
Freya menjauhkan wajahnya dari dada bidang Sky. Dia mendongak menatap wajah Sky dan berkata.
"Aku ingin minum."
Sky menganggukan kepalanya dan berjalan mengambil minum untuk Freya. Sementara Freya sama sekali tak ingin turun dari gendongan Sky.
Gluk..
Gluk..
Sky mengusap bibir Freya yang basah dan lehernya yang berkeringat dengan tisu. Matanya menatap mata Freya yang masih terlihat sebab dan ketakutan.
"Siapa yang mengijinkan mu masuk ke sana.?"
Freya menundukkan wajahnya takut, dia menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Sky padanya. Jangan sampai dia di lemparkan lagi masuk ke dalam. Freya tak ingin melihat kucing besar itu lagi.
"Aku hanya ingin melihat keluar." Cicit Freya semakin menundukkan wajahnya. Pegangan tangannya mengencang pada punggung Sky.
"Ingin kabur dari ku begitu."
Freya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Sky. Freya menggigit bibir bawahnya saat mendengar nada dingin Sky padanya. Tubuhnya masih bergetar ketakutan di tambah lagi Sky marah padanya.
"Ingat dia akan memakan mu jika kau kabur dari sini."
Freya mengencangkan kakinya di pinggang Sky dan menggelengkan kepalanya. Sky menipiskan bibirnya melihat gelengan kepala Freya dan kaki Freya yang mengencang di pinggan nya. Akhirnya dia tau jika Freya takut dengan kucing besarnya.
Sedangkan Freya terisak kembali membayangkan bagaimana hewan itu akan mencabik cabik tubuhnya.
"Dia akan memakanku." Adunya segukan. Freya sama sekali tak pernah menyangka akan melihat hewan besar itu. Selama ini dia hanya melihat hewan yang seperti itu sangat kecil di kontrakannya.
"Kucing itu sangat besar." Cicitnya lagi.
Sky ingin tertawa mendengar penuturan Freya. Sky tak menyangka jika Freya benar-benar sangat ketakutan saat ini. Sky membawa Freya di ruang kerja miliknya. Sky mengambil ponsel dan menghubungi Calvin jika dia tak bisa kembali ke perusahaan saat ini. Tak mungkin Sky meninggalkan Freya sendiri. Selain Freya yang masih ketakutan, Freya juga masih sakit.
*
"Dad.."
__ADS_1
Venus menatap memelas pada Keanu agar mempercepat pertunangan dengan Sky. Venus tak ingin wanita lain merebut Luis darinya. Apalagi saat mendengar jika Luis sudah menikah dan memiliki istri. Venus tak percaya dengan semua ini.
"Apa benar jika Luis sudah menikah Venus." Tanya Keanu pada putrinya.
Keanu juga tak menyangka jika Luis akan menikah dengan orang lain. Padahal tiga tahun yang lalu Heidher dan dia sudah menjodohkan mereka berdua.
"Aku tak tau dad, tapi aku tak perduli bukankah uncle sudah menyetujui pertunanganku dan Luis. Uncle Heidher tak akan mempermalukan kita dad."
Keanu mendesah lirih mendengar penuturan putrinya. Keanu juga merasa di bohongi oleh Heidher. Sebagai seorang pebisnis, Heidher sudah mengecewakan. Hampir empat tahun yang lalu Heidher sendiri yang mengatakan padanya jika dia akan menjodohkan salah satu putranya dengan Venus. Dan sampai sekarang Luis selalu menolak putrinya. Keanu bisa merasakan jika Luis tak menyukai Venus. Tapi sebagai rekan bisnis dan melihat Luis yang sangat kaya raya, jelas saja dia menginginkan menantu seperti Luis.
"Daddy akan bicara nanti."
Venus tersenyum lebar mendengar penuturan ayahnya. Dia berbalik dan pergi meninggalkan perusahaan ayahnya. Semoga saja ayahnya berhasil menyakinkan Heidher dan akan mempercepat pertunangannya dengan Luis.
Venus melajukan mobilnya ke tempat spa. Dua hari sekali dia harus melakukan perawatan wajahnya yang mulai kusam. Dan tak sampai satu jam Venus sampai di salon langganannya. Kemudian Venus masuk ke dalam dengan wajah arogannya. Menenteng tas mahal keluaran terbaru di tangannya.
Venus masuk ke ruang VIP dan mendudukkan bokongnya di atas kursi. Tak sampai lima menit karyawan mendekati Venus.
Seperti biasa mereka akan memberikan perawatan pada Venus. Dari ujung kaki dan ujung rambutnya. Semua tak luput dari pijatan lembut dan lulur di seluruh tubuhnya.
*
"Jangan biarkan Freya keluar dari kamarnya."
"Baik tuan.."
Sky melanjutkan lagi langkahnya keluar dari mension mewah miliknya. Bodyguard dan Calvin mengikuti langkah Sky masuk ke dalam mobil.
"Mension Heidher.."
Supir menginjak pedal gasnya pergi ke mension Heidher. Calvin yang duduk di kursi depan hanya melirik ke arah tuannya. Calvin sudah tahu apa yang akan di lakukan Sky nanti. Tak sampai satu jam mobil yang di tumpangi Sky sampai di mension Heidher.
Dor..
Calvin berjengit kaget mendengar suara tembakan. Dia menoleh kebelakang dan menundukkan wajahnya saat melihat Sky yang tersenyum miring melihat penjaga mension ayahnya ambruk dengan peluru panasnya.
Calvin menelan ludahnya kasar, dia tak percaya jika tuannya akan menghabisi salah satu penjaga milik Heidher.
__ADS_1
Sedangkan Heidher dari dalam mension mewahnya shock saat mendengar suara tembakan dari luar. Kebetulan Heidher ada di ruang tamu saat bunyi tembakan terdengar. Heidher keluar dari mension dan shock melihat salah satu dari anak buahnya tergeletak tak bernyawa di depannya.
Tak lama Heidher mengeraskan rahangnya saat melihat Sky turun dari mobil dan tersenyum miring padanya.
"Luis.."
Dor...
Heidher semakin terkejut mendengar suara tembakan yang mengarah padanya. Nafasnya semakin memburu menahan emosi. Apa salahnya pada Sky hingga dia ingin membunuh dirinya.
Sementara anak buah Heidher hanya menundukkan wajahnya. Mereka tak tau harus membela yang mana. Tuannya atau tuan mudanya
Sky melangkah mendekati Heidher dengan senyum misteri di bibirnya. Dia tau jika ayahnya pasti tak menyangka dia akan melakukan ini padanya.
"Sudah ku katakan jangan pernah mengusikku Heidher."
"Apa maksudmu." Geram Heidher menatap tajam pada Sky.
"Jangan berpura-pura bodoh Heidher. Aku tau kau mengincar istriku."
Heidher melototkan matanya mendengar ucapan Sky. Tak lama Heidher menghembuskan nafasnya perlahan. Rupanya wanita itu sudah meracuni otak putranya. Hingga putranya ingin membunuh dirinya saat ini.
"Sky jangan permalukan daddy. Daddy akan malu, jika harus membatalkan pertunangan mu dengan Venus." Ucap Heidher menatap Sky.
"Singkirkan orangmu atau aku akan membunuh mereka."
Sky tak menjawab ucapan Heidher, dia justru meminta Heidher menarik anak buahnya yang memata-matai mension mewahnya. Sky sama sekali tak ingin membalas pertunangannya dengan Venus. Sky tak berminat dan tak tertarik sedikitpun. Sky lalu masuk ke dalam mobilnya dan meminta supir untuk meninggalkan mension ayahnya.
Heidher menatap mobil mewah putranya yang melaju meninggalkan mension mewahnya. Heidher mendesah lirih. Dia tak menyangka pada putranya bisa melakukan itu padanya. Memangnya wanita seperti apa yang Sky pertahankan sampai saat ini. Kenapa dia sampai ingin menghabisinya untuk melindungi wanita itu.
Tak jauh dari pintu, Marcel mendengar apa yang mereka katakan. Marcel juga tak menyangka jika kakaknya melepaskan timah panasnya pada ayahnya sendiri. Memangnya seperti apa wanita itu sampai Sky membelanya. Jelas saja mereka sangat penasaran wanita seperti apa yang menjadi istri Sky. Karna sebelumnya Sky sangat membenci wanita. Bagi Sky wanita hanya mainan.
Apalagi yang dia tau wanita dari tempat perjudian yang di lelang.
Marcel masuk kembali ke kamarnya. Dia semakin penasaran wanita seperti apa yang menjadi istri Sky. Jika wanita itu sangat spesial kenapa dia tak mengadakan pesta pernikahan. Dan lagi, Sky tak pernah menunjukkan wanita itu.
.
__ADS_1
.