
“Beraninya kau brengsek.”
Bug...
Bug..
Devano merintih saat Elard memukul tubuhnya yang ringkih. Tak hanya Sky yang sudah memukulnya. Kali ini Elard juga memukulnya kembali.
“Kau bisa bertanya pada Luis, anak muda. Kenapa Luis akan mengirim mu pergi jauh. Dia tak ingin kau mengetahuinya. Dia mengadopsi mu karna ingin memanfaatkan mu.”
Bug..
Egh..
Devano merintih kesakitan saat wajahnya kembali mendapatkan kepalan tangan Elard.
Sementara Elard setelah puas memberi pelajaran pada Devano, melesatkan sepeda motornya pergi meninggalkan Devano. Dia tak perduli dengan pria tua itu. Elard tak percaya dengan apa yang di dengarnya baru saja. Tak mungkin ayahnya melakukan semua ini. Luis sangat mencintainya dan dia percaya padanya.
Tak sampai setengah jam Elard memarkirkan sepeda motornya di halaman mension mewah Luis. Dia masuk ke dalam dengan langkah lesu.
Berulang kali Elard menggelengkan kepalanya, ayahnya tak mungkin melakukan itu. Luis tak ada hubungannya dengan mendiang ayah kandungnya yang meninggal serta kematian ibunya.
Elard masuk begitu saja ke dalam kamarnya, tanpa menemui Ara terlebih dahulu. Dia masih terlalu shock dan tak percaya mendengar penuturan pria tua itu. Dan Elard mencoba tak percaya dengan semua itu.
*
“Mommy..” tangis Ara menghampiri ibunya yang baru saja masuk ke dalam mension.
Freya kaget saat putrinya berlari menghampirinya sambil menangis.
“Ada apa sayang.” Tanya Freya menggendong Ara yang menangis segukan.
Ara tak menjawab pertanyaan ibunya, dia justru semakin kencang menangis.
“Nona muda ingin tidur dengan tuan muda nyonya.” Jawab pengasuh Ara menundukkan wajahnya.
Freya menghembuskan nafasnya perlahan mendengar penuturan baby sitter putrinya. Dia mengusap wajah Ara yang terlihat sembab. Freya tak percaya jika Ara akan sedekat ini dengan Elard. Bagaimana jadinya nanti saat Sky mengirim Elard sekolah yang jauh. Padahal sekolah di sini termasuk universitas internasional dan Sky justru akan menyekolahkan Elard jauh dari mereka.
__ADS_1
“ Pergilah biar Ara tidur dengan ku.” ucap freya mengusap punggung Ara yang masih terisak.
“Baik nyonya.”
Freya membawa Ara naik ke atas di mana kamar Ara berada. Freya menepuk bokong Ara yang lelah menangis mencari Elard. Entah kenapa belakang ini Ara selalu mencari keberadaan Elard.
Freya mengusap kepala Ara sayang. Freya tak menyangka jika sebelum dia memiliki Ara ada wanita lain yang mengandung dan melahirkan putra dan itu adalah anak suaminya, Sky.
“Apa Sky akan membawa mereka tinggal bersama di mension ini.” Gumam freya lirih dan sesak. Dia pikir hidupnya sudah bahagia, mengingat Heidher sudah menerimanya dan menerima putrinya.
Heidher juga sangat menyayangi Ara. Pria tua itu semakin dekat dengan Ara putrinya. Hampir setiap hari Heidher datang dan menemui Ara.
Tapi bagaimana jika semua itu tiba-tiba hilang dari putrinya. Ditambah lagi Elard yang akan pergi jauh dari mereka.
“Maafkan mommy yang tak bisa membuatmu bahagia sayang.” Lirih Freya terisak memeluk Ara dan membawanya masuk ke pelukannya.
Apa karna ini, Sky pulang ke mension lewat tengah malam dan pergi tanpa menunggu dirinya.?
Freya terkekeh perih mengingat kebodohannya. Bukankah dia sudah melihatnya kemarin, jika Sky keluar dari restoran mahal bersama seorang wanita.
Apalagi wanita itu memeluk tubuhnya. Sementara Sky menolak dia datang ke perusahaan mengantar makan siangnya. Ternyata karna dia akan pergi bersama seorang wanita.
*
Sky tak tau sama sekali jika Freya akan mengantarkan makan siang untuknya. Sky akui dirinya salah, tak menunggu Freya berlebih dahulu dan pergi ke perusahaan begitu saja tanpa pamit pada Freya.
Sky masih belum sadar saat freya bertanya padanya siapa Selin.
“Sayang..” Sky mencari keberadaan Freya di dalam kamarnya. Tak lama wajahnya pucat pasi saat tak mendapati Freya di dalam kamarnya. Sky berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan walk in klosed tapi tak ada Freya di dalamnya.
Jantung Sky berdetak kencang tak mandapati Freya. Dia keluar dari kamarnya dan masuk ke dalam kamar putrinya.
Clek..
Sky bernafas lega melihat punggung Freya yang membelakangi nya. Dia sudah takut bukan main jika Freya akan meninggalkannya. Trauma, di tinggal bertahun-tahun oleh Freya dan Sky tak mau itu terulang lagi.
Sky berjalan mendekati Freya dan mengecup pipi Freya. Sky membaringkan tubuhnya di samping Freya dan memeluk pinggang ramping Freya.
__ADS_1
“Maafkan aku sayang,” sesal Sky menyembunyikan wajahnya di punggung Freya. Sky tau, Freya tak tidur hari ini.
“Aku tak pernah membuang benih ku di sembarang wanita Freya.” Lirih Sky lagi. Sky belum menyadari apa yang baru saja dia katakan pada Freya.
Sementara Freya yang memang tak tidur tersenyum miris mendengar penuturan Sky. Secara tak langsung Sky baru mengakuinya jika dia pernah membuang benihnya pada wanita lain selain dirinya dan Freya tak tau siapa wanita itu. Mungkin itu kekasihnya yang dulu. Wanita yang ada di dalam foto itu yang membuatnya pergi dari Sky.
“Apa wanita itu yang pernah aku lihat sebelumnya Sky.”
Deg..
Jantung Sky berdetak kencang, bibirnya terkunci rapat saat menyadari kebodohannya.
“Sayang, aku_”
“Pergilah aku ingin tidur bersama Ara.” Usir freya pada Sky dan masih membelakangi Sky. Kenapa Sky harus mengatakan itu, jelas saja Freya masih sakit, membayangkan bagaimana intimnya Sky dan wanita itu.
Tapi saat ini, bukan itu masalahnya. Ada wanita lain lagi yang sudah mengandung anak Sky dan itu yang membuat hati freya tak tenang dan sakit.
“Sayang aku_”
“Sky aku ingin tidur.” Potong Freya.
“Aku akan menemanimu tidur Freya.” Imbuh Sky memeluk tubuh freya dari belakang. Freya menghembuskan nafasnya perlahan melihat suaminya tidak mau pergi.
*
Sementara Elard di kamarnya membuka laptop miliknya. Dia mencari data perusahaan Roberto. Perusahaan milik mendiang ayahnya Edwin. Elard masih penasaran dengan ucapan pria tua itu.
Benarkah ayahnya pemilik perusahaan Roberto. Selama ini Elard memang tak tahu menahu dan tak pernah ingin tahu. Dan hari ini dia ingin mencari tau kebenarannya.
Tak sampai lima belas menit, Elard sudah menemukan data pemilik perusahaan Roberto.
“Edwin Liotes.” Gumam Elard menatap layar laptop miliknya. Jadi benar dia adalah pewaris sah perusahaan Roberto. Kenapa dia tak pernah mencari tau tentang ini.
Tangannya menscrol lagi laptop miliknya dan tak lama nama Ausky Luis dan ayahnya terdaftar sebagai salah satu pemegang saham di salah satu perusahaan di kota c.
Tubuh Elard mematung melihat nama nama di layar laptopnya. Edwin dan Luis pernah beberapa kali memperebutkan perusahaan yang sama.
__ADS_1
“Apa benar semua ini,”