
Brakk..
Wanita bertubuh semampai berjengit kaget saat mendengar suara gebrakan meja di depannya. Dia menundukkan wajahnya, takut melihat tatapan mata atasanya sendiri.
“Apa kau bodoh, perbaiki semuanya.” Teriak Dava pada sekertarisnya yang berdiri di depannya.
Tanpa menunggu lama wanita yang menjadi sekertaris Dava pergi meninggalkan atasannya. Dia tak ingin berakhir menjadi gelandangan tentunya.
Dava mengumpat sekertarisnya, yang terlewat bodoh. Bisa bisanya mereka membuat laporan yang tak sesuai. Apa yang ada dalam pikiran mereka sebenarnya.
Dava memijit kepalanya yang sedikit berdenyut. Efek semalam mabuk dan pagi ini kepalanya masih sedikit pusing. Semua itu gara gara wanita yang menjadi istri Ausky Luis. Wanita yang sudah membuat dia jatuh cinta pada pandangan pertamanya.
“Brengsek..” Umpat Dava, tak lama kemudian dia berjengit kaget melihat pria yang tiba-tiba berdiri di depannya.
“Luis..” seru Dava kaget, dia melirik ke arah pintu. Sejak kapan Luis berdiri di depannya dan siapa yang sudah mengijinkan dia masuk ke dalam.
Sky tersenyum miring melihat wajah kaget Dava. Dia berjalan mendekati Dava yang duduk di kursi kebesarannya.
“Siapa yang sudah mengijinkan anda masuk ke ruangan ku. Anda sangat tidak sopan tuan.” Seru Dava tersenyum sinis ke arah Sky. Mencoba bersikap tenang, menyembunyikan gugupnya saat melihat Sky yang tiba-tiba saja sudah berada di ruangannya.
Sementara Sky tak kalah tersenyum sinis pada Dava. Sky bahkan terkekeh mendengar ucapan Dava padanya. Dia yakin Dava bertanya tanya kenapa dia bisa berada di sini.
Click..
Dava kaget melihat sebuah senjata api berada di keningnya. Dava menelan ludahnya kasar melihat tatapan mata Sky padanya yang menodongkan senjata api padanya. Tubuhnya gemetar ketakutan, melihat ujung senjata api menempel di keningnya.
Ada apa ini, siapa Sky sebenarnya.?
Sebelumnya Dava tak pernah melihat tatapan Sky yang seperti singa jantan memburu buruannya. Dan lagi dia sama sekali tak tau siapa Sky sebenarnya.
Apa dia akan membunuhnya.?
“Masih ingin merebut Freya dariku, hemm. Peluru ini akan meledakkan kepalamu jika kau masih berani padaku Dava.” Tukas Sky tersenyum miring pada Dava. Dan Dava mengepalkan tangannya mendengar penuturan Sky. Nafasnya memburu menahan emosi mendengar ancaman Sky padanya.
“Tuan Luis, apa kau takut jika Freya berpaling dan jatuh ke tangan ku.” Tanya Dava dengan senyum penuh kemenangan. Dia yakin senjata di tangan Sky palsu. Tak mungkin Sky bisa memiliki senjata seperti itu.
Sky mengeratkan giginya emosi mendengar penuturan Dava. “Freya tidak akan pernah jatuh ke tanganmu Dava, karna aku tak akan pernah melepaskannya sampai kapanpun.” Tukas Sky dingin, menahan emosi.
“Bagaimana jika Freya yang ingin lari dari mu tuan. Aku tau, kau hanya mempermainkan Freya. Aku juga tau Freya hanya wanita yang sudah kau beli. Kau pasti hanya ingin mempermainkannya.” Kata Dava menaikkan nada suaranya pada Sky. Dia terpancing emosi membayangkan Sky yang hanya akan mempermainkan Freya.
__ADS_1
“Kau tau, aku membeli Freya dari tempat perjudian. Ck.. ternyata kau pintar mencari informasi tentang kami.” Kata Sky terkekeh lucu.
Dan Dava semakin emosi mendengar tawa Sky di depannya. Tidak ada yang lucu menurutnya, lalu kenapa Sky tertawa di depannya. Jadi benar Sky hanya ingin mempermainkan Freya.
“Aku tau kau pasti hanya ingin mempermainkan Freya tuan Luis.” Geram Dava menatap Sky tajam. “Aku pasti bisa merebut Freya da_”
Dor..
Pyarr..
Dava berjengit kaget lagi mendengar suara letupan senjata api di telinganya dan suara kaca yang pecah. Bukan hanya kaget, tapi kali ini jantung Dava hampir saja lepas dari tempatnya. Rupanya senjata di tangan Sky bukanlah palsu ataupun mainan.
Dava mengepalkan tangannya, meski tubuhnya berkeringat dingin dan bergetar. Mungkinkah Freya juga di ancam oleh Luis selama ini.
“Siapa kau sebenarnya Luis. Apa kau seorang pembunuh dan ingin membunuhku. Apa kau juga mengancam Freya untuk mendapatkannya.” Geram Dava dengan dada naik turun menahan emosi.
Sky semakin tersenyum miring mendengar suara Dava. Mulutnya masih bisa berteriak, tapi tubuhnya bergetar menahan takut.
“Jangan sia siakan hidupmu tuan Dava. Freya milikku, jangan sampai aku meledakkan kepala mu saat ini juga.” Ucap Sky mengangkat dagu Dava dengan ujung senjata api miliknya.
Click..
Dava berjengit kaget, jantungnya benar benar mau lepas dari tempatnya. Dia memejamkan matanya mendengar suara senjata di tangan Sky yang siap meluncurkan timah panasnya. Tubuhnya gemetar ketakutan dan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.
“Andai kau bukan putra Devan, aku yakin peluru ku akan menembusnya saat ini juga.” Ancam Sky semakin menekan senjatanya pada dagu Dava, hingga Dava mendongakkan wajahnya.
“Bunuh saja aku brengsek.” Teriak Dava kembang kempis
Dor..
Shh..
Dava meringis merasakan sakit yang luar biasa di lengan kirinya. Darah segar seketika merembes dan membasahi kemeja putih miliknya. Dava menoleh ke arah Sky yang tersenyum miring.
Ya Sky mengumpat dirinya sendiri. Andai saja bukan karna Devan, dia yakin sudah membunuhnya saat ini.
“Jangan pernah tunjukan wajahmu padaku dan istri ku. Kau akan tahu akibatnya.” Ucap Sky kemudian berbalik keluar dari ruangan Dava.
“Sial.. “ Sky berulang kali mengumpat Dava. Emosinya kembali memuncak, saat mengingat Devan. Andai saja dia bukan putranya, dia yakin akan menghabisi Dava kali ini.
Sky mencoba mengatur nafasnya perlahan yang memburu karna emosi. Dia masih ingat juga jika dia harus mengontrol emosinya yang memuncak. Freya juga tak ingin dia membunuh siapapun kali ini. Tentu saja, apa memangnya yang bisa Sky lakukan untuk istri tercintanya. Dia akan melakukan apa yang Freya katakan padanya.
__ADS_1
*
Sky berjalan lebar masuk ke dalam ruangan CEO miliknya yang di ikuti Calvin dan dua bodyguardnya. Sampai di dalam ruangannya Sky di kagetkan dengan wanita yang duduk di kursi kebesarannya.
“Sayang...” seru Sky melangkah lebar mendekati Freya.
Sementara Freya memicingkan matanya melihat Sky yang berjalan menghampirinya. Dari mana suaminya.?
Cup..
“Kenapa kau tak bilang mau datang sayang.” Ucap Sky menarik pinggang Freya agar menempel padanya. Sky menundukkan wajahnya, menghirup wangi khas tubuh istrinya sendiri. Tapi tak lama Sky mengerutkan keningnya, saat menghirup aroma shampoo di rambut Freya.
Sky melepaskan pelukannya pada Freya dan menatap Freya dengan menyipitkan matanya. Biasanya kan Freya bau feromon, Freya baru mandi saat hari menjelang malam. Dan ini Freya sudah wangi shampoo di rambutnya.
“Apa,” tanya Freya memalingkan wajahnya melihat tatapan intes Sky padanya.
“Kau semakin cantik hari ini.” Sky mendekatkan wajahnya kembali pada wahah Freya dan menempelkan bibir mereka berdua.
Sementara Freya memejamkan matanya mendapatkan sentuhan bibir lembut di bibirnya. Dia mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya dan menarik leher Sky agar semakin dalam mencium bibirnya.
Sky terkesiap, selain agresif, Sky bisa merasa Freya sangat terburu-buru kali ini. Ya jelas saja Sky bisa merasakan sentuhan Freya padanya. Ada apa dengan istrinya.
Freya melepaskan tautan bibirnya dan mendongak menatap wajah suaminya yang juga menatapnya.
“Ada apa sayang.” Tanya Sky mengerutkan keningnya melihat tatapan mata Freya padanya. Sky merasa ada yang ingin Freya katakan padanya.
“Sayang..” imbuh Sky menangkup wajah Freya dengan kedua tangannya dan mengecup bibirnya lembut. Tak lama Sky melepaskan lagi tautan bibirnya pada Freya dan menatap mata Freya yang berkaca kaca.
“Aku hamil,” Lirih Freya menundukkan kepalanya lagi. Dia tak tau, apakah Sky akan bahagia atau tidak mendengar dirinya hamil lagi. Freya sangat takut, jika Sky menolaknya.
Ya Freya sudah curiga saat dia menyadari jika hanya ingin makan yang asam. Apalagi saat Sky membawakannya buah rambutan untuknya, dia merasa buah itu sangat enak. Padahal saat putrinya memakannya, dia bilang sangat kecut luar biasa. Dari situ Freya baru menyadarinya. Karna saat hamil Ara juga sama dia sangat suka asam. Dan tanpa menunggu lama dia menyuruh salah satu pelayan membeli testpack. Dan hasilnya ternyata positif.
“Katakan sekali lagi Freya.” Sahut Sky dengan nada lirih dan bibir bergetar.
Freya semakin menundukkan wajahnya takut mendengar pertanyaan Sky padanya.
“Apa kau marah Sky. Aku hamil.” Jawab Freya menatap mata Sky.
Cup..
__ADS_1