
Setelah peristiwa Cleon mabuk di apartemennya, Cleon selalu mencari Chelsea ke butiknya dan berusaha untuk berbicara dengannya. Akan tetapi, Chelsea selalu menghindar ketika Cleon datang. Seperti pagi in, Cleon datang kembali ke butik milik Chelsea.
"Chel, aku ingin berbicara denganmu!" Cleon menghampiri Chelsea yang baru turun dari mobilnya. Chelsea menatap Cleon yang rambutnya dipenuhi oleh salju. Cleon memang menunggu Chelsea sejak dari tadi. Ia memang harus segera berbicara empat mata dengan Chelsea.
Tanpa menjawab permintaan Cleon, Chelsea segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam butik miliknya.
"Chel, kita perlu bicara!" Cleon mendahului dan menghadang langkah Chelsea.
"Ada apa?" Chelsea mendongkakan kepalanya menatap Cleon.
"Aku ingin bicara padamu di tempat lain, bukan di sini."
"Aku tidak punya banyak waktu," jawab Chelsea dingin.
"Aku mohon!" Cleon mengatupkan lengannya.
"Baiklah, ayo masuk ke butikku! Kita bicara di sofa lantai 2," Chelsea masuk terlebih dahulu dan Cleon mengikutinya dari belakang.
"Ada apa?" Tanya Chelsea setelah mereka terduduk di sofa.
"Mengapa kau menjauhiku?"
"Aku tidak menjauhimu," Chelsea berkilah, matanya terfokus kepada hal lain.
"Tatap aku!" Cleon menyentuh pipi Chelsea.
Mata hijau Chelsea menatap mata cokelat milik Cleon dengan lirih. Ia memang sudah jatuh cinta kepada Cleon. Tadinya Chelsea memutuskan untuk mengambil hati Cleon dan membuatnya melupakan Alula, tetapi semenjak Cleon mabuk, Chelsea seperti kehilangan kepercayaan dirinya. Akhirnya ia memutuskan untuk melupakan Cleon dan membuang perasaannya. Tetapi, semakin Chelsea menjauhi Cleon, semakin ia tersiksa.
"Apa yang ku lakukan padamu di malam itu? Apakah aku mencium mu? Itu yang membuatmu menjauhiku?"
__ADS_1
"Ti-tidak. Kau tidak menciumku," Chelsea menundukan kepalanya.
Cleon menaikan sudut bibirnya ke atas. Ia tahu Chelsea tengah berbohong.
"Kau tidak perlu membohongiku, aku sudah melihat semuanya dari CCTV kamarku."
"Maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk melecehkanmu!" Lengan Cleon menggenggam lengan Chelsea.
"Aku terlalu mabuk. Aku begitu kalut, karena aku fikir Alula sudah menyukai Kai," lanjutnya.
"Dan jika Alula benar-benar menyukai Kai? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Chelsea penuh selidik.
"Aku tidak tahu. Aku sungguh bingung dengan keadaan ini. Aku tak memikirkan hal seperti ini akan terjadi," Cleon menggelengkan kepalanya.
"Jika mereka saling mencintai? Kau masih keukeuh untuk mengharapkan Alula kembali padamu?"
"Aku tidak tahu," Cleon mengusap wajahnya kasar.
"Aku masih mencintainya, Chel. Aku benar-benar mencintainya," Cleon menatap mata Chelsea yang seolah terluka dengan perkataannya.
"Kalau begitu, aku tidak bisa untuk berteman denganmu lagi. Sekarang kau boleh pulang! Kurasa pembicaraan kita sudah selesai," Chelsea bangun dari duduknya.
Chelsea bergegas untuk turun ke lantai satu untuk membuka butiknya yang masih tutup. Cleon menahan lengan Chelsea untuk tidak pergi ke bawah.
"Kenapa kau tidak ingin berteman denganku lagi? Salahku apa padamu?" Cleon masih belum mengerti dengan apa yang dirasakan Chelsea.
"Tidak. Aku hanya tidak ingin berteman denganmu lagi!" Chelsea sungguh frustasi dengan sikap Cleon yang tidak peka.
"Iya, tapi mengapa? Apa salahku?" Cleon masih memegangi lengan Chelsea.
__ADS_1
"Kau ingin tahu sebabnya?" Chelsea berteriak.
"Karena aku sudah mencintaimu," Air mata meleleh di pipi Chelsea.
Cleon begitu terkesiap dengan apa yang Chelsea katakan. Ia begitu tidak menyangka jika temannya saat SMA itu akan menyukai dirinya.
"Selama ini aku selalu menegarkan hatika jika kau membahas Alula. Tapi, aku sungguh tidak kuat lagi. Hatiku sangat sakit," Chelsea melepaskan lengannya dari lengan Cleon.
"Hatiku sakit Cleon! Sungguh sakit!" Chelsea memegangi dadanya sambil menangis sesenggukan.
"Chel, maafkan aku! Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku tidak tahu kau menaruh rasa kepadaku," Cleon merasa sangat bersalah kepada Chelsea. Terlebih ia malah menjadikan Chelsea sebagai teman curhatnya mengenai permasalahan perasaanya kepada Alula.
"Aku yang salah. Aku salah karena sudah menyalah artikan kebaikanmu."
Cleon mencoba menggapai pipi Chelsea. Ia ingin menghapus air mata itu.Akan tetapi, Chelsea refleks menjauh darinya.
"Pergilah Cleon! Aku banyak pekerjaan, dan kau juga harus bekerja bukan?" Chelsea memunggungi Cleon.
"Chel?" Cleon merasa bingung apa yang hendak ia katakan. Cleon memang tidak pintar untuk menenangkan wanita yang sedang menangis.
"Pergilah! Kumohon!"
"A-aku-" Cleon masih berusaha untuk berbicara.
Chelsea menarik lengan Cleon dan membawanya turun. Lalu, Chelsea mengeluarkan Cleon dari butiknya.
"Chel, buka pintunya! Aku masih ingin berbicara padamu!" Cleon mengetuk ngetuk kaca butik Chelsea.
Chelsea segera naik kembali ke lantai 2, tubuhnya merosot ke lantai. Chelsea menangis sejadi-jadinya, karena ia sudah tahu bagaimana keputusan Cleon. Chelsea berfikir, sudah tidak ada harapan untuknya mendapatkan hati Cleon.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 untuk mendukung Author. Terimakasih š¤