
Kai memasuki gedung perusahaan miliknya dengan setelan jas yang rapi. Hari ini adalah hari penting untuk Kai, karena dia akan bertemu dengan clien yang akan membangun kerja sama dengan perusahaan real estate miliknya.
Kerja sama ini sangat penting karena kerja sama ini sebagai wadah untuk mengembangkan bisnis kedua belah pihak. Maka dari itu Kai harus memenangkan hati clien itu agar mau deal bekerja sama dengannya.
"Tuan, untuk meeting hari ini tuan akan bertemu dengan anak dari tuan Peter," sekretaris pribadi Kai yang bernama Rachel berbicara di samping Kai yang tengah mempersiapkan materi di laptopnya untuk meeting nanti.
Perusahaan milik Peter adalah perusahaan real estate yang sangat maju dan sukses di Inggris. Akan tetapi, semenjak kepemimpinan Kai perusahaan milik tuan Peter seperti tergeserkan pamornya. Kai adalah seorang pengusaha muda berusia 24 tahun yang selalu berfikir cerdik dan mempunyai ide ide yang inovatif untuk memajukan perusahaan yang di pimpinnya sehingga tak heran bila perusahaan real estate yang di kelolanya bisa maju dengan pesat.
"Kau sudah mencari tahu mengenai latar belakang anak dari Tuan Peter? Dan pribadinya seperti apa? Agar aku bisa mengadaptasikan diriku nanti saat meeting," Kai menghentikan aktifitasnya dan menatap ke sekretaris pribadinya.
"Tentu saja, tuan. Anak buah kita di lapangan sudah memberikan data mengenai anak dari tuan Peter. Kabarnya dia adalah seorang magister dari salah satu universitas yang ada di kota ini. Saat SMA dia bersekolah di Liverpool. Dia seumuran dengan tuan, berusia 24 tahun. Hampir setiap malam aktifitasnya adalah berpesta bersama teman temannya dan sering bergonta ganti pacar," ungkap Rachel kepada Kai.
"Lalu kenapa Tuan Peter mempercayakan meeting pembangunan real estate sebesar ini kepada anaknya yang suka berpesta?" Kai mengernyitkan dahinya heran. Walaupun dirinya saat masa SMA sering berpesta dengan Nino dan Alden tetapi perlahan ia meninggalkan itu semua untuk fokus kepada bisnis yang akan di tekuninya.
"Karena dia adalah anak tunggal dari Tuan Peter !! Sudah pasti dia yang akan mewarisi perusahaan ayahnya," Rachel menjelaskan alasannya dengan lugas.
"Baiklah persiapkan meetingnya dan kau bisa keluar dari ruanganku!" Perintah Kai lalu ia menutup materi di laptopnya.
__ADS_1
Sekretaris pribadinya yang bernama Rachel pun segera beranjak keluar dari ruangan pribadi atasannya itu.
Tok tok tok....
Terdengar seseorang mengetuk pintu ruangan pribadi Kai tak lama setelah Rachel keluar.
"Masuk!" Ucap Kai.
Tak lama seseorang masuk dengan membawa setumpuk berkas ke hadapan Kai.
"Kau??" Kai merasa kaget melihat siapa yang masuk ke ruangannya.
"Sedang apa kau disini?" Nada bicara Kai meninggi.
"Aku akan melaporkan keuangan perusahaan kita minggu ini," kata Beverly.
"Untuk apa kau melaporkan keuangan perusahaan kepadaku? Bukannya tugasmu di sini seorang akuntan? Yang berhak melaporkan keuangan perusahaan adalah manager keuangan," jawab Kai ketus.
__ADS_1
"Aku adalah manager keuangan baru di sini !! Aku di pilih oleh ayahmu untuk menggantikan manager keuangan yang lama," seru gadis itu dengan senyum yang mengembang sempurna di pipinya
"Memangnya kemana manager keuangan yang lama?" Kai mengalihkan pandangannya dari wajah Beverly.
"Manager keuangan kita di tarik ke kantor cabang yang ada di kota Wales, tuan."
"Baiklah taruh saja laporan nya disini !" Kai menunjuk mejanya.
"Baik, Kai. Maksudku tuan," mata Beverly tak berhenti menatap mantan kekasih yang masih amat di cintainya itu.
"Kau bisa keluar sekarang!" Nada bicara Kai seolah mengusir Beverly yang ada di hadapannya.
"Bisakah kita makan siang bersama?" Beverly memandang Kai dengan penuh harap.
"Tidak bisa," jawab Kai singkat.
"Baiklah kalau begitu," Beverly memaksakan senyumnya dan segera berlalu dari ruangan atasan sekaligus mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤