
Perkataan William yang menyuruhnya untuk menceraikan Alula begitu mengusik pikiran dan hati Kai. Kai sangat tahu bagaimana watak ayahnya. William tidak bisa dibantah dan akan selalu berusaha agar tujuannya bisa tercapai.
"Sayang?" Kai baru pulang bekerja. Ia masuk ke dalam kamar, tetapi ia tidak menemukan istrinya.
"Sayang kau di mana?" Kai mencari Alula ke kamar mandi yang ada di kamarnya. Kai panik saat ia tidak menemukan Alula di sana.
Kai berlari menuruni tangga dan mencari Alula ke dapur.
"Bi, Alula mana?" Tanya Kai kepada bibi May.
"Tadi di kamar, tuan," jawab bibi May.
Kai segera naik kembali ke kamarnya. Kai begitu panik mencari Alula. Alula keluar dari dalam lemari pakaian. Ia sengaja masuk ke sana untuk mengagetkan suaminya.
"Doooaaarrrr," Alula melompat dari dalam lemari.
"Kau mengagetkanku!" Kai memegangi dadanya.
Alula hanya tertawa melihat suaminya terkejut.
"Kau ingin menjadi janda di usia muda?" Kai berseloroh.
"Hehe. Aku bercanda," Alula tersenyum memamerkan gigi putihnya.
"Kemarilah!" Kai mengulurkan lengannya ke arah Alula.
Alula menyambut lengan suaminya. Kai segera menarik Alula ke dalam pelukannya.
"Kau baik-baik saja?" Alula merasa heran karena Kai bersikap tidak seperti biasanya. Malam ini wajahnya terlihat sangat serius dan muram.
"Aku hanya ingin memelukmu," sahut Kai.
"Aku sungguh tidak ingin kehilanganmu. Aku tidak tahu apa yang akan daddy lakukan setelah ini.Tidak mungkin daddy akan berdiam diri," tambah Kai dalam hatinya.
"Sayang?"
"Iya?" Alula menatap wajah suaminya.
"Apakah sudah ada tanda-tanda adanya kehadiran anakku di dalam tubuhmu?" Kai melepaskan tubuh kecil istrinya dan mengusap perut Alula yang datar.
"Maksudmu hamil?" Alula tampak mengerti apa yang dimaksud oleh Kai.
Kai pun mengangguk.
"Aku rasa belum, Kai. Bulan kemarin aku masih datang bulan. Tetapi bulan ini aku belum datang bulan, karena belum tanggalnya. Memangnya kenapa?" Alula merasa heran tiba-tiba suaminya membahas mengenai anak.
__ADS_1
"Tidak. Aku hanya ingin segera memiliki anak darimu," Kai menangkup pipi Alula dengan kedua tangannya.
"Aku juga ingin segera mengandung anakmu. Bersabarlah ! Nanti jika sudah waktunya, aku akan hamil," Alula menenangkan suaminya.
Kai kembali menarik Alula ke dalam pelukannya.
"Jika Alula hamil, pasti daddy akan merestui hubungan kami. Sejahat jahatnya daddy, tentu dia tidak akan menolak cucu dari darah dagingnya sendiri," batin Kai.
"Kalau begitu mari kita mencoba lagi!"
"Mencoba apa?" Alula mengernyit heran.
"Membuat anak," Kai berbisik di telinga Alula.
"Kai !!" Suara Alula begitu mendayu dayu di telinga suaminya. Kemudian Kai menggiring Alula ke atas kasur.
**
Hari ini Beverly dan keluarga pindah dari rumah lamanya. Mereka pindah karena di lingkungan tempat tinggalnya sudah tidak aman. Beberapa tindak perampokan terjadi di lingkungan tempat tinggal Beverly, maka dari itu ia dan keluarganya memilih untuk pindah.
Beverly pindah ke sebuah komplek perumahan mewah yang ada di kota Birmingham. Keluarganya memang mapan karena ayahnya bekerja sebagai dokter spesialis bedah dan ibunya bekerja sebagai seorang arsitektur.
"Bev?" Sapa seseorang saat Beverly tengah menurunkan barang-barangnya dari dalam mobil pick up besar.
"Cleon?" Beverly terkejut melihat pria yang ia suka ada di depan wajahnya.
"Justru aku ingin bertanya, sedang apa kau di sini?" Beverly balik bertanya dengan senyuman yang terlukis di wajah cantiknya.
"Ini rumahku!" Tunjuk Cleon kepada sebuah rumah besar yang sangat kental dengan nuansa Eropa dan bergaya gotic.
"Benarkah?" Beverly membulatkan matanya seolah tidak percaya jika Cleon menjadi tetangga barunya. Terlebih rumah mereka saling bersisian.
Cleon mengangguk.
"Aku pindah ke rumah ini!" Tunjuk Beverly kepada rumah yang ada di sisi rumah Cleon.
"Oh, jadi kau tetangga baruku?"
Beverly menganggukan kepalanya sembari tersenyum.
"Wah kebetulan sekali! Semoga kita bisa bertetangga dengan baik ya?" Ujar Cleon.
"Iya, Cleon."
"Mampirlah ke rumahku, Bev!"
__ADS_1
"Bolehkah?" Beverly tampak gembira dengan ajakan Cleon.
"Tentu saja. Kau kan teman SMA ku dan tetangga baruku. Kalau begitu aku masuk dulu ya?"
"Nanti aku dan mommy mampir jika kami sudah memindahkan barang-barang kami," kata Beverly antusias. Cleon mengangguk dan berjalan menuju rumahnya.
Beverly pun segera mengangkat kembali dus-dus besar yang sudah berserakan di jalanan. Cleon yang sedang berjalan untuk masuk ke dalam rumahnya menoleh kembali, dan melihat Beverly yang kesusahan mengangkat dus-dus besar itu.
"Biar ku bantu!" Cleon mengambil dus besar yang tengah diangkat oleh Beverly.
"Jangan Cleon! Ini berat," Beverly mencegah Cleon untuk membawa dus besar itu.
"Tidak apa-apa. Aku seorang pria," Cleon segera mengangkat dus itu dan menaruhnya di teras rumah Beverly.
"Kemana ayahmu?" Tanya Cleon saat ia mengangkat sebuah meja.
"Daddy masih di rumah sakit. Ada operasi malam ini, jadi dia tidak bisa pulang tepat," beber Beverly sambil mengangkat sebuah dus kecil.
"Kau duduklah! Sepertinya kau sangat lelah!" Cleon menatap kening Beverly yang basah karena keringat.
"Tak apa, Cleon," tolak Beverly.
"Aku bilang duduklah! Biar aku yang memindahkan barang-barang ini," ujar Cleon serius.
"Baiklah," Beverly kemudian duduk dan memperhatikan Cleon yang sedang mengangkat barang-barangnya.
"Bev, itu siapa?" Tanya ibunya yang keluar dari dalam rumah. Dari tadi ibu Beverly bertugas untuk membersihan di dalam rumah, jadi dia tidak membantu Beverly untuk menurunkan barang.
"Itu tetangga kita, Mom. Dia juga teman Bev saat SMA."
"Baik sekali anak itu, dia mau membantumu. Dia juga sangat tampan dan terlihat berwibawa," Ibu Beverly yang bernama Kate tampak kagum dengan penampilan Cleon.
"Iya. Dia kan seorang anggota dewan kota, Mom."
"Benarkah? Hebat sekali ! Masih muda sudah menjadi seorang anggota dewan kota," mata Kate berbinar takjub ketika tahu pekerjaan Cleon.
"Iya, di SMA Cleon adalah siswa paling cerdas di sekolah. Orang tuanya juga adalah seorang anggota parlementer Inggris, Mom. Hebat kan?" Papar Beverly kembali. Di setiap penjelasannya Kate mendengar nada kagum dari suara putrinya. Kate tersenyum melihat Beverly yang tengah memperhatikan Cleon.
"Cleon, maaf ya? Aku jadi merepotkanmu," Beverly mendatangi Cleon ketika Cleon sudah selesai mengangkat barang-barang miliknya.
"Tidak apa, Bev. Apa aku perlu memasukan juga barang-barang ini ke rumahmu? Aku menyimpannya di teras karena aku sungkan masuk ke rumahmu," Cleon menggaruk kepalanya.
"Tidak usah, Cleon. Sebentar lagi supir daddy pulang. Dia yang akan memindahkan barang-barang dari teras ke dalam rumah. Aku sudah bersyukur kau memindahkannya dari jalanan ke teras ini," tukas Beverly.
Kemudian Beverly mengeluarkan sebuah sapu tangan dan mengelap keringat yang ada di wajah Cleon. Cleon tampak kaget dengan yang dilakukan Beverly. Mata mereka bertemu. Beverly mengusap keringat Cleon dengan tersenyum, sementara Cleon hanya menatap wajah Beverly. Kate tersenyum melihat anaknya sedang mengelap wajah Cleon.
__ADS_1
"Sepertinya Bev menyukai pria itu. Aku harus membantunya. Aku tidak mau anakku patah hati kembali."