Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Aku Mau


__ADS_3

Alula membuka kedua kelopak matanya. Hal pertama kali yang ia lihat adalah wajah pria yang ia cintai sedang menatap ke arahnya dengan senyuman yang terukir sempurna.


"Selamat pagi, sayang!" Kai tersenyum dengan cerah.


"Kai, kau tidur di sini?" Alula merasa kaget ketika menyadari satu kasur dengan suaminya.


"Iya. Kan kamu yang memintaku untuk menemanimu tidur di sini semalam."


Alula baru teringat jika memang ia yang meminta untuk di temani semalam.


"Kalau begitu, cepatlah pulang! Pulang dan segera bersiap untuk bekerja!"


Alula bangun dari kasur dan memalingkan wajahnya dari menatap wajah suaminya.


"Aku tidak akan bekerja. Hari ini aku masih cuti. Aku ingin menghabiskan waktuku denganmu di sini," Kai ikut membangunkan tubuhnya.


"Aku tidak akan berada di rumah. Aku ada urusan," Alula berjalan ke arah kamar mandi.


"Ada urusan apa?" Kai menahan tangan Alula yang akan berlalu.


"Ada urusan saja. Cepatlah pergi untuk bersiap bekerja hari ini!" Alula melepaskan cekalan tangan Kai.


"Baiklah. Nanti pulang kerja, aku pasti kembali lagi ke sini," Kai segera mengambil jaket miliknya.


"Tunggu!" Kai kembali menarik tangan Alula yang akan pergi ke kamar mandi.


"Ada apa lagi?" Alula berdecak pelan.


Kai berjalan ke hadapan Alula dan segera menangkup pipi dan mencium cepat bibir istrinya.


"Kai!!"


"Itu ciuman sebelum aku berangkat pergi bekerja. Tadi pagi pagi sekali aku membuat roti panggang. Turunlah ke bawah dan segera makan!"


"Iya, nanti aku makan."


"Aku pergi!" Kai segera berjalan ke arah pintu dan keluar dari kamar Alula.


Alula tersenyum dengan perlakuan Kai kepadanya.


"Aku memang bodoh, karena sampai saat ini aku selalu mencintaimu," Alula mengintip dari jendela kamarnya dan memperhatikan Kai masuk ke dalam mobil.


****


Siang hari, Alula pergi ke apartemen milik Cleon. Chelsea memang menyuruhnya untuk datang ke apartemen milik Cleon siang ini untuk menjalankan rencana yang telah mereka bicarakan di kota York. Kini mereka bertiga sudah berada di dalam kamar apartemen milik Cleon.


"Kau yakin ini akan berhasil?" Alula menatap Chelsea dengan ragu.


"Aku yakin. Kita perlu mengetes suamimu. Apakah dia benar-benar sudah berubah dan percaya padamu atau tidak," ujar Chelsea yang saat ini tengah mendandani tubuh Alula. Cleon hanya melihat tingkah kekasihnya itu.


"Sudah. Kau seperti baru bangun tidur sungguhan," Chelsea tertawa melihat tampilan Alula.


"Ayo!" Chelsea menarik tangan Alula ke pintu apartemen milik Cleon.

__ADS_1


"Sayang, ayo mendekatlah kepada Alula! Pegang pinggangnya!" Chelsea menarik tangan Cleon dan menyimpannya di pinggang Alula.


"Maaf ya, Al!" Cleon merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa."


"Sayang tatap wajah Alula dan berakting seperti kau sedang memapahnya!" Chelsea memberikan aba-aba kepada Cleon.


"Berakting lah seperti kau baru bangun tidur!" Chelsea berkata kepada Alula seperti seorang sutradara yang mengarahkan film. Tak lupa Chelsea membuat rambut Alula berantakan. Setelah di rasa gaya Alula dan Cleon natural, Chelsea segera memotret mereka berdua.


"Kalian hebat!" Puji Chelsea saat melihat hasil fotonya.


Chelsea memiliki ide untuk mengetes kepercayaan Kai kepada Alula dengan cara mengirim foto. Foto itu berisi Alula dan Cleon yang terlihat baru keluar dari apartemen dengan baju yang berantakan, tidak di kancing dan wajah yang baru bangun tidur.


"Chel, batalkan saja ya? Aku takut Kai akan mengamuk," Alula bergidik ngeri ketika membayangkan suaminya akan mengamuk.


"Justru ini yang ingin kita lihat. Jika suamimu tidak percaya dengan penjelasan darimu, berarti memang dia tidak pantas untuk kau pertahankan Al," Chelsea segera mengirim foto itu ke kontak Kai dengan nomor barunya. Chelsea membubuhkan kata-kata yang provokatif sebagai keterangan foto itu.


"Aku setuju dengan ide Chelsea. Kau harus tahu dulu, apakah Kai sekarang percaya dengan perkataanmu atau tidak," Cleon menyetujui.


"Baiklah. Kalau begitu ayo kita pulang!" Alula merapikan rambut dan bajunya.


"Sebentar!" Cleon mengunci pintu apartemennya.


"Ayo!" Ajak Cleon kepada Chelsea dan Alula.


Cleon mengantar Alula terlebih dahulu ke rumahnya, kemudian ia mengantar Chelsea ke butik miliknya. Setelah itu, Cleon segera pergi ke kantornya untuk bekerja. Tadi Cleon memang menggunakan waktu istirahatnya untuk mengikuti ide Chelsea.


***


"Aku seperti anak ABG yang baru jatuh cinta," Kai mentertawakan dirinya sendiri.


Saat Kai tengah asyik melamun momen bersama Alula tadi malam. Ponselnya berbunyi, yang menandakan adanya pesan di aplikasi chatting miliknya. Kai segera membuka pesan itu, perlahan senyum di wajahnya sirna ketika melihat pesan tersebut. Pesan yang berisi foto istrinya yang terlihat baru keluar dari pintu apartemen didampingi oleh Cleon, dengan penampilan yang berantakan dan wajah bangun tidurnya. Kai mengzoom foto itu, ia melihat pintu apartemen terbuka.


Terdapat keterangan di bawah foto.


"Aku melihat istrimu baru keluar dari apartemen milik Cleon. Sepertinya dia baru selesai bercinta."


"Apa ini?" Raut wajah Kai menjadi gusar. Ia segera mencetak foto itu dan mengambil kunci mobil miliknya. Kai segera bergegas untuk pergi ke rumah orang tua Alula. Kai harus meminta penjelasan langsung dari istrinya, apa maksud dari foto itu.


Kai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Tidak mungkin istriku seperti itu," Kai menggelengkan kepalanya. Tak lama, mobilnya sampai di halaman rumah mertuanya.


"Al? Buka pintunya!" Kai mengetuk pintu rumah Alula.


"Ka-Kai?" Alula menjawab dari jendela kamarnya. Ia sungguh takut Kai datang untuk mengamuk.


"Buka pintunya!" Perintah Kai dengan raut wajah yang dingin.


"Kai, masuk saja! Pintunya tidak dikunci, aku sedang menyapu di dalam kamar."


Kai segera membuka pintu dan berlari ke arah tangga untuk sampai di kamar Alula.

__ADS_1


"Kai, ini kan masih jam kerja. Mengapa kau sudah pulang?" Alula berusaha tersenyum semanis mungkin dan bersikap sewajarnya.


"Apa maksudnya ini?" Kai menyerahkan selembar foto yang baru ia cetak saat di kantornya tadi.


"Ini fotoku. Memangnya kenapa?" Jawab Alula dengan wajah polosnya.


"Aku bertanya mengapa kau bisa bersama dengan Cleon? Dan mengapa kalian terlihat baru ke luar dari apartemen? Kau mengkhianatiku?" Kai mencoba sekuat tenaga untuk tidak berteriak kepada Alula.


"Tadi aku bertemu dengan Chelsea dan Cleon. Kami mengobrol di dalam apartemen bertiga. Fotonya seperti itu karena aku akan jatuh dan Cleon menangkap pinggangku," Alula memberikan alasan se real mungkin.


"Dengan baju berantakan seperti ini?" Kai bertanya dengan raut wajah yang kecewa.


"Iya. Aku memang baru dari toilet yang ada di dalam kamar milik Cleon. Mengapa memangnya? Tunggu! Kau tidak mencurigaiku tidur dengan Cleon kan?"


"Semua orang jika melihat foto ini, pasti berfikir sama denganku," Kai terdengar menahan amarahnya.


"Dan aku berkata jika aku tidak melakukan apapun di sana. Apakah kau percaya padaku?" Alula berharap Kai percaya padanya.


"Aku tidak tahu!" Kai segera pergi dari hadapan Alula tanpa sepatah kata pun lagi. Alula segera menutup pintu kamarnya. Tubuhnya merosot ke lantai.


"Setelah apa yang telah terjadi, kau masih tetap tidak mempercayaiku? Mengapa sangat susah untuk percaya padaku, Kai?" Alula menangis dengan sesenggukan.


Tak lama tedengar ketukan yang sangat keras di pintu kamar. Alula segera membuka pintu kamarnya. Ia melihat Kai di sana dengan tatapan membunuhnya.


"Ada apa lagi? Kau ingin memarahiku? Kau ingin menyakitiku lagi?" Alula terisak.


Kai tidak menjawab, ia segera masuk dan memeluk tubuh istrinya erat.


"Aku percaya padamu. Jika kau berkata ya, berarti iya. Jika kau berkata tidak, berarti tidak," suara Kai tampak bergetar dan memberat.


"Kai?" Alula menangis kembali. Ia sungguh tidak menyangka sifat suaminya bisa berubah dengan drastis. Saat Kai datang, ia terlihat menahan emosinya dan berbicara sepelan mungkin.


"Aku percaya padamu. Aku percaya kau tidak pernah mengkhianatiku," Kai menangkup pipi Alula dengan tangannya.


Pandangan Alula terkunci ketika Kai mendekatkan wajahnya. Kai mencium Alula dengan lembut dan menggiringnya ke tempat tidur.


"Mengapa kau percaya padaku?" Tanya Alula saat mereka sudah selesai dengan aktifitas yang sudah lama tidak mereka lakukan.


"Kau bilang tidak melakukan apapun, berarti itu artinya tidak," Kai menaikan selimutnya untuk menutupi tubuh polos istrinya.


"Kai, sebenarnya itu ide Chelsea. Dia ingin mengetes kepercayaanmu padaku. Dia yang memotretnya," Alula menatap mata cokelat suaminya.


"Mengapa dia melakukan itu?"


"Chelsea bilang, supaya aku tahu apa kau percaya padaku atau tidak."


"Setelah kejadian itu, aku bertekad dan berjanji jika aku mendapatkanmu kembali, aku akan selalu percaya dengan setiap kata-katamu," Kai menatap wajah istrinya.


"Kau menerimaku kembali?" Tanya Kai memastikan.


Alula hanya diam dan tidak mengiyakan.


"Aku berjanji akan berubah. Aku berjanji akan menjadi orang yang tidak emosional lagi. Aku berjanji akan selalu percaya padamu! Kau mau hidup bersamaku lagi? Dan pulang kembali ke rumah kita?"

__ADS_1


"Aku mau," Alula menenggelamkan wajahnya di dada Kai yang basah.


__ADS_2