Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Wanita Asing


__ADS_3

Sebelumnya...


Beverly sedang bersiap-siap untuk menyusul Cleon ke kota York.


"Mom, Bev izin untuk pergi ke kota York!" Beverly menjinjing tas ransel miliknya dan berjalan ke arah Kate yang sedang mengobrol dengan ibu Cleon di kursi halaman rumahnya.


"Sayang, kota York lumayan jauh. Kau akan menyetir sendiri?" Kate, ibu dari Beverly merasa khawatir.


"Iya, sayang. Kau seorang wanita. Sangat tidak aman jika kau pergi sendirian ke luar kota," Alice, ibu dari Cleon membenarkan.


"Biar tante suruh Henry untuk mengantarmu!" Alice berdiri dari duduknya.


"Tante tidak usah," Beverly menahan lengan Alice yang akan bergegas ke rumahnya.


"Tidak apa, sayang. Lagi pula Henry hanya diam di rumah dan tidak ada kegiatan," Alice segera melepas tangan Beverly dari tangannya dan bergegas masuk ke dalam rumah miliknya.


Beberapa menit kemudian, Henry keluar dan memanaskan mobilnya.


"Ayo!" Teriak Henry dengan wajah dingin. Ia sungguh sangat kesal karena ibunya menyuruh untuk mengantarkan seorang gadis yang tidak ia kenali.


"Cepat Bev! Henry akan mengantarmu," Alice mendekat ke arah Beverly dan ibunya.


"Alice terima kasih," Kate tersenyum tulus. Ia gembira karena akan ada yang mengantar anaknya.


"Mom, aku berangkat," Beverly mencium pipi ibunya.


"Tan, aku berangkat," Beverly berpamitan kepada Alice. Beverly segera masuk ke dalam mobil milik Henry.


"Berhati-hatilah sayang!" Kate melambaikan tangan saat Beverly sudah ada di dalam mobil.


"Bye mom, bye tante!" Beverly menurunkan kaca mobil sedikit dan melambaikan tangannya kepada Alice dan Kate.


"Kate? aku sungguh berharap kita bisa berbesan," harap Alice kepada Kate.


"Aku juga berharap bisa berbesan denganmu."


"Semoga saja salah satu anakku menikahi anakmu. Ayo kita mengobrol kembali di dalam rumah!" Ajak Alice kepada Kate.


Di dalam mobil.


Sepanjang perjalanan, Henry tampak membisu. Henry sendiri adalah orang tidak banyak berbicara.


"Hey, kau sedang mogok bicara ya?" Beverly mendelikan matanya kepada Henry yang tidak berkata sepatah kata pun.


"Ayo bicaralah!"


"Heh, wanita asing! Kau sungguh tidak tahu malu !! Kau menyuruh mamaku supaya memaksaku untuk mengantarmu ke luar kota kan?" Akhirnya Henry bersuara. Ia menggerutu kepada Beverly yang duduk di sampingnya.


"Kau sangat percaya diri sekali. Aku bahkan tidak menyuruh ibumu untuk memintamu mengantarku ke kota York," balas Beverly dengan wajah yang kecut.


"Bilang saja jika kau ingin di antar olehku. Iya kan? Atau jangan-jangan kau menyukaiku?"


Beverly tertawa dengan keras mendengar tuduhan pria yang ada di sampingnya.


"Kau sungguh sangat memiliki jiwa percaya diri yang amat tinggi. Aku menyukai adikmu, makanya aku menyusulnya."


"Kau bukan tipe wanita yang diidamkan oleh adikku. Dia bahkan mencintai seorang wanita yang bernama Alula Claire," ejek Henry kepada Beverly. Henry mengetahui mengenai Alula, karena dulu saat Cleon akan mengungkapkan perasaannya kepada Alula, Cleon menelfon dan meminta nasehat dari Henry. Cleon bertanya bagaimana menyatakan perasaan dengan cara yang romantis.

__ADS_1


"Kau salah. Alula sekarang sudah menikah," Beverly tersenyum sinis.


"Benarkah?" Henry merasa kaget sekaligus merasa iba terhadap nasib adiknya.


"Tentu saja. Dia sudah menikah dengan seorang pengusaha property yang ada di negeri ini. Namanya Kaivan Allen. Kau tahu?"


"Sepertinya aku mengetahuinya, tapi di mana ya?" Henry mencoba mengingat.


"Ah benar. Beberapa hari yang lalu saat aku tiba di kota ini, aku melihatnya di megatron kota saat mempromosikan real estate miliknya," lanjut Henry.


"Ya, kau benar!"


"Tapi selera adikku bukan wanita sepertimu," ledek Henry yang membuat Beverly mengerucutkan bibirnya.


"Jangan sok tahu!" Beverly menatap tajam Henry.


"Ya. Aku tahu bagaimana selera adikku."


"Sudahlah! Dari pada aku harus mendengar ocehanmu, lebih baik aku tidur saja. Mengemudi lah yang benar!" Beverly mengambil headset yang ada di tasnya dan menempelkan di telinganya.


"Tidak sopan sekali anak ini. Sudah beruntung aku mau mengantarnya. Jika tadi mama tidak memaksaku, tidak sudi sekali aku mengantarnya, seperti tidak ada pekerjaan saja," maki Henry.


Beberapa menit kemudian, Henry menoleh ke samping dan melihat Beverly sudah tertidur.


"Dia sangat menggelikan. Wajahnya cantik tapi tidurnya dengan mulut terbuka seperti itu," Henry tertawa melihat Beverly yang tengah tertidur dengan mulut yang menganga.


"Aku harus mengambil fotonya. Setelah itu, aku akan memberikannya kepada Cleon. Biar dia ilfeel dengan gadis ini. Aku tidak mau mempunyai adik ipar seperti dia," Henry menepikan mobilnya, kemudian ia memotret Beverly yang tengah tertidur dengan mulut terbuka.


Henry memperhatikan foto yang baru ia ambil sembari tertawa, ia pun segera melajukan mobilnya kembali untuk sampai di kota York.


Beberapa jam kemudian...


"Wanita asing bangunlah!" Henry berteriak.


"Iya?" Beverly langsung terbangun saat mendengar Henry berteriak.


"Kita sudah sampai."


"Benarkah? Sebentar sekali," Beverly mengucek matanya.


"Sebentar kepalamu! Kau hanya tertidur dari tadi," Henry menggerutu kesal.


Kini mobil mereka sudah sampai di sebrang rumah kakek dan nenek Alula.


"Bukankah itu Cleon?" Beverly memusatkan perhatiannya kepada Cleon yang terlihat tengah berbicara kepada Chelsea.


"Dia yang bernama Alula?"


"Bukan," jawab Beverly singkat. Ia masih memerhatikan Chelsea dan Cleon.


"Haha, kau kasihan sekali. Adikku sepertinya tengah meminta gadis itu untuk menjadi pacarnya," Henry tergelak ketika melihat gerak gerik Cleon yang terlihat akan menyatakan perasaan kepada Chelsea.


"Diamlah atau ku sumpal mulutmu!" Seru Beverly masih dengan memperhatikan Cleon.


Tak lama, Cleon dan Chelsea pun berpelukan. Beverly merasakan sakit yang teramat sakit di hatinya. Air matanya pun menetes. Ia harus mengalami kembali cinta yang bertepuk sebelah tangan.


"Hey, kau menangis?" Henry kaget melihat Beverly menangis.

__ADS_1


Beverly pun terisak, semakin lama tangisnya semakin kencang dan tak tertahankan.


"Diamlah! Jika ada orang yang lewat, pasti aku sudah di tuduh melakukan sesuatu kepadamu!" Henry berteriak.


Beverly malah semakin menjadi, Henry pun segera melajukan mobilnya agar tidak ada orang yang mendengar tangis riuh Beverly.


"Tisu mana tisu?" Tangan Beverly meraba raba dashboard mobil, mencari keberadaan tisu.


"Aku tidak mempunyai tisu. Aku belum sempat membelinya," tutur Henry sembari menyetir.


"Kau ini seorang konsulat tapi pelit sekali," Beverly menyeka air mata dengan tangannya. Kemudian ia menoleh ke arah Henry dan mendekatkan wajahnya.


"Hey, kau mau apa?" Henry terlonjak kaget saat tubuh Beverly mendekatinya.


Beverly pun menggosokan wajahnya di lengan baju Henry kemudian ia juga mengeluarkan ingusnya di sana.


"Arrggghhh apa yang kau lakukan?" Henry berteriak histeris.


"Salah sendiri kau tidak memiliki tisu," ucap Beverly enteng.


"Kau sungguh sangat menyebalkan!!" Henry berteriak kembali. Ia bergidik ngeri ketika melihat cairan bening yang ada di bajunya.


"Diamlah! Aku sungguh sangat galau sekarang. Apa yang harus aku lakukan lagi?" Beverly terisak kembali.


"Kau ini tidak laku? Ya cari pria lain!"


"Aku tidak mau. Aku mau adikmu," Beverly menggelengkan kepalanya. Henry semakin ilfeel saja dengan wanita yang ada di sampingnya.


"Bantu aku untuk mendapatkan adikmu, ya?" Beverly merajuk kepada Henry.


"Aku tidak mau membantu wanita asing. Bahkan kita tidak saling mengenal. Mengapa aku harus membantumu?" Henry menolak.


"Oh iya. Namaku Beverly, Beverly Stone. Sekarang kita sudah saling mengenal kan? Jadi, bantu aku untuk mendekati adikmu!"


"Cih. Tidak tahu malu sekali wanita ini !" Keluh Henry dalam hatinya.


"Tidak. Aku tidak mau."


"Kalau begitu, aku akan melaporkan semuanya kepada ibumu!" Ancam Beverly.


"Melaporkan apa?" Henry tampak kebingungan.


"Melaporkan jika kau menurunkan aku di tengah jalan."


"Kau ini sungguh seperti rubah ya? Sangat licik. Laporkan saja! Aku tidak takut."


"Baiklah, lihatlah nanti!" Beverly kembali mengancam.


"Jadi sekarang kita pulang?" Tanya Henry.


"Tentu saja. Memangnya kau berharap bisa berlibur bersama denganku di kota ini?"


"Ya ampun. Gadis ini benar-benar menyebalkan."


...Visual Henry...


__ADS_1


Source Image : Instagram


Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—


__ADS_2