Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Jangan Menyentuhnya !


__ADS_3

Kai sampai ke kantor tempatnya bekerja. Tanpa sepengetahuan darinya ia tengah di tunggu oleh seseorang di lobby utama kantor.


"Arabella?" panggil Kai saat ia melihat kekasihnya itu tengah berdiri di dalam lobby.


"Kai?" Arabella menghampiri Kai.


"Kau kemana saja? Aku sudah mencarimu kemana-mana, tetapi aku tak kunjung menemukanmu. Kenapa? Kenapa kau mengkhianatiku?" Arabella menangis seraya memukul dada Kai dengan kedua tangannya.


Semua karyawan yang tengah berkerumun menatap ke arah mereka.


"Kalian lihat apa?" teriak Kai kepada karyawannya.


Semua karyawannya pun pura-pura tidak melihat adegan itu.


"Bell, jangan seperti ini ! Ayo ikut aku," Kai menarik tangan Arabella.


"Lepaskan aku !! Kau jahat padaku, kau mengkhianatiku," tangis Arabella semakin menjadi jadi.


"Ayo, ikut aku !!" Kai menarik paksa tangan Arabella ke arah lift untuk naik ke ruangan pribadinya.


"Tenanglah !!" tutur Kai lembut saat mereka sudah berada di ruangan pribadi miliknya.


"Bagaimana aku bisa tenang setelah apa yang kau lakukan padaku?" teriak Arabella.


"Kau sudah tidur dengan wanita murahan itu !!"


Kai memejamkan matanya dan terlihat bingung untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Arabella.


"Bell, dengarkan aku !!" Kai meraih dagu Arabella dengan kedua tangannya.


"Aku tidak tidur dengan wanita itu, percayalah !"


"Bagaimana bisa aku percaya padamu? Sementara foto yang beredar itu telah menjelaskan semuanya," pekik Arabella.


"Dengarkan aku baik-baik !! Waktu malam itu, aku melihat Alula hendak di lecehkan oleh mantan kekasihnya. Lalu aku mengikutinya, karena aku masih memiliki hati nurani. Mantan kekasihnya hendak memperkosanya dan aku menolongnya," Kai mulai menjelaskan.


"Kenapa kau menolongnya? Seharusnya kau biarkan saja dia dilecehkan oleh laki-laki itu !!!" teriak Arabella.


"Aku tidak bisa seperti itu, Bell. Aku tidak bisa diam saat seorang gadis diperlakukan seperti itu, kumohon mengertilah !!" Kai menghembuskan nafasnya kasar.


"Lalu? Kenapa bisa posisimu dengan posisi dia seperti itu? Di foto kau menindih tubuhnya," Arabella kembali memukul dada bidang Kai.

__ADS_1


"Waktu itu dia mengigau, dan dia menarik tanganku sehingga aku terjerembab ke atas kasur."


"Aku berani bersumpah, aku tidak berbohong padamu. Aku tak melakukan apapun dengan gadis itu," Kai menangkup hangat pipi Arabella dengan kedua tangannya.


"Dan masalah pernikahan itu, aku terpaksa menikahinya atas paksaan daddy dan mommy. Karena, belum 24 jam berita itu dirilis saham perusahaanku sudah anjlok 35%, begitu pun dengan perusahaan daddy yang ikut terimbas, aku tidak ingin perusahaan yang telah daddy dan kakek bangun dengan darah dan keringatnya harus hancur dalam sekejap mata gara-gara berita itu."


"Aku akan menikahinya hanya sampai berita mengenai diriku hilang dan mulai di lupakan, tujuh bulan cukup untuk itu. Setelah tujuh bulan, aku akan menceraikannya dan kembali padamu," tambah Kai.


"Kau tidak sedang membohongiku?" Arabella menatap mata Kai ragu.


"Aku tidak membohongimu, lihatlah wajahku !! Apa aku terlihat sedang membohongimu?"


Arabella tampak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh kekasihnya.


"Baiklah, aku akan mengizinkanmu menikah dengannya. Asalkan kau berjanji untuk menepati perkataanmu, kau akan menceraikannya setelah tujuh bulan," Arabella melunak.


"Iya, aku berjanji padamu," Kai kemudian menarik Arabella ke dalam pelukannya.


"Setelah kau menikah dengannya apa kita masih berhubungan?" tanya Arabella.


"Kurasa kita harus break untuk sementara waktu, aku tidak ingin ada yang curiga dengan pernikahan itu. Jika kita masih bersama orang lain tentu akan curiga."


Kai berbohong, ia hanya tidak mau mengkhianati siapapun yang menjadi istrinya termasuk Alula. Walaupun nanti pernikahannya hanya di landasi dengan sebuah keterpaksaan, tetapi ia harus menghormati pernikahan itu.


"Aku berjanji..."


Arabella mempererat pelukannya di tubuh Kaivan.


*****


William dan Sofia kini tengah berada di rumah Alula untuk melamar, dan membicarakan persiapan pernikahan Alula dan Kaivan yang akan dilangsungkan tiga minggu lagi.


"Saya dan istri saya kesini bermaksud untuk melamar Alula agar menikah dengan putra kami," ucap William saat ia mendudukan dirinya di sofa ruang tamu.


"Jika kalian berkenan, waktu pernikahan akan dilaksanakan tiga minggu lagi. Apakah kalian keberatan?" tanya William.


"Tidak, kami tidak keberatan. Semakin cepat semakin baik untuk menghindari pemberitaan yang lebih buruk lagi," timpal Halbert, ayah Alula.


"Iya, kurasa begitu. Semakin hari pemberitaan media semakin memojokan Alula dan juga Kaivan," timpal Ainsley, ibu Alula.


"Baiklah. Jika kita sudah sepakat mengenai waktu pernikahan, kami tinggal mengurus WO dan juga vendor-vendor yang akan terlibat. Kami juga yang akan membiayai semua biaya pernikahan Kaivan dan Alula," sahut Sofia.

__ADS_1


"Terimakasih untuk niat baik anda. Semoga putra dan putri kita berbahagia dengan pernikahan ini. Silahkan cicipi jamuan kami yang sederhana ini !" tutur Ainsley.


William dan Sofia pun meminum kopi yang telah di suguhkan oleh tuan rumah. Tiba-tiba perhatian mereka teralihkan dengan kedatangan Alula.


"Aku pulang," ucap Alula saat ia masuk ke dalam rumah.


"Al, sini sayang ! Ini ada orang tua dari Kaivan datang untuk melamarmu," ucap Ainsley.


Alula terkejut atas apa yang ia dengar. Kemudian ia melirik Wiliam dan Sofia. Alula segera mengatasi keterkejutannya dan menghampiri orang tua Kaivan.


"Selamat sore om, tante. Perkenalkan saya Alula Claire," Alula tersenyum hangat kepada William dan Sofia. Kemudia ia mengulurkan tangan untuk berjabat dengan kedua calon mertuanya itu.


Walaupun Alula tidak menghendaki pernikahan ini, tetapi tentu saja dia harus berlaku sopan kepada orang yang lebih tua. Terlebih William dan Sofia akan menjadi mertuanya walaupun itu hanya dalam waktu tujuh bulan.


"Selamat sore, sayang," Sofia berdiri dan menjabat tangan Alula.


"Jadi kau yang bernama Alula calon menantu kami?" William pun ikut berdiri dan menjabat tangan Alula.


Alula hanya menganggukan kepalanya seraya tersenyum semanis mungkin. Kemudian Alula mempersilahkan William dan Sofia untuk duduk kembali. ia pun ikut duduk di samping kedua orang tuanya.


"Apa pekerjaanmu sekarang?" tanya William.


"Kebetulan saya bekerja sebagai asisten dosen, om."


"Padahal hari ini aku baru dipecat dari pekerjaanku," gumam Alula di dalam hatinya.


"Gadis ini sepertinya anak yang baik. Dia sangat cantik juga beretika. Aku lebih menyukai gadis ini dari pada kekasih Kai yang sekarang, dia sangat suka berpesta dan juga sangat agresif pada putraku," gumam Sofia dalam hati sambil memperhatikan Alula yang ada di depannya.


"Mungkin itu dulu yang kami bicarakan pada pertemuan kita kali ini," William melihat arloji di tangannya.


"Nanti kami akan mengabari mengenai WO dan juga vendor-vendor yang terlibat," sambungnya.


"Om, bolehkah Alula meminta agar gaun pengantinnya didesain oleh sahabat Alula? Kebetulan dia bekerja sebagai desaigner di butik miliknya."


"Tentu boleh dong, sayang. Itu malah akan memudahkan pekerjaan kami," tukas Sofia.


"Kau pesan saja gaun pengantin yang kau mau, nanti siang om akan menyuruh asisten untuk mengantarkan cek kepadamu untuk pembayaran gaun itu," seru William.


"Terimakasih, om, tante." Alula tersenyum.


"Sama-sama, Al. Ya sudah, kami pulang dulu. Hari sudah sore. Kuharap kita bisa menjadi satu keluarga yang harmonis," William berdiri diikuti oleh Sofia.

__ADS_1


Alula dan kedua orang tuanya mengantarkan William dan Sofia sampai dengan halaman rumahnya.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2