikitpun. Dia melangkah lebar meninggalkan Freya yang kesulitan dengan gaun panjangnya.
Freya hanya diam mendengar penuturan Sky, dia mengangkat gaun putih panjang yang di pakainya. Menoleh ke bawah, Freya tak akan membiarkan gaun putih dan mewah ini kotor sedikitpun. Jangan sampai pria itu memarahinya lagi.
"Bisakah anda membantuku tuan."
Freya menoleh pada salah satu bodyguard Sky. Sedangkan pria itu justru menoleh ke arah lain. Sama sekali tak menjawab pertanyaan Freya. Freya menggelengkan kepalanya melihat mereka yang terlihat aneh.
Terpaksa Freya berjalan sambil mengangkat ujung gaun putihnya. Sky yang melihat Freya masih di samping mobil, mengumpat Freya, kenapa Freya begitu bodoh.
Sky berjalan lebar mendekati Freya kembali dan menarik ujung gaun Freya hingga membuat Freya hampir saja terjengkang.
"Jangan mempermalukan aku." Desis Sky menarik tangan Freya agar mengikutinya.
Sampai di dalam Freya dada Freya seperti di remas saat tak ada seseorang yang dia kenal yaitu Kikan. Dia menoleh pada Sky, dan Sky membalas dengan senyum sinis pada Freya.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan, kau pikir aku akan merayakan dan mengumumkan pernikahan kita. Lalu mengundang semua orang untuk menghadiri pernikahan ini. Jangan bermimpi, kau sama sekali bukan wanita pilihan ku. Aku menikahimu karna aku tak ingin rugi sudah membelimu."
Ucap Sky tak berperasaan pada Freya, Freya meneteskan air matanya. Bukan Freya ingin pesta yang mewah tapi setidaknya Kikan tau jika dirinya akan menikah hari ini. Biar bagaimanapun juga wanita itu yang sudah merawatnya dari kecil. Tak ada sanak saudara selain Kikan, ibu tirinya.
"Selamat siang tuan Luis."
"Mulai saja, aku tak suka berasa basi."
Jawab Sky datar dan menatap satu pendeta yang berdiri di depannya. Sedangkan Freya mengusap pipinya yang basah. Mau bagaimana lagi nasibnya sudah menyedihkan seperti ini.
*
"Dimana anak itu menikah bodoh."
Heidher menatap satu persatu anak buahnya. Sejak semalam mereka sama sekali tak bisa menemukan dimana Sky akan menikah. Anak itu benar-benar suka sekali membuatnya emosi.
"Dad siapa yang menikah.?" Marcel tiba-tiba datang dari arah belakang mengagetkan Heidher.
Tanya Marcel lagi saat tak mendapatkan jawaban dari Heidher. Heidher diam, dia hanya memijit kepalanya yang pusing. Tak lama Heidher menganggukkan kepalanya.
"Kenapa kita tak menghadiri pernikahan Kakak dad.?"
"Kau pikir dia menganggap kau adik Marcel." Potong Imelda menatap sinis pada suaminya. Lalu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua lagi. Dia mengumpat Luis saat bujang lapuk itu benar benar menikah hari ini. Siapa wanita itu,?
"Sialan."
*
Sky. Memasangkan cincin berlian di tangan Freya. Freya yang melihat cincin di jari manisnya tersenyum sinis. Cincin ini adalah cincin yang kemarin sempat ia pilih. Apa pria ini membelinya dengan harga yang fantastis seperti dia membelinya dengan harga di luar nalar.
Tak lama Freya mengambil cincin untuk Sky dan memasangkan di jari besar Sky. Sky acuh dia langsung menarik tangannya dan menghadap kembali pada pendeta.
__ADS_1
"Dimana harus tanda tangan.?"
"Di sini tuan."
Sky membubuhkan tanda tangan nya dan menarik tangan Freya agar membubuhkan tanda tangan sepertinya.
"Selamat atas pernikahannya tuan."
"Hmm.."
Sky berbalik lagi dan menarik tangan Freya keluar dari gereja.
Brakk..
"Antarkan dia ke mension, aku akan pergi ke perusahaan."
Freya menatap Sky yang menaiki mobil lainnya. Tak lama mobil yang di tumpangi Freya meninggalkan gereja di mana dia dan Sky menikah. Freya menghembuskan nafasnya perlahan, mengingat jika dia benar benar sudah menjadi istri pria yang membelinya. Ausky Luis, mereka berdua sama sekali tak memiliki perasaan satu sama lainnya apalagi cinta.
Sedangkan Sky pergi ke sebuah Club. Sky berjalan lebar masuk ke dalam dan mendudukkan tubuhnya di salah satu ruang VIP. Sky tak perduli meski hari siang sekalipun. Sky ingin menjernihkan pikirannya. Menikah dengan gadis yang masih remaja dan jauh di bawah kriteria nya adalah hal yang paling di bencinya. Tapi kenapa dia menyetujuinya begitu saja hanya karna alasan tak mau rugi.
"El aku sudah menikah, dia tak sepertimu El." Kekeh Sky membayangkan wajah Elvira dan Freya. Sky akui Freya memang cantik, tapi dia sama sekali tak pernah memoles wajahnya, tak seperti Elvira, wanita dewasa yang berprofesi sebagai model. Wanita yang sudah membuatnya jatuh hati sekaligus patah hati. Dan lagi tinggi Freya juah jika di bandingkan dengan Elvira.
Tak lama dua wanita cantik hampir tanpa busana datang bersama botol di tangannya masuk ke dalam di mana Sky duduk seorang diri. Mereka duduk di samping kanan dan kiri Sky.
Sky melirik sekilas, tak menolak mereka duduk di sampingnya. Sky masih memikirkan hatinya dan keputusannya telah menikahi Freya. Sky sama sekali tak mencintai Freya. Tapi kenapa dia tiba tiba menyetujui untuk menikahi Freya, ada apa dengannya. Sky mengambil gelas dari salah satu wanita yang menyodorkannya, kemudian menyesapnya perlahan.
"Ingin bercinta denganku tuan."
Salah satu dari mereka berbisik dan menghembuskan nafasnya di telinga Sky. Tangannya meraba raba paha Sky. Sky yang masih dikuasai oleh emosi, tentu saja marah.
"Brengsek.. "
__ADS_1
Prang..