Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 69# Mengajak Freya pergi bersama


__ADS_3

Sementara Marcel mendesah kasar mengingat kejadian kemarin. Dia sama sekali tak tidur semalaman karna memikirkan siapa gadis itu dan apa hubungannya dengan kakaknya. Gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta. Gadis yang pertama kalinya bertemu saat di doaam kafe waktu itu. Dan gadis itu ternyata adalah mainan Luis.


“Brengsek...”


Marcel menggelengkan kepalanya mengusir pikiran buruknya. Tak mungkin dia wanita Luis. Apa Luis yang menjerat gadis itu untuk melayani hasratnya. Marcel seketika emosi mengingat jika semua apa yang dia pikirkan adalah benar. Ya mungkin saja Luis yang memaksa gadis itu. Terlihat dari matanya yang takut kemarin.


“Apa gadis itu tinggal di mension Luis.”


Brakk...


Entah kenapa Marcel sangat emosi saat ini. Luis Luis dan Luis, Marcel selalu kalah oleh Luis kakaknya. Apa dia juga akan kalah saat gadis incarannya juga sudah di tangan kakaknya.


“Brengsek..”


*


“Terserah dia.”


Venus hampir saja berteriak kegirangan mendengar jawaban Luis padanya. Dan itu terlihat di mata Sky bagaimana senangnya Venus dia mengatakan semua itu.


“Nona Venus gaun yang seperti apa yang kau inginkan.” Tanya Sky mengangkat sudut bibirnya. Melihat wanita cantik yang sangat terobsesi padanya. Sayangnya dia sangat membenci wanita yang sangat agresif sepertinya.


Venus mendongak dan tersenyum lebar pada Sky. Dia melirik Heidher di sampingnya. Dan kembali menatap Sky yang duduk di depannya.


“Aku terserah kau saja, jika kau suka aku juga pasti suka.” Sky menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Venus. Tak lama Sky bangkit dari duduknya dan berbalik.


“Luis..” Seru Venus.


“Kau mau kemana.?” Lanjut Heidher pada putranya saat melihat Luis beranjak pergi.


Sementara Sky mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan Heidher. Dia melirik ke arah Venus yang menatapnya juga.


“Bukankah kau mengajakku mencari gaun pernikahan nona.”


“Iya... “ Jawab Venus menundukkan wajahnya tersenyum lebar pada Sky yang menatapnya.


“Ya baiklah pergilah bersama Venus daddy akan pergi kali ini,” Heidher berdiri dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan mension putranya. Sementara di ruang tamu tinggal Venus yang duduk di atas sofa ruang tamu. Venus berdiri dari duduknya.


“Duduk di sana atau kita tak jadi pergi bersama.” Venus mendengus mendengar perkataan Luis. Dia mendudukkan bokongnya kembali di atas sofa saat mendengar ancaman kuis padanya.

__ADS_1


Sky berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Venus dan di ruang tamu. Dia melirik ke arah Calvin yang berdiri tak jauh darinya. Mengetahui tuannya menatapnya Calvin berjalan mengikuti langkah tuannya.


“Nona Venus bersama Eden tuan.”


Sky menghentikan langkahnya mendengar penuturan Calvin. Tak lama Sky berjalan lagi menaiki anak tangga. Eden pria mengenal Venus, apa Eden juga tau jika Venus dan dia akan di segera menikah. Sky mengangkat sudut bibirnya ke atas.


“Biarkan wanita itu, aku yang akan mengatasinya. Awasi saja Heidher jangan sampai dia merencanakan sesuatu lagi tanpa sepengetahuan ku.”


“Baik tuan.” Calvin menatap punggung lebar tuannya dan tersenyum miring. Rupanya tuannya akan membiarkan Venus terlebih dahulu. Wanita gatal itu pasti berada di atas awan nanti.


Cih...


“Awas saja jika aku yang di repotkan.” Dengus Calvin berjalan menjauh dari kamar tuannya. Calvin tau apa yang akan di lakukan tuannya nanti. Pasti dia yang akan menjadi mata mata wanita sialan itu dan dia pasti akan bersenang senang dengan istrinya.


Sky berjalan menghampiri Freya dan memeluk tubuh kecil Freya dsri belakang. Freya yang tak tau berjengit kaget. Freya bergidik geli saat Sky mengendus lehernya.


“Apa kau mau ikut.?’ Sky bertanya pada Freya tanpa mengangkat wajahnya dari leher Freya. Dia bahkan melabuhkan bibirnya di leher jenjang Freya dan memberikan tanda merah di sana.


“Tuan... “


Mendengar panggilan Freya seketika Sky ingat dengan Marcel. Sky mengeraskan rahangnya dan melepaskan tangannya dari perut Freya lalu berbalik ke kamar mandi.


Sky menatap pakaian formal di atas ranjang. Sky melirik ke arah Freya yang membawa dasi dan juga jam tangannya. Sky tersenyum, entah kenapa dia sangat suka jika Freya perduli padanya. Tapi dia sangat membencinya jika Freya memanggilnya tuan padanya.


Cup...


“Aku akan pergi bersama Venus,”


Freya mendongak menatap suaminya. Dia ingin pergi bersama dengan Venus, wanita itu. Freya hanya menganggukkan kepalanya. Ada rasa kecewa mendengar Sky yang ingin pergi bersama Venus.


“Kau harus ikut bersamaku.”


“Untuk apa,?” Jawab Freya berbalik mengambil handuk dan menyimpannya kembali. Sky mengikuti langkah Freya dari belakang. Tak lama Sky menarik tangan Freya dan memeluk tubuh kecil Freya ke dalam pelukannya.


“Percayalah, padaku.”


Cup...


“Ya..” Freya mencebikkan bibirnya, untuk apa Sky ingin pergi bersama dengan wanita itu dan mengajaknya. Apa dia ingin pamer kemesraan jika mereka berdua akan segera menikah.

__ADS_1


Sky tersenyum lebar mendengar jawaban Freya, dia lalu masuk ke dalam walk in closed dan mencari dress untuk di pakai Freya.


“Sayang pakai yang ini.” Freya menyambar dress di tangan Sky dan menggantinya di hadapan Sky. Freya tak perlu malu karna pria di depannya ini sudah tau semua bentuk tubuhnya.


Sky tertawa melihat Freya yang sepertinya marah padanya. Dia sama sekali tak berkedip saat Freya mengganti pakaiannya di hadapannya. Sky tersenyum tipis, dia tau jika Freya marah padanya.


“Apa kita tak perlu pergi.” Sky tiba-tiba saja memeluk Freya dan mengangkat tubuh kecil Freya ke dalam pelukannya. Sky lalu menyambar bibir Freya yang mencebik.


Freya sendiri tak tau apa yang sebenarnya Sky inginkan darinya dan apa yang dia rencanakan. Tapi Freya tak ingin membantah Sky


dia tak ingin berakhir di kandang kucing besar itu. Di tambah lagi jika Sky


sudah menolongnya. Entah apa yang akan terjadi padanya jika pria di depannya ini tak menolongnya.


Lima menit kemudian Sky


melepaskan bibir freya dan mengusap bibir Freya dari jempolnya. Sky


mengambil dress di tangan Freya lalu memakaikannya pada Freya.


"Kau sangat cantik sayang, ayo."


Sky berjalan menuruni anak tangga bersama Freya


di sampingnya. Sampai di ruang tamu, Venus melotot kan matanya melihat Sky


menggandeng tangan Freya.


"Luis."


Sky


tak menggubris teriakan Venus. Dia berjalan keluar bersama Freya bersamanya. Sementara Freya menoleh ke arah wanita yang berjalan di belakangnya lalu menoleh ke arah suaminya yang terlihat aneh hari ini.


Brakk...


Calvin menginjak pedal gasnya pergi meninggalkan mension mewah tuannya.


Sementara di belakang Venus berteriak memanggil Luis yang meninggalkan dirinya seorang diri. Apa maksud Luis meninggalkan dirinya dan justru pergi bersama dengan Freya. Venus mengepalkan tangannya, matanya memerah dan giginya gemerutuk menahan emosi pada gadis yang bersama Luis.

__ADS_1


"Brengsek.."


__ADS_2