Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 154# Wanitanya Luis


__ADS_3

Sky menggerutu melihat Freya dan putrinya kompak meninggalkannya. Dia masuk ke dalam ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan pakaian formal.


Dua puluh menit kemudian Sky keluar dari ruang ganti dengan pakaian lengkap serta sepatu pantofel hitam di kakinya. Tak lupa Sky menyambar ponsel miliknya di atas meja.


Sementara di luar Freya mengerutkan keningnya saat mendengar bel berbunyi. Dia pasti Calvin yang akan menjemput suaminya.


Freya berjalan ke arah pintu dan membukanya lebar. Dan benar saja Calvin berdiri di depan pintu mension. Tapi tak lama Freya mengerutkan keningnya melihat pria di samping Calvin.


Dan Dava melihat Freya yang membuka pintu terpana dan mematung. Freya terlihat sangat cantik pagi ini. Meski tanpa riasan di wajahnya, Freya sungguh sangat cantik luar biasa. Di tambah lagi rambutnya yang di cepol asal di atas dan berantakan.  


Tak hanya itu, Freya juga memakai baju yang cukup seksi menurutnya. Dress yang sangat pendek dengan model karet di bahunya. Hingga Dava bisa melihat dada dan bahu freya yang terbuka.


Dava menelan ludahnya cekat melihat leher jenjang freya. Freya sungguh sangat cantik pagi ini. Tapi tak lama kemudian Dava tersenyum pada Freya.


“Pagi nona.” Sapa Dava mendahului Calvin yang membuka mulutnya.


Calvin menoleh ke arah Dava dan mengerutkan keningnya mendengar sapaan yang terdengar akrab di telinganya. Apa Freya pernah bertemu. Calvin memang tak tau, tentang pertemuan Freya dan Dava di restauran kemarin. Itu sebabnya dia tak tau menahu mengantarkan Dava ke mension tuannya.


“Pagi..” sahut Freya tersenyum tipis pada Dava.


“Apa anda ingin bertemu dengan suamiku.?” Tanya Freya menatap ke arah Dava.


Dava kaget mendengar pertanyaan Freya padanya. Dia masih belum percaya mendengar kata suami yang keluar dari bibir Freya. Benarkah wanita ini istri Luis. Rasanya tidak mungkin, Luis sudah tua dan Freya masih muda. Apalagi istri Luis adalah nona Venus. Model sekaligus artis dan sekarang, tak ada seorangpun yang tau dimana wanita itu berada.


Apa yang dia pikirkan benar benar terjadi. Freya sebelumnya adalah sugar baby Luis. Lalu Luis menceraikan Venus dan menikahi Freya yang menjadi sugar babynya. Atau sebenarnya Sky yang sudah memaksa Freya menikah dengannya dengan iming-iming uang miliknya yang sangat berlimpah. Seperti yang dia duga sebelumnya.


“Tuan ingin bertemu dengan suami saya.” Tanya Freya lagi saat tak mendapatkan jawaban dari pria di depannya.


Dava salah tingkah mendengar pertanyaan Freya padanya.


Sementara Calvin semakin mengerutkan keningnya melihat Dava. Calvin benar benar tak tau, apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


“Iya nona.”

__ADS_1


Sementara dari arah tangga Sky yang melihat Freya di depan pintu dan bersama seorang pria mengeratkan rahangnya emosi. Dia melangkah lebar menghampiri Freya dan ternyata pria itu adalah Calvin dan Dava. Untuk apa mereka berdua datang ke mension mewahnya. Dan Calvin sudah lancang membawa orang lain datang ke mension mewahnya.


Rahang Sky semakin mengeras melihat tatapan mata Dava pada Freya. Di tambah lagi Freya yang memakai dress minim di tubuhnya.


“Brengsek..” gumam Sky semakin melangkah lebar mendekati mereka.


Cup..


Freya kaget saat tiba-tiba saja sebuah tangan besar melingkar di pinggangnya serta kecupan di pipinya.


“Aku mencarimu di kamar sayang.” Bisik Sky mengendus leher freya yang masih terasa bau feromon di tubuhnya.


Freya melirik ke arah suaminya yang bergelayut manja di tangannya. Ada apa dengan Sky yang tiba tiba seperti cacing di lengannya.


“Tuan, tuan Dava ingin menandatangani surat kerja samanya.” Kata Calvin menundukkan kepalanya. Dia sungguh malu melihat tuannya sendiri seperti itu. , Sebelumnya tuannya tak pernah bergelayut seperti itu di lengan seorang wanita.


Apa karena dia istrinya, tapi sepertinya dia baru melihatnya seperti itu.


Ada apa?


“Kurasa kau sudah lupa dengan peringatan ku Calvin.”


Deg.


Tubuh Calvin menegang mendengar penuturan tuannya. Itu artinya dia sudah salah membawa Dava kemari. Calvin semakin menundukkan kepalanya ketakutan. Entah apa yang akan dia dapatkan dari tuannya nanti.


“Maaf tuan.”


Freya tak tau apa yang mereka maksud. Tapi dia menyuruh Dava masuk ke dalam. Tak sopan rasanya saat tamu di biarkan begitu saja dia luar. Tangannya melepaskan tangan Sky di pinggangnya.


“Sayang..” Seru Sky melihat freya berjalan masuk dan di ikuti oleh Dava.


“Awas saja jika dia merebut Freya dariku, ku pastikan kau yang akan ku gantung Calvin.” Geram Sky menatap tajam Calvin yang menundukkan kepalanya. Dia berlalu mengikuti langkah Freya dan Dava lebih dulu..

__ADS_1


“Bodoh,” Umpat Calvin pada dirinya sendiri.


“Apa boleh saya tau nama anda nona.”


Freya menoleh ke arah Dava dan tersenyum. Sementara Dava yang melihat senyum Freya semakin salah tingkah.


“untuk apa kau ingin tau nama istriku, tuan Dava.” Desis Sky menatap tajam Dava anak dari rekan bisnisnya.


Dava tersenyum mendengar suara dari belakang.


“Nona bolehkah saya duduk.” Tak perduli dengan seruan Sky padanya.


Tentu saja Sky menggeram mendengar penuturan Dava. Apalagi Dava sudah mengabaikannya.


“Sayang Ara mencarimu,” Seru Sky tanpa menatap freya di sampingnya. Tatapan mata tajamnya menatap Dava tak berkedip.


“Maaf tuan, saya datang kemari membawa berkas kerja sama perusahaan ayah saya.” Ucap Dava menyodorkan berkas di tangannya pada Sky.


“Seharusnya anda tak perlu datang kemari jauh jauh tuan Dava. Apalagi hanya untuk kerja sama yang belum tentu menguntungkan bagiku.” Sahut Sky dengan nada dingin, tanpa mengalihkan pandangannya dari Dava.


 “Saya tak suka membawa urusan bisnis  ke dalam mension ku. Apalagi membawa masuk pria asing kemari.” Lanjut Sky dengan rahang mengeras.


Sementara Calvin yang mendengar penuturan tuannya menundukkan kepalanya. Dia sudah takut bukan main mendengar penuturan tuannya. Calvin tau, sebenarnya kata kata itu di tujukan olehnya juga.


“Tuan Luis, maaf saya pikir anda tak akan datang ke perusahaan. Lagi pula tuan Calvin yang mengatakannya padaku jika tuan tak datang hari ini. Itu sebabnya saya datang kemari.” jawab Dava melirik ke arah Calvin yang menundukkan kepalanya.


Mendengar penuturan Dava, Sky mengepalkan tangannya.


Dia menyambar berkas di atas meja dan mm bukanya. Sky tersenyum miring melirik kearah Dava.


Sky mendesah kasar membaca berkas di tangannya. Sky melirik ke arah Dava yang mencuri pandang ke arah lain. Sky tau apa yang Dava cari.


Sky menutupnya kembali berkas di tangannya dan mengembalikan pada Dava.

__ADS_1


"Ada apa tuan." tanya Dava bingung melihat Sky yang menutup berkasnya.


"Maaf tuan Dava, sudah kubilang saya tak suka membawa pekerjaan je dalam mension saya."


__ADS_2