Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Sebuah Lamaran


__ADS_3

Hari ini Cleon memutuskan akan melamar Chelsea. Ia sudah memikirkan semuanya dengan matang.


"Apa tidak terlalu cepat, sayang? Kau baru berumur 25 tahun," Alice, ibu Cleon merasa khawatir dengan keputusan anaknya.


"Tentu saja aku yakin, Ma. Aku ingin segera bersatu dengan Chelsea," jawab Cleon dengan yakin.


"Biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri!" Timpal Ron ketika mendengar percakapan istri dan anaknya.


"Bukankah usia 25 tahun sudah cukup matang untuk menikah, Ma?" Tanya Cleon kepada ibunya.


"Iya, sayang. Tetapi di negara kita, usia 25 tahun masih terlalu muda untuk menikah," sahut Alice kembali.


"Cleon sudah dewasa, Ma. Mama jangan khawatir! Cleon sudah memikirkan semuanya dengan penuh perhitungan."


"Baiklah, sayang. Mama serahkan semuanya kepadamu!" Tutur Alice.


"Malam ini mama, papa, kak Henry dan Beverly harus datang ya? Cleon akan melamar Chelsea malam ini," Cleon membulatkan tekadnya.


"Iya, sayang. Mama pasti datang."


"Putra kecil papa kini sudah dewasa," Ron menepuk bahu Cleon pelan. Kemudian ia memeluk putra bungsunya itu.


"Doakan Cleon, Pa! Semoga lamaran Cleon di terima," Cleon meminta restu pada kedua orang tuanya.


"Tentu saja dia akan menerimamu. Siapa wanita yang akan menolak pria sepertimu?" Ron membanggakan putra bungsunya.


"Alula yang pernah menolakku, Pa," Batin Cleon dalam hatinya sembari tersenyum kecut.


"Kalau begitu, Cleon pergi dulu ke rumah orang tua Chelsea! Cleon harus meminta restu kepada mereka terlebih dahulu," Cleon mengambil jaket miliknya.


"Hati hati di jalan, sayang!" Seru Alice.


"Iya, Ma. Pa, Cleon pergi dulu!" Cleon segera pergi menuju rumah kedua orang tua Chelsea.


Beberapa menit kemudian, Cleon sudah di dalam rumah kedua orang tua Chelsea. Chelsea kebetulan sedang tidak ada karena ia sedang berada di butik miliknya. Cleon sengaja agar Chelsea tidak tahu perihal rencananya untuk melamar.


"Om, tante. Saya ke sini bermaksud untuk melamar Chelsea," Cleon mengutarakan keinginannya kepada kedua orang tua Chelsea.


Mereka tampak kaget saat seorang pria datang dan tiba-tiba meminta untuk melamar anak gadisnya. Setelah Cleon menjelaskan dan mengutarakan niat baiknya mereka pun akhirnya setuju.


"Tolong jaga Chelsea seperti kami menjaganya!" Ucap Will, ayah Chelsea kepada Cleon. Matanya berkaca-kaca karena ia berfikir waktu sudah semakin dekat untuk melepas anak gadisnya.


"Tentu saja, om. Cleon akan menjaganya," jawab Cleon tanpa keraguan.

__ADS_1


"Tolong jangan sakiti dia! Chelsea anak yang baik!" Ucap Julie, ibu dari Chelsea sembari menangis.


"Cleon tidak akan menyakitinya."


"Kalau begitu kami merestuimu," ujar Will.


Cleon pun menyuruh kedua orang tua Chelsea untuk datang ke tempat lamaran yang sudah ia siapkan malam ini. Cleon meminta supaya Chelsea tidak tahu perihal rencana lamarannya. Kemudian ia pamit dari rumah kedua orang tua Chelsea.


Saat di dalam mobil, Cleon menelfon Kai, Cleon meminta izin agar Alula bisa datang ke acara lamarannya nanti malam. Kai pun mengizinkan asal dirinya pun ikut untuk menemani istrinya. Setelah di izinkan oleh Kai, Cleon segera menelfon Alula perihal rencananya tersebut. Alula sangat antusias karena sebentar lagi sahabat baiknya akan menikah dengan orang yang dicintainya.


****


Malam hari....


"Chel? Malam ini aku ingin makan sachertorte (kue cokelat khas dari negara Austria). Kau bisa menemaniku tidak?" Ucap Alula saat ia menelfon Chelsea. Alula memang bertugas untuk membawa Chelsea ke restoran tempat diadakannya lamaran.


"Al, aku lelah sekali hari ini! Bagaimana jika besok?" Jawab Chelsea dari sebrang telfon.


"Kau tega sekali, Chel! Keponakanmu ingin sekali makan kue cokelat dari Austria. Kau tega membiarkan aku semalaman tidak tidur karena memikirkan kue cokelat itu?" Cerocos Alula kepada sahabatnya.


"Baiklah, Al. Aku akan menemanimu," Chelsea akhirnya menyetujui.


"Nah begitu dong! Chel, aku nanti jemput ke butikmu ya?"


"Jemput? Tumben sekali! Bukannya kau tidak suka membawa mobil?" Chelsea merasa heran.


Kemudian ia meminta Kai untuk melajukan mobilnya ke arah butik Chelsea. Setelah sampai di halaman butik sahabatnya, Alula segera ke luar dan masuk ke dalam butik.


"Ayo Chel!" Alula segera menarik tangan Chelsea menuju mobil suaminya.


"Al, Kai juga ikut?" Chelsea merasa heran ketika melihat Kai ada di depannya.


"Tentu saja, ayo!" Alula mendorong tubuh Chelsea agar segera masuk ke dalam mobil. Kai hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang begitu antusias.


Lagi-lagi Chelsea merasa heran ketika memperhatikan tampilan Kai dan Alula. Kai memakai jas hitamnya, sedangkan Alula memakai dress berwarna cokelat yang sangat cantik.


"Apa hari ini ada acara penting?" Tanya Chelsea yang terduduk di kursi penumpang.


"Kan sudah ku bilang, kita akan makan kue cokelat," jawab Alula.


Tak lama, mobil Kai berhenti di sebuah parkiran area restoran yang terkenal di kota Birmingham.


Dengan cepat Alula turun dan segera membuka pintu kursi penumpang.

__ADS_1


"Ayo Chel cepat! Aku khawatir kuenya habis," Alula menarik tangan Chelsea agar ia segera ke luar.


"Sayang, hati-hati! Jangan terlalu lincah!" Kai memperingatkan.


"Lincah apa? Aku tidak sedang berjoged," timpal Alula yang masih sibuk menarik tangan Chelsea.


Mereka pun segera masuk ke area restoran. Lagi-lagi Chelsea merasa janggal karena yang ia ketahui di restoran ini tidak menyediakan makanan khas Eropa Tengah. Chelsea pun tidak melihat ada pengunjung lain di dalam restoran.


Alula terus menarik Chelsea ke arah belakang restoran. Belakang restoran sendiri merupakan taman dan terdapat kolam renang agar para tamu bisa mencicipi makanan pesanan mereka sambil menikmati pemandangan yang ada.


Saat pintu terbuka, Chelsea membelalakan matanya ketika melihat banyak sekali orang yang berkerumun di pinggir pinggir kolam renang. Ia pun melihat kedua orang tuanya ada di kerumunan itu, termasuk kedua orang tua Cleon, kedua orang tua Beverly, Henry dan Beverly. Tetapi ia tidak melihat Cleon ada di kerumunan orang-orang itu.


"Ada apa ini?" Tanya Chelsea kepada Alula. Alula tampak tak menjawab pertanyaannya. Ia segera menjauh dari Chelsea dan bergabung dengan yang lain. Chelsea terus berjalan menuju kerumunan orang orang yang ada di depannya.


"Nona, tolong berhenti!" Ucap seorang pria yang memakai setelan formal, sepertinya dia adalah seorang MC. MC itu mendatangi Chelsea sembari membawa sebuket bunga Peony.


"Nona, ini bunga untukmu!" MC itu memberikan sebuket bunga Peony yang berwarna merah muda kepada Chelsea. Dengan kikuk Chelsea menerima bunga itu.


"Tolong berikan bunga itu kepada orang yang ada di belakang anda!" Perintah MC kepada Chelsea.


Chelsea pun mengernyitkan dahinya heran. Merasa belum mengerti dengan apa yang tengah terjadi. Ia segera membalikan badannya ke arah belakang. Saat Chelsea membalikan badannya, ia melihat Cleon tengah bersimpuh dengan membawa kotak yang berisi cincin.


"Cleon?" Panggil Chelsea.


"Chel, setelah waktu yang kita lalui dan habiskan bersama. Aku yakin perasaan ini perasaan cinta. Dan mari kita menyatukan cinta kita dalam sebuah ikatan pernikahan. Mari kita membina sebuah keluarga yang bahagia, di mana kita saling merasakan suka dan duka bersama, mendidik anak anak kita kelak bersama sama. Jadi, maukah kau menikah denganku?" Tutur Cleon dengan lembut.


Chelsea menggigit kuku jari tangannya. Ia begitu tidak menyangka jika malam ini ia akan dilamar oleh pria yang sangat ia cintai.


"Cleon, apa ini?" Chelsea menangis dan masih mencerna apa yang terjadi.


"Aku sedang melamarmu. Katakanlah iya! Agar aku bisa berdiri dari posisi bersimpuhku!" Cleon tertawa.


Chelsea menyeka air matanya. Matanya memang mengeluarkan air mata, tapi bibirnya tak henti mengukir sebuah senyuman bahagia.


"Terima, terima," seru orang orang yang tengah menonton mereka.


"Aku mau. Aku sangat mau menikah denganmu," Chelsea mengangguk dengan cepat.


Cleon segera mengambil tangan Chelsea dan memakaikan cincin yang ia bawa ke tangan wanita yang ia cintai. Kemudian Cleon berdiri dan langsung memeluk Chelsea.


"Cleon, terima kasih!" Chelsea menangis tersedu di pelukan kekasihnya.


Semua orang yang ada di sana tampak bersurak dan segera mendatangi sepasang kekasih itu untuk memberikan selamat.

__ADS_1


Tak lama, persiapan pernikahan di atur. Orang tua Chelsea dan Cleon meminta mereka untuk bertunangan terlebih dahulu dan menikah di tahun depan. Cleon dan Chelsea pun setuju dengan keputusan kedua orang tuanya.


Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—


__ADS_2