
Freya masih segukan di pinggir jalan kecil, dia benar benar lelah menangis dan berlari. Kakinya pegal dan terasa sakit, dia yakin jika kakinya merah dan lecet. Hingga hampir malam Freya masih bertahan duduk seorang diri di gang sempit.
Tak lama tiga pemuda mendekati Freya. Mereka tersenyum, saat melihat seorang gadis duduk sendiri di trotoar jalan.
"Hay cantik.."
Freya berjengit dan mendongak saat mendengar suara asing di depannya. Tubuhnya bergetar ketakutan saat melihat tiga pria sudah di depannya. Freya beringsut mundur ke belakang. Tak lama Freya menjerit keras saat salah satu dari mereka menahan kakinya.
"Akkk,.. "
Bug.. Bug..
Brukk
Freya kaget melihat mereka terlempar ke samping, Freya semakin ketakutan. Dia tak berani mendongakkan wajahnya, melihat siapa yang menolongnya.
"Masih berani kabur dariku."
Hah..
Freya mendongakkan wajahnya dan matanya membulat saat melihat Sky ada di depan matanya. Kenapa pria ini ada di depannya, kenapa juga dia tau dirinya ada di sini.
"Tuan, ampuni saya, saya sama sekali tak menyentuhnya sedikitpun, benarkan nona."
Menoleh ke arah Freya yang di angguki oleh Freya. Nafas Sky memburu menahan emosi, sekali lagi pada gadis bodoh di depannya ini. Bisa bisanya dia mengangguk, jelas jelas mereka ingin menyakitinya, dan dia mengangguk mengiyakan, gadis bodoh.
Bug..
Brukk..
__ADS_1
Akk..
Freya berteriak saat melihat pria di depannya terlempar saat sky menendangnya. Tak lama Freya beringsut mundur, menggeser bokongnya takut jika sekarang adalah gilirannya. Matanya melirik ke sembarangan arah, dan tak lama bibirnya tersenyum tipis. Freya mendongak menatap wajah Datar Sky yang menatap ke arahnya.
"Mom.."
Sky menoleh ke belakang dan tak lama dia mengumpat saat sadar jika Freya membodohi nya. Sky menoleh ke arah Freya dengan gigi gemerutuk menahan emosi yang memuncak.
"Gadis brengsek.."
Umpat Sky melangkah lebar mengejar Freya yang berlari menjauh darinya. Tangannya terkepal erat mengingat jikaa Freya telah membodohi nya. Apalagi saat melihat langkah kaki Freya yang pincang. Seketika emosi Sky memuncak melihatnya.
Dor..
Freya menghentikan langkah kakinya dan tubuhnya mematung saat mendengar suara bunyi tembakan yang tak jauh darinya. Tangannya berkeringat dingin, takut setengah mati saat mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Apakah ini akhir hidupnya, apa pria ini ingin membunuhnya.
"Ingin lari dariku atau aku akan menembak kakimu."
"Apa kau pikir bisa lari dariku. Ingat siapa dirimu, dan siapa aku." Desis Sky kemudian berbalik pergi.
Freya diam mematung mendengar penuturan Sky. Tak lama sebuah senjata api di punggungnya mengarah padanya agar dia mengikuti langkah Sky di belakang. Tak ada yang bisa Freya lakukan selain mengikuti langkah Sky dari belakang. Dia juga tak ingin berakhir sia sia.
Tak terasa air matanya lolos begitu saja. Berjalan menundukan wajahnya, hingga tak terasa Freya menubruk tubuh tinggi seseorang di depannya.
Bruk..
"Maaf.."
"Masuk.." Suara dingin dan datar menyuruh Freya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Freya hanya menurut dan masuk ke dalam Mobil. Dan Sky mengikuti Freya masuk ke dalam mobil. Tak lama, mobil berjalan melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan gang sempit di pinggir kota. Sky tak habis pikir dengan Freya, dia berlari sampai sejauh ini. Sky yakin jika kakinya terluka. Tak lama Sky menggelengkan kepalanya, mengingat jika Freya bukan siapa-siapa baginya. Hanya wanita yang di belinya di tempat pelelangan. Dia tak perlu kasihan padanya.
Di dalam mobil, bibir Freya terkunci rapat, dia hanya mengusap air matanya yang sesekali keluar.
Cih..
"Dimana keberanian mu yang tadi." Ucap Sky melirik ke arah Freya.
Freya diam saat mendengar penuturan Sky. Dia meremas dress yang di pakainya. Sky melirik dengan ekor matanya saat tak mendapatkan jawaban dari Freya. Hingga mata tajamnya tak sengaja melihat tangan Freya yang terluka
"Jangan pernah berani kabur dari ku, atau kau akan melihat apa yang bisa aku lakukan padamu dan juga ibumu." Ancam nya.
Masih tak ada jawaban dari Freya, hanya terdengar isak tangis yang keluar dari bibir mungil Freya. Sky menoleh dan mengeraskan rahangnya saat mendengar lebih kencang lagi tangis Freya di telinganya.
"Diam atau aku akan membunuhmu."
Freya mengunci bibirnya. Tapi masih terlihat jika punggungnya bergetar menahan tangis. Sky hanya mengepalkan tangannya. Hingga sampai di Mension, Freya turun dari dalam mobil Sky begitu saja, mengikuti langkah Sky.
"Kembali ke kamarmu, jangan berkeliaran keluar kamar kita akan menikah besok."
Freya mendongak mendengar penuturan Sky, menatap mata tajam Sky, tak lama Freya melangkah mengikuti pelayan yang akan mengantarkan ke kamarnya. Sampai di kamarnya Freya menangis lagi, dia masuk ke dalam kamar mandi dan menangis segukan disana.
Mengingat jika dia akan menikah dengan pria itu. Apa dia bisa menghindarinya, jangankan menghindarinya, berlari saja, dia tertangkap lagi.
"Kenapa daddy meninggalkan Freya."
*
Sedangkan Sky yang berada di ruang kerja miliknya menatap pada foto Elvira. Foto wanita yang masih tersimpan rapi di hatinya. Sampai detik ini, Sky belum bisa menghilangian bayang bayang percintaan mereka. Dan dia besok akan menikah dengan gadis yang masih belia dan jauh darinya. Dia juga berbanding terbalik dengan Elvira. Tubuhnya yang kecil, berbanding dengan tubuh Elvira yang proposional. Cantik, Sky tak tau dia cantik atau tidak, karna bagi Sky hanya Elvira sangat cantik dan menarik di matanya.
__ADS_1
"Aku masih mencintai mu Elvira, apa kau sudah bahagia bersama Mark. Apa aku juga bisa bahagia disini El.