Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Pesta Halloween Part II


__ADS_3

"Sialan!!" Umpat Kai.


"Sayang, kenapa kau melarangnya pergi? Biarkan saja dia pergi! Aku muak melihat wajahnya," Arabella melingkarkan tangannya di perut Kai.


"Minggirlah! Duduklah yang benar!" Kai menjauhkan tubuh Arabella dari tubuhnya.


"Ada apa denganmu?" Arabella tampak kesal.


Sementara Nino dan Alden hanya saling berpandangan melihat adegan itu.


"Lebih baik kau ambilkan aku air mineral!" pinta Kai kepada Arabella.


"Baiklah. Aku akan mengambilkannya untukmu," Arabella segera berdiri dan berlalu menuju stand minuman.


"Kau kenapa, Kai?" Tanya Alden yang melihat raut wajah Kai seperti benang kusut.


"Sepertinya kau tidak rela istrimu pergi dengan si anggota dewan itu," Nino menatap Kai penuh selidik.


"Jangan-jangan!!" Ucap Nino dan Alden bersamaan.


"Jangan-jangan apa?" Kai meninggikan suaranya.


"Jangan-jangan, kau sudah menyukai gadis itu!!" Goda Nino sembari tertawa.


"Benar, aku rasa dia sudah menyukai gadis itu," sambung Alden seraya ikut tertawa.


"Kalian yang benar saja! Mana mungkin aku menyukai gadis aneh itu," Kai menampik dengan nada yang gusar.


Nino dan Alden hanya tersenyum melihat raut wajah Kai saat ini.


"Sudahlah, Kai! Aku ini sahabatmu dari kecil. Jadi, aku tau kau sudah menyukai gadis itu. Aku jadi ingat saat aku memotret kalian saat camping 6 tahun yang lalu. Waktu itu aku berbicara, jangan-jangan kalian berjodoh dan perkataanku menjadi kenyataan," Nino mengambil ponsel miliknya. Lalu ia memperlihatkan foto Kai dan Alula yang tengah tertidur di dalam bus saat dalam perjalanan pulang camping.


"Foto apa maksudmu?" Kai menyabet ponsel dari tangan Nino. Ia memperhatikan foto dirinya dan Alula yang tengah tertidur. Alula terlihat tertidur di bahunya. Sementara Kai terlihat menyender di kepala gadis itu.


"Kenapa foto ini masih ada di ponselmu?" Tanya Kai, matanya masih melihat foto itu dengan seksama.


"Ya, lucu saja. Jadi saat aku mengganti ponsel, aku terlebih dahulu mengirimkan foto itu ke ponsel terbaruku," terang Nino.


Diam-diam Kai mengirimkan foto itu ke nomor ponsel miliknya. Setelah foto itu terkirim, Kai menghapus pesannya itu sehingga seolah olah dia tidak mengirim apapun.


"Aku hapus foto ini," Kai menghapus foto dirinya dan Alula dari ponsel Nino.


"Jangan!!" Nino berteriak. Ia menyabet ponsel itu dari tangan Kai. Akan tetapi, foto itu sudah dihapusnya.


"Kau benar-benar menyebalkan! Aku telah merawat foto itu selama 6 tahun!!" Gerutu Nino. Alden yang melihat hanya tertawa.

__ADS_1


"Enak sekali jadi kau. Pasti setiap malam kau bisa menyentuhnya," seru Alden.


"Menyentuh apa maksudmu?" Kai mengernyitkan dahinya.


"Ya, tentu saja tidur bersama alias membuat baby. Masa kau tidak mengerti," Alden menatap sahabatnya itu kesal.


"Aku belum pernah melakukan itu dengannya," ujar Kai datar.


Nino yang sedang meminum sisa wine di gelasnya langsung tersedak mendengar pengakuan dari sahabatnya itu.


"Kau serius?" Nino memelototkan matanya.


"Ya, aku serius."


"Kau tidur seranjang bersamanya kan?" Alden mengintrogasi lebih jauh.


"Tentu saja."


"Lalu? Bagaimana bisa kau kuat untuk tidak melakukan hal itu?" Tanya Nino kembali.


"Aku benar-benar belum pernah menidurinya. Lagi pula, pernikahanku dengannya hanya pernikahan sementara yang hanya akan berjalan selama tujuh bulan," jelas Kai.


"Apa aku tidak salah mendengar?" Sahut seseorang di belakang mereka. Itu adalah Beverly. Ia terlihat mengenakan gaun Rapunzel di acara Halloween malam ini.


"Jadi, kau tidak menginginkan pernikahanmu dengan Alula?" Tanya Beverly antusias.


"Dia sepertinya belum move on darimu, Kai," tukas Alden.


"Aku jadi ingat ketika dulu dia megejarmu sampai Amerika. Dan hampir setiap hari menggangumu di sana," timpal Nino.


Beverly pun berlalu dari meja mantan kekasihnya itu. Hatinya terasa sangat senang, karena ia mengetahui pernikahan Kaivan dan Alula tak akan bertahan lama.


"Aku sudah duga. Kai tidak mungkin menyukai gadis seperti Alula. Dia sungguh tidak selevel dengan Kai," gumam Beverly.


"Ini sayang! Aku sudah membawakanmu air mineral," Arabella kembali dengan membawa satu botol air mineral di tangannya.


"Terima kasih," Kai membuka tutup botol air mineral tersebut, kemudian segera meminumnya.


***


Alula membuka mejanya sendiri dengan Cleon dan juga Chelsea. Mejanya tidak jauh dari meja Kai.


"Al, beberapa hari yang lalu kau kemana saja? Aku mencarimu," tutur Cleon lembut.


"Iya, Al. Aku pun menghubungi ponselmu tetapi tidak aktif," sahut Chelsea.

__ADS_1


"Waktu itu aku sakit dan aku lupa mencharger ponselku," jawab Alula.


"Kau sakit apa? Sekarang bagaimana keadaanmu?" Tanya Cleon dengan nada panik


"Waktu itu hanya demam. Sekarang aku baik-baik saja," Alula tersenyum.


"Sepertinya Cleon benar-benar khawatir," batin Chelsea dalam hatinya.


"Kenapa tadi kalian bisa bersama?" Alula menatap Cleon dan Chelsea bergantian.


"Tadi kami bertemu di depan, Al," jawab Chelsea cepat. Dia tidak ingin Alula salah paham dengannya.


"Oh, begitu."


"Al, aku ambil minum dulu ya?" Chelsea berdiri dari duduknya.


"Perlu ku temani?" Timpal Alula.


"Tidak usah. Kau ngobrol saja dulu dengan Cleon," Chelsea segera melangkahkan kakinya menuju stand minuman.


"Al?" Panggil Cleon.


"Iya?"


"Emm, aku ingin bertanya padamu," Cleon menatap serius Alula yang berada di hadapannya.


"Kau ingin bertanya apa?"


"Mengenai perkataan Kai saat di Cannon Hill Park. Apakah dia benar-benar menyentuhmu?" Terlihat kekhawatiran yang dalam di mata berwarna cokelat itu.


"Tidak, dia hanya mempermainkanmu. Dia sama sekali tidak menyentuhku," Alula tersenyum lalu menangkup tangan Cleon hangat.


"Syukurlah," Cleon tersenyum.


Chelsea kembali dengan membawa minuman di tangannya. Entah kenapa hatinya merasa sedih melihat tangan Alula tengah menangkup lengan Cleon.


Kai yang memperhatikan mereka sedari tadi sudah menautkan alisnya geram. Botol minuman kemasan yang baru ia teguk langsung ia remas sampai berkerut.


"Kau kenapa sih sayang? Dari tadi aku lihat, kau memperhatikan gadis rendahan itu terus," Arabella menyipitkan matanya.


"Bukan urusanmu!!" Kai masih meremas botol air mineral yang sudah berkerut di tangannya.


"Mengapa aku sangat tidak suka melihat gadis bodoh itu dekat dengan Cleon? Ada apa dengan diriku?" Kai merasa gusar akan perasaaan aneh yang muncul di hatinya.


"Tidak, tidak. Aku hanya takut orang lain melihat, aku takut diberitakan lagi macam-macam." Kai terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2