Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Kabar Buruk


__ADS_3

"Kau telah mempermalukanku ! Lihatlah ! Semua televisi memberitakan kelakuanmu yang berandal itu, citramu dan perusahaan dalam masalah sekarang," geram William.


"Ini tidak seperti yang daddy lihat," Kai berdiri dan menatap William.


"Tidak seperti yang daddy lihat bagaimana? Jelas jelas kau meniduri wanita itu! Kenapa kau begitu ceroboh seperti ini? Seharusnya kau berhati-hati karena seiring dengan semakin besar kesuksesanmu maka akan semakin banyak orang yang mengusik hidupmu," bentak William.


"Tapi aku sungguh tidak meniduri wanita itu!" Kai masih membela dirinya, karena memang faktanya Kai tidak meniduri Alula.


"Kau bereskan masalah ini ! Daddy tidak mau tahu!" William pergi dengan amarahnya yang masih memuncak.


"Shit!!" Kai berdecak.


"Siapa yang mengambil fotoku dengan gadis bodoh itu? Itu adalah kejadian semalam saat ia memeluk leherku," Kai mengacak rambutnya frustasi.


Kai baru ingat jika semalam hanya Dokter Thomas dan asistennya yang berada di apartemen. Tetapi hati dan fikiran Kai menolak jika dokter Thomas yang memotret dan menyebar luaskan foto itu, karena dokter Thomas adalah seorang dokter pribadi keluarga Allen selama belasan tahun tidak mungkin dia mencari perkara dengannya.


Kai segera mengambil ponsel miliknya dan menghubungi dokter Thomas.


"Katakan ! Siapa yang memotretku dan gadis itu tadi malam?" Rahang Kai mengeras saat dokter Thomas mengangkat telfonnya.


"Aku tidak melakukannya, tuan. Untuk apa aku melakukan hal seperti itu?" Jawab dokter Thomas dari sebrang telfon. Dari suaranya dokter Thomas tampak panik.

__ADS_1


"Sepertinya asistenmu yang bermain main denganku!" Hardik Kai. Kai mengingat saat asisten yang bernama Patricia itu tengah memegang ponsel saat dia masuk ke dalam kamar apartemennya.


"Aku rasa begitu, tuan. Tadi saat aku menonton beritamu di televisi aku bergegas mencari Patricia. Tetapi nomor ponselnya tidak aktif, aku pun sudah mencari ke kosan miliknya tetapi dia tidak ada disana," jelas dokter Thomas.


"Sepertinya dia menjual foto anda kepada media, tuan. Karena saat ini ia sangat membutuhkan uang untuk menebus rumah orang tuanya yang di gadaikan ke Bank," imbuh dokter Thomas.


"Sialan!!" Kai mengumpat kesal.


"Maafkan saya, tuan!" Dokter Thomas berbicara dengan nada yang begitu bersalah.


"Tidak apa-apa, ini bukan salahmu," Kai melunak, karena bagaimana pun ini jelas bukan kesalahan dokter Thomas dan di luar kendalinya.


Kai mematikan telfon. Ia mendudukan dirinya di atas kursi kerja dan segera menyalakan televisi yang berada di ruangan pribadi miliknya.


Kai langsung mematikan televisi di ruangan kantornya dan melempar remote televisi itu ke tembok. Kai segera mengambil ponsel miliknya yang sejak dari pagi belum ia cek. Saat Kai membuka kunci ponselnya, terlihat banyak sekali pesan maupun telfon dari keluarganya, teman-temannya dan tentu saja dari kekasihnya, Arabella.


Kai tidak membaca pesan-pesan itu, ia memilih untuk masuk ke halaman internet dan mengklik berita terbaru hari ini. Di sana banyak sekali berita mengenai dirinya. Ada yang memberitakan bahwa Alula adalah kekasihnya dan mereka sedang di mabuk asmara. Ada yang mengatakan jika Alula adalah simpanan Kai yang disimpan di dalam apartemennya sebagai pemuas nafsu, dan berita yang paling liar menyebutkan jika Kai memperkosa Alula.


Kai mengepalkan tangannya dan menghembuskan nafasnya kasar. Wajahnya tampak merah padam karena menahan amarah.


"Mengapa beritanya menjadi aku yang memperkosa gadis bodoh itu? Walau aku dikurung dengan gadis aneh itu selama 7 hari 7 malam di sebuah kamar, aku tak akan pernah menyentuhnya. Gadis seperti itu sudah jelas bukan seleraku !!" Kai menarik dasi yang melilit lehernya.

__ADS_1


Saat Kai tengah mencoba meredam amarahnya setelah membaca berita-berita yang menyudutkan dirinya, tiba-tiba Rachel sekretaris pribadinya mengetuk pintu. Rachel segera masuk setelah mendapat sahutan dari Kai.


"Tuan?" Rachel tampak ragu dengan apa yang ingin ia bicarakan.


"Ada apa?" Suara Kai tampak tidak ramah.


"Saya ingin memberi kabar buruk," Rachel seperti kebingungan untuk meneruskan perkataannya.


"Ada apa? Bicaralah !" Bentak Kai.


Rachel kaget mendengar suara menggelegar dari Kai. Walaupun ia terbiasa melihat kemarahan bosnya tetapi, tetap saja begitu menyeramkan bagi Rachel saat melihat Kai marah.


"Saham perusahaan kita pagi ini mengalami penurunan sebesar 35% karena pemberitaan skandal mengenai tuan Kai di media," ucap Rachel sambil menundukan kepalanya. Dia tidak berani menatap langsung Kaivan.


"Sialan!!!" Kai mendorong meja kerjanya sehingga semua yang ada di atas meja itu berhamburan ke lantai termasuk laptop kerja miliknya.


Rachel tak bergeming dari tempatnya berdiri. Dia takut akan kemarahan Kai.


"Keluarlah !!! Kepalaku sungguh pusing," Kai menggerakan tangannya untuk mengusir Rachel.


"Baik, tuan," Rachel segera pergi dari ruangan kerja Kai.

__ADS_1


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2