
Cleon sampai di Mylahore Cafe yang merupakan sebuah cafe khas Asia yang ada di kota Birmingham. Saat ia tiba, sudah ada Alula, Kai dan Chelsea yang terduduk di kursi masing-masing.
"Maaf aku terlambat!" Cleon segera mendudukan dirinya di sebelah Chelsea dan berhadapan dengan Alula.
"Kau tidak datang bersama Chelsea?" Alula merasa heran karena mereka tidak datang bersama-sama.
"Tidak. Chelsea meminta datang masing-masing," Cleon tersenyum kaku. Kai menatap ke arahnya dengan tatapan tajam. Kai seperti tidak menyukai kehadiran Cleon malam ini.
Seorang waitress pun datang dan memberikan menu kepada mereka. Chelsea, Kai dan Cleon sudah menyebutkan pesanan mereka, tetapi Alula masih mencari-cari menu yang ia rasa cocok dengan lidahnya.
"Aku ingin ini saja," Alula menunjuk kepada Chocolate Fudge Brownie.
"Dan untuk minumnya aku ingin ini," Alula menunjuk gambar minuman yang berwarna biru di menu.
"Al, kau tidak salah memesan Mocktail? Mocktail ini ada kandungan alkoholnya?" Cleon merasa heran ketika Alula memesan menu Mocktail. Setahu Cleon, Alula tidak pernah meminum minuman yang mengandung alkohol.
"Untung kau memberi tahuku Cleon," Alula merasa lega karena ia belum memesan minuman itu.
"Cleon benar-benar tahu Alula," gundah Kai dalam hatinya.
"Bagaimana jika ini saja?" Cleon menunjuk ke gambar minuman yang diberi nama Mango Lassi di menu. Mango Lassi adalah minuman khas dari Pakistan dan India. Minuman itu terbuat dari yoghurt dingin yang di campur dengan bahan lainnya.
"Iya, ini saja Cleon. Dulu kau pernah mentraktirku minuman ini kan? Ini enak sekali," Alula senang karena menemukan minuman yang pernah ia minum. Setidaknya lidahnya sudah beradaptasi dengan minuman itu.
Kai hanya menggeram kesal melihat kedekatan Alula dan Cleon.
"Sepertinya dulu mereka sangat dekat," geram Kai dalam hatinya.
"Sayang, kau jangan minum nimuman dingin dulu ! Bukannya asam lambungmu sedang naik? Bagaimana jika pesan minuman yang hangat saja?" Kai berbicara kepada Alula, tetapi matanya menatap Cleon dengan tajam.
"Asam lambungmu naik lagi? Sudah cek ke dokter?" Cleon menunjukan raut wajah yang khawatir.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkannya. Ada aku sebagai suaminya yang menjaga Alula dengan baik," sindir Kai dengan tatapan mengintimidasi.
"Cleon sangat perhatian kepada Alula," keluh Chelsea dalam hatinya.
"Baiklah, terserah kau saja Kai," tutur Alula. Waitress pun segera mencatat pesanan mereka dan berlalu dari sana.
"Sekarang kau mengajar di mana, Al?" Tanya Cleon kepada Alula
"Aku mengajar di dekat universitas yang ada di dekat museum kota Birmingham."
"Al, bagaimana rasanya jadi dosen? Apakah kau sudah menjadi dosen pembimbing akademik?" Chelsea menyahuti obrolan mereka.
"Belum, Chel. Mudah-mudahan saja aku bisa segera di angkat jadi dosen bukan asisten dosen lagi."
"Mudah-mudahan segera ya, Al? Cleon tersenyum.
Waitress pun mengantarkan makanan mereka ke meja.
__ADS_1
"Aku suapi!" Kai mengambil pesanan Alula dan segera menyuapi Alula.
Chelsea merinding melihat sikap Kai. Ia seperti tidak mengenali teman SMP dan SMA nya itu. Yang Chelsea tahu mengenai Kai adalah dia seorang pria yang dingin dan selalu jaga image. Saat berpacaran dengan Emily atau mantan kekasihnya yang dulu pun Kai belum pernah bersikap seperti itu, malah ia terkesan sangat cuek.
Cleon pun menatap tidak suka adegan yang ada di depan matanya. Tetapi, Cleon menekan perasaan yang aneh itu dan berusaha mengalihkannya dengan memakan makanan miliknya.
Saat Alula baru makan beberapa suap, tiba-tiba ia menutup mulutnya dan mual-mual seperti akan muntah.
"Kau kenapa, Al?" Tanya Chelsea panik. Kai dan Cleon pun tak kalah panik melihat Alula yang tiba-tiba mual.
"Sayang, kau baik-baik saja?" Tanya Kai khawatir.
"Aku izin ke toilet dulu," Alula segera berdiri dan berlari menuju toilet. Kai pun ikut berdiri dari duduknya untuk menyusul istrinya.
"Kai, biar aku saja yang menyusul Alula. Kau tidak akan bisa masuk ke dalam toilet wanita," Chelsea mencegah Kai yang akan segera menyusul Alula.
"Tapi aku ingin tahu keadaan istriku," Kai tampak begitu panik.
"Iya, tapi kau bisa di usir atau dipukuli oleh semua wanita yang ada di toilet."
Kai pun tampak diam.
"Baiklah, cepat susul istriku ! Tolong bantu pijat tengkuknya ! Dia memang mual dan muntah dari kemarin," perintah Kai kepada Chelsea. Chelsea pun segera berlari untuk menyusul Alula.
Chelsea masuk ke dalam toilet dan melihat Alula tengah muntah-muntah. Chelsea membantu memijat tengkuk Alula dengan lembut.
"Al? Kau sudah mencoba untuk memeriksa ke dokter?"
"Belum, Chel. Palingan asam lambungku naik," Alula mengelap bibirnya dengan tisu.
"Al, kau sudah datang bulan?"
"Belum, harusnya seminggu yang lalu. Memangnya kenapa?"
"Aku pikir sepertinya kau tengah hamil sekarang," tukas Chelsea.
Alula pun merasa kaget mendengar argumen dari Chelsea. Ia sungguh tidak berfikiran ke arah sana. Alula hanya menduga jika dirinya hanya sedang mengalami kenaikan asam lambung saja.
"Coba saja tespack, Al!"
"Bagaimana kalau hasilnya negatif?" Alula terbayang wajah Kai yang berkata jika ia ingin segera Alula hamil.
"Kau coba dulu saja. Ya?"
"Baiklah, Chel," Alula mengangguk.
Mereka pun keluar dari toilet dan kembali ke meja mereka. Tampak Kai dan Cleon tengah saling menatap dengan tatapan permusuhan.
"Sayang, bagaimana keadaanmu?" Kai langsung menghampiri Alula yang tengah berjalan dengan dipapah oleh Chelsea.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja," Alula mendudukan dirinya di kursi.
"Nanti kita ke dokter ya?" Kai menangkup pipi Alula.
"Tidak perlu, Kai. Lagi pula ini tidak parah," tolak Alula. Sementara Cleon hanya menatap mereka. Masih ada rasa cemburu di hatinya saat melihat Alula dan Kai beradegan mesra seperti itu.
"Kai, Alula sepertinya butuh istirahat. Kita akhiri saja makan malam ini," Cleon memberikan saran.
"Iya. Aku rasa begitu," Kai menyetujui usul dari Cleon.
"Sebentar !" Kai berdiri dari duduknya.
"Kai, kau mau kemana?" Tanya Alula saat melihat Kai berdiri.
"Aku harus membayar dulu."
"Oh, iya aku lupa. Kita belum membayar," seru Alula.
"Biar aku saja yang membayar," Cleon pun berdiri dari duduknya.
"Aku saja!" Kai tidak mau kalah.
"Aku dan Chelsea tidak mau dibayari olehmu," tolak Cleon.
"Cleon, biar saja Kai yang membayar. Selama 6 tahun jika kita makan kau selalu yang mentraktirku. Jadi, sekali kali biarkan orang lain mentraktirmu," Alula mencoba menengahi perdebatan itu.
Lagi-lagi Kai merasa cemburu mendengar penuturan istrinya. Cleon pun mengalah dan duduk kembali di kursinya.
Setelah membayar, mereka semua bergegas untuk pulang. Cleon, dan Chelsea segera masuk ke dalam mobilnya masing-masing. Kai pun segera melajukan mobilnya, agar Alula bisa segera beristirahat di rumah.
"Sayang? Kau dulu sering sekali pergi dengan Cleon?" Kai menanyakan pertanyaan yang sejak tadi ingin ia tanyakan.
"Tidak sering sekali sih. Kan Cleon kuliah di kota Oxford. Hanya jika dia pulang ke mari, maka ia akan mengajakku untuk makan," jelas Alula.
"Kau dulu menyukainya?" Kai menoleh kepada Alula yang tengah menyenderkan kepalanya.
"Itu dulu sayang. Mengapa kau membahasnya? Yang penting sekarang aku hanya menyukaimu," Alula berkata dengan lemas, karena semua makanan yang ada di perutnya sudah terkuras habis saat tadi muntah di toilet.
Kai pun tersenyum dan segera fokus kembali menyetir. Saat Kai menyetir, ponsel Alula berbunyi. Alula segera mengambil ponsel dari dalam tasnya.
"Lusa nanti temui Daddy. Daddy ingin bicara empat mata padamu. Jangan beri tahu Kai ! Kita hanya bertemu berdua saja," Alula membaca isi pesan yang masuk ke ponselnya. Pesan itu dikirim oleh William.
"Siapa sayang?" Tanya Kai saat melihat raut cemas di wajah istrinya.
"Tidak. Ini notif grup," Alula menutupi.
Kai pun percaya dengan perkataan Alula.
"Ada apa Daddy mengajakku untuk bertemu? Apa ia akan menyuruhku untuk bercerai dengan Kai lagi ?" Alula mulai berpikir yang tidak-tidak.
__ADS_1