Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Wanita yang Luar Biasa


__ADS_3

Hari ini Chelsea berkunjung ke rumah Alula. Akan tetapi, ia tidak menemukan Alula di rumah mewah tersebut. Ia hanya mendapat info dari asisten di rumah Alula, yang diketahui bernama bibi May jika Alula dan Kaivan tengah berbulan madu ke negara Switzerland.


"Apakah Cleon sudah tahu? Aku khawatir dengan keadaannya jika dia sudah tahu," gumam Chelsea di dalam mobilnya.


Chelsea segera mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak Cleon.


"Cleon? Kau di mana?" Tanya Chelsea to the point.


"Aku sedang bekerja. Ada apa, Chel?" Jawab Cleon dari sebrang telfon.


"Bisakah kita bertemu setelah kau pulang kerja?"


"Ada apa memangnya, Chel?"


"Tidak, aku hanya ingin mengobrol saja denganmu."


"Baiklah, nanti kita bertemu di cafe yang berada di dekat Cannon Hill Park," jawab Cleon.


"Oke, Cleon. See you !! "Chelsea menutup sambungan telfonnya.


***


"Maaf aku terlambat! Tadi ada evaluasi kinerja anggota dewan," jelas Cleon saat ia sampai di cafe.


"Tidak apa-apa Cleon, lagi pula aku belum lama di sini," tutur Chelsea lembut. Di mejanya kini sudah ada secangkir kopi hangat dan juga sepiring kue Muffin.


Cleon segera mendudukan dirinya di kursi yang berada di depan Chelsea. Ia kemudian memesan cokelat panas kepada seorang waitress.


"Cleon?" Panggil Chelsea.


"Iya?"


"Apakah kau baik-baik saja?" Chelsea melihat wajah Cleon yang terlihat tenang.


"Mengapa kau bertanya seperti itu?" Cleon menatap Chelsea yang tengah menatapnya dengan wajah yang cemas.


"Alula. Apakah kau sudah-"


"Ya, aku sudah tahu dia tengah berbulan madu dengan Kai," Cleon memotong pembicaraan Chelsea.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, Chel. Kau jangan mengkhawatirkanku!" Cleon meminum cokelat panasnya setelah waitress mengantarkannya ke meja.


Chelsea menemukan sebuah kebohongan. Ia yakin, pria yang sudah dicintainya itu tidak baik-baik saja.


"Aku tahu Kai sudah jatuh cinta dengan Alula," ucap Cleon dengan tatapan nanar.


"Kau tahu dari mana?"


"Entahlah. Hanya saja aku benar-benar yakin jika Kaivan sudah jatuh cinta dengan Alula. Jika sudah begitu, dia akan tidak pernah melepaskan apa yang dia inginkan."


"Cleon? Ayo ikut aku!" Chelsea menarik tangan Cleon.


"Ke mana?" Tanya Cleon heran.


"Ayo ikut saja!"


Cleon pun membayar pesanannya dan pesanan Chelsea. Kemudian ia mengikuti langkah Chelsea. Matanya tertuju pada tangannya yang tengah di genggam oleh gadis bermantel itu.


"Ayo naik mobilku saja, nanti aku akan mengantarkanmu kembali ke sini," ujar Cleon saat melihat kebingungan di wajah Chelsea ketika mereka sampai di hadapan mobil masing-masing.


"Baiklah," Chelsea menyetujui.


"Ayo turun!" Ajak Chelsea ketika mobil yang mereka naiki berhenti di depan sebuah panti asuhan.


"Kita mau apa ke sini?" Tanya Cleon.


"Ayo turun! Kau pasti akan tahu."


Cleon pun turun, lalu membantu mengeluarkan dus dus berisi makanan dari bagasi mobilnya. Kemudian, ia mengikuti langkah Chelsea.


"Chel, kau datang lagi?" Sapa seorang wanita paruh baya.


"Iya, bi. Aku datang kembali," jawab Chelsea.


"Siapa dia?" Bisik wanita yang dipanggil Bi oleh Chelsea tersebut.


"Dia temanku."


"Bibi fikir dia pacarmu."

__ADS_1


Cleon kaget mendengar ucapan wanita itu. Sementara wajah Chelsea tampak merona karena disangka berpacaran dengan Cleon.


"Dia siapa, Chel?" Tanya Cleon.


"Oh, iya. Perkenalkan Cleon, ini bibiku. Namanya bibi Mary. Bibi Mary ini adalah adik dari ibuku. Beliau yang mengurus panti ini."


"Hallo, bi Mary! Saya Cleon. Senang bertemu denganmu," Cleon menyalami bibi Chelsea yang bernama Mary itu.


"Senang bertemu denganmu, nak Cleon. Silahkan kalian masuk!" jawab Mary ramah.


Chelsea dan Cleon segera masuk ke dalam panti tersebut.


"Kak Chelsea?" Sambut anak-anak ramah. Mereka mengerubuni dan memeluk Chelsea bergantian.


Cleon tersenyum melihat pemandangan itu.


"Kak, kakak tampan ini siapa?" Tanya anak kecil bermata biru kepada Chelsea.


"Dia teman kaka. Namanya kak Cleon," Chelsea memperkenalkan Cleon.


"Hallo anak manis! Nama kakak Cleon," Cleon berjongkok dan menatap hangat anak kecil bermata biru itu.


"Aku Cindy, kak," Cindy mengulurkan tangannya kepada Cleon. Cleon pun menyambut lengan anak itu dengan hangat.


Kemudian Chelsea memberikan dus makanan yang ia bawa kepada anak-anak itu. Cleon pun mengakrabkan dirinya dengan bermain petak umpet bersama anak-anak. Chelsea tersenyum melihat keceriaan di wajah Cleon.


"Kau sudah lama sering ke sini?" Tanya Cleon ketika mereka duduk di bangku halaman taman panti asuhan.


"Iya, aku sering ke sini. Terutama saat aku sedang bersedih. Setiap kali aku ke sini, aku selalu bersyukur karena nasibku jauh lebih baik dari mereka. Aku dibesarkan oleh kedua orang tua yang lengkap. Mereka memberikan apa yang ku inginkan. Tetapi mereka? Mungkin melihat orang tuanya saja mereka tidak pernah. Jadi, kesedihan yang ku rasakan tidak ada apa-apanya dengan apa yang mereka rasakan," tutur Chelsea.


"Dan itu berlaku untukmu. Jangan bersedih! jika kau berjodoh dengan Alula, aku yakin kalian akan bersama walau seberat apapun cobaan itu. Dan jika kalian tidak berjodoh, kau harus melapangkan hatimu. Lihatlah anak-anak ini! Mereka sangat berbahagia walau ada yang kurang dari hidup mereka. Belajarlah kekuatan dan kesabaran dari anak-anak ini! Mereka selalu hidup penuh rasa syukur dan kebahagiaan," sambung Chelsea sembari melihat anak-anak panti yang tengah menyantap makanan yang ia bawa dengan ceria.


Cleon meresapi apa yang Chelsea katakan padanya. Ia harus belajar berbesar hati, jika sewaktu waktu memang Alula lebih memilih Kai dari pada dirinya. Perlahan Cleon tersenyum.


"Sebentar!" Chelsea berlari ke arah balita yang tengah menangis. Sepertinya dia habis buang air kecil di celananya. Chelsea menggendong balita itu dengan sikap yang sangat lembut dan keibuan. Cleon memperhatikan setiap gerakan yang Chelsea lakukan.


"Kau memang wanita yang luar biasa," batin Cleon sembari terus memandangi Chelsea.


Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2