Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 66# Ketakutan Freya


__ADS_3

“Menikahlah dengan Venus, maka aku akan melepaskannya.” Jawab Heidher menatap Sky yang berdiri di depannya.


“Heidher... “ Teriak Sky menggema di dalam mension mewah Romanov. Nafas Sky memburu menahan emosi yang memuncak.


Tangannya bergetar melihat pria tua yang menjadi ayahnya sudah mengancamnya.


Sky menurunkan senjata apinya pada Heidher. Biar bagaimanapun juga Heidher adalah ayahnya dan Sky tak mungkin membunuhnya. Orang tua satu satunya yang dia punya. Sky tau bagaimana Heidher merawatnya dulu.


“Katakan padaku dimana Freya.?” Rintih Sky.


Heidher menoleh ke arah putranya. Entah kenapa Heidher merasa Luis memang menginginkan gadis itu. Tapi tak lama Heidher menggelengkan kepalanya.


Heidher berjalan menaiki anak tangga dan meninggalkan Sky di lantai bawah. Sudah sejauh ini Heidher tak mungkin menggagalkan rencananya. Dia tak ingin malu, dan tak ingin tercoreng namanya. Apalagi Keanu sudah sering mengatakan ni ada rekan bisnisnya jika putranya akan menikah dengan putrinya.


Melihat Heidher melangkah pergi, tangan Sky terkepal erat. Emosinya pada wanita bernama Venus kian menjadi.


Cih...


“Kau pikir bisa mengekabuiku nona. Mimpimu terlalu tinggi, aku akan membuatmu hancur telah mengusikku.”


Sky berjalan lebar keluar dari mension ayahnya. Calvin yang melihat tuannya merasa kasihan. Andai mereka tak mengizinkan Freya keluar dari perusahaan mungkin semua ini tak mungkin terjadi.


*


Freya mengerjapkan matanya mendengar suara ribut yang sangat nyaring di telinganya. Freya menoleh ke samping dan matanya melotot melihat empat pria bertubuh besar sedang bermain kartu tak jauh darinya.


Tubuh Freya seketika bergetar ketakutan. Freya menoleh ke samping dan kembali memejamkan matanya saat tangan dan kakinya terikat.


Freya menatap ke sembarang arah, dimana ada kamar yang sangat kotor dan pengap. Tak terasa Freya terisak mengingat nasibnya yang malang. Freya pikir kenapa mereka mengincarnya. Apa mereka akan membunuhnya, atau mereka akan menjualnya lagi.


“Hey kau sudah bangun nona.”


Freya kaget menoleh ke samping dan menatap seorang pria dengan wajah yang penuh tato di pipi sebelah kanan. Freya berjengit dan bergetar ketakutan saat pria itu menyentuh pahanya.


“Tubuhmu sangat indah nona.” Pujinya menatap Freya dan mengusap bibirnya dengan jari jempolnya.


Temannya yang lain juga mendekati rekannya. Dia juga ikut mengangkat tangannya meraba paha mulus Freya.


Freya menggelengkan kepalanya, tubuhnya semakin bergetar ketakutan. Freya tak bisa apa apa selain hanya menggelengkan kepalanya. Hanya air matanya yang mengalir deras. Mulutnya di tutup lakban Freya tak bisa berteriak pada mereka agar menyingkirkan tangan mereka.


“Heemm nona kau juga sangat menggoda rupanya.”

__ADS_1


Kata pria lainnya yang baru saja datang. Bersama dengan tangannya yang masuk ke dalam rok mini Freya. Dan mengelus paha Freya dengan tangan besarnya.


Plak..


“Jangan bodoh, jika kau tak ingin kepalamu menjadi taruhannya.” Salah satu temannya mengingatkan mereka berdua. Di menoleh ke arah Freya yang menangis. Memang benar apa kata rekannya jika Freya sangat cantik dengan bulu mata lentiknya. Sebelumnya mereka tak melihat wajah Freya karna mereka langsung menutup wajah Freya dengan kain.


“Ck... Apa kau tak melihat, dia sangat seksi dan menggoda. Dia juga sangat cantik, dan imut. Ketua tak akan tau jika kita sudah bersenang senang dengan gadis ini.” Ujar salah satu dari mereka sambil mengelus pipi Freya dengan punggung tangannya.


Mereka tertawa mendengar penuturan rekannya. Sementara Freya dia sudah terisak mendengar perkataan mereka. Bagaimana jika dia di gilir oleh mereka. Freya menggelengkan kepalanya lagi. Ausky Luis, hanya itu yang terlintas di kepala Freya saat ini.


Salah satu dari mereka membuka lakban di mulut Freya. Dan seketika itu juga Freya menangis kencang.


“Menjauh dariku.” Teriaknya pada mereka.


“Ck hey nona, diamlah jangan berteriak lagi, atau aku akan menyumpal mukutnu dengan milikku.”


Mereka semua tertawa terbahak mendengar kata temannya.


Sementara Freya langsung mengunci bibirnya. Dalam hati Freya ingin suaminya menolongnya dan membawanya pulang. Freya tak mau di gilir dengan mereka semua.


“Aku ingin pulang.” Kata Freya memohon pada mereka.


Mereka membalas dengan tertawa terbahak. Dia tak percaya jika ternyata gadis ini sangat ketakutan dan ingin pulang. Apalagi mendengar rengekan Freya yang seperti gadis kecil.


“Senangkan dulu kami, baru kami akan mengantarkan mu kembali pulang.”


Freya menggelengkan kepalanya, tubuhnya semakin bergetar ketakutan saat tangan salah satu dari mereka lagi masuk ke dalam rok miliknya. Bibirnya bergetar mengatakan jangan. Tapi mereka sama sekali tak mengindahkan ucapan Freya.


“Menjauh dariku..Daddy..” Jerit Freya berontak dan tanpa sengaja kakinya menendang milik salah satu pria di depannya.


Dug...


Akk.,


“Brengsek...” Salah satu dari mereka berteriak dan mengumpat Freya saat miliknya ditendang oleh Freya. Dia menatap tajam Freya dan merobek kain segi tiga milik Freya. Freya yang kaget memekik dan berteriak histeris.


Dor..


Akrr..


Mereka semua menoleh ke arah pintu dan melototoan matanya melihat Luis Romanov ada di depan pintu. Pria yang tertembak tangannya meringis merasakan sakit yang luar biasa. Bukan hanya itu tubuhnya juga bergetar ketakutan melihat Luis berdiri dengan wajah seperti iblis.

__ADS_1


Bug..


Brakkk...


Sky menghajar mereka tanpa ampun saat melihat Freya yang menangis segukan. Sky tau jika Freya pasti ketakutan saat ini. Di tambah lagi saat melihat kain segitiga Freya di robek dan berada di lantai. Jelas saja Sky murka melihatnya.


Sett..


Akk...


Mereka berdua mundur ke belakang saat melihat rekannya di habisi oleh Luis Romanov. Mereka mundur ke belakang dan meminta maaf pada Sky.


Jlebb..


Brukk..


“Tuan... “ Tinggal dirinya seorang diri, rekannya sudah tak bernnyawa di tangan Sky. Dia membunuh rekannya dengan cara yang sadis. Sky tidak menembak mereka tapi menyayat mereka dengan pisau di tangannya. Matanya melirik ke belakang di mana pintu yang terbuka.


“Mencari rekanmu yang lain hemm..”


“Tuan.. “


“Ingin menyentuh istriku.” Geram Sky terdengar dingin.


Sett...


Akkrr...


“Tu_an.” Nafasnya tersengal merasakan sakit yang luar biasa saat tangannya di sayat oleh benda di tangan Luis.


“Akkrr.. Tuan maafkan saya.”


Sky mengayunkan lagi pisaunya di dada itu pria di depannya. Membayangkan dia yang meraba tubuh Freya dan merobek kain segitiga Freya hingga membuat Freya ketakutan membuat Sky hilang kendali dan membunuh mereka dengan cara yang sadis.


Akk...


Sementara Freya yang memejamkan matanya dan menangis tak tau apa yang sedang terjadi. Dia memejamkan matanya rapat dan bibirnya bergetar ketakutan.


Sky mendekati Freya dan melepaskan ikatan tapi di kaki Freya. Freya masih terisak, dia menggelengkan kepalanya. Freya pikir jika dia adalah pria yang ingin menyentuh nya.


“Menjauh dariku..” Teriak Freya ketakutan dan berontak.

__ADS_1


“Sayang.. “


__ADS_2