
“Brengsek, dimana suamiku.?” Teriak Venus pada pelayan saat sampai di dalam mension mewah Sky. Dia mencari keberadaan Sky di kamarnya tapi kamar Sky masih terkunci dan Sky tak ada di dalam kamarnya.
Pelayan menundukkan wajahnya mendengar teriakan istri dari majikannya.
Venus mengepalkan tangannya melihat tak ada satupun yang menjawab pertanyaan darinya.
Venus masuk ke dalam kamarnya dan menelpon Imelda menanyakan keberadaan Luis. Dan Imelda mengatakan Luis tak ada di mension ayahnya.
“Jika Luis tak ada dimension dan rumah sakit lalu dimana dia sekarang.” Gumam Venus mengepalkan tangannya.
Apa ada yang di sembunyikan Luis darinya, hampir beberapa hari ini dia jarang datang ke perusahaan dan kembali ke mension. Di rumah sakit juga sama, Luis hanya datang sebentar lalu pergi lagi saat Elard sudah tidur.
“Cari tau, dimana suamiku berada saat ini. Aku tak mau tau, kau harus mencarinya sekarang juga, brengsek.” Teriak Venus menutup sambungan ponsel di tangannya dan melemparkan ponselnya di atas ranjang.
“Apa yang kau sembunyikan dariku Luis.”
Venus mengepalkan tangannya mengingat jika Luis sama sekali tak merasa cemburu dan marah saat melihatnya selingkuh tadi. Venus pikir Luis akan marah dan akan menyeretnya pulang lalu mereka akan berakhir bercinta. Tapi semua itu sama sekali tak ada yang terjadi. Luis justru membiarkan dirinya begitu saja dan pergi meninggalkan dirinya. Terlebih Luis mengatakan jika permainan di mulai. Apa maksud Luis, apa dia akan menceraikannya seperti ucapannya.
“Kau tak bisa menceraikan aku Luis.” Geram Venus mengepalkan tangannya emosi menahan amarah dan kecewa luar biasa. Sampai sejauh ini, dia dan Luis sama sekali tak pernah menyatu. Dia selalu saja gagal saat ingin menggoda Luis. Sudah berbagai macam cara, Venus menjebak Luis tapi semua itu sama saja, gagal.
Prang..
“Brengsek..”
*
Cup..
Sky menautkan bibirnya pada bibir penuh Freya. Tangan kanannya melepaskan kemeja miliknya sendiri dan membuangnya ke sembarang arah. Sementara tangan kirinya menahan tubuh Freya agar tak terjatuh.
Sky mengambil tangan Freya dan membawanya pada lehernya. Freya hanya menurut saat Sky menggendongnya berjalan menghampiri ranjang.
Sky melepaskan bibirnya dan menatap mata sayu Freya yang tertutup kabut gairah. Sky sangat menyukai wajah merah Freya di bawah kungkungannya.
“Jangan membuatku marah Freya, apapun yang kau lihat lima tahun lalu, itu tak seperti apa yang kau pikirkan. Wanita itu hanya masa laluku dan aku ingin Freya ku, ada di sampingku. Bukan masa lalu yang sudah terkubur Freya. Aku mencintaimu, hanya Freya yang ku inginkan. Berjanjilah padaku jangan lagi meninggalkanku.”
Cup..
Hati Freya berdesir dan menghangat mendengar ungkapan Sky padanya. Di tambah lagi bibir Sky yang mencium keningnya lembut. Benarkah Sky mencintainya dan hanya menginginkan dirinya.
“Percayalah padaku aku mencintaimu Freya.” Bisik Sky lagi mencium pipi Freya dengan bibir basahnya lalu berlabuh pada bibir Freya yang selalu menggodanya. Bibir penuh Freya yang menjadi bayang bayang mata Sky saat dia ingin tertidur.
__ADS_1
Mata cantik Freya yang mengeluarkan air mata saat dia berada dalam ruang pribadinya. Sky tak bisa lagi hidup tanpa Freya di sisinya. Cukup selama ini dia kehilangannya.
Mendengar ungkapan Sky yang kesekian kalinya. Hati Freya berbunga bunga dan bahagia. Dia membalas bibir Sky dan menyesap bibir tebal milik Sky.
Sky terkesip saat Freya membalas ciumannya, selama ini Freya belum pernah membalas bibirnya. Dan sekarang Freya justru membalas dan menyesapnya. Di tambah lagi lidah Freya yang sangat lincah masuk ke dalam rongga mulutnya.
Dari mana Freya belajar.?
Sky menggelengkan kepalanya mengusir pikiran buruknya. Freya miliknya dan apapun yang Freya lakukan bersama Vincent Sky tak perduli. Baginya Freya miliknya dan Vincent tak berhak atas Freya.
Sky dan Freya bertukar keringat di dalam kamar tamu di lantai bawah. Mereka berdua bahkan tak pandang lelah. Terhitung sudah hampir dua jam Sky dan Freya memuaskan hasrat masing-masing.
Bunyi kecipak kulit yang saling bersentuhan dan ******* Freya menambah api gairah dalam diri Sky. Freya sudah empat kali sampai puncaknya dan Sky masih belum tak ada tanda tanda akan mengakhiri permainannya.
Bibir Sky juga tak kalah meracau dan menggeram. Seiring dengan hujaman pinggulnya pada Freya. Tubuh Freya benar-benar membuat tubuh Sky candu dan terus ingin menenggelamkan senjatanya pada Freya. Berbagai posisi Sky lakukan hingga Freya lelah dan merengek pada Sky agar menghentikan permainnya.
“Kenapa sayang.”
“Aku lelah..”
Sky tersenyum melihat wajah Freya yang meringis. Apalagi saat mendengar rengekan Freya, terdengar seperti nyanyian di telinganya.
Sky menundukan wajahnya dan menyambar bibir Freya lagi, kemudian menyesapnya. Padahal bibir Freya sudah terasa kebal.
Ciuman Sky masih tetap sama, penuh dengan gelora dan gairah yang membuncah. Tak lama Sky melepaskan tautan bibir Freya dan menambah ritme gerakannya saat merasakan tubuh Freya yang kembali mengejang.
“ Bersama sayang.” Ucap Sky pada Freya dan tak lama baik Sky maupun Freya. Mereka berdua sama sama meraih puncak gairah permainan mereka.
Ahhh..
Eghh..
Erang Sky menekan pinggulnya lebih dalam lagi pada Freya. Seolah Sky ingin menyemburkan bibit unggulnya di rahim Freya yang terdalam.
Sky membuka matanya dengan nafas yang masih memburu dan terputus. Mata tajamnya menatap mata Freya yang terlihat sayu dan lelah. Sky melepaskan penyatuan mereka dan menggendong tubuh Freya masuk ke dalam kamar mandi.
“Tuan bisakah biarkan aku ti_ Sky... “jerit Freya saat hidungnya di gigit oleh suaminya.
“Panggil aku sayang,” pinta Sky menggigit lagi hidung Freya gemas.
“Sayang sakit.. “ rengek Freya di gendongan Sky.
__ADS_1
Sky terkekeh mendengar rengekan Freya padanya. Dia membawa Freya di bawah air shower dan mengguyur tubuh lengket mereka. Freya beringsut turun dari gendongan Sky saat miliknya terasa perih.
Sky memejamkan matanya merasakan sentuhan bokong polos Freya pada senjatanya yang masih berdiri.
“Apa kita harus melakukannya lagi di sini sayang.”
“Aw..”
*
“Dad, aku tak mau tau dad, kemana Sky selama beberapa hari ini. Aku tak ingin Sky memiliki wanita lain selain aku.” Seru Venus pada Heidher dengan mata yang basah.
Heidher menatap Venus penuh rasa bersalah. Dia hanya menganggukan kepalanya pada Venus. Heidher sendiri tak percaya jika Sky akan keras kepala terus. Heidher tau selama ini hubungan putranya dan Venus tak berjalan normal. Entah apa kurangnya Venus hingga Luis masih tak menerima Venus sebagai istrinya.
Heidher kadang merasa sangat kasihan pada menantunya. Dia cantik dan penurut, tapi Luis sama sekali tak melirik ke arah Venus dan acuh terhadap menantunya.
“Ya daddy akan cari tau nanti, maafkan Luis sekali lagi. Daddy yakin jika Luis sedang banyak pekerjaan, ditambah lagi Elard sakit.” Hibur Heidher pada Venus.
Venus hanya menundukkan wajahnya dan menangis lagi. Dia sengaja pagi pagi datang kemari mencari keberadaan heiydher dan mengadukan tentang putranya dan Heidher pasti akan mencari tau. Heidher tak pernah mengecewakannya, apalagi melihat dirinya menangis seperti ini. Pria tua ini pasti tak tega dengannya.
“Jangan terlalu di pikirkan, daddy akan mencari tau tentang Luis. Daddy yakin jika Luis tak berani macam macam.” Hiburnya berdiri dan pergi meninggalkan Venus di ruang tengah.
Venus berdiri dan mendesah kasar, dia tak bisa menemukan Sky hingga pagi ini dan orangnya juga sudah berusaha mencarinya. Tapi Luis sama sekali tak dia temukan.
“Dimana dia..?” Gumam Venus berjalan menundukkan wajahnya.
Sett..
Venus hampir saja berteriak ketika dirinya di seret dan bibirnya di bungkam oleh sebuah tangan. Venus mendelik melihat siapa yang berani padanya.
“Kau.. “
__ADS_1