Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Kebenaran Terungkap


__ADS_3

Kai berjalan ke dapur dan membuka lemari koleksi winenya. Ia sungguh tidak tahan untuk melampiaskan semua bebannya saat ini. Ia membawa satu botol wine dan gelas ke dalam kamarnya yang sudah sangat berantakan. Sprei sudah terlepas dari kasur, bingkai foto pernikahannya dan Alula pecah dan barang-barang lainnya sudah tercecer di lantai. Kamar itu nyaris seperti ruangan yang baru saja terkena angin tornado.


Kai menuangkan wine itu ke dalam gelas miliknya. Ketika ia akan meneguk wine itu, suara Alula terdengar di telinganya.


"Kai? Bisakah kau tidak meminum wine lagi? Aku rasa minuman itu tidak baik untuk kita. Minuman seperti itu membuat kita hilang kesadaran," kata-kata Alula terngiang di telinganya. Kai melempar botol wine dan gelas itu ke arah tembok.


Bibi May yang kaget mendengar suara gaduh di kamar Kai segera naik untuk memeriksa tuannya. Ia melihat Kai kini tengah terduduk di lantai sembari memandangi cincin milik Alula dengan tatapan kosong. Keadaan kamar sangat berantakan, terlihat pecahan-pecahan kaca dari gelas dan botol wine tercecer di lantai. Bibi May segera kembali turun dan masuk ke dalam kamarnya. Ia tidak ingin mengganggu kesedihan tuannya itu.


"Tuan, aku harap kau segera sadar jika selama ini kau sangat bersalah menuduh istrimu," batin bibi May sebelum ia memejamkan matanya.


****


Kai baru tertidur pukul tiga pagi di atas lantai. Tepat pukul sembilan pagi, ia terbangun. Kai kembali memutar pertemuannya semalam. Pertemuan yang Alula sebut sebagai pertemuan terakhir.


Kai menjambak rambutnya frustasi. Ia segera berdiri dan mengambil ponsel Alula dari atas nakas. Ia melihat wallpaper ponsel Alula di mana itu adalah foto dirinya. Setelah mencintai Kai, Alula diam-diam mengambil foto suaminya dari akun instagr*m pribadi milik Kai. Lalu ia menjadikan foto Kai sebagai wallpaper di ponselnya.


Hati Kai semakin sakit melihat foto dirinya di ponsel milik Alula. Ia mengambil ponsel dan cincin milik Alula untuk ia masukan ke dalam laci lemari.


Perlahan tangan Kai membuka laci lemari. Saat ia menyimpan ponsel dan cincin milik Alula, lengannya tak sengaja memegang sesuatu. Kai mengambil benda itu.


"Apa ini?" Kai melihat sebuah alat pengetes kehamilan.


"Bukankah ini tespack?" Mata Kai membulat secara sempurna saat memperhatikan tespack yang terlihat sudah dipakai itu. Kai melihat dua garis sebagai hasil tespack tersebut. Kai segera menggeledah laci, kemudian ia menemukan sebuah foto USG.


Kai memperhatikan foto USG itu. Di sana tertulis nama Alula Claire dan tanggal pemeriksaan saat Alula melakukan USG.


"Apa maksudnya semua ini? Apa Alula sedang hamil?" Tangan Kai bergetar memegangi tespack dan foto hasil USG yang bernamakan nama Alula Claire.


Secepat kilat, Kai segera berlari ke lantai satu untuk menemui bibi May. Ia menerobos masuk ke dalam kamar bibi May yang tidak di kunci.

__ADS_1


"Tuan?" Bibi May kaget karena Kai masuk ke dalam kamarnya.


"Tuan, lihatlah ini!" Ucap bibi May sembari menunjuk televisi.


"Ada apa?" Kai segera berjalan ke arah televisi yang ada di kamar bibi May.


"Berita pagi: Dini hari tadi, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya dua buah CCTV yang memperlihatkan seorang anak pengusaha tengah memukul seorang wanita dengan botol wine di klub malam yang ada di Digbeth. Anak pengusaha itu tak lain adalah Arabella Richard, anak dari pengusaha kontraktor tersukses di Eropa Barat yang bernama Alexander Richard. Yang mengejutkan adalah adanya rekaman CCTV lain yang memperlihatkan Arabella masuk dengan membawa sebilah pisau buah ke dalam mobil pengusaha yang bernama William Allen. Rekaman CCTV itu adalah rekaman di jam dan hari yang sama saat pengusaha William Allen ditemukan tak sadarkan diri di dalam mobilnya dengan sebuah tusukan yang cukup dalam. Pakar telematika telah mengecek kebenaran video yang viral di youtu*be dan media sosial lainnya. Dan mereka menyatakan bahwa itu adalah rekaman CCTV asli."


Kai memelototi berita yang masih menayangkan berita mengenai Arabella yang tengah mencelakai ayahnya. Tubuhnya seolah olah langsung di timpa oleh berton-ton batu sekaligus. Tespack dan hasil USG yang sedang ia pegang, terlepas dari tangannya.


"Jadi, bukan Alula yang menusuk Daddy?" Kai berusaha mencerna kembali apa yang ia dengar.


"Jadi, ini semua ulah Arabella?" Dada Kai terlihat kembang kempis berusaha untuk mencari oksigen. Dadanya terasa sangat sesak.


"Akhirnya kebenaran terungkap. Nona Alula bukan orang jahat," bibi May menangis tersedu melihat berita itu.


Kai sudah tak sanggup lagi berdiri di tempatnya, tubuhnya jatuh ambruk ke lantai. Jantungnya seperti tengah dikejutkan sekaligus oleh defibrillator.


"Tuan, bangunlah!" Bibi May berusaha untuk membangunkan Kai.


Kai tidak bergeming dari tempatnya. Ia masih belum menguasai keterkejutannya.


"Sekarang anda tahu tuan, jika nona Alula bukanlah orang jahat. Kasihan nona Alula, terlebih sekarang dia tengah mengandung," ucap Bibi May yang membuat Kai kembali tersentak.


"Alula tengah mengandung anakku?" Kai bertanya dengan parau. Wajahnya sudah penuh dengan air mata. Bibi May pun mengangguk.


"Kata Nona Alula kehamilannya baru berjalan sekitar 7 minggu," jelas Bibi May.


Kai mengambil foto USG Alula yang ada di lantai.

__ADS_1


"Mengapa? Mengapa Alula tidak memberitahuku jika dia sedang hamil??" Kai berteriak kepada bibi May.


"Saya tidak tahu, tuan. Mungkin karena tuan terlebih dahulu menuduh nona sebagai orang yang menusuk tuan William," jawab bibi May dengan terisak.


"Arrggghh!!!! Apa yang telah kulakukan? Aku sudah menuduhnya dengan sangat keji!!" Kai berteriak seperti orang yang kesetanan.


"Alula Maafkan aku!!!" Kai tersedu sembari memegang foto hasil USG istrinya.


"Arabella! Aku harus pergi ke rumah wanita lakn*at itu!!" Kai mengepalkan lengannya. Ia segera beranjak dari duduknya dengan wajah yang dipenuhi dengan aura kemarahan yang gelap.


*****


"Bagaimana hasil kerjaku?" Tanya Nino kepada Alden. Kini mereka tengah berada di rumah Nino karena Alden semalam menginap di rumahnya.


"Perfect!" Puji Alden sembari mengangkat dua jempolnya bersamaan.


"Aku tidak menyangka beritanya akan besar seperti ini," Alden menggeleng-gelengkan kepalanya takjub dengan rencana Nino yang berhasil.


"Makanya jika bertindak pakai otakmu! Jangan mengedepankan emosi seperti sahabatmu itu!"


"Dia sahabatmu juga!!" Alden menyahuti.


"Oh iya aku lupa." Nino tertawa.


"Aku sudah bilang ini akan menjadi berita yang besar," Nino meneguk air mineral yang ada di dalam gelas.


"Kau memang cerdik!!" Puji Alden kembali.


"Mari kita datang ke rumah Kai! Aku ingin melihat wajah frustasinya," Nino menyimpan gelas itu dan mengambil kunci mobil miliknya.

__ADS_1


Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—


__ADS_2